Sunset Cinta

Sunset Cinta
Bab. 24. Peristiwa


__ADS_3

Perlahan bik Yanti membawa Aldi masuk kedalam kamarnya. Ia menyelimuti Aldi yang mulai terlelap karena kelelahan menangis. Setelah memastikan keadaan Aldi, bik Yanti keluar dari kamar Aldi.


Sebenarnya ia tidak tega melihat Aldi yang begitu kehilangan atas kepergian Dara, namun apa yang bisa lakukan selain menguatkan dan menjaga Aldi seperti permintaan Dara.


Sementara Dara yang baru saja tinggal di sebuah hotel, baru saja selesai merapikan barang-barang bawaannya. Ia dengan sabar mengasuh Bara yang sudah lebih aktif.


Setelah Bara terlelap, Dara ikut merebahkan dirinya di samping Bara. Perlahan ia terlelap karena kelelahan setelah hampir seharian ia mengemudikan mobilnya dan juga menjaga Bara putranya.


Tiba-tiba terdengar suara pintu yang diketuk dengan sangat kuat seakan tamu tersebut sangat mengharapkan agar Dara segera keluar.


Dengan malas Dara bangkit dan segera membukakan pintu, agar suara tersebut tidak menggangu tidur Bara.


"Maaf nona saya menggangu kenyamanan anda saat beristirahat. Tetapi kami mendapatkan laporan bahwa korban pembunuhan itu adalah kerabat anda." ucap seseorang yang berpakaian preman.


"Korban pembunuhan ? kerabat saya ?." tanya Dara dengan bingung.


"Benar Nona, untuk memastikan kebenarannya sebaiknya kita segera menuju lokasi kejadian." ucap pria tersebut.


"Baiklah saya akan ikut pergi, namun sebelumnya ijinkan saya membawa putra saya." jawab Dara.


Dara segera masuk dan menggendong Bara yang masih terlelap. Dan berjalan menuju pria yang mengajaknya untuk melihat apakah korban yang dimaksud adalah kerabatnya.


"Maaf nona, apakah anda tidak salah, mengajak seorang balita untuk melihat sesuatu yang tidak seharusnya ia lihat ?."


"Saya lupa menjelaskan bahwa kondisi korban sangat mengenaskan. Hanya wajahnya saja yang masih utuh. Saya takut hal itu akan membuat bayi anda ketakutan dan hal itu tidak baik bagi perkembangannya." ucap pria itu.


"Tetapi saya disini hanya berdua saja, jika saya harus pergi lalu bagaimana mungkin saya meninggalkan putra saya seorang diri di sini ?." tanya Dara.


"Baiklah jika begitu keadaannya saya akan meminta salah satu polwan yang berjaga di lokasi kejadian untuk menjaga putra anda." ucap pria tersebut sambil mengeluarkan sebuah ponsel dan segera menghubungi seseorang.

__ADS_1


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya datanglah seorang wanita yang berseragam lengkap tersenyum manis. Wanita itu begitu cantik dan sangat sopan.


"Selamat sore komandan saya siap menerima perintah selanjutnya ." ucap wanita itu dengan sikap sempurna.


"Sementara kau jaga bayi nona ini, karena beliau seorang orang tua tunggal. Dan tidak mungkin untuk membawa bayi tersebut ke lokasi kejadian." jawab pria yang disebut sebagai komandan itu.


"Nona, agar penyidikan bisa segera berjalan sebaiknya anda serahkan bayi anda kepada rekan kami. Dan kita bisa segera menuju lokasi kejadian sebelum malam." ucap pria tersebut.


Setelah berfikir sejenak, akhirnya Dara memberikan Bara dengan berat hati. Setelah itu ia mengikuti pria itu yang berjalan lebih dahulu.


Setelah berada di depan Hotel mereka segera masuk ke sebuah mobil Polisi dan segera menuju lokasi kejadian.


Setelah beberapa saat akhirnya mereka sampai di tujuan. Terlihat begitu banyak masyarakat yang berkerumun di lokasi yang mereka tuju.


Dara segera turun dan mengajak Dara untuk mendekati korban yang hanya di tutupi sebuah daun pisang.


Dara mulai gemetar, ia takut ada hal buruk berada di depannya. Dengan perlahan Polisi yang berada di tempat tersebut mendekati korban dan membuka sebagian daun yang menutupi wajah korban.


Dengan tangan yang gemetaran Data terpaksa melihat wajah korban.


Duar !!


Seperti disambar petir saat Dara melihat wajah korban. Korban adalah Aldi yang selama ini ia anggap sebagai adiknya sendiri dan selama ini menemani Dara saat ia berada di titik nol.


Dara terjatuh ke tanah dan dengan tangan yang terus bergetar ia membuka daun yang menutupi tubuh korban.


Dara telah merubah warna kain yang dikenakan oleh Aldi. Begitu banyak luka di sekujur tubuh Aldi.


Baik luka yang besar maupun luka yang kecil, namun tubuh Aldi sudah tidak menyerupai tubuh seorang anak pada umumnya.

__ADS_1


Tubuh itu seperti telah dicabik-cabik dengan pisau yang tajam dan dengan cara yang brutal. Dara tak mampu untuk menahan air matanya.


"Tidak, ini tidak mungkin ! Aldi katakan apa yang telah terjadi ! Aldi bangun Aldi bangun !." Dara berteriak dengan tak percaya.


Bagaimana mungkin Aldi bisa seperti itu, bukankah ia baik-baik saja saat ia dan Bara pergi ? lalu siapa yang tega dengan kejam menghabisi nyawa Aldi, seorang anak yang tidak berdosa ?.


"Nona anda harus tenang dan bisa bekerja sama dengan kami. Kami harap anda bisa memberikan keterangan yang jelas kepada kami." ucap salah seorang Polisi.


Setelah itu Dara dibawa menjauh dari tubuh Aldi. Dan ia dihadapkan pada sebuah tablet. Dalam tablet tersebut terdapat sebuah video dimana ia dengan tega mengores-gores tubuh Aldi dengan sangat kejam.


Ia tak memperdulikan jerit tangis Aldi yang menyebut-nyebut namanya. Bahkan dengan brutal Dara menyiksa Aldi dengan pisau yang sangat tajam.


"Tidak ! Tidak mungkin aku bisa melakukan hal itu !." ucap Dara seakan ia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Apakah maksud nona video ini adalah sebuah rekayasa belaka ? bisakah anda menjelaskannya secara detail apa yang melatar belakangi kejadian kejam ini anda lakukan kepada seorang anak yang tak bersalah ? bahkan seorang anak yang anda anggap sebagai adik kandung anda sendiri."


"Bisakah anda menjelaskan apa alasannya anda melakukan hal kejam ini ? Bisakah anda ... ." sebuah pertanyaan demi pertanyaan dilayangkan oleh petugas kepolisian itu tanpa perduli apakah Dara mendengarnya atau tidak.


Dara hanya bisa menggelengkan kepalanya, ia sama sekali tidak pernah berniat untuk mencelakai Aldi apalagi sampai tega menghabisinya.


Namun sebuah bukti berupa video kejadian itu tak mampu ia bantah. Bahkan dalam video tersebut sangat jelas ia melakukannya dengan sadar.


Bahkan ia tertawa lepas setelah melihat tubuh Aldi jatuh tak berdaya di bawah kakinya.


"Tidak ! aku tidak pernah menyakiti Aldi ! ini tidak mungkin, bahkan aku telah menitipkan Aldi kepada bik Yanti dan telah memberinya sejumlah uang demi masa depannya."


"Itu semua bohong, ini adalah rekayasa belaka. Aldi tidak mungkin mati Aldi masih hidup dan dia akan baik-baik saja." ucap Dara mencoba menjelaskan kenyataannya kepada petugas penyidik itu.


Namun apa yang ia lakukan semua sia-sia tak ada satupun yang mau mendengar penjelasannya.

__ADS_1


Tubuh Aldi dibawa dengan sebuah ambulance, pergi meninggalkan Dara yang masih berusaha untuk menjelaskan semua kejadian yang sebenarnya.


__ADS_2