Sunset Cinta

Sunset Cinta
Bab. 21. Jejak Cinta


__ADS_3

Setelah sampai di rumah Aldi memutuskan untuk menyimpan apa yang ia ketahui tentang Dirga. Ia akan menyimpan rahasia ini selama Dirga memperlakukan Dara dengan baik.


Meskipun kasih sayang Dirga penuh dengan kepalsuan, tetapi selama Dirga bisa membuat Dara bahagia maka Aldi akan menyimpan rahasia itu sendiri.


Dan yang pasti Aldi harus selalu waspada jangan sampai Dirga mengusir Dara dan juga Bara dari rumah yang dibangun oleh Dara sebelum bersama Dirga.


Sementara Dara, tidak kembali ke kantornya ia beristirahat di dalam kamar, namun ia lupa untuk memberitahu Dirga bahwa dirinya sudah pulang lebih awal.


Sehingga saat ia terlelap ponselnya berdering, membuat ia bangun sebelum puas mengistirahatkan tubuhnya.


"Halo." jawab Dara dengan suara khas bangun tidur.


"Sayang mengapa suaramu seperti itu ? apakah kau terlalu lelah hingga tertidur di kantor ? jika demikian aku akan segera menjemput mu dan kita segera pulang."


"Jangan terlalu memaksakan diri. Ingat kesehatan itu yang paling utama. Dan kau harus ingat ada Bara yang selalu mengharapkan mu dan juga ada mas yang selalu menyayangi mu." ucap Dirga dengan khawatir.


"Iya mas Dara tau, saat ini Dara sudah di rumah dan masih istirahat di kamar." jawab Dara.


"Apakah kau sakit ? dan mengapa kau tidak mengatakannya kepada mas ?." tanya Dirga.


"Maaf mas, tadi Aldi ditemukan pingsan di jalan. Jadi aku langsung ke rumah sakit untuk mengurus Aldi, setelah boleh pulang kami segera pulang ke rumah dan aku beristirahat karena sedikit lelah." jelas Dara.


"Baiklah, sekarang kau lanjutan beristirahat dan mas akan segera pulang. Tunggu mas di rumah Ok !." ucap Dirga.


"Iya mas, maaf telah membuat mas khawatir." ucap Dara.


Setelah mengakhiri panggilannya, Dirga segera bersiap-siap untuk segera pulang. Ia khawatir dengan Aldi dan juga Dara. Bagaimanapun Aldi sudah ia anggap sebagai adiknya sendiri.


Sementara Dara melanjutkan kembali tidurnya karena ia merasa masih sangat mengantuk. Ia segera terlelap kembali selang beberapa saat.


Saat Dirga sampai di depan rumah, Ayu menghubunginya. Dengan kesal Dirga menolak untuk menjawab panggilan Ayu dengan alasan ia sedang bersama dengan Dara.


Dirga juga meminta Ayu, jangan menghuninya lagi selama ia bersama dengan Dara, karena Dirga telah menemani Ayu tadi siang, bahkan mereka juga telah bercinta sangat lama.

__ADS_1


Dengan terpaksa Ayu mengalah, sedangkan Dirga segera masuk kedalam rumah untuk m lihat kondisi Dara.


Dirga segera masuk kedalam kamarnya. Saat Dirga masuk ia melihat Dara sedang terlelap. Kecantikan Data saat ini mampu membuat Dirga membeku.


Ia menatap wajah sang istri yang sedang terlelap. Saat Dara menggeliat membuat senyum Dirga mengembang.


Ia segera mendekati Dara dan memeluknya dengan mesra. Hasratnya seakan bangkit saat Dirga mencium bibir Dara.


Dengan mata yang masih mengantuk, Dara segera membuka matanya saat sentuhan-sentuhan Dirga membangunkannya.


"Mas Dirga." ucap Dara.


Namun Dirga tak memberinya kesempatan, ia memperdalam ciumannya sehingga Dara tak bisa melanjutkan ucapannya.


Dirga langsung menindih tubuh Dara, ia tak memberi kesempatan untuk Dara bangun dari ranjangnya.


Sentuhan demi sentuhan Dirga, membuat Dara terbuai hingga ia mengikuti setiap permainan Dirga.


Keduanya melepaskan rindu, mengarungi lautan asmara dengan penuh semangat. Saat Dara mencium dada Dirga dan hendak membantunya melepaskan pakaian Dara mencium aroma parfum yang sangat familiar.


Dengan gerakan yang lembut Dara menelusuri tubuh sang suami. Dan alangkah terkejutnya ia saat ia melihat tanda merah di dada sang suami.


Gairahnya langsung hilang, saat melihat tanda di dada sang suami. Sebuah bibir yang begitu bergelora sehingga meninggalkan bekas yang sangat jelas.


Namun Dirga yang sudah terbuai tidak menyadari perubahan Dara. Dengan cepat ia melanjutkan permainannya disaat Dara masih diam untuk berfikir apa sebenarnya yang terjadi.


Namun karena Dirga begitu bersemangat, Dara tak kuasa saat miliknya bertemu dengan milik Dirga. Penyatuan keduanya begitu lama.


Suasana yang panas memenuhi kamar yang awalnya dingin dan sunyi itu. Pelepasan keduanya terjadi secara bersamaan.


Dirga memeluk erat tubuh Dara. Seakan ia tak rela jika semuanya segera berlalu. Ia tak ingin menarik miliknya dan membiarkannya tetap berada di dalam milik Dara.


"Mas aku mau ke kamar mandi." ucap Dara sambil mengatur napasnya.

__ADS_1


"Nanti saja sayang, mas masih kangen." jawab Dirga yang tak mau melepaskan pelukannya.


"Gerah mas, nanti bisa dilanjutkan lagi." ucap Dara.


"Mas mau lagi tanpa harus dilepaskan, biarkan keduanya tetap menyatu sayang hingga ia bangun dan melanjutkannya lagi." ucap Dirga.


"Mas sudah." ucap Dara sambil mencoba melepaskan pelukan Dirga.


Namun dengan gerakan yang Dara ciptakan membuat Dirga kembali memulai aksinya.


Seperti singa yang kelaparan Dirga kembali menikmati keindahan cinta bersama sang istri. Dirga seakan tak merasa puas meskipun sudah berkali-kali mengalami pelepasan.


Hingga ia kehabisan tenaga, membuatnya terpejam dan mengakhiri permainannya. Dara menatap wajah Dirga dengan tak percaya.


Bagaimana mungkin Dirga bisa menduakan dirinya, padahal Dirga memperlakukan dirinya begitu manis seolah-olah ia adalah wanitanya satu - satunya.


Dengan perasaan yang bercampur aduk, Dara kembali meraba tanda merah yang ditinggalkan oleh wanita lain.


Selama Dara melakukannya dengan Dirga ia tidak pernah meninggalkan jejak di tubuh Dirga begitu juga sebaliknya.


Namun tanda merah ini, aroma parfum ini, membuat Dara berfikir apa sebenarnya yang terjadi dan siapa wanita itu ?.


Dan apa yang membuat Dirga tega menduakan nya ? bukankah Dirga telah berjanji bahwa hanya ada Dara, wanita satu-satunya yang nada dalam hidup Dirga selain ibu dan juga anak-anaknya kelak.


Dara termenung, ia teringat kembali adegan dimana Dirga sedang bergulat dengan Ayu sahabatnya sewaktu masih berada di Desa.


Ayu begitu liar sehingga Dirga terbuai dan tunduk dibawah permainan Ayu. Seakan tertusuk pisau yang sangat tajam membuat hatinya merasa sangat sakit mengingat kejadian itu.


"Ayu, apakah wanita yang meninggalkan jejak di dada mas Dirga adalah Ayu. Dan wangi parfum ini, seperti wangi parfum ... ." ucap Ayu terhenti.


Perlahan ia bangkit dan mencari sesuatu yang ia simpan selama ini. Ia teringat bahwa Dirga pernah membawa seseorang masuk ke dalam rumahnya dalam keadaan pingsan dan wanita itu meninggalkan sebuah parfum dan juga lipstik.


Setelah Dara menemukan parfum tersebut, ia mencium dan membandingkan wanginya dengan wangi parfum yang tertinggal di baju Dirga.

__ADS_1


Mata Dara berkaca-kaca dan air matanya menetes tanpa bisa ia bendung, wangi parfum itu sama persis dan bisa dipastikan bahwa wanita yang pernah dibawa oleh Dirga adalah wanita yang telah meninggalkan jejak cinta di tubuh Dirga.


__ADS_2