
Keesokan harinya, Ayu mencari informasi dimana biasanya Dirga menghabiskan waktunya saat jam istirahat. Ia ingin bertemu dengan Dirga bagaimanapun caranya dan apapun akibatnya.
Namun setelah mencari informasi dari beberapa sumber, ia tetap saja tidak bisa menemukan jawaban atas keinginannya.
"Dirga, dimana kamu sayang ? aku sudah jauh-jauh datang dan merantau di kota ini agar aku bisa bertemu dengan mu dan mengulang kisah kita yang sempat tertunda." batin Ayu sambil menikmati minuman yang ia pesan.
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya, Ayu pergi meninggalkan tempat tersebut, dan berniat untuk mencari pekerjaan yang cocok untuk dirinya.
Namun semua perusahaan yang ia datangi, semuanya menolak lamaran yang ia bawa dengan alasan bahwa saat ini perusahaan mereka belum membutuhkan tenaganya.
"Ternyata mencari pekerjaan tak semudah yang ku bayangkan. Jika begini terus lebih baik aku pulang terlebih dahulu."
"Besok-besok bisa dilanjutkan pencariannya. Aku harus segera pulang dan beristirahat agar besok tenagaku sudah pulih." monolog Ayu.
Setelah itu Ayu segera menghentikan sebuah taksi dan segera pulang. Ia ingin segera merebahkan tubuhnya. Namun ditengah perjalanan taksi yang ditumpangi Ayu berhenti di pinggir jalan.
"Pak mengapa berhenti di sini ? alamat yang saya tuju masih jauh sekali." tanya Ayu.
"Maaf non, di depan ada sebuah kecelakaan sehingga jalanan menjadi macet total. Jadi mau g mau ya kita harus berhenti." jawab sang sopir menjelaskan.
"Kalau begitu saya bisa rugi dong pak, kita berhenti sementara biaya tetap jalan." ucap Ayu.
"Kalau soal itu, jangan khawatir non. Jika kita berhenti biaya juga saya hentikan dan ketika kita nanti jalan lagi baru saya aktifkan lagi." jawab sang Sopir dengan sabar.
Ayu hanya menghela nafasnya, sambil menatap ke samping mobil dan melihat sekitar.
Saat Ayu memandang ke arah sekitar, ia sepintas melihat bayangan Dirga yang sedang membantu mengevakuasi korban.
"Bukankah itu Dirga ? apa aku hanya salah lihat ?." tanya Ayu sambil kembali mencari sosok Dirga.
"Pak saya berhenti di sini saja, ini uang pembayarannya sisanya ambil saja." ucap Ayu sambil membuka pintu mobil dan segera keluar mencari sosok Dirga.
"Ini mah pas ! g ada kembaliannya yang ada kurang seribu." ucap sang Sopir saat melihat uang yang diberikan oleh Ayu.
Sementara Ayu ikut berdesakan untuk mencari sosok Dirga. Namun sekuat apapun Ayu mencoba untuk menerobos kerumunan orang-orang itu, ia tetap tidak menemukan orang yang ia cari.
__ADS_1
"Dirga kau dimana ? mengapa sulit sekali untuk bisa menemukan mu ?." tanya Ayu yang hampir putus asa.
Namun sekuat apapun Ayu berteriak dan menyebut nama Dirga. Pria itu tak kunjung datang. Membuat Ayu hampir putus asa.
"Ayu kau harus sabar, untuk bisa mendapatkan apa yang kau inginkan maka kau harus bisa sedikit bersabar."
"Percayalah bahwa saat ini Dirga juga tengah menunggu kedatangan mu. Dan ia akan muncul di depanmu tak lama lagi." monolog Ayu.
Setelah berusaha mencari dan terus mencari namun tak jua bertemu, akhirnya Ayu memutuskan untuk mencari sebuah taksi lagi dan menuju ketempat tinggalnya.
Setelah lama menunggu akhirnya Ayu bertemu dengan sebuah taksi dan ia segera sampai di rumah.
Ia segera membersihkan dirinya dan segera beristirahat melepaskan penat karena seharian mencari Dirga.
Keesokan paginya Ayu kembali mencari sebuah pekerjaan sekaligus untuk mencari alamat Dara dan juga Dirga.
Begitulah selama satu bulan lebih Ayu terus berusaha mencari keberadaan Dirga. Namun hingga hari ini ia tidak juga menemukannya. Hingga ia memutuskan untuk menghentikan pencarian Dirga.
"Hari ini aku harus kembali ke Desa karena selama satu bulan ini aku tidak bisa menemukan Dirga ataupun sebuah pekerjaan. Sehingga semua bekal yang aku bawa sudah Habis."
"Suatu saat aku akan kembali ke kota ini untuk mencari keberadaan mu dan aku berjanji akan mendapatkan mu kembali." ucap Ayu sebelum ia melangkah menuju ke sebuah terminal bus.
Setelah sampai di terminal Ayu segera membeli tiket dan ia segera masuk kesebuah bis sesuai dengan tiket yang ia beli.
Setelah beberapa saat akhirnya bus tersebut melaju meninggalkan terminal bus tersebut. Setelah berjalan beberapa meter, Ayu kembali melihat bayangan Dirga.
Ia memperhatikan dengan seksama dan itu jelas sekali bahwa pria yang sedang berdiri di samping mobil Lamborghini hitam itu adalah Dirga, seseorang yang selama ini ia cari.
Dengan cepat Ayu menghentikan bus dan segera turun dengan tergesa-gesa hingga ia melupakan barang bawaannya.
Ayu berlari menuju ke tempat dimana Dirga sedang berdiri seolah-olah ia sedang menunggu seseorang.
Dan ternyata benar, Dirga sedang menunggu Andi yang baru saja turun dari sebuah bus yang baru tiba dari Desa tempat mereka tinggal.
Dirga segera membawa Andi masuk kedalam mobilnya, dan ia segera masuk dan duduk di belakang kemudi.
__ADS_1
Dengan pelan mobil tersebut berjalan hendak meninggalkan terminal bus tersebut. Tak mau kehilangan Dirga, Ayu sengaja menabrakkan dirinya ke mobil yang sedang dikendarai oleh Dirga.
"Dirga awas !." ucap Andi saat melihat bayangan seseorang yang hampir tertabrak mobil yang mereka kendarai.
Dengan cepat Dirga menghentikan laju mobilnya. Dia segera keluar untuk melihat seseorang yang hampir ia tabrak.
"Maaf nona apakah kau baik-baik saja ?." tanya Dirga saat melihat ada seorang perempuan yang berada di depan mobilnya dengan posisi tengkurap.
"Ayu !." ucap Andi dan Dirga secara bersamaan saat melihat wanita itu bangkit dan menyibakkan rambutnya.
Ayu menepuk-nepuk tangannya dan membersihkan pakaiannya dengan menggunakan tangannya.
"Ayu bagaimana bisa kau ada disini ?." tanya Dirga.
"Aku ingin mengejar bus yang akan menuju ke Desa. Bahkan barang bawaan Ki masih berada di dalam bus tersebut." jawab Ayu yang mencoba mengarang cerita.
"Kalau begitu ayo Aku antar." ucap Dirga menawarkan jasa.
"Baiklah terimakasih." ucap Ayu.
Kemudian Ayu berjalan mengikuti Dirga. Namun ia terjatuh karena pingsan. Dengan cepat Dirga menolong Ayu.
"Ayu, Ayu bangun Ayu." ucap Dirga.
"Ada apa Dirga ?." tanya Andi.
"Ayu pingsan kak. ini harus bagaimana ?." tanya Dirga yang tak tau harus berbuat apa.
"Lebih baik kita bawa pulang saja, Kasian jika kita harus mengejar mobil bus yang ia tumpangi tadi." jawab Andi memberikan usul.
Kemudian Dirga membawa Ayu masuk kedalam mobilnya dan ia segera melakukan mobilnya kembali menuju ke rumah mereka.
"Akhirnya aku bisa menemukan mu Dirga. Meskipun aku harus berbuat seperti ini tidak masalah yang pasti aku bisa bersamamu meskipun hanya sementara waktu."
"Tapi ini adalah awal dari kebersamaan kita untuk melanjutkan kisah kita yang sempat tertunda itu." batin Ayu yang berpura-pura pingsan.
__ADS_1