
"nona, mengapa nona tersenyum, em, apa nona sudah mulai jatuh cinta kepada tuan muda Lintang?"Tanya Laura mencoba menggoda Zoya.
"Haha, tidak, tidak bukan itu Laura, aku hanya merasa aneh, dia kan laki-laki, masa bisa fobia sama kucing, aku pikir laki-laki galak dan angkuh seperti dia tidak bisa takut dengan apapun, Tapi ternyata dia malah takut dengan seekor kucing imut, hahaha."Tawa Zoya pecah saat mengatakan Lintang yang fobia terhadap kucing.
"Emm, nona, aku, aku, anu, itu ... "Turur Laura yang awalnya ingin ikut tertawa namun seketika wajah nya berubah jadi panik entah karena apa.
"Apa? Mengapa? Aku benar kan? Dia itu arogan, dan juga bermulut pedas, tapi malah takut kucing, ini sangat lucu, andaikan aku bisa memasukkan kucing itu ke dalam baju nya, dan membuat dia menggelinjang kegelian aku pasti akan sangat bahagia, karena wajah nya itu sangat menyebalkan, hahaha!"Ucap Zoya sambil tertawa lepas dan memegang perutnya yang sedikit sakit karena tertawa.
"Nona, aku masih ada urusan, aku pergi sebentar ya, aku akan kembali."Turur Laura yang kemudian berlari terbirit-birit pergi dari hadapan Zoya.
"Ada apa dengan nya? Seperti melihat setan saja, aneh."Ucap Zoya yang kemudian hendak berbalik dan beranjak pergi dari tempat nya berdiri sekarang ini.
Brak ... Tanpa sengaja dia malah menabrak seseorang yang saat ini berdiri di belakang nya."Aduh, sakit sekali."Ucap Zoya sambil memegang kepala nya.
"Aku mendengar ada yang ingin memasukkan seekor kucing di dalam baju ku, apa itu benar?"Tutur Lintang yang kini berdiri tegap di hadapan Zoya dengan tatapan tajam nya.
"Astaga, mati lah aku, Laura sialan mengapa dia tidak mengatakan jika singa laki-laki ada di sini?"Batin Zoya menatap Lintang dengan takut sambil memegang kepala nya.
"Mengapa? Sudah tidak berani tertawa? Mengejek ku dari belakang?"Ucap Lintang terlihat sangat marah.
__ADS_1
"Itu, aku, emm, aku tidak bermaksud."Jawab Zoya kehabisan kata-kata untuk menjawab pertanyaan Lintang.
"Hm, apa? Seperti nya, tadi ada yang begitu berani ya, sekarang mengapa malah ketakutan seperti ini? Sudah tidak ada nyali lagi?"Tanya Lintang.
"Emm, anu, itu, aku seperti mendengar suara ponsel yang berbunyi, jangan-jangan ada yang menelpon mu,biar aku lihat."Ucap Zoya yang hendak kabur dari hadapan Lintang dengan berbagai alasan.
Namun baru saja ia ingin beranjak dari posisi nya, Lintang malah menjinjing kerah baju nya dari belakang, sehingga Zoya tak mampu lagi bergerak.
"Mau kemana? Kucing itu masih belum masuk ke dalam baju ku."Turur Lintang dengan wajah datar dan suara sedikit menyeramkan bagi Zoya yang saat ini sedang ketakutan.
"Tuhan, tolong selamatkan aku."Batin Zoya lagi.
"Aaaaa! Tolong! Lepas kan aku! Aku berjanji tidak akan membicarakan mu dari belakang lagi! Tolong! Paman tolong!"Jerit Zoya memukul-mukul punggung Lintang.
Namun Lintang hanya tersenyum miring sambil terus membawa Zoya keluar dari mansion melalui pintu belakang.
Beberapa pelayan yang melihat itu hanya bisa menertawakan Zoya saja, karena nona muda mereka itu memegang cukup berani karena sudah mengolok-olok tuan muda mereka dari belakang.
"Astaga, nona muda dalam bahaya."Ucap salah satu pelayan kepada pelayan lainnya.
__ADS_1
"Sudah lah, biar kan saja, dia juga begitu nakal."Jawab pelayan lain sambil cekikikan.
Sementara Laura bersembunyi entah di mana.
"Haaa, turun kan aku, Lintang! Turun kan aku!"Ucap Zoya yang saat ini berada di atas cabang pohon mangga yang ada di belakang mansion.
"Itu hukuman untuk orang yang berani membicarakan aku dari belakang."Ucap Lintang sambil duduk mengamati Zoya yang saat ini ada di atas pohon.
"Hiksss, paman Lenan, Tolong aku, keponakan mu itu, selain kekanak-kanakan dia juga begitu bodoh, dia membuat aku manjat pohon dan tidak bisa turun."Rengek Zoya yang kesal akan ulah Lintang.
"Terus lah mencaci ku, itu akan membuat mu tidak akan turun sampai nanti malam."Jawab Lintang sambil tersenyum miring.
Lintang terlihat puas, sudah membalas Zoya dengan meletakkan nya di atas pohon.
Beberapa kali Zoya ingin melompat turun, namun dia fobia ketinggian, membuat nya sangat takut untuk mencoba turun, padahal pohon itu tidak lah terlalu tinggi karena Zoya saat ini berada di cabang paling bawah di pohon tersebut.
"Apa yang harus aku lakukan agar dia mau menurunkan aku dari sini?"Batin Zoya memutar otak untuk membujuk Lintang.
Melihat perilaku Lintang yang kekanak-kanakan, Zoya tau jika menghadapi nya tidak perlu dengan kekerasan, karena itu sama sekali tidak akan berfungsi untuk suaminya itu, Zoya pun mulai mendapatkan ide untuk merayu Lintang agar menurunkan nya dari cabang pohon tersebut.
__ADS_1
Bersambung ....