Sunset Cinta

Sunset Cinta
Bab. 32. Air mata Dirga


__ADS_3

Sunset akan selalu indah untuk bisa kita nikmati disaat ia muncul dan dimana pun kita berada.


Namun, kita tidak bisa melihatnya dan merasakan keindahannya secara lama atau bisa dikatakan itu adalah kenikmatan sesaat.


Sama halnya saat kita mencintai seseorang, kita tidak bisa memaksanya untuk tetap tinggal bersama kita, walau seindah apapun kisah cinta yang terjadi antara kita.


Sama halnya dengan kisah cinta Dara dan juga Dirga. Sunset Cinta mereka adalah sebuah kalimat menyerah dengan gaya. Tentang bagaimana Dara mencintai Dirga tetapi memilih untuk pergi dan merelakannya.


Di tempat yang baru ini, Dara belajar mengikhlaskan cintanya terhadap Dirga. Bukan ia tidak mencintai Dirga lagi, tetapi ia merelakan Dirga untuk wanita lain, tepatnya untuk sahabatnya Ayu.


Meskipun setiap hari Dara selalu meneteskan air matanya saat teringat tentang Dirga. Namun ia tetap bertahan dan berusaha untuk ikhlas.


Ikhlas menjalani kehidupan sesuai dengan garis yang telah menjadi jalannya. Saat ini ia tengah mengadu kepada Tuhannya.


Di tengah kesunyian malam, ia tumpahkan segala rasa dan beban di dadanya. Ia adukan semuanya kepada Tuhan yang maha mengetahui segala kebaikan untuk dirinya dan juga untuk putranya.


Dengan berurai air mata, ia keluarkan segala rasa, rasa sakit dan rasa cinta untuk Dirga. Kini dadanya terasa lebih lega setelah ia mengadukan semuanya kepada Tuhan sang pencipta.


Setelah puas mengadu, Dara merapikan semuanya. Saat ini ia menyerahkan semuanya kepada sang penulis skenario kehidupannya.


Dara berjalan dan mendekati sang putra yang masih terlelap. Ia mencium wajah sang putra sang begitu polos dan harus Ikut merasakan penderitaannya.


"Bara, maafkan mama karena mama membawamu pergi jauh dari ayahmu." ucap Dara dengan perasaan yang sangat sedih.


Setelah itu, ia ikut berbaring dengan sang putra untuk mempersiapkan tenaga menyambut hari yang lebih baik lagi.


Setelah pagi menjelang, Dara mengantarkan Aldi ke Sekolah barunya dan mengurus segala administrasi yang diperlukan.


Dara tidak ingin pendidikan Aldi terganggu karena masalahnya dengan Dirga. Ia ingin memberikan yang terbaik untuk Aldi dan Bara serta sang ayah.


Meskipun ia masih belum sepenuhnya ikhlas akan cintanya kepada Dirga. Namun ia bertekad bahwa ia akan bangkit demi keluarganya.


"Kak Dara terimakasih banyak untuk semuanya." ucap Aldi sambil tersenyum menatap Dara.

__ADS_1


"Aldi untuk apa berterima kasih ini adalah kewajiban kakak untuk memberikan pendidikan yang baik untuk mu." jawab Dara.


"Bukan untuk pendidikan ini kak, tetapi terimakasih karena kakak telah bangkit lagi demi kami semua." jawab Aldi.


Ia kemudian berbalik dan berjalan menuju kelas barunya tanpa menunggu jawaban dari Dara. Sementara Dara hanya bisa tersenyum, menatap kepergian Aldi.


"Terimakasih Aldi, disaat aku terpuruk kau selalu ada, meskipun kau adalah orang asing tetapi kasih sayangmu seperti saudara kandung ku." ucap Dara dengan terharu.


Ia teringat bagaimana Aldi begitu tulus memperlakukannya di saat ia terpuruk karena cinta untuk yang kedua kalinya.


Dara berlalu meninggalkan sekolah dimana Aldi menuntut ilmu. Dara harus melanjutkan perusahannya yang telah ia rintis dari nol.


Ia tidak ingin jika perusahannya ikut hancur bersama dengan cinta dan perasaannya kepada Dirga.


Dara menghubungi sekertaris pribadinya, dan memintanya untuk segera mengirimkan semua pekerjaannya melalui email.


Untuk sementara waktu ia tidak akan datang ke kantornya. Sehingga ia hanya bisa memantau perkembangan dan segala administrasi perusahaan secara online.


Di tengah kesibukannya, Dara masih menyempatkan waktunya untuk bermain dengan Bara.


"Tidak ayah, malah Dara bisa melupakan kesedihan Dara saat mendengar tawa Bara." jawab Dara.


"Syukurlah jika begitu. Ayah bangga mempunyai seorang putri seperti mu, meskipun kau terjatuh berkali-kali namun kau tetap bisa bangkit lagi." ucap tuan Jonathan dengan penuh kebanggaan.


"Semuanya berkat ayah, karena ayah selalu ada di saat Dara membutuhkan." jawab Dara.


Tuan Jonathan tersenyum dan mengusap kepala Dara penuh kasih. Dara langsung memeluk sang ayah, tanpa terasa air matanya menetes.


Ia tidak tau apa yang akan terjadi jika sang ayah tidak berada disampingnya saat itu. Entah bagaimana ceritanya nasib Bara disaat ia terpuruk karena cinta.


Untungnya masih ada sang ayah, bik Yanti dan juga Aldi yang selalu berada di sampingnya. Sehingga seberat apapun masalah yang ia hadapi ia masih bisa bertahan dengan saat ini.


"Dara jadikan semua ini sebagai pelajaran dalam hidup mu, dan kau harus mengikhlaskan Dirga."

__ADS_1


"Yakinlah dengan melepaskan Dirga kau akan lebih bahagia dan tidak akan terluka lagi dan lagi." ucap tuan Jonathan.


"Iya ayah, terimakasih." jawab Dara.


Dara bersyukur karena memiliki orang-orang yang dengan tulus mencintai dirinya. Menghadapi semuanya.


Sementara Dirga menjadi seorang pendiam, setiap hari ia menghabiskan waktu hanya untuk bekerja dan bekerja.


Setelah pulang bekerja, ia beristirahat sejenak kemudian ia pergi untuk mencari keberadaan Dara.


Seperti orang gila, Dirga selalu berteriak memanggil nama Dara ditengah rasa lelahnya namun Dara tak pernah lagi muncul dihadapannya.


Bahkan semua karyawan di perusahaan Dara memandangnya seperti melihat orang gila. Meskipun mereka tidak mengetahui masalah yang dihadapi oleh Dirga dan juga Dara.


Tetapi mereka yakin jika Dara tidak mungkin melakukan hal yang tidak seharusnya. Namun mereka tidak percaya bahwa Dirga bisa segila itu ketika kehilangan Dara.


"Dara jangan kau hukum aku, seberat ini." ucap Dirga sambil bersimpuh di depan pintu gerbang perusahaan Dara.


Hal itu tak luput dari kamera para pekerja yang kebetulan lewat. Mereka mengunggah video tersebut ke akun sosial media masing-masing.


Bahkan sekertaris Dara juga mengirimkan video tersebut kepada Dara. Namun Dara tidak merespon sama sekali akan hal itu.


"Tuan, lebih baik anda bangkit dan segera kembalilah ke rumah anda. Bukannya saya tidak sopan tetapi apa yang anda lakukan sangat menggangu ketertiban perusahaan kami." ucap salah satu scurity.


"Baiklah, maafkan aku." jawab Dirga sambil berdiri dan segera melangkahkan kakinya menuju ke kediamannya.


Selama dalam perjalanan Dirga masih saja berharap Dara akan memaafkannya. Meskipun ia tidak mungkin menerima Dirga kembali tetapi setidaknya ia bisa memaafkan kesalahan Dirga.


"Dara aku harap kau akan memaafkan semua kesalahan yang aku lakukan. Meskipun aku tidak layak mendapatkan maaf mu." ucap Dirga dengan lirih.


Sementara para karyawan dan scurity yang melihat kepergian Dirga. Hanya bisa menatap iba dengan apa yang terjadi dalam hidup Dirga.


Namun mereka juga tidak bisa menyalahkan Dara. Karena mereka yakin jika pimpinannya adalah orang yang sangat baik.

__ADS_1


Pasti ada alasannya sehingga Dara melakukan hal itu. Memberi pelajaran kepada Dirga suaminya sendiri.


__ADS_2