Suamiku Tuan Muda Arogan

Suamiku Tuan Muda Arogan
Episode 14


__ADS_3

Penderitaan Zoya ini benar-benar membuat Zoya tidak bisa melupakan nya sampai kapan pun, terkadang terbesit pikiran untuk balas dendam kepada dua orang itu, namun dia masih menahan nya dan menunggu waktu yang tepat untuk bangkit dari keterpurukan ini.


"Ada apa dengan nya? Apa aku terlalu kasar?"Ucap Lintang kebingungan karena mendapati Zoya yang merespon seperti orang sakit di lengan nya saat Lintang memegang nya bahkan itu sangat pelan menurut Lintang.


Namun Lintang menepis semua yang ada di pikiran nya, memilih untuk masuk ke dalam mansion karena malam sudah lumayan larut.


Keesokan harinya.


Hari ini Zoya bangun sedikit lebih pagi, karena tadi malam tidur nya terasa sedikit lebih nyaman dari sebelumnya, mungkin tubuh nya pun sudah mulai menyesuaikan suasana baru di mansion itu.


Saat Zoya keluar dari kamar nya, dia melihat Lintang juga baru saja keluar, dan mereka pun berpapasan.


"Kau mau ke mana? Pagi-pagi seperti ini?"Tanya Lintang lebih dahulu membuka suaranya untuk bertanya kepada Zoya.


"Tidak ada, aku hanya bosan di kamar, dan kau?"Tanya Zoya balik, entah kenapa tiba-tiba saja kedua nya merasa sedikit cangung.


"Aku ingin keluar sebentar, bosan."Jawab Lintang lagi.


"Apa aku boleh ikut?"Tanya Zoya memberanikan diri.


"Apa yang akan kau lakukan jika ikut dengan ku?"Tanya Lintang lagi.


"Tidak ada, aku hanya ingin ikut, karena aku juga sedang sangat bosan di sini."Jawab Zoya dengan santai nya.


"Astaga, yasudah, ayo."Ucap Lintang yang akhirnya mau tidak mau membawa Zoya ikut jalan-jalan dengan nya.


Kedua nya sama-sama bosan di mansion, dan akhirnya memilih untuk jalan-jalan bersama.


"Kita akan ke mana?"Tanya Zoya memecahkan suasana hening di dalam mobil.


"Kemana saja."Jawab Lintang lagi.

__ADS_1


Zoya terdiam setelah mendengar ucapan Lintang barusan, tidak tau untuk menjawab nya dengan kata-kata apa lagi, Zoya pun akhirnya lebih memilih diam.


Tidak lama kemudian, mereka berhenti di depan sebuah taman kota, yang terdapat sungai besar yang memanjang, itu terlihat sangat indah, apalagi suasana pagi yang dingin ini, benar-benar menciptakan rasa nyaman saat berdiri di taman tersebut.


"Ini adalah tempat favorit ku saat SMA, apa kau juga suka tempat ini?"Tanya Zoya yang turun dari mobil penuh semangat menatap air danau yang tenang dan di sekitar nya terdapat banyak bungga-bungga.


"Tempat favorit mu saat SMA? Aku juga sudah tempat ini, sejak SMA, bahkan sampai sekarang aku juga sering pergi ke sini untuk melihat pemandangan pagi yang indah, tapi karena mengajak mu, suasana jadi sedikit tidak enak."Turur Lintang berjalan menjauhi Zoya.


"Aishh! Menyebalkan sekali dia, merusak mood bahagia ku saja, jika begitu, sebaiknya aku jalan masing-masing saja, aku tidak akan jalan bersama nya."Kesal Zoya sambil mengambil arah lain untuk jalan-jalan dan menikmati suasana pagi di tepian sungai.


Sementara Lintang hanya mengamati nya dari jarak jauh karena Zoya tidak berjalan bersama dengan nya, dia tau saat ini Zoya pasti kesal dengan ucapan nya tadi.


Beberapa menit pun berlalu.


"Apa itu?"Tanya Zoya saat melihat ada pergerakan kecil di rerimbunan tak jauh dari tempat nya berdiri.


Awalnya Zoya takut dan berfikir mungkin itu adalah ular atau hewan berbisa lain nya, namun pergerakan itu tidak kunjung berhenti sehingga membuat Zoya yang mengamati nya jadi tambah penasaran.


Zoya pun berjalan semakin mendekati rerimbunan tersebut dan perlahan membuka nya untuk melihat apakah ada sesuatu di dalam rerimbunan tersebut.


"Astaga, kucing, aku pikir ular, hey, apa kau terluka?"Tanya Zoya sambil memegang kepala kucing tersebut dengan pelan.


Tatapan kucing tersebut membuat Zoya iba, kucing itu terlihat sangat ingin di selemat kan oleh Zoya, kaki nya yang terluka membuat dia tak mampu berjalan.


"Kasidah sekali kau, kau pasti kedinginan dan kelaparan, bagaimana caranya aku bisa membantu mu ya?"Tutur Zoya.


Zoya sangat ingin mengambil kucing tersebut untuk menolong nya, tapi dia ingat Lintang pasti tidak setuju karena kucing itu terlihat kotor dan ada luka di kaki nya.


"Huh, bagaimana ini? Si sombong itu pasti tidak akan membiarkan aku."Batin Zoya kebingungan, dia tersiksa akan rasa kasihan nya terhadap si kucing yang malang.


Sementara itu tak jauh dari sana.

__ADS_1


Lintang yang merasakan bahwa jalan-jalan pagi sudah cukup pun berniat mencari keberadaan Zoya untuk mengajak nya kembali ke mansion, karena cuaca pun sudah mulai panas."Kemana dia? Mengapa tidak ada? Bukan kah tadi dia berdiri di sana?"Batin Lintang kebingungan karena dirinya kehilangan jejak Zoya.


Lima menit berjalan di tepi sungai, Lintang masih tidak melihat Zoya, dia pun merasa kesal karena Zoya tidak di temukan, mau meningal kan nya tidak mungkin, bisa-bisa Lintang jadi ayam geprek di buat paman Lenan.


Tidak lama kemudian, Zoya pun tiba-tiba muncul entah dari mana di belakang Lintang.


"Kau mencari ku?"Tanya nya yang tiba-tiba sudah berdiri di belakang Lintang.


"Astaga, dari mana saja kau? Kau membuat aku lelah, merepotkan saja, ayo pulang."Ucap Lintang kepada Zoya sambil melangkah menuju mobil.


Zoya tidak menjawab nya, dia hanya mengangguk kan kepala sambil mengikuti Lintang dari belakang."Semoga tidak ketahuan."Batin Zoya sambil terus menyembunyikan kucing kecil itu ke dalam dres yang dia gunakan.


Saat setelah masuk ke dalam mobil, Lintang pun sedikit curiga karena sedari tadi gerak-gerik Zoya berbeda, tangan nya tidak keluar dan terus tersimpan di sebalik baju.


"Apa yang kau bawa?"Tanya Lintang menatap Zoya yang kini sudah duduk di samping nya.


"Tidak, aku, aku tidak bawa apa-apa."Jawab Zoya terus menyembunyikan tangan nya.


"Jika kau tidak bawa apa-apa, tunjukkan kedua tangan mu secara bersamaan sekarang."Ucap Lintang lagi.


"Mampus, bagaimana ini, kucing kecil tolong jangan berisik, aku akan berusaha untuk menyelamatkan mu."Batin Zoya dengan pelan-pelan kemudian mengeluarkan kedua e nya yang sedikit kotor itu.


"Apa kau bermain lumpur? Mengapa tangan mu sejorok itu?"Tanya Lintang kaget melihat ada bulu-bulu halus berwarna putih di tangan Zoya serta tanah.


"Emm, anu, itu ... "ucap Zoya gugup tak mampu mencari alasan lagi.


Menunggu Zoya yang mencari alasan, kucing yang di sembunyikan di perut nya malah bergerak dan mengeong kembali.


"Astaga!"Kaget Lintang mendapati ada sesuatu yang bergerak di balik dress yang di gunakan Zoya.


"Hehe, emm, anu, ini aku, aku menemukan sesuatu."Ucap Zoya dengan pelan akhirnya mengeluarkan anak kucing tersebut dari baju nya.

__ADS_1


Seketika Lintang yang melihat itu membelalak, rasanya dia sangat ingin melompat keluar dari mobil itu.


Bersambung ....


__ADS_2