Sunset Cinta

Sunset Cinta
Bab. 10. Status Baru


__ADS_3

Setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit, akhirnya Dara bisa pulang ke rumah orang tua. Ditemani sang nenek Dara merawat putranya yang baru lahir.


Setelah beberapa hari, akhirnya Dara dan juga Dirga resmi menikah. Status baru sebagai seorang istri kini telah Dara dapatkan.


Kini Data resmi menjadi nyonya Dirga. Meskipun pernikahan mereka digelar secara sederhana namun hal itu membuat Dara dan putranya kini mempunyai status baru baik secara hukum negara maupun hukum negara.


"Sayang kini kita resmi menjadi suami istri, apa keinginan mu dari mas ?." tanya Dirga sambil memeluk tubuh sang istri.


"Dara hanya ingin mas Bara bisa menjadi suami yang baik dan bertanggung jawab terhadap anak dan istri. Dan selalu setia meskipun kadang kita terpisah karena tugas-tugas mas Dirga." jawab Dara.


"Maafkan aku yang telah menyakitimu sayang. Sekarang mas akan mewujudkan impian mu. Mari kita mulai membina rumah tangga bahagia." ucap Dirga sambil mencium kening istrinya.


Dara tersenyum mendengar dan merasakan kasih sayang Dirga kembali. Setelah beberapa lama ia hidup terombang-ambing dalam duka kini saatnya ia merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya.


Disaat mereka sedang terlena dalam alunan cinta, anak mereka menangis karena haus. Dengan cepat Dara mengangkat dan memberikan asi untuk sang putra.


"Apakah anak papa cemburu karena mama lebih memperhatikan papa ? sehingga anak papa ini menangis."


"Asal kau tau sayang, mama tidak akan melupakan mu meskipun mama sangat mencintai papa. Jadi papa berharap kau bisa memahami bahwa papa juga butuh kasih sayang dan perhatian mama." ucap Dirga sambil memandangi wajah sang putra yang sedang menikmati ASI-nya.


Dara hanya tersenyum melihat tingkah sang suami. Seharusnya mereka bisa menikmati malam indah setelah sah menjadi suami istri. Namun apalah daya, mereka menikah Setelah Dara pulang dari rumah sakit setelah melahirkan.


Mau tidak mau, Dirga harus bersabar hingga kondisi Dara sehat dan ia harus rela berbagi dengan Malaikat kecil yang kini hadir ditengah-tengah mereka.


"Mas mau kau beri nama siapa anak kita ini ?." tanya Dara kemudian.

__ADS_1


"Mas ingin memberi dia nama Bara, Ananda Bara Pratama. Bagaimana bagus tidak ?." tanya Dirga.


"Iya mas, Dara menurut aja." jawab Dara.


"Sayang anak papa yang tampan ini mulai sekarang kau akan kami panggil Bara. Karena kau adalah bukti cinta papa dan mama yang selalu membara." ucap Dirga sambil mencium pipi sang putra.


Bayi mungil itu menggeliat hingga terlihat merah. Membuat Dirga semakin gemas dan terus menghujani dengan ciuman di wajah sang anak.


"Sudah mas jangan diganggu. Kasian biar Bara bisa beristirahat dan tidur dengan pulas." ucap Dara.


"Kau benar sayang, setelah Bara tertidur kembali kau masih punya bayi laki-laki ini yang meminta agar kau tidurkan juga, agar besok bisa bangun dengan semangat yang kuat demi masa depan keluarga kecil kita.


Dara hanya tersenyum kemudian ia mencubit Dirga yang selalu bertingkah konyol. Yang selalu bisa membuat Dara tersenyum dan tertawa. Sifatnya inilah yang selalu membuat Dara selalu merasa bahagia saat bersama dengan Dirga. Tak terasa malam semakin larut dan keduanya terlelap dalam dekapan malam.


Begitulah kehidupan Dara dan Dirga yang kini berstatus sebagai suami istri. Mereka saling berbagi peran dalam membesarkan sang buah hatinya.


Sejak ia merasakan menjadi seorang pemulung. Ia bertekad untuk bisa meringankan beban bagi para pemulung agar barang-barang yang dengan susah payah mereka dapatkan bisa memiliki nilai jual yang tinggi.


Atau setidaknya mereka bisa menjual barang-barang itu dengan harga yang lebih pantas dari biasanya.


Kehidupan ekonomi Dara dan juga Dirga semakin membaik. Karena Dara berhasil mendirikan sebuah perusahaan baru dan perusahaan tersebut semakin berkembang.


Di tempat yang lain. Ayu juga telah dibebaskan dari penjara. Kini ia tengah bersiap-siap untuk pergi merantau untuk mencari penghasilan demi masa depannya.


Anak yang ia lahirkan kini dirawat oleh orang tuanya. Agar Ayu bisa mengejar mimpinya dan bisa hidup lebih baik. setelah kehilangan pekerjaannya.

__ADS_1


Dengan tekad bulat ia pergi merantau ke kota dan berniat untuk mencari pekerjaan. Dengan bekal yang diberikan oleh orang tuanya, Ayu menyewa sebuah rumah untuk tempat tinggalnya sebelum mencari pekerjaan.


Setelah itu ia mencoba mengirimkan beberapa surat lamaran pekerjaan di beberapa perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja lewat iklan-iklan yang terdapat di berbagai surat kabar.


"Semoga saja di kota ini aku bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Aku tidak boleh kalah dari Dara. Aku dengar sekarang ia telah sukses dan kini telah menikah dengan Dirga."


"Pasti kesuksesan Dara tidak lepas dari campur tangan Dirga. Kalau bukan karena Dirga mana mungkin Dara bisa sukses seperti yang orang-orang ceritakan."


"Bahkan saat ia di usir oleh warga saat itu, ia tidak memiliki sepeser uang atau barang berharga lainnya."


"Kalau saja aku bisa membuat Dirga percaya bahwa anak yang aku kandung waktu itu adalah anaknya pasti saat ini aku telah menjadi nyonya Dirga."


"Dirga aku sangat mencintaimu melebihi cinta Dara untuk mu, bahkan aku bisa melakukan apapun untuk mendapatkan cinta mu itu."


"Dirga tunggulah aku sampai datang untuk menjemput mu dan kita akan mengulang cerita cinta kita yang sempat tertunda. Dan aku siap menerima mu meskipun kau saat itu berstatus sebagai duda."


"Dan untuk mu Dara kau harus ingat bahwa Dirga adalah milikku. Dan kau harus bersiap-siap untuk kehilangan Dirga untuk yang kedua kalinya."


"Karena aku akan mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku. Berbekal dari pengalamanku aku pastikan bahwa aku bisa menundukkan Dirga. Karena aku tau bahwa Dirga akan lemah dihadapan tubuh yang seksi dan menggoda."


"Karena aku tau Dirga paling tidak bisa untuk menahan hasrat bercintanya. Hahaha Dirga sampai bertemu kembali di ranjang panas kita." ucap Ayu dengan penuh keyakinan.


Ia datang ke kota ini, selain berniat untuk merubah hidup ia juga berniat untuk merebut Dirga dari tangan Ayu lagi. Meskipun rencananya dahulu untuk bisa memiliki Dirga gagal.


Namun hal itu tidak membuat Ayu patah semangat. Ia benar-benar terobsesi dengan Dirga yang merupakan pacar dan kini suami sahabatnya itu.

__ADS_1


Terkadang manusia susah untuk bisa membedakan mana nafsu dan mana cinta. Jika seseorang yang mengaku mencintai seseorang dan melakukan segala cara untuk mendapatkan kata cinta itu sendiri.


Yang membuat makna cinta yang sesungguhnya bergeser tak sesuai dengan yang seharusnya.


__ADS_2