Suamiku Tuan Muda Arogan

Suamiku Tuan Muda Arogan
Episode 31


__ADS_3

"aku tidur di kamar mana?"tanya Zoya kepada Lintang.


"Apa yang kau maksud dengan kamar mana?"Tanya Lintang dengan tangan yang masih memegang tangan Zoya.


"Ya, di mansion, bukan kah kita tidur dengan kamar yang terpisah?"Tanya Zoya lagi.


"Jadi di sini, kau juga ingin kita pisah kamar? Apa kau ingin paman tau jika kita selama ini pisah kamar?"Jelas Lintang dengan wajah dingin nya.


"Bu, bukan gitu, kenapa kau sekarang malah jadi galak seperti ini kepada ku? Apa kau masih marah?"Tanya Zoya sedikit tidak nyaman dengan Lintang yang tiba-tiba berubah.


"Mengapa? Kau ingin aku bersikap dewasa bukan? Tidak kekanak-kanakan, seperti tadi?"Tutur Lintang.


"Jadi kau marah gara-gara itu?"Jawab Zoya memasang wajah iba.


"Jangan menatap ku dengan tatapan seperti itu, ayo masuk kamar."Ucap Lintang yang kemudian menarik Zoya masuk ke dalam kamar yang sudah di siapkan oleh pelayanan paman Lenan untuk mereka berdua.


"Astaga, ini pertama kali nya aku sekamar dengan Lintang, rasanya cangung sekali."Batin Zoya dengan pipi merah.


"Duduk."Ucap Lintang.


Zoya pun duduk di tepi ranjang karena dia tau saat ini tidak ada gunanya membantah ucapan Lintang, Lintang bahkan bisa lebih mengerikan saat ini dari pada gederuo, pikir Zoya.

__ADS_1


"Kau mau ke mana?"Tanya Zoya sebelum Lintang keluar dari kamar itu.


"Tunggu saja."Jawab Lintang yang kemudian berjalan keluar dari kamar tersebut.


Selang lima menit kemudian, Lintang pun kembali dengan sebuah kotak obat di tangan nya.


"Obati luka mu itu."Turur Lintang.


"Tidak perlu, ini hanya luka kecil."Jawab Zoya sambil menutupi luka memar di kepala nya akibat kejadian tadi.


Mendengar ucapan Zoya, Lintang pun tak kuasa lagi meminta nya untuk mengobati luka itu sendiri, Lintang pun duduk di samping Zoya dan mengarah kan kepala Zoya agar menghadap ke arah nya.


"Mengobati luka mu, jangan membantah, jika tidak Paman akan marah kepada ku."Jelas Lintang yang kemudian mulai mengobati Zoya.


"Aduh, duh, aw, sakit!"Marah Zoya saat Lintang tampa sengaja menekan luka nya terlalu kuat.


"Astaga, kau ini cengeng sekali ya."Marah Lintang sambil terus mengobati luka Zoya.


"Siapa bilang? Aku tidak cengeng!"Omel Zoya tak mau di katai cengeng oleh Lintang.


"Ssst, diam."Ucap Lintang tiba-tiba menempelkan jari telunjuk nya ke bibir Zoya.

__ADS_1


Saat itu lah, dua pasang mata ini saling menatap satu sama lain, tatapan Lintang yang meminta nya untuk diam itu membuat hati Zoya bergetar, seolah ada sesuatu yang bergerak di hatinya.


"Mengapa dia begitu tampan?"Batin Zoya seketika tersepona akan, eh salah, maksud author terpesona akan ketampanan suaminya itu.


"Bisa diam kan?"Ucap Lintang lagi.


Namun Zoya tidak menjawab dan malah bengong sambil terus menatap wajah Lintang.


"Masih mau menatap wajah ku? Apa kau perlu kacamata?"Tutur Lintang lagi sambil menampilkan senyum tipis nya yang manis.


"Eh, em, singkirkan jari mu dari bibir ku "Ucap Zoya menepis tangan Lintang.


Namun Lintang malah memegang tangan nya,dan menatap Zoya dengan tatapan berbeda, dia bahkan perlahan mendekati wajahnya ke wajah Zoya.


Sekakan terhipnotis, Zoya hanya bisa diam saat Lintang semakin mendekat.


Cuph ...


Sebuah kecupan singkat berhasil mendarat di bibir Zoya, ini mungkin bukan pertama kalinya, tapi Zoya merasakan kali ini Lintang melakukan itu dengan serius bukan karena kejahilan nya.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2