
Dirga akhirnya mengangkat barang-barang miliknya yang ditinggalkan oleh Dara. Dengan langkah yang tak pasti ia melangkah meninggalkan rumah yang penuh dengan kenangan indah bersama anak dan istrinya.
Setelah lama berjalan akhirnya ia mencari sebuah kontrakan yang sangat kecil dan sederhana, ia memutuskan untuk tinggal sendiri tanpa Ayu demi Dara dan juga Bara.
Saat ini ia menyesali perbuatannya, menyesali apa yang telah ia lakukan terhadap Dara, Kini ia menyadari bahwa Dara sangat berarti dalam kehidupannya.
Meskipun terlambat Dirga bertekad untuk berubah dan akan terus mencari keberadaan Dara dan juga Bara.
"Dara aku berjanji akan berubah demi kalian berdua, aku akan meninggalkan Ayu dan akan berusaha untuk mencari keberadaan kalian berdua." ucap Dirga dengan penuh penyesalan.
Seandainya ia tidak tergoda dengan Ayu, dan mengantarkan Ayu waktu itu pasti hal ini tidak akan pernah terjadi.
Seharusnya ia melakukan seperti apa yang dikatakan oleh Andi, mengantarkan Ayu kembali ke Desa.
Kesalahan yang sama telah ia lakukan, mungkinkah masih ada kata maaf untuk dirinya ? adakah kesempatan untuk ia memperbaiki semua kesalahannya ?.
Dirga hanya bisa berharap semuanya akan baik-baik saja. Meskipun Dara tidak bisa memaafkan kesalahannya itu, ia berharap tetap bisa melihat Dara.
Meskipun tidak bisa bersama lagi, setidaknya ia masih bisa melihat senyum manis Dara dan ia ingin melihat tumbuh kembang Bara.
Ya Bara adalah buah cinta yang begitu membara antara Dirga dan juga Dara. Di kontrakan sederhana ini ia memutuskan untuk menjadi ayah yang baik untuk Bara.
Ia sengaja menyewa rumah yang sangat sederhana dan sempit untuk menghemat pengeluaran demi bisa menabung untuk masa depan putranya.
Ia ingin membuktikan kepada Dara bahwa ia bukanlah Dirga yang seperti dulu, ia bukanlah Dirga yang hanya menumpang hidup dari kesuksesan yang Dara raih.
Dalam duka dan air matanya, akhirnya Dirga terlelap dengan segudang penyesalan karena berpisah dengan Dara.
Sebuah penyesalan bisa menjadi ungkapan yang menggambarkan isi hati seseorang akibat perbuatan yang dilakukan di masa lalu. Meskipun hal itu tidak tertulis tetapi terlihat jelas dari wajah Dirga yang tampak bersedih meskipun ia sudah terlelap.
__ADS_1
Berharap semua kembali baik-baik saja saat ia terbangun dan membuka kedua matanya. Namun semua tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Sementara Ayu yang saat ini tengah memasak di dapur, sedang bersenandung merasakan kebahagiaan yang luar biasa.
"Dirga akhirnya kau hanya menjadi milikku seorang, aku yakin setelah kejadian saat itu, Dara tidak akan pernah memaafkan mu lagi, terlebih tuan Jonathan juga melihat kemesraan kita berdua."
"Dirga kita akan hidup bahagia, dan membesarkan buah cinta kita tanpa kau harus berbagi dengan siapapun."
"Inilah impianku selama ini, memilikimu seutuhnya tanpa harus berbagi dengan Dara." ucap Ayu dengan penuh kemenangan.
Ayu tersenyum bahagia sambil bersenandung lagi cinta untuk Dirga. Setelah selesai ia segera membersihkan diri dan menunggu kepulangan Dirga seperti biasanya.
Ia bersantai duduk di teras rumahnya, sambil menikmati secangkir teh hangat dan beberapa cemilan.
Sementara para tetangga mulai bergosip tentang dirinya. Sejak Dara dan tuan Jonathan mendatangi rumah itu, mulai terungkap kebenaran hubungan Ayu dan juga Dirga.
Ada yang bersimpati tetapi ada juga yang tidak menyukai keberadaan Ayu dan juga Dirga dari lingkungan tempat tinggal mereka.
Namun Ayu tidak perduli dengan mereka, saat ini ia merasa telah memenangkan Dirga dari Dara, apapun yang mereka katakan tentang Ayu tak mengurangi sedikitpun kebahagiaan yang ia rasakan kini.
Ayu tidak menyadari bahwa ini adalah awal kesedihan dan penderitaan yang akan ia alami. Dengan lembut ia membelai perutnya yang mulai terlihat besar.
"Sayang jangan dengarkan apa yang orang lain katakan. Yang pasti kita akan hidup bahagia bersama tanpa harus berbagi dengan saudara tiri mu." ucap Ayu pelan.
Senyum manis menghiasi wajahnya, bayangan kebahagiaan yang selama ini ia impikan seolah sudah berada di depan matanya.
Ayu belum menyadari bahwa ini adalah awal dari kisah hidupnya yang sebenarnya. Ia tidak menyadari bahwa jalan hidup didepannya penuh dengan duri dan jalan yang sangat terjal serta berliku-liku.
Di lain tempat, tuan Jonathan membawa Dara ke sebuah villa sederhana milik keluarganya. Ia ingin Dara bisa menenangkan diri dan bisa melanjutkan perjalanan hidup yang masih sangat panjang.
__ADS_1
Beliau ingin melihat dan membantu Dara agar bisa bangkit dari keterpurukannya karena pengkhianatan Dirga.
Beliau ingin melihat sang putri bangkit dan membesarkan putranya tanpa harus tersakiti oleh cintanya kepada Dirga.
Dara hanya duduk melamun di tepi ranjang. Ia seperti orang yang telah kehilangan masa depan, keputusasaan terlihat jelas dari pandangannya.
Dengan lembut tuan Jonathan membelai rambut sang putri. Tuan Jonathan adalah orang yang paling tersakiti saat melihat kondisi putrinya seperti ini.
"Dara ayah tau sangat sulit untuk melupakan semuanya. Tetapi ayah yakin bahwa putri ayah ini bisa melalui semua cobaan ini."
"Dara tumpahkan semua kesedihan yang ada di dalam dirimu, namun kau harus kuat demi Bara dan juga Aldi." ucap tuan Jonathan dengan lembut.
"Sekarang tidurlah nak, beristirahatlah sejenak agar hati dan pikiranmu bisa lebih baik dan setelah kau terbangun nanti kau bisa menentukan langkah demi masa depan mu dan juga Bara."
Tuan Jonathan membantu Dara berbaring, setelah itu ia menyelimuti tubuh Dara dan dengan sabar ia membelai lembut sang putri.
Begitulah cinta seorang ayah, meskipun anak gadisnya telah tumbuh dewasa bahkan sudah menjadi orang tua, namun kasih sayang seorang ayah tak akan pernah berubah.
Bagi seorang ayah anak perempuannya tetaplah seorang putri yang masih kecil yang harus ia jaga selamanya.
Bersyukurlah Dara, meskipun ia di khianati oleh lelaki yang paling ia cintai, namun ia masih mempunyai seorang ayah yang mencintainya melebihi cintanya kepada lelaki itu.
Perlahan Dara terlelap dalam buaian sang sang ayah. Merasakan kasih sayang seorang lelaki pertama yang ia cintai sejak ia terlahir ke dunia fana ini.
Karena seorang ayah adalah cinta pertama bagi setiap anak perempuan, sebelum mereka mengenal cinta dari saudara laki-lakinya dan juga cinta dari lelaki yang telah tertulis dalam takdir hidup mereka.
Dara tersenyum dalam tidurnya. Melupakan sejenak rasa sakit akibat pengkhianatan yang dilakukan oleh Dirga.
Sebelum ia belajar mengikhlaskan Dirga untuk selamanya. Satu hal yang pasti saat ini ia benar-benar lelah dan hanya ingin menikmati kasih sayang yang tulus dari sang ayah.
__ADS_1
Dan sebelum ia mengenalkan cinta kepada Bara sebagai orang tua tunggal. Dan melanjutkan perjalanan hidup yang masih panjang menantinya.