
Terkadang manusia sering melupakan kesalahan yang pernah ia lakukan, terlebih lagi jika kesalahan tersebut telah dimaafkan oleh orang yang kita sakiti. Sehingga tanpa kita sadari kita telah menyakitinya berkali-kali hingga tak ada lagi maaf dan kesempatan.
Sama halnya dengan Dirga, ia yang tak mampu menahan nafsunya membuat ia menyakiti Dara berulang kali meskipun saat ini Dara tidak mengetahuinya.Justru itu akan menjadi bumerang bagi Dirga dikemudian hari.
Setelah Dirga dan Ayu menyelesaikan permainan mereka. Dirga segera membersihkan dirinya dan ia harus segera kembali untuk bekerja.
Namun, sepandai-pandainya Dirga menutupi kesalahannya pasti akan ketauan juga. Disaat Dirga hendak berangkat ia memeluk dan mencium Ayu sebelum masuk ke dalam mobil layaknya seorang suami istri.
Tanpa Dirga ketahui, Aldi melihat dengan jelas adegan itu. Saat Aldi hendak menuju rumah Tio ia melihat ada mobil Dara, dengan rasa penasarannya ia bersembunyi dibalik tembok untuk melihat siapa yang membawa mobil tersebut.
Aldi tercengang saat melihat kemesraan Dirga dengan wanita lain. Aldi terbayang adegan Dirga dan Dara semalam saat Dirga meminta maaf.
Kini Aldi menyadari bahwa sebenarnya Dirga telah berselingkuh dengan wanita lain. Dan kepergian Dirga selama ini bukanlah sebuah tugas melainkan cara Dirga untuk membagi waktu agar Dara tidak mencurigainya.
Aldi merasa lemas seakan tubuhnya tidak mempunyai tulang belulang. Terlintas bayangan kelam masa lalunya. Ketika sang ayah tega mengusir ibu dan juga dirinya demi wanita lain.
Tak terbayangkan bagaimana nasib Bara, yang kini masih baru berusia satu tahun namun sang papa telah menduakan sang mama.
Bagaimana jika Dara mengetahui semua kebenaran ini, apakah yang harus dia lakukan. Aldi termenung sambil menopang dagunya dengan kedua lutut yang ia peluk erat.
Air matanya menetes, ia merasa sangat sedih. Mengapa setiap wanita yang begitu menyangi keluarga dan juga dirinya malah mendapatkan perlakuan yang tidak adil dari suaminya.
Lama Aldi diam ditempat ia bersembunyi, sampai ia tidak menyadari bahwa mobil yang dikendarai oleh Dirga telah berlalu entah kemana.
Sementara Ayu, yang tanpa sengaja melihat ada seorang anak yang duduk di samping rumahnya. Ia segera mendekati anak tersebut.
Ayu menatap seorang anak laki-laki yang terlihat begitu bersedih. Anak tersebut melamun sambil berurai air mata. Jujur dari lubuk hati Ayu yang terdalam ia merasa sangat kasihan kepada anak laki-laki tersebut.
"Nak, sedang apa kau ada di sini ?." tanya Ayu setelah mendekati Aldi.
Aldi yang tidak menyadari kehadiran Ayu, begitu terkejut saat mendengar ada seseorang yang sedang menegurnya.
__ADS_1
"Saya saya." jawab Aldi gugup sambil melihat sekelilingnya dan tatapannya terhenti pada wajah cantik yang ada didepannya.
"Apakah ada sesuatu yang sedang kamu cari ? atau kamu sedang tersesat ?." tanya Ayu dengan ramah.
"Saya tersesat." jawab Aldi dengan air mata yang kembali membasahi pipinya.
"Jangan bersedih lagi ya, nanti kakak antar. Sekarang lebih baik kau masuk kedalam rumah kakak, bagaimana ?." tanya Ayu.
"Jika kakak tidak keberatan." jawab Aldi.
Ia bingung harus berkata apa, tetapi saat ia ditawari untuk masuk ke rumah, ia langsung menyanggupinya, ia juga penasaran seperti apa sebenarnya wanita yang ada didepannya ini.
Perlahan Aldi bangkit dan berjalan mengikuti Ayu yang sudah lebih dahulu masuk ke dalam rumah. Aldi ingin mengetahui kondisi yang sebenarnya.
"Duduklah ! kakak akan mengambilkan mu minum." ucap Ayu saat Aldi sudah sampai di depan pintu rumahnya.
Aldi segera masuk dan ia memperhatikan seluruh ruangan yang ada didepannya. Terdapat banyak sekali foto-foto Dirga. Mulai dari awal pendidikan hingga saat ini.
"Rumah ini dan juga foto ini sebagai bukti bahwa kak Dirga adalah tuan rumah di rumah ini. Artinya ia memang telah tinggal di sini sudah lama sekali ."
"Apakah kak Dirga sengaja merahasiakan tempat ini karena ia persiapkan untuk wanita selingkuhannya ?." monolog Aldi.
"Silakan diminum setelah itu ceritakan kepada kakak agar beban mu berasa berkurang." ucap Ayu membuyarkan lamunan Aldi.
"Iya, iya kak ! terimakasih." jawab Aldi dengan sopan.
"Sekarang coba ceritakan bagaimana ceritanya sampai kau tersesat di tempat ini ?." tanya Ayu.
Aldi menundukkan kepalanya, ia tidak tau harus menjawab apa. Karena sebenarnya ia tidak tersesat, ia menangis karena bersedih akan perlakuan Dirga terhadap Data.
Apakah wanita yang ada di depannya ini mengetahui bahwa Dirga sudah mempunyai anak dan istri ? seandainya dia tau bagaimana perasaannya ?.
__ADS_1
Tetapi apa yang bisa Aldi lakukan ? ia sama sekali tidak tau apa yang harus ia lakukan. Satu hal yang pasti ia tidak akan membiarkan siapapun memyaki Dara dan juga Bara.
Karena hanya mereka berdua lah keluarga Aldi saat ini. Dan hanya Dara yang mau dan mampu mengangkat Aldi sebagai anaknya.
"Mengapa kau diam saja ? apakah kakak salah bertanya ?." tanya Ayu lagi.
"Tidak kak, saya sendiri bingung mengapa saya bisa tersesat." jawab Aldi.
"Baiklah sekarang kau minumlah dahulu jika sudah tenang kau bisa mengingat semuanya. Dan kau bisa berfikir mengapa kau bisa sampai di sini dan kemana arah jalan pulang." ucap Ayu dengan lembut.
Aldi mengambil gelas yang berisi air putih itu dan meminumnya sampai habis. Setelah itu ia tersenyum sambil menatap Ayu.
"Terimakasih kak. Maaf kak siapa pria yang ad a di foto itu ?." tanya Aldi sambil menunjuk foto Dirga.
"Itu suami kakak. Ganteng bukan ? ia seorang TNI." jawab Ayu dengan bangga.
"Suami ? apakah kakak sudah mempunyai anak ?." tanya Aldi lagi.
"Iya dia suami kakak, tapi untuk saat ini kakak belum mempunyai anak. Semoga sebentar lagi kakak akan dikaruniai seorang anak." jawab Ayu.
Aldi hanya manggut-manggut mendengar jawaban dari Ayu.
"Kak kalau seorang TNI itu apakah dia sering pergi jauh ?." tanya Aldi.
"Tergantung dari pekerjaan dan tugasnya. Untuk apa kau bertanya seperti itu ?." tanya Ayu penasaran.
"Karena ayahku juga seorang TNI, tetapi akhir-akhir ini beliau sering pergi lama dan jarang pulang."
"Sehingga aku ingin mengetahui hal itu. Kasihan ibu dan juga adikku yang masih bayi. Karena ayah jarang ada di rumah." jawab Aldi.
Ayu hanya diam, ia tidak tau harus berkata apa. Mungkin jika anak Dara dan juga Dirga sudah sebesar anak ini, pasti ia akan berfikir seperti anak di depannya itu.
__ADS_1
Yang selalu menunggu kehadiran Dirga disisinya, sementara Dirga bersama wanita lain dengan alasan dinas atau pekerjaan.
Sejujurnya Ayu merasa kasihan terhadap Dara dan juga anaknya. Tetapi bagaimana lagi, Ayu sangat mencintai Dirga sehingga ia ingin memiliki Dirga sepenuhnya.