
Dara tak mampu berkata apa-apa lagi, hanya air mata yang menetes sebagai bukti bahwa ia sangat sakit karena kehilangan Aldi. Seorang anak yang pernah memberinya tumpangan untuk tinggal meskipun hanya rumah dibawah kolong jembatan.
Namun berkat Aldi, Dara bisa berada di titik ini. Bahkan karena keberhasilannya ia mampu meraih cinta Dirga. Seseorang yang telah mengkhianatinya bersama sahabatnya.
Dara tak bisa melakukan apa-apa lagi untuk bisa mengembalikan Aldi. Ia merasa sangat putus asa sekali.
"Aldi !." Dara berteriak sekuat tenaga.
Dara terbangun dari mimpinya, ia segera bangun sambil mengatur nafasnya. Setelah itu ia mengambil air mineral yang ada di naskah.
"Aldi, syukurlah ini hanya sebuah mimpi. Tetapi apa yang sebenarnya terjadi ? dan apa arti mimpi ini ? mengapa begitu sangat mengerikan ?." tanya Dara dalam hati.
Ia masih larut dalam lamunannya, tenggelam dalam kejadian mimpinya. Tanpa ia sadari air matanya menetes kembali saat teringat kejadian dalam mimpi itu.
Tanpa sadar Dara menghentakkan kakinya dan ia juga menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang. Tanpa ia sadari Bara hampir saja jatuh karena gerakan Dara. Dengan sigap Dara meraih tubuh Bara.
Nafas Dara masih memburu, sementara keringat dan air matanya membasahi wajahnya yang cantik.
Tangisnya bersatu dengan tangisan Bara. Ia memeluk tubuh Bara dan menumpahkan segala kegelisahan hatinya. Kesedihannya, kegundahannya dan semua rasa ia tumpahkan dalam derai air mata.
"Bara katakan kepada mama apakah yang harus mama lakukan nak ? apa sebenarnya yang terjadi pada kak Aldi ? sehingga anak itu muncul dalam mimpi buruk mama."
"Bara apakah Mama sangat egois dan kejam, sehingga kak Aldi menghukum mama seperti ini ?."
"Apa kesalahan yang telah mama perbuat, sehingga duka harus menyertai setiap jejak langkah mama." ucap Dara dengan putus asa.
Bara hanya memandang wajah sang mama. Ia tidak memahami apa yang dikatakan oleh mamanya. Ia hanya berbicara dengan bahasanya sendiri.
Setelah itu ia menangis lagi. Karena sejak ia sampai di hotel ia sama sekali belum minum susu. Menyadari hal itu Dara segera membuatkan susu untuk Bara.
Dengan lahap Bara menghabiskan susunya. Saat Bara sedang asik menikmati susunya. Tiba-tiba Dara menyadari dan teringat bahwa ponselnya kehabisan daya.
__ADS_1
Ia segera mengisi daya ponselnya. Setelah terisi ia segera mengaktifkan kembali ponselnya. Begitu ponsel aktif begitu banyak panggilan tak terjawab dan juga pesan singkat.
Baik dari Aldi, bik Yanti dan juga ayah Jonathan. Dara segera membuka pesan dari bik Yanti.
'Non kondisi Aldi sungguh parah, ia saya bawa ke rumah sakit. Sampai saat ini tuan Dirga juga belum kembali.' pesan dari bik Yanti.
'Dara sebagai orang tua, sesakit apapun yang kau rasakan, setidaknya kau harus memperhatikan keadaan anak-anak mu.'
'Meskipun ia bukanlah darah daging mu, tetapi ia telah mengganggap engkau melebihi ibu kandungnya sendiri. Lupakan sakit yang kau rasakan, kembalilah nak, lihatlah kondisi Aldi saat ini.'
' Bukan obat-obatan yang ia butuhkan, tetapi kehadiran mu di sisinya. Nak jangan kau siksa Aldi dengan sakit yang kau rasakan, seperti kau menyiksa Aldi dengan sebuah rindu yang tak akan pernah terobati.'
Dara langsung lemas membaca pesan singkat dari sang Ayah. Air matanya kembali menetes. Dara sesenggukan dalam pikirannya.
Setelah itu ia segera berkemas, ia ingin segera pulang. Ia tidak ingin apa yang terjadi dalam mimpinya terjadi. Ia tidak ingin kehilangan Aldi untuk selamanya.
Setelah semuanya siap, ia segera mengendong Bara dan segera kembali untuk Aldi.
Baik Dirga maupun Dara tak ada yang bisa ia hubungi. Dengan bantuan para tetangga Bik Yanti membawa Aldi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Saat ini Aldi berada di dalam ruang ICU, bik Yanti menunggu dengan cemas, tak lama kemudian tuan Jonathan datang menghampirinya.
"Bik bagaimana kondisi Aldi ?." tanya tuan Jonathan.
"Belum tau tuan, Aldi masih sangat di dalam sana. Dokter belum bisa mengambil keputusan. Karena kondisi Aldi sangat drop. Seolah-olah ia tidak ingin untuk melanjutkan hidup lagi." jawab bik Yanti sambil menangis.
"Bagaimana ini bisa terjadi baik ?." tanya tuan Jonathan dengan khawatir.
"Saat saya menghubungi tuan untuk mengabarkan kepentingan non Dara, ternyata Aldi mendengar semuanya."
"Setelah itu Aldi sangat histeris, namun setelah berhasil saya tenangkan ia tertidur. Tetapi ia tidak bangun - bangun juga saat saya bangunkan untuk makan."
__ADS_1
"Setelah saya periksa suhu tubuhnya sangat tinggi, dan ia sempat menggigil seperti kedinginan."
"Setelah beberapa langkah saya lakukan, ia tetap saja tak mau bangun. Sehingga saya bawa kemari taun." jelas bik Yanti.
"Mungkin Aldi sangat terpukul dengan kepergian Dara. Atau ia merasa Dara sudah tidak mau bersamanya lagi sehingga ia meninggalkan Aldi."
"Semoga Dara segera kembali, dan membangkitkan semangat hidup Aldi kembali. Sehingga ia akan segera bangun." ucap tuan Jonathan penuh harap.
"Tuan tapi non Dara tidak bisa saya hubungi, bahkan tuan Dirga juga tidak bisa saya hubungi." ucap bik Yanti kemudian.
"Mungkin Dara memendam rasa sakit karena Dirga. Karena Dirga pernah menyakitinya dan membuat ia di usir."
"Semoga ia bisa berdamai dengan perasaannya. Kita doakan saja yang terbaik untuk Dara. Karena kita tidak tau apa yang sebenarnya terjadi di antara Dara dan juga Dirga." ucap tuan Jonathan.
"Bik apakah selama ini Dara dan juga Dirga sering bertengkar ?." tanya tuan Jonathan lagi.
"Tidak tuan, mereka sangat romantis sama sekali tidak pernah bertengkar. Beradu mulut saja saya belum pernah mendengarnya."
"Cuma suatu hari tuan Dirga pernah membawa seorang wanita pulang ke rumah dalam keadaan pingsan. Tetapi setelah wanita itu sadar tuan Dirga langsung mengusirnya."
"Waktu itu den Andi juga tau tuan. Karena mereka datangnya bersamaan. Tetapi sejak saat itu tuan Dirga sering pergi Dinas dan tidak seperti biasanya." jelas bik Yanti
"Benarkah ? apakah sejak saat itu Dara mulai berubah baik ? Misalnya sering melamun ?." tanya tuan Jonathan.
"Tidak tuan, hanya saja setelah perempuan itu di usir oleh tuan Dirga, non Dara pernah bertanya siapa wanita yang dibawa oleh tuan Dirga."
" Dan saat itu Den Bara, menangis histeris seperti ada sesuatu yang aneh, tidak biasanya den Bara seperti itu tuan." jawab bik Yanti.
"Apakah bik Yanti tau siapa wanita yang dibawa oleh Dirga ?." tanya tuan Jonathan lagi.
"Tidak tuan, agar lebih jelasnya tuan bisa tanya langsung kepada den Andi karena beliau tau persis kejadian waktu itu."
__ADS_1
"Dan satu lagi tuan, saat ulang tahunnya den Bara tuan Dirga juga tidak pulang ke rumah." jelas bik Yanti.