Suamiku Tuan Muda Arogan

Suamiku Tuan Muda Arogan
Episode 37


__ADS_3

Seminggu kemudian.


Kehidupan yang di rasakan Zoya saat ini benar-benar sudah cukup membuat hati nya tenang dia juga sudah cukup bahagia karena mampu membuat Lintang jatuh cinta pada nya, dan juga sebaliknya dirinya juga sangat menyayangi Lintang, hubungan rumah tangga mereka mulai menuju jenjang ke harmonisan.


Namun, pagi itu, Zoya yang sedang memainkan ponselnya, tiba-tiba mendapat pesan dari mama Mona, pesan tersebut berisi tentang mama Mona, yang meminta dia untuk datang ke suatu tempat, karena ingin berbicara soal surat wasiat peninggalan almarhum papa nya Zoya.


Zoya yang tidak menaruh curiga sedikitpun akhirnya memutuskan untuk menemui mama Mona, meskipun awalnya dia merasa ragu, karena lokasi tempat pertemuan itu, bukan lah restoran atau cafe, melainkan di sebuah rumah tua di pinggir kota, rumah itu dulu adalah rumah pertama papa nya Zoya yang sudah lama tidak di huni, Zoya pun sempat bertanya mengapa tidak di mansion saja, tapi mama Mona beralasan karena ini adalah pembicaraan penting dan harus di bicarakan secara rahasia, Zoya pun akhirnya setuju dan bersiap-siap untuk segera pergi dengan menggunakan taxi online.


"Nona muda, kau mau ke mana? Tanya pelayan peribadi Zoya.


"Em, aku ingin bertemu mama Mona, dia bilang ada hal penting yang ingin di bicarakan."Ucap Zoya kepada sang pelayan.


"Tapi apakah sudah mengatakan kepada tuan muda Lintang?"Tanya pelayan lagi.


"Nanti aku akan mengabari nya, aku buru-buru aku pergi dulu."Ucap Zoya kepada pelayan tersebut.


Setelah berkata beberapa patah kata itu pun, Zoya bergegas keluar dari mansion Lintang dan pergi dengan taxi online nya.

__ADS_1


Satu jam perjalanan, baru lah Zoya tiba di rumah tersebut, rumah itu terlihat sangat cantik, meski sudah lama di tingal kan, mungkin karena selalu ada pengurus yang sejak dulu di tugas kan sang papa untuk menjaga rumah tersebut, namun hari ini Zoya yang masuk ke dalam rumah itu tidak melihat ada nya para penjaga rumah.


Tepat di ruang tengah, terlihat mama Mona dan juga Fira yang sedang duduk di sebuah kursi dan ada meja bundar di hadapan mereka.


"Mama, Fira."Lirih Zoya merasa sedikit negeri dengan tatapan mereka ke arah nya.


"Duduk lah."Ucap mama Mona.


Zoya pun duduk berhadapan dengan mereka.


Brak ...


Mama Mona melemparkan beberapa map dan juga kertas.


"Apa itu?"Tanya Zoya.


"Lihat lah."Ucap mama Mona dingin.

__ADS_1


Zoya pun mulai melihat satu persatu sertifikat-sertifikat tersebut.


"Ini, sertifikat palsu?"Ucap Zoya.


"Aku pikir kau bodoh, tapi ternyata kau tau juga kalau itu palsu, tudepoin saja, jika kau ingin keluar dengan selamat dari rumah ini, berikan aku sertifikat kekayaan papa mu yang asli!"Ucap mama Mona.


"Apa? Apa maksud mama? Aku tidak tau."Jawab Zoya mulai khawatir.


"Mengapa kau tidak tau? Apa kau lebih memilih harta? Di bandingkan dengan nyawa mu?"Tanya Fira.


"Jika tidak ada hal yang penting yang ingin kalian bicarakan lagi, aku akan pergi sekarang!"Ucap Zoya berdiri dari duduknya dan kemudian hendak pergi dari ruang tengah tersebut.


"Tunggu! Kau tidak akan bisa pergi dari sini, karena anak buah ku, sudah menutup jendela, dan juga pintu rumah ini! Hahaha! Kau telah masuk ke dalam jebakan ku, dan jangan berharap keluar dari sini jika kau tidak menyerahkan sertifikat asli kekayaan papa mu dan juga bercerai lah dengan tuan muda Lintang!"Ucap mama Mona kini ikut berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati Zoya.


Zoya benar-benar kaget atas kelakuan mama Mona dan juga Fira, yang sudah menjebaknya, dia mencoba lari ke pintu keluar dan juga melihat jendela, benar saja, rumah itu kini sudah di jaga ketat oleh beberapa anak buah mama Mona.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2