
Setelah melihat kedekatan Zoya dan Laura, Lintang pun bergegas kembali menuju ruang makan mansion.
"Mengapa lama sekali?"Tanya Lintang pura-pura tidak mengetahui apa yang terjadi tadi.
"Em, maaf, tadi Laura jatuh karena aku, jadi aku membantu nya terlebih dahulu."Ucap Zoya lagi.
"Mengapa kau begitu peduli, dia kan hanya seorang pelayan biasa?"Ucap Lintang lagi.
"Pekerjaan nya mungkin memang sebagai pelayan ku, tapi aku memagagap nya bukan pelayan, dia cukup baik dengan ku, bahkan bisa menghibur ku, jadi aku tidak merasa dia pelayan melainkan seperti memiliki saudara sesungguhnya."Ucap Zoya menjalas kan.
"Kau datang dari kalangan orang miskin ya, makanya tidak bisa bersikap seperti orang kaya?"Ucap Lintang mencoba untuk menghina Zoya.
Zoya melepas sendok nya dan menatap Lintang dengan tatapan teduh."Apa jika kita kaya, kita harus memperlakukan orang miskin seperti seekor anjing?"Ucap Zoya dengan suara pelan.
"Setidaknya kau harus punya wibawa, karena menjadi istri seorang Lintang Kusuma."Jelas Lintang lagi.
"Terserah kau saja, aku sudah kenyang."Ucap Zoya yang kemudian berdiri dari duduknya dan berjalan meningal kan Lintang di meja makan tersebut.
Keduanya saling berperang dengan sikap masing-masing, Lintang yang notabene nya adalah seorang yang angkuh, sombong dan keras kepala, kini mendapat kan seorang istri lembut baik hati dan juga sangat menghargai semua orang.
Perbedaan ini, apakah mampu membuat Lintang jatuh cinta atau sadar jika dia terlalu egois dan sombong?
Beberapa puluh menit pun berlalu.
Kini Zoya duduk di taman belakang mansion, tidak peduli seberapa dingin nya suasana malam ini, dia hanya merasakan rasa sejuk penuh nyaman di tempat itu sendirian.
"Apa aku bisa mengalahkan keegoisan nya itu? Apa aku bisa membuat nya mencintai aku? Aku juga tidak tau, aku bahkan tidak tau, aku bisa jatuh cinta atau tidak kepada laki-laki seperti itu."Batin Zoya memikirkan hubungan rumah tangga nya yang baru saja berjalan dalam beberapa hari ini.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan di sini? Cepat masuk, cuaca sangat dingin."Ucap Lintang yang tiba-tiba sudah berdiri di belakang Zoya.
Mendengar suara Lintang yang menegurnya Zoya Sontak menoleh kan kepala nya ke belakang.
"Silahkan masuk duluan, aku masih nyaman di sini, jangan ganggu aku."Ucap Zoya.
Bukan nya pergi, Lintang malah datang dan duduk di sebelah nya.
Zoya yang melihat itu, sedikit membuat jarang di antara mereka.
"Jika kau sakit karena kedinginan, paman akan memarahi aku,dan mengatakan jika aku tidak bisa menjaga mu."Ucap Lintang kepada Zoya.
"Aku tidak akan semudah itu jatuh sakit, bahkan jika aku tidur di sini sekalipun."Jawab Zoya sambil tersenyum kecil.
Meskipun senyum itu sangat tipis, namun Lintang mampu melihat betapa cantiknya wanita itu saat tersenyum.
"Kau ternyata juga bisa berkata angkuh dan juga sombong ya."Jawab Lintang mengalihkan pandangannya dari Zoya.
Sebenarnya Zoya adalah seorang wanita yang cukup asik jika di ajak bercanda, namun dia hanya belum terbiasa dengan keadaan ini saja.
"Zoya, boleh kah aku tau tentang keluarga mu?"Tanya Lintang tiba-tiba saja.
Zoya menatap ke arah Lintang yang duduk di samping nya, dia sedikit bingung karena tiba-tiba Lintang menanyakan hal ini, apa paman Lenan sama sekali tidak menceritakan apapun soal hutang keluarga nya kepada Lintang.
"Mengapa kau diam? Aku hanya penasaran, mengapa kau dengar mudah menerima perjodohan dan menikah dengan laki-laki yang tidak kau kenal seperti ku?"Kembali Lintang mengajukan pertanyaan lain.
"Baik lah, aku akan menjawab semua pertanyaan mu itu, papa ku meningal beberapa Minggu lalu, setelah itu baru lah terkuak berita jika papa ku memiliki banyak hutang dengan paman Lenan, dan entah kesepakatan apa yang di lakukan mama dan adik tiri ku sehingga menyerahkan aku kepada paman Lenan dan menjadi istri mu, cukup simpel bukan? Tapi sedikit yang harus kau tau, aku juga berkorban."Ucap Zoya menjelaskan semua hal yang bisa dia jelaskan kepada Lintang.
__ADS_1
"Apa? Jadi kau adalah wanita pelunas Hutang keluarga mu? Mengapa bisa Paman Lenan malah menikah kan aku dengan mu?"Ucap Lintang terlihat kesal dengan paman nya.
"Apa aku benar-benar tidak layak? Haha, aku tau itu, tapi setidaknya aku bukan berasal dari keluarga miskin seperti yang kau ucapkan wahai tuan muda yang sombong."Ucap Zoya menahan perih di hatinya saat mendengar Lintang yang begitu tidak suka dengan dirinya.
"Terserah kau saja, aku tidak peduli, tapi mengapa paman ku begitu ya? Mengapa tidak mencari wanita bebas lain saja."Ucap Lintang sekali lagi membuat luka di hati Zoya.
Zoya merasa dirinya cukup tidak pantas setelah mendengar celotehan Lintang barusan. Namun mengingat Lintang adalah laki-laki arogan dan juga mengingat bagaimana pemerintah paman Lenan tadi siang dia berusaha tetap kuat menghadapi Lintang.
"Apa aku kurang bebas? Aku ini yatim-piatu, tentu saja aku lebih bebas dari wanita lain nya."Ucap Zoya untuk menutupi rasa sedih nya.
"Bukan, eh tunggu, kau juga sudah tidak memiliki mama ya?"Tanya Lintang lagi.
"Ya, aku cukup bebas kan?"tanya Zoya lagi.
Lintang terdiam, Zoya ternyata benar-benar wanita yatim piatu, dia bahkan memiliki saudara dan mama tiri, yang tidak tau entah seperti apa memperlakukan dirinya.
"Sudah lah, aku ingin kembali ke kamar, suasana semakin dingin."Ucap Zoya berdiri dari duduknya dan hendak pergi dari tempat itu.
Namun Lintang juga berdiri dan tiba-tiba menegang lengan Zoya.
"Ahhh, sakit."Ucap Zoya menahan rasa sakit yang ad di lengan nya.
"Kenapa? Aku bahkan hanya memegang nya."Ucap Lintang buru-buru melepaskan tangan nya dari lengan Zoya yang tertutup baku itu.
"Eh, em, tidak apa-apa, aku masuk duluan."Jawab Zoya memegang lengan nya dan buru-buru menajuh dari Lintang.
Sebenarnya Beberapa Minggu lalu, ada sebaiknya kejadian, Zoya bertengkar dengan Fira saat pemakaman sang papa, itu karena Fira memancing emosi nya dengan mengejek Zoya sudah menjadi yatim piatu, hal ini membuat Zoya emosi dan berkelahi dengan Fira, tapi sayangnya mama Mona membela Fira dan mendorong Zoya sehingga Zoya jatuh dan lengan nya terbentur meja, ini membuat memar itu bertahan begitu lama, tidak hanya itu, Zoya sering di perlakukan tidak baik oleh Fira dan mama Mona, karena itu lah di tubuhnya banyak bekas-bekas luka bahkan mereka menganiaya Zoya sejak Zoya masih SMP.
__ADS_1
Penderitaan Zoya ini benar-benar membuat Zoya tidak bisa melupakan nya sampai kapan pun, terkadang terbesit pikiran untuk balas dendam kepada dua orang itu, namun dia masih menahan nya dan menunggu waktu yang tepat untuk bangkit dari keterpurukan ini.
Bersambung ....