Suamiku Tuan Muda Arogan

Suamiku Tuan Muda Arogan
Episode 41


__ADS_3

"Jangan gegabah Lintang, kita butuh strategi, jangan meremehkan musuh yang sedang kita hadapi saat ini."Ucap paman Lenan kepada Lintang.


Lintang pun terdiam, dia berfikir perkataan sang paman ada benarnya juga, dia tidak tau apa yang sedang di persiap kan oleh mama Mona, anak buah nya serta Fira.


Malam pun tiba.


"Ma, jam segini, mereka masih belum tiba? Mereka tidak peduli dengan Zoya? Dia sudah mau mati."Kesal Fira yang saat ini sedang menatap Zoya yang sudah tak berdaya.


Saat ini Zoya di bawa oleh mama Mona dan Fira untuk keluar dari kamar, mereka melepaskan ikatan dan juga mulut Zoya, mereka menabring kan Zoya di atas sofa di ruang tengah rumah tersebut, mereka terlihat sedang menunggu kedatangan Lintang dan juga Paman Lenan.


"Sabar, mama yakin sebentar lagi mereka akan tiba."Ucap mama Mona.


"Apa, Lintang akan datang? Aku harus mengumpulkan tenaga ku, semua sisa tenaga ku, aku tau apa yang akan mereka lakukan setelah ini."Batin Zoya yang mendengar percakapan ibu dan adik tirinya itu.


Benar saja, setelah beberapa menit kemudian, salah satu anak buah mama Mona, masuk ke dalam rumah tersebut dan mengatakan sesuatu.


"Boss, mereka sudah datang, dan hanya berdua, sesuai yang kita sepakati."Ucap anak buah mama Mona kepada mama Mona.


"Bagus, di mana mereka?"Tanya mama Mona.

__ADS_1


"Ada di luar."Jawab anak buah tersebut.


"Bodoh, cepat suruh masuk."Ucap Fira tak sabar.


"Baik nona."Jawab anak buah mama Mona yang kemudian pergi untuk menjemput tamu mereka masuk ke dalam rumah.


Lima menit pun berlalu.


"Zoya!"Ucap Lintang terlihat begitu khawatir dan hendak menghampiri Zoya yang terbaring lemah di Sofa di depan matanya.


"Eit, jangan mendekat, kalian tidak boleh menyentuh Zoya, sebelum memberikan sertifikat asli kekayaan papa nya Zoya!"Ucap mama Mona.


"Sabar Lintang, lihat lah."Ucap paman Lenan menujuk Fira yang mendekati Zoya dengan memegang sebuah pisau.


"Tuan Lintang, serahkan sertifikat kekayaan itu, atau nyawa nya akan segera melayang!"Ucap Fira sambil tersenyum miring.


"Berikan dulu dia pada ku, baru aku berikan sertifikat itu!"Ucap Lintang lagi.


"Tidak bisa begitu, aku tidak percaya."Jawab mama Mona.

__ADS_1


"Baik lah, kami akan menyerah kan nya, sekarang."Ucap Paman Lenan mengeluarkan beberapa serifikat dan surat-surat berharga milik papa nya Zoya.


Melihat itu mata Fira dan mama Mona langsung terfokus kan kepada kekayaan yang akan segera mereka dapatkan.


Sementara itu Zoya yang sedari tadi sudah menunggu saat yang tepat pun menjalani aksinya.


Brak ...


Zoya menendang lutut Fira dan membuat Fira terduduk kesakitan, sementara itu Lintang yang waspada buru-buru mendekati dan mengambil istri nya dari mereka, Paman Lenan yang melihat itu langsung kembali menyimpan semua benda yang tadi hendak di serahkan nya kepada mama Mona.


"Kurang hajar!"Ucap mama Mona menyadari mereka di tipu.


Sementara Fira yang kaki nya masih sakit berdiri dan hendak menusukkan pisau itu ke arah Lintang yang sedang mendekap Zoya, namun naas nya dirinya malah tersandung dan pisau itu malah menusuk perut nya sendiri.


"Fira! Anakku!"Jerit mama Mona menyadari Fira yang kini sudah terbaring lemah bersimbah darah.


Sementara di luar anak buah Lintang sedang membantai habis anal anal buah mama Mona.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2