Sunset Cinta

Sunset Cinta
Bab. 30. Penyesalan Dirga


__ADS_3

Aldi segera mencari Dara dan tuan Jonathan, namun ia lebih dahulu dipanggil oleh bik Yanti sebelum ia sempat mengetuk pintu kamar Dara.


"Aldi, bisakah kau tolong bik Yanti untuk mengemasi barang-barang pribadi mu ?." tanya bik Yanti.


"Mengemasi, memangnya kita akan tinggal di mana ?." tanya Aldi dengan bingung.


"Kita akan pergi berlibur ke kampung halaman kakek Jonathan. Semuanya sudah siap tinggal mengemasi barang-barang mu saja, mari tolong bik Yanti." jelas bik Yanti.


"Bik apakah kita hanya akan berlibur saja ?." tanya Aldi.


"Ya hanya sekedar berlibur." jawab bik Yanti.


"Aku berharap bisa segera pindah dari kota ini. Di kota ini terlalu banyak kenangan pahit, sejak kami diusir oleh ayah, hingga hari ini aku merasa akan jauh lebih baik jika kita semua pindah dari kota ini." ucap Aldi.


"Aldi apakah kau mengetahui sesuatu ? maksud baik Yanti begini. Saat non Dara dan tuan datang, tuan langsung meminta bik Yanti untuk segera berkemas sementara non Dara hanya menangis." ucap bik Yanti.


"Hari ini kak Dara dan juga kakek mengetahui bahwa kepergian kak Dirga bukan karena tugas, tetapi karena istri barunya."


"Sebenarnya aku telah mengetahui ini lebih awal, tetapi aku tidak tega untuk berkata jujur dengan kak Data." jawab Aldi jujur.


"Baiklah, kalau begitu kita bantu kak Dara, agar bisa melupakan Dirga, lelaki yang selalu mengandalkan ketampanan dan juga seragamnya itu untuk membujuk wanita-wanita yang tidak berdosa itu." ucap bik Yanti.


"Apakah bik Yanti masih ingat tentang Ayu sahabat kak Dara sewaktu di Desa itu ?." tanya Aldi.


"Iya tentu saja bik Yanti selalu ingat ! karena dia yang telah membuat non Dara diusir seperti orang yang paling hina di dunia ini. Jika aku bisa bertemu dengan dia pasti akan aku cincang dia seperti bawang dan setelah itu akan aku goreng sampai menjadi debu." ucap bik Yanti dengan penuh emosi.


"Dialah yang menjadi istri muda kak Dirga, jika bik Yanti mampu melakukannya maka lakukanlah apa yang baru saja baik Yanti ucapkan."

__ADS_1


"Mereka tinggal di kompleks perumahan di jalan X Nomor 11. Dan saat ini wanita itu sedang mengandung anak kak Dirga." jelas Aldi sambil duduk dengan lesu.


"Apa ? apa yang baru saja kau katakan ? apakah semua itu benar ?." tanya bik Yanti.


Aldi mengangguk sebagai jawabannya, dan ia kembali menegaskan air mata, rasa sedih dan sakit hati ketika melihat dengan teganya Dirga menyakiti Dara untuk kesekian kalinya.


"Apa yang sebenarnya ada dalam pikiran tuan Dirga ? mengapa ia jatuh kedalam kesalahan yang sama dan dengan orang yang sama ?.' ucap bik Yanti dengan lemah.


Keduanya terdiam dan larut dalam pikiran mereka masing-masing. Kedua tak bisa melakukan apapun untuk bisa menolong Dara. Mereka hanya bisa berdoa yang terbaik untuk Dara dan juga putranya yang masih bayi.


Saat keduanya masih larut dalam pikiran masing-masing, tuan Jonathan masuk dan meminta mereka segera bersiap. Mereka akan pergi meninggalkan kota yang penuh dengan kenangan pahit itu.


Dengan cepat Aldi mengemasi barang-barang pribadinya dibantu oleh Bik Yanti. Setelah itu keduanya segera pergi menuju mobil yang sudah menunggu mereka.


Sementara tuan Jonathan menempel sebuah tulisan bahwa rumah tersebut telah dijual. Setelah itu meletakkan sebuah kardus dan beberapa barang pribadi Dirga di samping pagar.


Setelah selesai, beliau langsung masuk dan duduk di kursi kemudi, di susul bik Yanti dan juga Aldi.


Bik Yanti menggendong Bara, dan Aldi menemani Dara yang terus saja menangis tiada henti.


Saat mobil mulai melaju, Aldi menatap rumah mewah milik Dara itu dengan pikiran yang sangat rumit. Banyak sekali kenangan indah bersama Dara hingga rumah itu bisa berdiri dengan tegak.


Dalam perjalanan akhirnya Dara tertidur karena terlalu Lelah untuk menangisi Dirga dan nasib yang tidak berpihak kepadanya. Dengan lembut Aldi merapikan rambut Dara dan membersihkan sisa air mata yang masih membasahi wajahnya yang cantik itu.


Aldi merasa sangat sakit, saat melihat kondisi Dara saat ini. Sangat berbanding terbalik dengan Dara yang selama ini Aldi kenal.


Meskipun Aldi tidak tau apa itu Cinta, namun ia yakin bahwa cinta itu sebuah kata yang penuh arti dan begitu banyak misteri yang tersimpan dalam kata yang hanya terdiri dari lima huruf itu.

__ADS_1


Sedangkan Dirga langsung menuju rumah Dara. Ia sangat yakin bahwa Dara akan memaafkannya demi Bara. Tanpa rasa malu, Dirga pulang menuju rumah dimana anak dan istrinya tinggal.


Namun setelah ia sampai ia tertegun melihat sebuah tulisan yang menjelaskan bahwa rumah itu akan di jual. Dirga berdiri menatap kearah rumah mewah itu.


...Ia menatap sekeliling dan akhirnya terhenti saat ia melihat sebuah kardus dengan tulisan ...


..."Milik komandan Dirga, yang bersangkutan sedang bertugas demi keamanan negara tercinta kita."...


"Dara apakah kau telah memilih untuk pergi ? apakah tidak ada kesempatan lagi untuk ku ?. Dara maafkan aku, aku tidak bisa mengendalikan nafsuku saat dihadapan Ayu."


"Dara jika kau memilih untuk pergi meninggalkan aku, maka aku juga akan pergi meninggalkan Ayu. Anak yang lahir dari rahim kalian berdua harus mendapatkan hal yang sama dari ku."


"Jika Bara tidak merasakan kasih sayang dari ayah kandungnya maka begitu juga dengan anak yang akan lahir dari rahim Ayu."


"Dara aku melakukan semua ini sebagai bukti bahwa aku telah menyesali semuanya. Jika aku tidak bisa mendapatkan maaf mu, maka lebih baik aku hidup sendiri tanpa seorang wanita di sepanjang hidup ku." ucap Dirga sambil tertunduk di depan pintu gerbang yang terkunci rapat.


Ada segudang penyesalan di dalam hatinya. Ia sangat menyesal karena telah melakukan sebuah kesalahan yang sangat fatal sehingga membuat Dara mungkin akan membencinya seumur hidup.


Dengan tekad kuat ia berjanji bahwa ia tidak akan melakukan kesalahan lagi, dan ia berjanji dalam hatinya yang terdalam bahwa hanya Dara yang akan menjadi teman hidup Dirga untuk selamanya.


Dulu dibawah cahaya senja, ia mendapat Dara seutuhnya. Kini dibawah cahaya senja ia kehilangan Dara mungkin untuk selamanya.


Karena ia yakin bahwa tuan Jonathan tidak akan pernah mengijinkan Dara untuk memaafkan kesalahannya untuk yang kesekian kalinya.


Bahkan beliau melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana adegan panas di ranjang antara dirinya dengan Ayu. Dirga tau pasti bahwa tuan Jonathan tidak akan pernah memberikan kesempatan lagi untuk dirinya.


Dirga hanya bisa meneteskan air matanya sambil bersujud e dengan pintu gerbang rumah mewah milik istrinya itu.

__ADS_1


__ADS_2