Sunset Cinta

Sunset Cinta
Bab. 23. Kehilangan


__ADS_3

Seperti biasanya sepulang sekolah Aldi langsung menuju kamar Bara, ia kan menjaga dan menemani Bara hingga mereka tidur siang bersama. Namun saat Aldi masuk ke dalam kamar Bara, kamar itu tampak rapi dan sepi.


"Dimana Bara ? biasanya Bara selalu berada di rumah." ucap Aldi.


Aldi memeriksa seluruh ruangan dan ia tetap tidak menemukan Bara. Aldi menatap seluruh ruangan perlahan ia mendekati tempat tidur Bara. Ia merabanya dan terasa dingin.


"Mengapa ini sangat dingin ? seperti sudah lama tidak di tempati. Apa artinya Kak Dara pergi bersama dengan Bara ?."


"Tidak ! artinya Kak Dara pergi bukan untuk bekerja. Apakah mungkin kak Dara telah mengetahui bahwa kak Aldi mempunyai istri lagi ?."


"Hp, mana HP. Aku harus menghubungi kak Dara. Aku tidak mau tinggal disini tanpa kak Dara." ucap Aldi dan langsung bergegas keluar menuju kamarnya untuk mengambil ponselnya.


Saat ia hendak menghubungi Dara, ia mendengar bik Yanti sedang menghubungi tuan Jonathan. Perlahan Aldi mendengarkan apa yang bik Yanti bicarakan.


"Tuan non Dara pergi meninggalkan rumah tuan." ucap bik Yanti.


Setelah beberapa saat bik yanti terdiam. Ia mendengarkan perkataan tuan Jonathan.


"Saya juga tidak tau tuan, tadi sebelum dini hari non Dara mengetuk pintu kamar saya, beliau hanya berpesan agar saya menjaga den Aldi dan rumah ini serta meninggalkan sebuah ATM untuk kebutuhan sehari-hari kami."


"Tapi terlihat wajah non Dara begitu sebab sepertinya non Dara menangis semalaman tuan. Saat saya tanya non Dara tidak mengatakan apa-apa."


"Tuan saya sudah menghubungi non Dara, namun ponselnya tidak aktif. Tuan tolong cari non Dara, saya sangat khawatir karena non Dara pergi bersama den Bara."


"Bagaimana mereka menjalani hidup diluar sana tuan. Sementara den Bara masih sangat kecil. Seharusnya tuan Dirga yang pergi dari rumah ini tuan. Bukan non Dara."


"Karena rumah ini adalah rumah yang non Dara bangun sebelum menikah dengan tuan Dirga. Apa yang terjadi saya juga juga tidak paham tuan."


"Tetapi tadi pagi tuan Dirga seperti orang gila saat mencari non Data tuan. Tuan apakah tuan masih mendengar ucapan saya ?."


"Halo tuan, tuan !." ucap bik Yanti.

__ADS_1


Prang ...


Hp Aldi terjatuh saat ia mendengar penjelasan bik Yanti. Ia tidak menyangka bahwa Dara memilih pergi meninggalkan rumah bersama dengan Bara.


Meninggalkan dia sendiri. Bukankah Dara telah berjanji akan selalu menjaga Aldi seperti ia menjaga Bara ?


Lalu saat ini apa ? Dara pergi tanpa mengatakan sepatah kata pun dan pergi meninggalkan dirinya disini bersama bik Yanti.


Mungkin saat ini Aldi tidak terlantar seperti dulu. Tapi ia kehilangan keluarganya untuk kedua kalinya. Air mata Aldi mengalir dan jatuh ke lantai.


"Kak Dara mengapa kak Dara meninggalkan Aldi ? mengapa kak Dara pergi ?." ucap Aldi dengan berurai air mata.


"Aldi, mungkin kak Dara saat ini tidak ingin mengganggu sekolah mu. Karena sebentar lagi kau akan mengikuti ujian. Nanti Kak Dara akan kembali untuk menjemput Aldi dan juga bik Yanti."


"Atau kak Dara akan kembali sebentar lagi. Karena tuan Jonathan pasti akan membawa putrinya kembali."


"Beliau tidak akan mungkin membiarkan putri dan juga cucunya menderita lagi. Kau juga harus yakin akan hal itu." ucap bik Yanti.


"Saya tidak tau, dan kita tidak boleh mengatakan hal-hal yang bukan kapasitas kita. Sebaiknya kita doakan yang terbaik untuk non Dara dan juga den Bara." ucap Bik Yanti.


Setelah itu, bik Yanti melanjutkan percakapannya dengan tuan Jonatan. Sedangkan Aldi kembali ke dalam kamar Bara.


Ia menangis sambil memeluk bantal guling dan masih saja menangis. Padahal ia telah berjanji akan menyimpan rahasia Dirga dari Dara agar hal ini tidak terjadi.


Tapi ternyata, Dara telah mengetahui dan memilih pergi meninggalkan hal-hal yang menyakiti hatinya.


Kini tidak ada yang bisa Aldi lakukan selain menunggu Dara kembali dan mengajaknya pergi untuk menjalani kehidupan yang masih panjang.


Teringat saat mereka baru pertama kali berjumpa, saat itu Dara tengah mengandung Bara dan ia sangat kelaparan namun, makanan yang ada ditangan Dara direbut oleh Aldi.


sejak saat itu, mereka bersama layaknya saudara kandung. Menapaki jejak kehidupan hingga mereka sampai pada titik ini.

__ADS_1


Bahkan Dara mampu mendirikan sebuah perusahaan sendiri yang semakin maju dari tahun ke tahun.


Namun apa yang terjadi ? kini Dara kembali memilih pergi untuk merasakan pahitnya kehidupan bersama dengan Bara. Meninggalkan Aldi seorang diri.


"Kak Dara !" Tak kuasa menahan kesedihannya Aldi berteriak histeris sambil berurai air mata.


Bik Yanti seketika menghentikan percakapannya dengan tuan Jonathan. Ia segera menghampiri Aldi yang menangis pilu.


"Aldi sabarlah nak, kak Dara pasti akan segera kembali. Apa yang membuat mu bersedih seperti ini ?."


"Bagiamana jika kak Dara pulang dan kau dalam keadaan seperti ini. Pasti beliau akan sangat sedih." ucap Bik Yanti sambil menenangkan Aldi.


"Bik Yanti bohong ! Kak Dara telah pergi meninggalkan Aldi. Kak Dara sudah tidak menyayangi Aldi lagi." jawab Aldi dengan air mata yang terus mengalir.


"Aldi dengarkan bik Yanti. Kak Dara pasti akan segera kembali. Kak Dara sangat menyayangi Aldi seperti beliau menyayangi Den Bara."


"Bibi mohon jangan menangis seperti ini lagi. Pasti kak Dara akan segera kembali." ucap Bik Yanti dengan air mata yang tak kuasa ia tahan.


"Bohong ! aku mendengar semuanya, semuanya yang bik Yanti sampaikan kepada kakek Jonathan."


"Bahkan kak Dara telah pergi bersama dengan Bara. Jika kak Dara menyayangi Aldi mengapa kak Dara tidak membawa Aldi ikut bersamanya."


"Aldi lebih tau betapa susahnya hidup dijalan, Aldi lebih tau rasanya dibuang orang tua karena memilih wanita lain."


"Aldi lebih tau rasanya, betapa sakitnya dikhianati oleh orang yang paling kita sayangi. Meskipun Aldi tidak mengalaminya sendiri. Tetapi Aldi adalah saksi dari sebuah penderitaan dari sebuah perselingkuhan."


"Aldi tau bagaimana rasanya lapar tetapi tidak ada sesuatu yang bisa kita makan bahkan setetes air pun tak bisa kita telan."


"Aldi tau semua derita itu ! tetapi Aldi tidak tau bahwa sakitnya ditinggalkan oleh orang yang kita sayangi itu lebih menyakitkan dari semua yang pernah Aldi rasakan."


"Aldi tak mau menanggung sakit ini. Aldi mau kak Dara. Aldi hanya mau kak Dara." ucap Aldi terdengar begitu menyayat hati.

__ADS_1


Bik Yanti tidak bisa berkata-kata apa-apa lagi. Ia dengan sabar mengusap kepala Aldi dan membawa tubuh lemah itu kedalam pelukannya, ia tau bagaimana penderitaan yang dialami Aldi sebelum mengenal Dara.


__ADS_2