
"Astaga! Bawa hewan itu jauh dari ku cepat!"Jerit Lintang yang ternyata sangat fobia atau geli terhadap anak kucing.
"Lah, mengapa? Bukan kah dia sangat imut? Ayo coba kau lihat, dia terluka, dan aku ingin mengobatinya."Ucap Zoya dengan polosnya.
"Zoyaaaa! Jika kau tidak membuang binatang itu sekarang,maka aku akan membuang mu juga bersama dengan dia!"Ucap Lintang menahan amarahnya menatap Zoya yang dengan enteng nya memperlihatkan anak kucing tersebut di hadapan Lintang.
"Apa? Apa kau tidak memiliki hati nurani? Dia sedang terluka, butuh pengobatan, mengapa kau malah menyuruh ku membuangnya, ayo lah aku mohon, kali ini saja, biar kan aku membawa nya untuk di rawat sampai dia sembuh."Tutur Zoya memohon agar Lintang mengijinkan nya membawa anak kucing tersebut.
"Tidak, aku bilang tidak ya tidak! Aku tidak suka kucing, dan itu membuat ku geli, jangan perlihatkan dia, atau aku akan membuang nya ke sungai."Jawab Lintang dengan susah payah untuk mengontrol rasa geli nya terhadap anak kucing itu.
"Aku mohon, kasian dia, dia benar-benar sakit, aku berjanji setelah sembuh aku akan melepaskan nya, aku mohon."Lagi-lagi Zoya membujuk Lintang.
Lintang yang saat itu benar-benar tidak tahan karena dia geli terhadap kucing itu pun akhirnya memikirkan satu cara, agar dia tidak berlama-lama di dalam mobil itu dengan si kucing kecil.
"Arghh! Baik lah, kau boleh merawat nya, ingat ini hanya sampai dia sembuh, jauh kan dari ku, cepat sembuyi kan dia, jika tidak aku bisa menabrak semua orang di sini."Ucap Lintang yang kemudian menyalakan kunci mobil dengan tangan yang gemetar.
"Benarkah? Terima kasih banyak."Jawab Zoya dengan mata berbinar dan buru-buru menyembunyikan si kucing sebelum Lintang berubah pikiran.
Lintang pun akhirnya mengemudi mobil dengan perasaan campur aduk untuk segera kembali ke mansion.
Tidak butuh waktu lama, mereka pun akhirnya tiba di mansion.
Zoya bergegas keluar dari dalam mobil tanpa berkata sepatah katapun kepada Lintang, sementara itu Lintang hanya bergidik negeri sambil memarkir mobil di garasi mansion.
Di dalam mansion, Zoya membawa kucing kecil itu buru-buru ke dapur untuk mencari kontak obat p3k agar si kucing bisa segera di obati.
__ADS_1
Para pelayan yang melihat nya malah saling pandang dan kebingungan, termasuk Laura yang mengejar Zoya ke dapur mansion karena Khawatir melihat Zoya yang tadi buru-buru dan terlihat cemas.
"Nona muda, apa yang terjadi? Apa ada sesuatu? Apa yang kau bawa?"Tanya Laura dengan bawel nya sambil mengikuti Zoya ke sana kemari.
"Laura, berikan aku kotak p3k."Ucap Zoya kepada Laura, karena Zoya sama sekali tidak tau di mana letak kotak tersebut.
"Baik lah tunggu sebentar nona."Jawab Laura yang kemudian berjalan cepat menghampiri salah satu sisi di sudut ruangan dapur untuk mengambil kotak p3k itu.
Setelah beberapa menit, Laura pun kembali dan memberikan kotak obat kepada Zoya.
Para pelayan yang penasaran pun mengikuti Zoya dan melihat apa yang sedang terjadi di ruang dapur mansion.
"Astaga, apa nona muda terluka?"Tanya salah satu pelayan yang kini berdiri di samping Zoya yang saat itu sedang duduk sambil menutup tubuh kucing nya dengan sehelai kain.
Terlihat seekor kucing putih kecil yang mengemaskan, sedang meringkuk kesakitan karena di kaki nya terdapat sebuah luka.
"Astaga, seekor kucing." Tutur Laura kaget.
Sementara maid yang lain nya hanya menatap kaget ke arah kucing tersebut.
"Ya Tuhan, nona, dia begitu kotor, apa nona muda tidak merasa jijik?"Tanya salah satu pelayan yang ikut melihat Zoya sedang mengobati kucing tersebut.
"Tidak, dia butuh bantuan ku, nanti aku bisa mandi lagi, ini bukan lah hal yang jijik."Jawab Zoya dengan santai nya.
Para pelayan saling pandang, tak di sangka nona muda mereka, memiliki hati yang begitu lembut terhadap hewan kecil yang terluka itu.
__ADS_1
Beberapa puluh menit pun berlalu.
Kini Zoya sudah selesai mengobati kucing tersebut, ia pun meminta Laura untuk memandikan kucing nya, dan menyiapkan tempat yang hangat untuk si kucing, serta makanan.
"Laura, apa dia sudah baik-baik saja?"Tanya Zoya yang terlihat baru saja selesai mandi dan segera menghampiri Laura.
"Ya, dia sekarang sedang tidur nona, aku yakin besok juga dia akan sudah bisa berjalan."Jawab Laura sambil tersenyum.
"Syukur lah, aku pikir aku tidak bisa menyelamatkan nya tadi."Jawab Zoya terlihat lega.
"Em, nona muda, boleh kah aku bertanya?"Tanya Laura kepada Zoya.
"Em, boleh ada apa?"Tanya Zoya balik.
"Di mana nona menemukan kucing itu? Dan apakah tuan muda Lintang mengetahui nya?"Tanya Laura.
"Tadi aku menemukan nya di rerumputan di tepi sungai dekat taman tak jauh dari mansion, tuan muda tau, tapi dia kelihatan sangat tidak suka dengan nya, dia meminta ku melepaskan kucing itu setelah dia sembuh."Jawab Zoya sambil menatap sedih si kucing yang sedang tidur.
"Hmm, aku tau dari pelayan mansion, jika tuan muda Lintang sebenarnya sangat geli terhadap kucing, dia fobia nona, mungkin karena itu dia meminta nona muda melepaskan kucing ini setelah dia sembuh, tapi aku tidak menyangka tuan muda Lintang mengijinkan nona merawat nya walaupun hanya beberapa hari saja."Tutur Laura.
"Jadi dia fobia kucing? Pantas saja dia terlihat gemetar sambil mengemudi mobil tadi, dia juga menujukkan bahwa dia benar-benar geli dengan kucing ini." Jawab Zoya sambil tersenyum kecil.
Sementara Laura kebingungan karena nona muda nya itu tiba-tiba tersenyum sambil membicarakan soal Lintang yang fobia kucing.
Bersambung ....
__ADS_1