Sunset Cinta

Sunset Cinta
Bab. 27. Mencari kebenaran


__ADS_3

Melihat apa yang terjadi di depan matanya, dengan cepat Dara menyerahkan Bara kepada bik Yanti. Ia sudah tidak memperdulikan apapun lagi, segera masuk meskipun para anggota medis memaksanya.


Dengan berbagai macam cara, akhirnya Dara dapat masuk ke dalam ruangan Aldi. Ia berdiri terpaku saat melihat kondisi Aldi. Dokter dan timnya sedang berusaha keras untuk membangunkan Aldi.


"Detak jantung pasien melemah !."


"Kita harus segera menolongnya!"


"Cepat ambilkan alat ... ."


Dara sudah tidak bisa lagi mendengar kata-kata Dokter dan timnya. Di saat semuanya berhenti dan menyerah, Dara dengan cepat ia menghampiri Aldi. Ia memeluk erat tubuh Aldi dengan menangis pilu.


"Aldi bangun Aldi !"


"Bangun Aldi ! jangan kau hukum kakak dengan car seperti ini. Aldi bukankah kau telah berjanji akan selalu menemani kakak menjaga dan merawat Bara."


"Bangun Aldi ! Bangunlah ! bukankah kau berjanji meskipun semua orang dan seluruh dunia membenci ku kau akan selalu ada untuk kami."


"Bukankah kau berjanji bahwa Bara tidak akan merasakan pahitnya hidup tanpa keluarga ? Aldi bangunlah ! aku mohon bangunlah Aldi !." ucap Dara sambil mengguncangkan tubuh Aldi.


Aldi tetap diam membisu, diam tanpa kata dan tidak dapat merespon perkataan Dara. Merasa putus asa Dara terjatuh di atas tubuh Aldi. Ia menangis dan meratap sambil terus menyebut-nyebut nama Aldi.


Ia sangat menyesal karena keegoisannya membuat Aldi seperti ini. Andai saja ia bisa sedikit bersabar dan mengajak Aldi pergi membawa luka akibat perbuatan Dirga pasti hal ini tidak akan pernah terjadi.


Namun semuanya telah terjadi, Dara tak mampu melakukan apa-apa lagi. Hanya air mata yang terus mengalir sebagai bentuk penyesalan.


Tanpa ia sadari, Aldi mulai menggerakkan jari jemarinya. Lat pemantau jantungnya kembali stabil.


"Pasien telah kembali !." seru seorang perawat yang masih berada di ruangan itu.


Kemudian dengan sigap ia segera menyampaikan hal itu kepada Dokter dan yang lainnya.


Saat Dara hendak meninggalkan Aldi tiba-tiba saja Aldi memanggilnya dengan suara yang sangat rendah.

__ADS_1


" Kak Dara ." ucap Aldi pelan.


Dara langsung memeluk tubuh Aldi, ia tidak perduli dengan apa yang diucapkan oleh para perawat.


"Aldi akhirnya kau bangun, Kaka mohon jangan menghukum kakak lagi." ucap Dara sambil memeluk tubuh Aldi.


"Maafkan Aldi kak." ucap Aldi dengan lemah.


"Bodoh ! jangan melakukan hal ini lagi, berjanjilah Aldi jangan kau hukum kakak lagi." ucap Dara.


Aldi tersenyum dengan wajah yang sangat pucat. Kemudian Dokter memeriksa kondisi Aldi. Setelah beberapa saat akhirnya Dokter memutuskan agar Aldi dibawa ke ruang perawatan.


Dengan setia Dara menemani Aldi. Setelah Dokter menyatakan bahwa Aldi sudah melewati masa kritisnya, Dara keluar dan menghampiri bik Yanti dan juga tuan Jonathan.


"Dara bagaimana kondisi Aldi sekarang ?." tanya tuan Jonathan dengan khawatir.


"Ayah, Aldi sudah melewati masa kritisnya, saat ini dia sudah sadar dan akan segera di pindahkan ke ruang perawatan biasa." jawab Dara.


Dara langsung duduk di bangku dengan lemas, ia sangat lelah sekali. Ia dengan cepat mengemudikan mobilnya sambil menjaga Bara seorang diri.


'Non Dara pulanglah dan beristirahat saja di rumah. Setelah cukup istirahat, kembalilah ke sini untuk memastikan kondisi Aldi."


"Saat ini biarlah bik Yanti yang akan menjaga Aldi. Kasihan den Bara pasti ia sangat lelah sekali." ucap bik Yanti.


Beliau tidak tega melihat kondisi Dara dan juga Bara. Setelah dibujuk oleh tuan Jonathan, akhirnya Dara pulang bersama tuan Jonathan.


Saat dalam perjalanan Dara memejamkan matanya. Kini hatinya sedikit tenang sambil tersenyum ia tidur di samping sang ayah yang mengemudikan mobilnya.


Setelah sampai di rumah, Dara segera membersihkan dirinya dan juga Bara. Setelah itu ia merebahkan tubuhnya di samping Bara yang sudah lebih dahulu tertidur.


Sama halnya dengan bik Yanti, setelah memastikan bahwa Aldi sudah bisa tidur dengan tenang, barulah beliau ikut tidur karena semalaman tidak tidur sama sekali.


Setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit akhirnya Aldi diijinkan untuk pulang ke rumah. Dengan sabar tuan Jonathan menemani Dara merawat Aldi sejak di rumah sakit sampai hari dimana Aldi sudah diperkenankan untuk pulang.

__ADS_1


Sementara sejak Dara pergi hingga saat ini, Dirga sama sekali tidak ada kabarnya. Seolah ia lupa disaat ia begitu bersedih disaat ia tidak menemukan Dara di rumahnya.


Tuan Jonathan sebagai seorang ayah, tentu saja tau bagaimana perasaan putrinya. Beliau berjanji pada dirinya sendiri akan mencari kebenaran tentang Dirga.


Dengan menggunakan koneksi yang beliau miliki akhirnya, tuan Jonathan menemukan tempat tinggal Dirga selain rumah Dara.


Setelah menunggu beberapa hari, akhirnya tuan Jonathan berpamitan kepada Dara dan yang lainnya, bahwa beliau akan pulang karena sudah terlalu lama meninggalkan rumah.


"Data, ayah pulang terlebih dahulu. Ayah pasti Nakan sering mengunjungi mu dan juga yang lainnya. Jaga diri baik-baik Dara dan jangan pernah berfikir bahwa kau hanya seorang diri, masih ada ayah tempat mu mengadukan semua beban yang kau tanggung."


"Dan kau Aldi, di rumah ini kau adalah anak laki-laki paling besar, jadi tanggung jawab mu sangat besar, karena kau mewakili aku sebagai pelindung bagi Dara dan juga adikmu Bara."


"Jadi kau harus lebih kuat karena tanggung jawab mu sangat besar. Apakah kau paham Aldi ?." tanya tuan Jonathan.


"Baik kek, Aldi pasti akan menjaga kak Dara dan juga adik Bara. Maafkan Aldi karena kemarin telah menyusahkan kalian semua." jawab Aldi dengan penuh semangat.


"Dara ingatlah bahwa masihbada ayah di dunia ini dan kau tidak sendiri. Apakah kau paham anakku ?." tanya tuan Jonathan penuh arti.


"Iya ayah, Dara mengerti." jawab Dara dengan tersenyum.


Ia merasa bahagia karena sang ayah tidak pernah berubah. Ia masih seperti putri kecilnya yang dulu.


Setelah selesai berpamitan tuan Jonathan kembali ke rumahnya. Ia kembali dengan rutinitas sehari-hari.


Setelah waktu yang dianggap tepat, tuan Jonathan memutuskan untuk pergi mengunjungi alamat rumah Dirga yang lainnya.


Dengan rencana yang sudah beliau susun rapi, beliau pergi ke alamat tersebut. Dengan menggunakan taksi online, tuan Jonathan menuju ke alamat Dirga.


Setelah sampai tuan Jonathan tidak langsung menuju ke rumah Dirga, beliau singgah di sebuah warung yang tak jauh dari rumah Dirga. Sambil menikmati secangkir kopi beliau bertanya kepada penjaga warung tentang Dirga.


Dari situ beliau tau bahwa Dirga memang tinggal di rumah sederhana itu sejak lama, Dirga dikenal sebagai seorang anggota TNI yang sangat baik, bahkan istrinya juga sangat cantik dan ramah.


Saat ini keluarga mereka sedang dikaruniai kebahagiaan, karena sebentar lagi akan lahir buah cinta mereka. Saat ini istri Dirga tengah hamil muda.

__ADS_1


__ADS_2