
Setelah sampai di rumah Dirga segera membawa Ayu untuk bisa segera mendapatkan pertolongan, di bantu oleh pelayannya Dirga mencoba membangunkan Ayu dari pingsannya.
"Wanita ini hanya berpura-pura pingsan saja, apa tujuannya melakukan hal ini, pasti ia mempunyai tujuan yang tidak baik kepada tuan Dirga."
"Aku harus memberikan pelajaran agar wanita ini tidak bisa melakukan hal-hal yang tidak di inginkan." batin Yanti pelayan yang membantu Dirga.
Ia sengaja mengoleskan balsem Geliga yang banyak di sekitaran hidung Ayu dan ia sengaja memijat kaki Ayu dengan kuat agar Ayu segera bereaksi.
"AW ... sakit !." teriak Ayu.
"Kenapa ? apakah kau hanya berpura-pura pingsan agar bisa mendekati tuan Dirga ?." tanya Yanti dengan cueknya.
"Kau !. Kak Dirga lihatlah pelayan ini, ia sengaja memprovokasi aku." ucap Ayu dengan berpura-pura menderita sekali.
"Sebenarnya apa yang kau inginkan ?." tanya Dirga dengan dingin.
"Aku tidak melakukan apa-apa, kak Dirga sendiri yang membawa aku sampai di sini." jawab Ayu mencoba membela diri.
"Sudahlah jika kau sudah lebih baik, lebih baik kau segera pergi dari sini, sebelum Dara melihat mu dan berfikir negatif tentang kita." ucap Dirga dan segera berlalu meninggalkan Ayu yang masih terbaring di kamar tamu.
"Kak Dirga ! tunggu Ayu. Ayu bisa menjelaskan semuanya." ucap Ayu sambil bergegas mengejar Dirga.
"Ayu, apa lagi yang ingin kau jelaskan. Sudah sangat jelas bahwa kau telah menipuku dengan berpura-pura pingsan agar aku bisa bersimpati kepada mu."
"Pada kenyataannya itu hanya akal busukmu untuk mendapatkan semua yang kau inginkan." jawab Dirga dengan kesal.
"Kak Dirga, aku mohon beri aku satu kesempatan lagi. Aku janji akan melakukan yang terbaik untuk kita." ucap Ayu sambil sedikit memohon.
"Lebih baik kau segera pergi dari sini !." jawab Dirga.
"Kak Dirga, aku mohon ! berikan aku satu kesempatan lagi dan kau tidak akan pernah menyesalinya lagi." jawab Ayu sambil memeluk erat tubuh Dirga.
__ADS_1
Saat Ayu memeluk tubuh Dirga ia melakukan gerakan-gerakan yang bisa memacu adrenalin Dirga.
Benda kenyal yang ada di dadanya sengaja sedikit ia tunjukkan agar Dirga bisa menuruti keinginannya.
"Kak Dirga aku mohon, jangan usir aku dari sini. Saat ini aku tidak mempunyai tempat tinggal dan siapa-siapa di kota ini."
"Hanya kak Dirga yang bisa menolong aku. Aku sangat takut sekali kak. Bagaimana jika diluaran sana ada orang jahat." ucap Ayu sambil terus memprovokasi Dirga dengan gerakan-gerakannya.
Mata Dirga sudah mulai melembut tanda bahwa dirinya sudah mulai masuk ke perangkap Ayu.
"Baiklah aku tidak akan mengusir mu dari rumah ini, kecuali itu adalah keinginan istriku." ucap Dirga sambil melepaskan pelukan Ayu.
Setelah itu Dirga segera keluar kembali meninggalkan Ayu yang masih berdiri sambil tersenyum penuh kemenangan.
"Dirga aku tau titik lemah mu, jadi aku bisa pastikan bahwa kau yang akan menahanku ketika Dara ingin mengusir ku dari rumah ini."
"Tunggu aku Dirga ranjangmu akan aku hangatkan sebentar lagi. Dan kau akan selalu menantikan hal itu. Percayalah kepada ku akan hal itu." ucap Ayu dalam hati.
Sementara Dirga, segera keluar untuk menjemput Dara dari kantornya. Kebetulan hari ini ia sedang libur sehingga ia bisa menjemput Dara saat pulang kerja.
Hal itu sering ia lakukan, untuk menyenangkan hati sang istri sekaligus sebagai bentuk perhatiannya kepada Dara.
Namun sepanjang perjalanan terbayang kembali apa yang baru saja ia alami bersama Ayu. Ayu masih sama seperti dahulu begitu sangat menggoda.
"Ayu saat itu kau sedang hamil tapi kau begitu liar, bagaimana jika sekarang kau sudah tidak hamil dan kau sudah lama berada di dalam jeruji besi."
"Pasti kau sangat liar karena haus akan sentuhan pria. Ayu tunggu saja jika aku sudah mendapatkan mu lagi. Kau akan tau bagaimana aku yang sebenarnya saat berada di atas ranjang." ucap Dirga sambil tersenyum membayangkan hubungannya dengan Ayu.
"Sebaiknya aku segera membawa Ayu ke suatu tempat agar aku tidak menyakiti Dara. Dara dan juga Bara terlalu berharga dan aku masih sangat mencintai Dara." ucap Dirga.
Kemudian ia segera berputar arah dan segera kembali ke rumahnya. Sebelum itu ia mengirimkan pesan kepada Data agar Dara menunggu dirinya. Karena Dirga sedikit terlambat saat menjemputnya pulang di karenakan ada kendala di jalan.
__ADS_1
Setelah sampai di rumah, Dirga langsung menemui Andi yang sedang beristirahat di dalam kamarnya.
"Kak Andi, aku akan segera mengantarkan Ayu untuk segera kembali ke Desa. Aku akan mengantarkan Ayu ke terminal Bus yang tadi."
"Tapi saya harap agar kak Andi bisa merahasiakan hal ini dari Dara. Aku tidak ingin Dara berfikir negatif karena aku telah membawa Ayu masuk ke rumah ini."
"Kak Andi pasti sudah tau cerita masa laluku dengan Ayu. Jadi aku mohon kak Andi bisa membantu ku untuk menjaga keharmonisan keluarga kami." ucap Dirga.
"Kau benar Dirga, sebaiknya kau segera membawa Ayu keluar dari rumah ini sebelum Dara pulang. Aku tidak ingin melihat Dara menderita lagi."
"Kau tenang saja, aku akan merahasiakan hal ini selama kau bisa dipercaya." jawab Andi dengan tegas.
"Baik kak aku akan segera mengantarkan Ayu ke terminal bus baru setelah itu akan menjemput Dara." jawab Dirga.
Setelah itu Dirga segera mencari Ayu dan dengan paksa menariknya keluar dari dalam kamar dan segera mengajaknya masuk ke dalam mobilnya.
"Kak Dirga apa yang akan kau lakukan. Aku akan dibawa ke mana ?." tanya Ayu dengan takut.
"Ketempat yang kau inginkan." jawab Dirga tanpa melihat Ayu.
"Tapi aku ingin bersama mu kak, aku sungguh sangat mencintai mu. Aku mohon jangan usir aku dari rumahmu." ucap Ayu dengan memohon.
"Aku akan memgisirmu dari rumah Dara, tetapi aku tidak akan mengusir mu dari rumahku." jawab Dirga.
"Maksud kak Dirga ?." Tanya Ayu.
Setelah itu ia baru tersenyum setelah ia mencerna ucapan Dirga. Dengan berani ia segera mencium pipi Dirga dengan mesra.
"Terimakasih kak Dirga, karena kau telah memberi kesempatan kedua kepadaku." ucap Ayu dengan lembut sambil menggigit telinga Dirga.
"Ayu, Jagan kau paksa aku. Setelah sampai di rumah kau harus sabar menunggu sampai aku mendatangi mu dan kau harus bertanggung jawab kerena telah membangunkannya yang sedang tidur pulas." jawab Dirga.
__ADS_1
"Aku selalu siap untuk bertanggung jawab atas itu. Dan kau juga harus menuntaskan rasa dahagaku ini." ucap Ayu dengan suara yang begitu menggoda dan dengan manja ia bersandar dalam dekapan Dirga.