Sunset Cinta

Sunset Cinta
Bab. 15. Janji Aldi


__ADS_3

Semua yang ada di dunia ini tidak ada yang abadi, semuanya pasti akan berakhir. Karena tidak ada yang abadi. Begitu juga dengan penderitaan atau kebahagiaan seseorang. Pasti akan ada masa dimana seseorang mengalami sebuah penderitaan dan ada masanya seseorang mengalami kebahagiaan.


Sama seperti yang dialami oleh Aldi. Dia pernah menderita bersama sang ibu karena pengkhianatan sang ayah. Kini ia telah menemukan kebahagiaan hidup bersama dengan Dara.


Seseorang yang ia kenal karena tidak sengaja merebut sebuah makanan sisa. Kini bersama dengan Dara, Aldi mampu merubah hidupnya jauh lebih baik, sayangnya sang ibu harus pergi meninggalkan dunia ini dengan semua yang ada.


Sepulang dari makam sang ibu. Aldi berjanji di dalam hatinya yang terdalam, bahwa ia akan menjadi seorang lelaki sejati yang akan menjadi pelindung keluarganya, termasuk Dara dan juga Bara.


"Kak, besok Aldi minta ijin, pulang sekolahnya telat. Soalnya Aldi dan juga teman-teman Aldi ingin menjenguk teman Aldi yang sedang sakit." ucap Aldi saat diperjalanan pulang.


"Tidak masalah, yang terpenting Aldi harus berhati-hati. Dan setelah itu langsung pulang, jangan main kemana-mana lagi."


"Kakak harus bekerja, sementara kak Dirga belum tentu pulangnya. Jadi Aldi harus nurut jangan ikut-ikutan teman lain yang suka keluyuran tidak jelas." ucap Dara.


"Siap kak, Aldi pasti jadi anak penurut. Karena Aldi sudah tau bagaimana rasanya hidup di jalanan sana." jawab Aldi.


"Ya sudah, setelah sampai di rumah. Langsung mandi setelah itu langsung istirahat biar badan kita tetap sehat." ucap Dara sambil mengusap kepala Aldi dengan lembut.


Meskipun Aldi dan juga Dara adalah orang lain. Namun kasih sayang Dara terhadap Aldi seperti anak kandung sendiri, sehingga Aldi selalu patuh dengan apa yang dikatakan oleh Dara.


Setelah sampai di rumah, mereka membersihkan diri kemudian mereka segera beristirahat dikamar masing-masing.


Sementara Dirga tengah menikmati hari libur bersama dengan Ayu. Mereka menghabiskan waktunya di dalam kamar layaknya pengantin baru.


"Mas Dirga, apalah mas tidak ingin meresmikan hubungan kita ? selama ini kita telah melakukan semua bersama layaknya suami istri." ucap Ayu.


"Ayu dari awal sudah kita sepakati bahwa kita tidak akan pernah membahas tentang ini. Bukankah kau tau jika mas tidak diperkenankan untuk memiliki istri lebih dari satu."

__ADS_1


"Dan lagi, semua keinginan mu telah aku penuhi. Tugasmu adalah melayani ku. Dan asalkan kau tahu. Aku tidak pernah memberikan uang kepada Dara sejak bersamamu."


"Karena pengeluaran mu yang melebihi pengeluaran Dara dan juga anakku. Jadi aku harap kau bisa memahami posisi ku." jawab Dirga.


"Tapi mas, sebagai seorang wanita aku juga ingin memiliki status yang jelas." jawab Ayu masih kekeh dengan keinginannya.


"Apakah statusmu kurang jelas Ayu ?." tanya Dirga sambil meraba area sensitif Ayu.


"Ah aku aku hanya ingin status yang sah sebagai istri mu mas." jawab Ayu dengan suara yang mulai berubah karena sentuhan dari Dirga.


"Bukankah hubungan kita sangat harmonis tanpa ada sesuatu yang menggangu. Bahkan kita bisa berbuat sepuas kita ?." tanya Dirga sambil menelusuri setiap jengkal tubuh Ayu.


"Mas aku aku, aahhh." ucap Ayu berakhir dengan lenguhan karena mulai terbawa oleh permainan Dirga.


"Kalau begitu apa yang membuat mu tidak membalas permainan ku, aku suka dengan keliaran mu di atas ranjang Ayu." ucap Dirga dengan suara yang sangat lembut.


Sedangkan Ayu hanya bisa memejamkan matanya, menikmati permainan Dirga. Dengan sentuhan-sentuhan dari Dirga membuat Ayu lupa tujuannya untuk meminta Dirga segera menikahinya.


Sementara jauh di lubuk hati yang terdalam, Dirga tidak pernah berniat untuk meninggalkan Dara. Karena Dara adalah wanita satu-satunya yang akan ia jadikan istri dan juga ibu dari anak-anaknya.


Hanya saja saat ini ia tak mampu menolak Ayu, Ayu dapat memberikan kepuasan tersendiri bagi Dirga.


Tetapi entah sampai kapan mereka bisa bertahan tanpa diketahui oleh Dara. Hal itu masih menjadi pertanyaan yang belum bisa Dirga jawab.


Tapi yang pasti mereka menikmati kenikmatan yang akan menjerumuskan keduanya ke dalam lembah hitam yang dalam.


Setelah mengalami pelepasan entah yang ke berapa kalinya. Mereka berdua terengah-engah sambil menutup mata.

__ADS_1


Kepuasan yang begitu menguras tenaga, membuat keduanya memejamkan mata tanpa membersihkan tubuh mereka terlebih dahulu. Kedua terlelap hingga malam.


Membuat Dirga lupa bahwa hari ini adalah hari ulang tahun putranya Bara. Terbuai oleh kenikmatan yang terlarang membuat Dirga melupakan kebahagiaan yang sejatinya yaitu kebahagiaan bersama keluarganya yang sesungguhnya.


Kenikmatan dan buaian wanita lain, membuat Dirga melupakan kasih sayang yang tulus dari Dara istrinya yang sah.


Begitulah manusia jika sudah dikuasai oleh nafsu, maka logika mereka kesampingkan dan tertutup oleh nafsu itu sendiri.


Hingga saat tengah malam, Dirga terbangun karena mendengar suara tangisan anak kecil. Ia segera bangkit dan berlari masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Setelah itu ia keluar hendak pulang ke rumah Dara. Namun saat hendak keluar rumah lagi-lagi Ayu menghalanginya.


Ayu memeluk erat tubuh Dirga dari belakang, seakan ia tidak rela untuk mengakhiri waktu berdua bersama dengan Dirga.


"Ayu, aku harus pulang. Aku telah melupakan janjiku kepada Bara putraku." ucap Dirga sambil berusaha untuk melepaskan pelukan Ayu.


"Mas ini sudah sangat larut, jika kau sampai di rumah apakah kau bisa menjelaskan kepada Dara apa yang membuatmu lupa janji yang kau buat untuk Bara ?." tanya Ayu.


Dirga terdiam, benar apa yang dikatakan oleh Ayu. Alasan apa yang akan ia jelaskan kepada Dara tentang kesalahannya itu.


"Mas lebih baik, besok sepulang kerja kau kembali ke rumah Dara. Kau bisa menjelaskannya dengan alasan yang lebih masuk akal. Sekarang lebih baik kita beristirahat." ucap Ayu dengan lembut.


Seperti kerbau yang di cucuk hidungnya, Dirga melangkah menuruti kemauan Ayu. Sementara Ayu tersenyum penuh kemenangan.


"Mas aku akan melakukan segala cara agar kau melakukan Dara dan juga anaknya. Kau harus menjadi milikku seutuhnya. Jika kau selalu teringat akan anakmu maka kita akan segera mempunyai seorang anak."


"Dengan begitu kau akan menikahi ku dengan resmi demi anak kita nanti. Maafkan aku mas, mulai hari ini aku tidak mau lagi menggunakan alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan."

__ADS_1


"Justru aku menginginkan untuk segera hamil. Dengan begitu tidak akan ada alasan lagi untuk kau menolak keinginan ku untuk menjadi istri mu yang sah." ucap Ayu sambil tersenyum manis.


Kemudian ia mengikuti Dirga yang sudah berada di dalam kamar untuk melanjutkan kembali mimpi indah yang sempat tertunda.


__ADS_2