
Tak di sangka oleh Lintang paman nya benar-benar mengadakan pernikahan secara tertutup seperti yabg di minta oleh Lintang.
"Ya, memang seharusnya begitu, tapi mengapa paman tidak memperkenalkan wanita itu kepada ku terlebih dahulu saat sebelum pernikahan?"Tutur Lintang menahan kesal nya terhadap sang paman.
"Alah, itu tidak perlu, kau bahkan lebih bisa mengenal nya siang dan malam saat dia sudah menjadi istri mu."Tutur sang paman santai.
"Orang tua ini, jika saja dia bukan paman ku, aku sudah akan menendang nya."batin Lintang kesal.
"Jangan mengumpat ku dari dalam pikiran mu."Tutur sang paman seolah tau apa yang ada di benak sang keponakan.
"Apa yang aku pikirkan?"Jawab Lintang kesal karena sang paman mampu membaca gerak-gerik kekesalan nya.
"Sudah-sudah, sepertinya dia sudah datang, ayo bersiap-siap untuk menuju altar."Turur paman Lenan yang kemudian meningal kan Lintang.
Sementara itu, Lintang merasa benar-benar gugup, dia akan menikah hari ini, tapi tidak ada rasa bahagia di hatinya, dia bahkan tidak mengenali calon istri nya itu.
Sementara itu Zoya berjalan masuk ke dalam gedung dengan pelayan nya, gaun pengantin putih itu terlihat sangat indah di tubuhnya, dia bahkan sangat cantik bak seorang putri raja, namun di bibir nya tidak terlihat sebuah senyuman sama sekali, membuat ada yang kurang dari dirinya.
"Hari ini aku akan menikah, tapi aku bahkan tidak kenal dengan calon suami ku, aku bahkan menikah tampa satu orang pun keluarga yang datang menyaksikan atau memberikan selamat, seperti yang aku bayangkan saat dulu."Batin Zoya sambil berjalan pelan dengan tatapan kosong.
"Wahh, Zoya, kau terlihat sangat cantik nak."Ucap sang paman kepada Zoya.
"Pa, paman."Tutur Zoya.
"Acara nya sudah mau di mulai, ayo ikut dengan ku, Laura, kau boleh bergabung dengan para tamu."Ucap Paman Lenan mengambil alih posisi Laura yang ada di samping Zoya.
"Siap tuan."Jawab Laura yang kemudian beranjak pergi dari sana.
Beberapa menit kemudian pun berlalu, kini tiba lah di mana saat nya pernikahan akan di langsung kan di atas altar.
__ADS_1
Beberapa kali Zoya menitikkan air mata nya, menahan sedih yang begitu mendalam di hatinya, pernikahan kilat yang di lakukan nya ini, benar-benar membuat luka yang dalam, karena satu keluarga pun tidak ada di sisinya.
Saat ini Paman Lenan mengandeng tangan Zoya berjalan pelan menuju Altar, di atas altar terlihat seorang laki-laki tinggi yang berdiri membelakangi mereka berdua.
Tatapan semua orang tertuju kepada Zoya, yang pada saat itu, terlihat sangat cantik, dia begitu cantik sampai-sampai membuat beberapa laki-laki mengagumi nya beberapa kali.
"Wanita itu sangat cantik, tapi dia tidak tersenyum sama sekali."ujar para wanita yang menatap Zoya.
"Diam lah."Jawab wanita lainnya.
"Tuan Lintang, lihat lah calon istri anda."Ucap pendeta yang bahkan Kagum akan kecantikan Zoya.
Lintang yang mendengar itu, dengan enggan menatap ke belakang untuk melihat Zoya.
Namun saat melihat nya, dia juga tidak bisa mengungkiri bahwa Zoya benar-benar seorang wanita yang sangat cantik.
Pernikahan pun akhirnya di langsung kan dengan beberapa adat istiadat nya mereka, meskipun keduanya melakukan hal ini secara terpaksa satu sama lain namun pernikahan tetep lah pernikahan yang sah.
Singkat cerita, resepsi pun berakhir pada sore hari, Lintang dan juga Zoya masuk ke dalam mobil pernikahan mereka untuk segera menuju mansion, karena setelah menikah Lintang dan Zoya di minta paman Lenan untuk menempati mansion, sementara paman Lenan, kini menetap di villa, dengan alasan untuk memuliakan keadaan jantung nya karena tingal di vila yang dekat dengan gunung dan pepohonan rimbun jauh dari suasana kota yang panas, padahal dia hanya ingin melakukan itu untuk membuat Lintang dan Zoya bisa memilih perasaan seiring waktu tanpa ada gangguan apapun.
Meksi Lintang tidak setuju jauh dari paman nya, namun paman Lenan bersikeras dengan hal ini, dan Lintang pun mau tidak mau akhirnya mengikuti keinginan paman nya.
Sore itu, Lintang dan Zoya pulang ke mansion sementara paman Lenan dan beberapa pelayan nya pergi menuju villa pribadi nya.
Saat ini, di dalam mobil Lintang dan Zoya, hanya ada keheningan, yang terdengar hanya suara kendaraan lain serta kendaraan mereka.
Baik Lintang maupun Zoya keduanya sama-sama cangung untuk berbicara.
"Mengapa kau ingin menikah? Mengapa kau mau menikah?"Tanya Lintang gugup sampai-sampai dia menanyakan pertanyaan yang sama jelas Zoya.
__ADS_1
"Bu,bukan kah, itu pertanyaan yang sama?"Tanya Zoya lagi.
"Kau tinggal menjawab nya."Jawab Lintang singkat.
"Karena, apa paman Lenan tidak menjelaskan apa-apa kepada mu?"Turur Zoya lagi.
"Aku tidak tau, sudah lah, kau tidak perlu menjawab lagi."Tutur Lintang yang tiba-tiba sudah tidak ingin mendengar jawaban dari Zoya lagi.
"Paman Lenan benar, dia terlihat sedikit arogan dan aneh."Batin Zoya.
"Jangan menatap wajah ku, aku tau, kau pasti terpesona akan ketampanan ku, tapi satu hal yang harus kau tau, jangan coba-coba untuk jatuh cinta kepada ku."Ucap Lintang panjang lebar.
"Apa? Dia benar-benar percaya diri dan sangat sombong."Batin Zoya sangat kesal dengan ucapan Lintang barusan.
Setelah perbincangan singkat itu, mereka pun kembali saling diam, sampai lah tiga puluh menit kemudian, mereka kini tiba di sebuah mansion yang cukup besar, menurut Zoya mansion itu dua kali lipat lebih besar dari mansion nya.
"Ini kamar mu, dan di sebelah sana, kamar ku, jangan berani-berani masuk ke kamar ku Tampa seijin ku, apa kau mengerti?"Tutur Lintang sambil menujuk dua kamar yang bersebelahan.
"Jadi kita pisah kamar."Tanya Zoya.
"Menurut mu, apa aku akan satu kamar dengan mu?"Ucap Lintang balik bertanya.
"Tidak, tapi bagaimana jika paman tau?"Tanya Zoya lagi.
"Dan saat ini, paman tidak akan tau, jika kau tidak memberi tahu nya."Jawab Lintang judes.
"Baik lah, aku paham."Jawab Zoya mengerti.
"Bagus, dan ada beberapa hal yang harus kau tau, kita menikah karena sebuah perjodohan, dan kau harus tau, jika di antara kita tidak akan ada cinta, jadi jika suatu saat aku menemukan cinta ku, kau harus bersiap-siap pergi dari hidupku, dan juga, di antara kita tidak ada yang boleh melarang satu sama-sama lain, baik dari segi apapun termasuk kekasih, ini ada kertas untuk mu, silahkan kau baca."Ucap Lintang mengeluarkan secarik kertas dari dalam sakunya.
__ADS_1
Zoya yang mendengar kan ucapan Lintang barusan merasa sedikit khawatir, bukan khawatir jika Lintang akan mencari cinta wanita lain, tapi khawatir akan paman Lenan yang akan mengetahui ini semua.
Bersambung ....