
Setelah Dirga berangkat, Dara kembali masuk kedalam rumah untuk berbincang-bincang dengan Andi. Dara juga memberikan sejumlah uang kepada Andi agar digunakan untuk dirinya dan juga sang nenek yang tinggal di Desa.
Setelah itu Dara menemani Bara putranya. Setelah malam semakin larut Bara akhirnya tertidur dalam dekapan Dara. Namun putranya terlihat sangat gelisah.
Ia menangis tanpa tau apa penyebabnya, bahkan tangisannya terdengar sangat menyayat hati.
"Dara apa yang terjadi ? bukankah tadi Bara baik-baik saja ?." tanya Andi sambil mendekati Dara.
"Entahlah kak sejak papanya berangkat Bara sangat gelisah sekali, ia seperti tidak nyaman bermain. Dan entah apa yang terjadi sekarang ia malah menangis seperti ini." jelas Dara.
"Coba kau lihat mungkin ada semut atau yang lainnya atau popoknya sudah penuh." usul Andi.
"Sudah kak ini baru saja selesai Dara ganti popoknya dan itu masih belum Dara buang karena Bara terus menangis." jawab Dara sambil terus berusaha untuk menenangkan buah hatinya.
"Kak tolong panggilkan bik Yanti, siapa tau beliau bisa membantu." ucap Dara.
Kemudian dengan cepat, Andi menemui pelayan yang bernama Yanti dan meminta untuk membantu menenangkan Bara.
Namun segala usaha telah mereka lakukan, namun Bara tidak mau diam sama sekali, ia terus saja menangis hingga akhirnya ia terlelap karena kelelahan menangis.
"Sebenarnya ada apa mengapa Bara menangis ? tidak seperti biasanya. " ucap Dara lirih.
"Mungkin ada yang kurang pas yang terjadi dengan orang dekatnya non. Biasanya anak kecil lebih mengetahui apa yang orang dewasa tidak ketahui." ucap Yanti.
"Maksudnya bi Yanti bagaimana ? bukankah mas Dirga baru saja berangkat dan ia dalam keadaan baik-baik saja."
"Dan kita semua dalam keadaan yang baik-baik saja." jawab Dara sambil meletakkan Bara di ranjangnya dengan pelan.
"Kan saya bilang mungkin Non. Maaf jika bibi salah bicara." ucap bi Yanti kemudian ia keluar menuju ke dapur untuk melanjutkan pekerjaannya.
"Apa yang dimaksud oleh Yanti adalah Dirga ? bukankah ia baru saja mengantar Ayu ke terminal bus dan sekarang ia tiba-tiba mendapatkan tugas dinas hingga beberapa hari." batin Andi.
"Dara sebaiknya kau juga beristirahat mumpung Bara sudah tertidur." ucap Andi.
__ADS_1
"Iya kak, Dara juga sangat lelah." jawab Dara.
Sementara Yanti dan juga Andi langsung meninggalkan Dara agar bisa segera beristirahat. Merekapun menuju kamar masing-masing untuk melepaskan lelah setelah beraktivitas seharian.
Sementara Dirga dan Ayu, benar-benar menuntaskan rindu diantara mereka. Setelah sekian lama berpisah kini mereka bisa kembali bersama untuk merajut kisah yang sempat tertunda.
Kini keduanya tengah terbaring dengan nafas terengah-engah setelah kegiatan panas mereka. Kini mereka berdua seakan kehilangan tenaga setelah beberapa kali penyatuan.
"Kak Dirga kau semakin hebat, permainan mu semakin membuatku tak ingin kehilanganmu kembali. Terimakasih atas semuanya aku sangat puas sekali." ucap Ayu sambil memejamkan matanya.
"Kau juga semakin kuat Ayu, bahkan kau bisa mengimbangi permainan ku meskipun aku meminta lagi dan lagi." jawab Dirga.
Keduanya tersenyum puas atas apa yang mereka rasakan bersama. Dirga akhirnya bangkit dan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Sementara Ayu terlelap karena kelelahan setelah permainan mereka. Ia sudah tak kuat lagi untuk bangkit apalagi untuk membersihkan dirinya.
Dirga menatap tubuh polos Ayu, kemudian ia menutupi tubuh Ayu dengan selimut sebelum Dirga menyusul Ayu ke alam mimpi.
Dibawah sinar mentari pagi, Dara tersenyum melihat Bara yang sudah semakin pintar dan tumbuh dengan sehat.
Hari ini Dara sengaja tidak berangkat ke kantor, ia ingin menikmati hari bersama saudaranya dan juga sang putra.
Setelah pergi mengantarkan Aldi ke sekolah Dara langsung kembali ke rumahnya. Ia ingin menghabiskan waktu bersama sang putra.
Terlihat Bara tengah tertidur pulas di box bayinya. Setelah memastikan bahwa Bara beristirahat dengan tenang barulah Dara membantu Yanti untuk merapikan rumah.
Dara merapikan kamar tamu, seperti biasanya disaat ia sedang tidak ke kantor ia selalu menyisihkan waktu untuk merapikan rumah termasuk kamar tamu.
Disaat Dara sedang membersihkan kamar tersebut, ia menemukan sebuah lipstik dan juga parfum. Ia segera meletakkan benda itu kemudian ia melanjutkan untuk membersihkan kamar. Setelah selesai ia memanggil Yanti.
"Bi Yanti tolong kemari sebentar !." teriak Dara.
"Iyo non !." jawab bi Yanti dengan berjalan menuju sumber suara.
__ADS_1
"Bi ini lipstik dan parfum bibi bukan ?" tanya Dara sambil menyodorkannya ke arah bi Yanti.
"Bukan non, ini mah lipstik anak muda. Warnanya seperti ini mana mungkin saya yang punya non." jawab bi Yanti.
"Kalau begitu ini punya siapa bi ?." tanya Dara.
"Mungkin punya teman tuan Dirga non, kemarin tuan datang bersama seorang perempuan yang sedang pingsan."
"Tetapi setelah perempuan itu sadar tuan mengantarkannya pulang atau kemana saya tidak tau non." jelas bi Yanti.
"Dirga ? perempuan ?." tanya Dara.
"Iya non, tuan Andi juga tau kok non. Atau mungkin perempuan itu teman tuan Andi non." jawab bi Yanti tanpa ada yang di tutup-tutupi.
"Baiklah bi, terimakasih. Kalau begitu aku akan menyimpan benda ini siapa tau teman kak Andi akan mencarinya." jawab Dara tanpa memiliki rasa curiga terhadap Dirga suaminya itu.
Setelah itu Dara menghabiskan waktu bersama sang buah hati, hingga ia lupa untuk menanyakan siapa perempuan yang mereka bawa kemarin.
Sementara Dirga, ia berangkat bekerja dari rumahnya yang dulu. Ia berangkat dengan berjalan kaki seperti dulu lagi.
Bedanya saat ini ada Ayu yang mengantarkan ia berangkat bekerja setelah mendapatkan sarapan pagi yang spesial.
Sedangkan Ayu, melakukan pekerjaan layaknya seorang istri. Ia memasak dan membereskan rumahnya sehingga saat sang suami pulang rumah itu sudah terlihat bersih kembali.
Kehidupan yang sederhana namun membuat Ayu merasa sangat bahagia. Karena keinginannya untuk bisa memiliki Dirga sudah terwujud.
Setelah selesai berberes rumah, Ayu duduk santai di teras rumah. Hingga membuat para tetangga yang belum pernah melihat Ayu datang mendekati Ayu karena penasaran.
"Neng, neng bukan orang sini ya ? apa neng ini istri mas Dirga ya ? dengar-dengar mas Dirga sudah menikah tetapi istrinya belum pernah dibawa ke sini." ucap perempuan itu.
"Iya saya istrinya mas Dirga. Perkenalkan nama saya Ayu." jawab Ayu dengan ramah.
"Wah beruntung sekali mas Dirga mempunyai istri yang cantik dan sopan seperti mb Ayu ini. Pantas saja tadi pagi saya lihat wajah mas Dirga begitu sumringah, ternyata semalam baru saja berbulan madu to." ucap perempuan itu dengan jujur.
__ADS_1