
"Lintang, apa Zoya tidak pernah menceritakan apapun kepada mu?"Tanya Paman Lenan kepada Lintang.
"Tidak, dia hanya bercerita tentang keluarga tirinya, tapi tidak soal harta atau apapun yang lain."Jawab Lintang dengan serius.
"Perlu kau ketahui, Zoya sudah berkorban banyak untuk mendapatkan perusahaan dan semua aset papa nya, karena sebelumnya mereka berhutang kepada perusahaan kita, lalu aku memanfaatkan kesempatan itu untuk membuat Zoya menikah dengan mu, karena Zoya adalah seorang wanita yang cukup baik, dia pernah menolong ku saat aku di copet."Jelas paman Lenan singkat namun penuh arti.
"Jadi karena itu paman sangat menyayangi nya?"Tanya Lintang lagi.
"Poin besarnya bukan ada di situ Lintang, suatu saat kalian akan tau, tapi bukan sekarang, untuk sekarang, jalani dulu, jaga dia dengan baik, jangan biarkan orang-orang menindas nya, bantu dia mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi milik nya."Ucap paman Lenan sambil memegang pundak Lintang.
Perlahan Lintang pun akhirnya mengerti, kenapa paman nya menyayangi Zoya, ada sebuah rahasia yang saat ini mungkin belum bisa di bongkar oleh Paman Lenan, tapi akhir-akhir ini Zoya dan Lintang juga sudah saling dekat dan terbuka satu sama lain meskipun hati-hati mereka di penuhi dengan pertengkaran kecil karena kejahilan Lintang.
"Kalau begitu aku pergi dulu, hari ini kau bisa belajar dulu, ini ada beberapa dokumen yang harus kau tanda tangani."Ucap paman Lenan kepada Lintang.
"Baik lah paman, hati-hati."Ucap Lintang kepada sang paman.
__ADS_1
Paman Lenan mengangguk kan kepala nya dan kemudian berjalan keluar dari ruangan tersebut.
Sementara itu Lintang mulai duduk di kursi baru nya dan mempelajari beberapa berkas yang di serahkan oleh sang paman barusan.
Singkat cerita, satu hari pun berlalu, Lintang menjalani hari nya sebagai seorang CEO dengan cukup baik ia pun memutuskan untuk kembali ke mansion setelah pekerjaan nya selesai.
"Apa dia benar-benar akan pergi ke pesta ulang tahun adik tiri nya?"Batin Lintang sambil fokus menyetir mobil.
Jam sudah menujukkan pukul 05:30
Sementara itu di sisi lain.
"Ya pasti dong sayang, mana mungkin dia tidak datang."Jelas mama Mona sebegitu yakin nya.
"Yaudah deh ma, aku kau ke bawah dulu,mau cek dekorasi."Jelas Fira kepada mama nya.
__ADS_1
"Oke Sayang."Jawab sang mama sambil menatap ponselnya.
Hari itu Fira benar-benar bahagia, karena ulang tahunnya kali ini di rayakan dengan sangat meriah."Melihat ini, Zoya pasti akan sangat iri kepada ku, memang nya,dia pikir hanya dia yang bisa membuat peta mewah saat ulang tahun? Aku juga bisa."Ucap Fira sambil tersenyum miring.
Ini lah Fira, dia selalu iri dengan kelebihan yang di miliki Zoya, kecantikan, kecerdasan,dia selalu kalah dengan Zoya, bahkan saat papa Zoya masih hidup dia tidak bisa membuat papa nya Zoya lebih sayang kepada nya, karena papa nya Zoya akan slalu menyayangi Zoya yang anak kandung nya.
Malam pun tiba, semua perisapan ulang tahun itu pun akhirnya seusai selesai, hanya tinggal menunggu beberapa jam lagi saja untuk memulai nya.
Sementara itu di sisi lain.
Tok ... Tok ... Tok.
Suara ketukan di luar pintu kamar Zoya.
Zoya yang saat itu baru selesai mengunakan pakaian nya pun berjalan menuju pintu dan membukanya.
__ADS_1
Bersambung ....