Suamiku Tuan Muda Arogan

Suamiku Tuan Muda Arogan
Episode 09


__ADS_3

Zoya yang mendengar kan ucapan Lintang barusan merasa sedikit khawatir, bukan khawatir jika Lintang akan mencari cinta wanita lain, tapi khawatir akan paman Lenan yang akan mengetahui ini semua.


"Tuan, aku tidak khawatir jika harus pergi dari kehidupan siapa pun, karena memegang sejak hari meningal nya papa ku, aku sudah sendirian, jadi jangan terlalu khawatir jika aku memgangu kehidupan mu."Ucap Zoya sambil menunduk kan kepala nya.


Kata-kata Zoya, mampu membuat Lintang penasaran dengan latar belakang kehidupan wanita itu, tapi rasa gengsi mengalahkan nya untuk tidak bertanya dan berharap Zoya bercerita tentang latarbelakang keluarga Zoya kepada nya karena ini membuat nya penasaran.


"Em, apa aku boleh masuk kamar sekarang? Ini gerah, aku ingin mandi."Tutur Zoya lagi.


"Oke, aku juga akan masuk ke kamar ku, ingat satu hal, jangan pernah pergi ke kamar ku, tampa seijin ku, kau paham?"Tutur Lintang saat sebelum melangkah ke kamar nya.


"Ya."Jawab Zoya sambil memutar bola mata dengan malas.


Kedua nya pun kini sama-sama masuk ke dalam kamar masing-masing yang bersebelahan, mereka sama sekali tidak terlihat seperti pasangan pengantin baru,lebih terlihat seperti dua orang asing saja, ya kalau di pikir-pikir mereka memang adalah dua orang asing yang bertemu di atas altar untuk pernikahan.


Sementara itu di sisi lain


"Huaaa, bahagia nya aku, sekarang sudah tidak bada lagi Zoya di mansion ini, dan aku bisa menguasai semua harta kekayaan papa."Ucap Fira dengan sangat bahagia.


"Astaga Fira, kau ini, membuat mama kaget saja."Tutur mama Mona saat melihat Fira yang tiba-tiba mendekati nya.


"Ma, aku ingin bertanya, mama kenapa terlihat tidak bahagia? Bukan kah, sekarang semua harta sudah menjadi milik kita?"Tanya Fira lagi.


"Ya, mama bahagia, tapi mama tidak tau bagaimana caranya mengurus perusahaan."Jelas mama Mona kepada anak nya.


"Haha, mama, kita tidak perlu mengurus nya, karyawan papa pasti sudah mengurus nya dengan baik,kita hanya perlu menerima uang nya saja."Ucap Fira dengan begitu bodoh nya.


"Kau benar juga ya, ngapain kita repot-repot ngurus perusahaan, yang penting terima uang nya saja, mau bangkrut ya silahkan."Ucap mama Mona yang kini di susuli gelak tawa bahagia Fira.


"Ma, apa sekarang Zoya sudah menikah ya, dengan laki-laki tua itu? Tapi aku tidak melihat ada berita apapun, bukan kah ini pernikahan konglomerat?"Ucap Fira menghentikan tawa nya dan kembali bertanya kepada mama.


"Sayang, mana mungkin tuan Kusuma akan mempublikasikan pernikahan ini, dia cukup menjadikan Zoya istri dan menjadi pelayan pribadi nya saja bukan? Dia pasti akan sangat malu mempublikasikan nya."Tutur mama Mona sok tahu.

__ADS_1


"Begitu ya ma, em, aku ada ide."Ucap Fira kepada sang mama.


"Ide apa lagi? Sudah lah jangan ganggu mama, mama sedang sibuk."Marah mama Mona tak ingin di ganggu karena saat ini dia sedang melihat-lihat bentuk dan model perhiasan terbaru dari dalam ponsel nya.


"Ma, apa mama tidak penasaran dengan kehidupan Zoya setelah pernikahan nya? Kalau aku ya penasaran sekali, aku malah ingin melihat betapa menderitanya dia menjadi istri orang tua banka itu."Ucap Fira menguncang-guncang lengan mama nya.


"Astaga Fira, lalu apa yang kau inginkan lagi? Mama harus berbuat apa?"Tanya mama Mona kebingungan.


"Ma, sejak dulu dia selalu lebih bahagia di bandingkan aku, papa juga lebih menyayangi dia daripada aku, dia juga selalu mendapat kan semua hal terbaik dari segi apapun, dan sekarang apa aku salah jika aku ingin menonton kehidupan buruk nya? Ini akan membuat aku puas dan bahagia ma."Rengek Fira sambil memegang lengan mama nya.


"Huh, baik lah, seminggu lagi, kita akan mengadakan pesta ulang tahun mu, dan mama akan membuat Zoya datang dengan mengundang tuan Lenan ke pesta ulang tahun ini, di saat itu kau bisa bebas melakukan apapun yang kau inginkan, tapi ingat kau harus hati-hati tuan Lenan bukan orang semabrangan."Ucap mama Mona dengan senyum tipis nya.


"Benar kah ma? Tess, akhirnya aku bisa melihat Zoya datang di gandeng laki-laki tua itu."Ucap Fira dengan bersemangat nya.


Sementara itu di sisi lain.


"Apa yang sedang mereka lakukan sekarang ya? Aku yakin, anak bodoh itu pasti pisah kamar dengan Zoya, huh, tapi sudah lah, cinta akan datang secara perlahan, aku harus sabar."Ucap paman Lenan yang kini berdiri di depan jendela sambil menatap suasana malam di luar vila yang cukup dingin.


"Ya, aku tau, sebentar lagi aku akan masuk, kau istirahat lah terlebih dahulu."Tutur Paman Lenan.


"Tuan, anda pasti sedang memikirkan tuan muda Lintang dan juga istri nya bukan?"Tanya sang pelayan lagi.


"Ya, mengapa kau bisa tau?"Paman Lenan malah balik bertanya kepada pelayan nya.


"Tentu saja aku tau, bagaimana mungkin tuan bisa melepaskan tuan muda Lintang dari pikiran tuan Lenan."Jelas sang pelayan.


"Menurut mu, apa Lintang akan mencintai wanita yang sudah aku pilih untuk nya?"Tanya paman Lenan merasa khawatir.


"Aku, aku tidak tau tuan, tapi semoga saja nona manis itu, bisa mengambil hati nya tuan muda Lintang secara perlahan."Ucap pelayan tersebut.


"Hmm, kau benar, tapi aku butuh bertemu dengan Zoya untuk mendiskusikan sesuatu, besok antar kan aku ke mansion."Ucap sang paman tiba-tiba kepikiran sesuatu.

__ADS_1


"Baik lah tuan, sekarang mari Istirahat, tuan muda Lintang akan membunuh ku jika terjadi sesuatu kepada tuan Lenan."Ucap sang pelayan sambil tersenyum kecil.


"Kau ini bisa saja."Jawab paman Lenan.


Pelayan tersebut pun mengantar kan Paman Lenan ke kamar nya untuk beristirahat.


****


Keesokan harinya.


"Huhh, mengapa badan ku rasanya sakit-sakit semua ya?"Batin Zoya saat bangun dari tidur nya.


Mungkin karena dia terlalu lelah saat siang kemarin, karena itu lah, dia sedikit merasa sakit di beberapa bagian tubuh nya.


Baru saja ingin beranjak ke kamar mandi, pintu kamar Zoya di ketuk oleh seseorang dari luar.


Tok ... Tok ... Tok


Hal ini membuat Zoya memutar langkah menuju pintu kamar.


"Huaaam, ada apa?"Tanya Zoya dengan penampilan khas bangun tidur nya, dia menguap dan mengaruk-garuk kepala, dia lupa jika saat ini sedang berada di mansion suaminya, bukan di mansion nya.


"Astaga, jorok sekali!"Ucap Lintang dengan kesal.


"Astaga!"Kaget Zoya seketika sadar jika saat ini ada Lintang di hadapan nya.


Zoya pun buru-buru pergi ke ranjang mengambil selimut dan menutupi tubuhnya, karena saat ini dia hanya mengunakan baju tidur pendek dan juga tipis.


Setelah memakai selimut Zoya pun kembali menemui Lintang yang masih satay di depan pintu kamar dengan wajah sedikit memerah entah karena marah atau karena apa.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2