Sunset Cinta

Sunset Cinta
Bab. 28. Sakitnya di khianati


__ADS_3

Sesuai janji Dara terhadap Aldi, mereka mengunjungi Tio teman Aldi yang sedang sakit kanker. Dara datang untuk memberikan bantuan sejumlah uang untuk biaya pengobatan Aldi.


Namun disaat Dara sedang berada di dalam rumah Tio, ia melihat Dirga yang datang mengunjungi sebuah rumah yang dekat dengan rumah Tio.


Tanpa berpikir panjang Dara berpamitan untuk keluar, ia ingin mengikuti Dirga. Namun sebelum Dara sempat memanggil Dirga telah lebih dahulu masuk ke dalam rumah.


Dara segera keluar menuju rumah yang dikunjungi oleh Dirga. Namun entah mengapa ia merasakan sakit yang luar biasa seakan ada ribuan pisau tajam yang menikam hatinya, dengan sekuat tenaga Dara menguatkan dirinya untuk segera melangkah mengikuti jejak sang suami.


"Mas Dirga apa sebenarnya yang terjadi ? mengapa hati ini terasa begitu sakit, sebenarnya rumah siapa yang kau kunjungi ini ?." tanya Dara dalam hati.


Dengan ragu, Dara mendorong pintu yang sedikit terbuka itu, setelah masuk Dara tertegun saat melihat foto-foto Dirga dari mulai ia masuk pendidikan militer sampai di posisinya saat ini terpasang dengan sempurna di dinding rumah itu.


Dengan segudang rasa penasarannya, Dara mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. Tatapannya terhenti di sebuah foto di atas pintu sebuah kamar.


"Bukankah itu foto Ayu dan mas Dirga ? apakah artinya rumah ini adalah rumah mas Dirga dan Ayu ?." tanya Dara dengan suara yang sangat pelan.


Dengan langkah yang gemetar, Dara melangkah menuju kamar tersebut. Ia berhenti disaat ia mendengar suara-suara merdu penuh kasih.


Tangannya gemetar dan dengan sekuat tenaga ia mencoba mendorong pintu agar bisa melihat siapa yang berada di dalam kamar tersebut.


Perlahan namun pasti, Dara membuka pintu kamar tersebut. Ia kembali terkejut dengan apa yang ia lihat. Ia membungkam mulutnya dengan kedua tangannya.


Air matanya kembali mengalir saat untuk kedua kalinya ia melihat dengan mata kepalanya sendiri. Dirga sedang bergulat di atas ranjang dengan wanita lain.


Suara erangan yang keluar dari mulut keduanya, bagaikan petir yang menyambar tubuh Dara. Ia tidak pernah menyangka akan melihat kembali bagaimana Dirga mengkhianati cintanya dengan pergulatan panas bersama wanita lain.

__ADS_1


Yang lebih menyakitkan lagi, wanita yang bergulat dengan Dirga adalah wanita yang sama beberapa tahun yang lalu. Ia adalah Ayu sahabat karibnya dulu.


Dengan susah payah Dara menahan sakit di dalam dadanya. Ia ingin berlari namun ia sama sekali tidak mempunyai cukup tenaga. Dengan tubuh yang gemetar karena menahan tangis Dara berbalik untuk meninggalkan rumah tersebut.


Namun dengan lembut ada sebuah tangan kokoh yang meraihnya, dan menempatkan Dara dalam dekapannya yang hangat.


Dengan lembut tangan tersebut menepuk-nepuk punggung Dara, mencoba menguatkan dan membuktikan kepada Dara bahwa ia tidak sendirian, masih ada sebuah bahu yang bisa Dara jadikan sandaran saat ia merasa lelah.


Dara mendongak dan melihat wajah sang Ayah, dengan tatapan yang sangat lembut. Hal itu semakin membuat Dara tak mampu membendung kesedihannya.


Perlahan Tuan Jonatan melepaskan sepatu yang ia gunakan dan dengan kasar melemparkan ke arah dua insan yang sedang memadu cinta itu.


Setelah Dirga melihat ke arahnya, tuan Jonathan membawa Dara pergi berlalu meninggalkan Dirga dan Ayu yang masih tertegun dalam posisi yang masih saling membelit.


Tanpa mereka sadari, Aldi juga berada di tempat tersebut. Meskipun ia tidak melihat apa yang terjadi di dalam rumah, namun ia paham bahwa saat ini Dara dan tuan Jonathan telah mengetahui perselingkuhan Dirga.


Setelah mobil berlalu meninggalkan tempat tersebut Aldi segera keluar dari persembunyiannya.


Ia mendekati Dirga yang baru saja keluar dan hendak mengejar istri dan juga mertuanya tersebut.


"Sudahlah mas, biarkan Dara pergi. Meskipun mas Dirga pergi mengejarnya Dara tidak mungkin memaafkan kita berdua." ucap Ayu sambil memeluk tubuh Dirga dari belakang.


"Ayu kau tidak akan tau, karena kau tidak berada di posisi ku." ucap Dirga dengan putus asa.


"Mas yang lalu biarlah berlalu, saat ini bukan hanya Dara dan juga anaknya yang membutuhkan mas Dirga, tapi aku dan juga calon anak kita ini."

__ADS_1


"Kau tau sendiri mas, anak kita ini selalu bahagia disaat bersamamu namun akan bertingkah di saat kau jauh." jawab Ayu dengan manja dan ia memegang wajah Dirga agar Dirga kembali menatap wajahnya dan melupakan Dara.


"Awalnya saya tidak ingin memberitahukan hal ini, namun semuanya telah mengetahui sendiri."


"Awalnya saya berfikir bahwa kakak adalah wanita yang juga menjadi korban perselingkuhan dari anggota TNI ini."


"Tapi ternyata saya salah, kalian berdua sama saja. Sama-sama dengan sengaja melakukan perselingkuhan demi kesenangan kalian berdua."


"Awalnya saya berfikir bahwa anda adalah wanita yang berhati lembut, namun ternyata saya salah, anda adalah wanita yang berhati busuk."


"Dan kau kak Dirga, awalnya saya berfikir bahwa kata maaf mu waktu itu adalah kata yang keluar dari lubuk hati yang terdalam. Sehingga kau tidak akan melakukan kesalahan untuk yang kedua kalinya."


"Ternyata saya salah, kata maaf itu hanya sebagai penghias bibir berbisa mu, yang setiap waktu akan melukai hati orang yang telah memaafkan kesalahan mu dengan tulus."


"Awalnya aku berfikir bahwa kau adalah seorang TNI yang patut dibanggakan, kau akan mampu menjaga keluarga mu seperti kau menjaga negara mu."


"Namun lagi-lagi aku salah. Aki salah telah mempercayai mu, aku salah karena telah menganggap kau seperti ayahku sendiri yang harus aku hormati dan juga aku sayangi."


"Dan untuk mu wahai calon adik yang tek berdosa, apalah arti kehadiranmu jika membuat luka di hati seorang anak yang lebih berhak atas ayahmu, karena telah sah sebagai ayahnya Dimata hukum."


"Semoga saat kau lahir dan kau tumbuh menjadi orang yang lebih baik dari kedua orang tuamu." ucap Aldi dengan suara yang gemetar.


"Kau bukanlah kau adalah anak yang tersesat saat itu ? bagaimana mungkin kau bisa mengenal mas Dirga." tanya Ayu.


"Aku tersesat karena mencari seorang ayah yang telah masuk kedalam perangkap mu, aku adalah seorang anak yang tumbuh dari sebuah pengkhianatan dan untuk kedua kalinya aku melihat dengan mata kepala ku sendiri."

__ADS_1


"Sebuah pengkhianatan yang dilakukan oleh seorang laki-laki yang berstatus sebagai seorang ayah dan juga sebagai seorang suami." jawab Aldi.


"Aldi kakak bisa menjelaskan semuanya, tolong bantu kakak untuk menjelaskan semuanya dan kakak mohon berilah kakak kesempatan kedua." ucap Dirga dengan penuh harap sambil melepaskan pelukan Ayu.


__ADS_2