Sunset Cinta

Sunset Cinta
Bab. 29. Kesempatan kedua


__ADS_3

Aldi menatap Dirga dengan tatapan yang rumit, kemudian ia menatap Ayu sangat lama. Tanpa sepatah katapun Aldi berlalu meninggalkan mereka berdua.


"Aldi tolong berilah kesempatan kedua untuk kakak." ucap Dirga sambil menarik tangan Aldi.


"Kak bukankah kak Dara telah memberikan kesempatan kedua kepala kakak ? bukankah kakak yang tidak bisa menjaga kepercayaan kak Dara dalam kesempatan kedua itu ?." tanya Aldi sambil menggelengkan kepalanya.


Setelah itu ia berjalan kembali menuju ke rumah Tio, sementara orang tua Tio melihat Aldi dari rumah Dirga langsung bergegas menuju mereka.


"Nak Aldi, dimana kakak mu ? bukankah ia hanya keluar sebentar ?." tanya ibu Tio.


"Maafkan kakak saya Bu, beliau telah pulang lebih awal karena ada urusan yang mendesak. Maafkan beliau karena tidak sempat berpamitan." jawab Aldi dengan suara yang sangat pelan.


"Tidak masalah nak, jika memang ada masalah biarlah ia menyelesaikannya terlebih dahulu. Dan ibu lihat kau baru saja dari rumah tuan Dirga, apakah kau juga mengenalnya ?."


"Tentu saja aku sangat mengenalnya Bu, beliau adalah suami sah kak Dara." jawab Aldi dan langsung masuk ke dalam rumah Tio.


"Apa ? apa maksudnya semua ini ?." ucap Ibu Tio sambil memandang Ayu dan juga Dirga yang masih diam membisu di depan rumahnya.


Lalu memandang Aldi yang masuk menemui Tio anaknya. Namun ibu Tio ikut masuk Aldi dengan bingung.


Saat berada di dalam rumah, beliau melihat Aldi yang sedang menangis. Dengan lembut ibu Tio membelai rambut Aldi.


Kini beliau mengerti masalah apa yang membuat Dara pergi tanpa pamit. Beliau juga tidak pernah menyangka bahwa Dirga dan Ayu adalah pasangan selingkuh. Dengan lembut ia memeluk tubuh Aldi yang bergetar karena menahan tangisnya.


"Aldi, kau yang sabar ya, kau harus kuat demi kakak mu Dara. Dan untuk tuan Dirga dan non Ayu, biarlah alam yang menunjukkan kekuatannya."


"Apa yang telah mereka tanam pasti akan mereka tuai pada saatnya nanti. Dan ibu akan membantu untuk mengusir mereka dari sini."

__ADS_1


"Ibu akan meminta pak RT, untuk mengusir mereka. Katakanlah kepada kak Dara, bahwa kami tidak akan membiarkan mereka hidup dengan tenang di sini." ucap ibu Tio dengan lembut.


"Bu, biarlah mereka tinggal di rumah itu, ibu jangan mengusir mereka. Aku takut mereka tidak bisa hidup di luaran sana."


"Benar kata ibu, biarlah alam yang akan menunjukkan kepada mereka, apa yang telah mereka tanam akan mereka panen pada saatnya nanti." ucap Aldi sambil mencoba untuk mengikhlaskan semua yang telah menjadi ketentuan-Nya.


Ibu Tio tersenyum menatap Aldi yang begitu tegar dan begitu dewasa. teringat saat ia di tinggalkan oleh sang suami demi wanita lain, sehingga membuatnya harus berjuang seorang diri untuk menghidupi dirinya sendiri bersama sang putra.


"Aldi sampaikan kepada kak Dara, ibu sangat berterima kasih sekali atas bantuan kak Dara. Dan besok ibu kan membawa Tio ke rumah sakit untuk melakukan pengobatan."


"Sama seperti penyakit yang di derita oleh Tio, masalah yang dihadapi oleh kak Dara akan segera berakhir." ucap ibu Tio.


Aldi mengangguk, setelah itu ia menenggak habis teh hangat yang telah disediakan untuk dirinya dan juga Dara. Setelah berbasa-basi sebentar, Aldi akhirnya berpamitan kepada Tio dan ibunya.


Ia ingin segera pulang untuk mengetahui bagaimana kondisi Dara saat ini. Meskipun tidak bisa membantu banyak hal, setidaknya ia bisa membantu untuk menjaga Bara.


Sementara itu, penjaga warung yang merasa kepo, ia segera mendatangi rumah Tio. Ia menceritakan bahwa ada seseorang yang mencari tahu tentang keluarga kecil Dirga dan juga Ayu.


Dengan jujur ibu Tio menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Setelah itu mereka saling pandang, tanpa sebuah kata mereka sepakat bahwa hal itu harus mereka simpan rapat-rapat.


Karena jika ada warga yang mengetahui kebenaran hubungan Dirga dan Ayu, pasti warga tidak akan membiarkan mereka untuk tetap tinggal di daerah mereka.


Setiap orang hanya bisa menjalani sebuah takdir yang memang sudah menjadi suratannya.


Manusia hanya bisa berharap sedangkan semuanya telah ditetapkan oleh yang membuat takdir.


Penjaga warung tersebut, akhirnya kembali setelah ia puas dan mendapatkan apa yang ingin ia ketahui.

__ADS_1


Sedangkan Dirga, langsung membersihkan dirinya dan segera kembali untuk melaksanakan aktivitas sehari-hari. Menjadi seorang anggota TNI.


Sedangkan Ayu, ia memilih untuk beristirahat, ia malas melakukan apa-apa. Ia hanya rebahan sambil memainkan ponselnya.


"Dara sekarang kau pasti sedang menangis pilu, untuk yang kedua kalinya kau melihat adegan panas kami. Seharusnya setelah peristiwa hari ini kau akan melepaskan Dirga."


"Dan setelah ini, Dirga hanya akan menjadi milikku seutuhnya. Dara jangan bilang aku sangat kejam kepada mu. Aku melakukan ini semua karena aku sangat mencintai Dirga."


"Cinta ini tumbuh saat pertama kali kau mengenalkan Dirga kepada ku. Ini semua terjadi karena kesalahan mu sendiri. Kau yang mengenalkan Dirga kepada ku."


"Tetapi alam lebih memihak ku, Dirga menyambut cintaku. Dan ia kini telah takluk di hadapan ku, pasti pelayanan mu di atas ranjang kalah dengan permainan ku, sehingga Dirga lebih memilih aku."


Hahahaha


Ayu tertawa puas, seolah ia telah memenangkan sebuah undian. Kini ia sangat yakin, bahwa Dirga akan menjadi miliknya seperti yang ia inginkan.


"Nak semua ini berkat kehadiran mu, ibu sangat berterima kasih kepada mu. Jika kau tidak hadir di tengah-tengah kami, mana mungkin Dirga akan menetap di rumah ini."


"Dan kau harus tahu, setelah hari ini, Dirga akan menjadi ayahmu seorang diri." ucap Ayu sambil mengusap perutnya yang masih rata.


Terukir senyum kemenangan di wajah Ayu. Hingga ia terlelap senyum itu masih menghiasi wajahnya.


Ayu begitu bahagia di atas penderitaan Dara. Cinta telah membuat ia buta, sehingga ia melakukan sebuah kesalahan namun ia merasa hal itu adalah benar.


Sementara Dirga, ia tidak bisa konsentrasi dalam bekerja, pikirannya terbang mengingat kejadian siang tadi.


Dimana perbuatannya dilihat oleh Dara. Sebuah kesalahan yang sama yang telah ia lakukan. Bahkan hal itu juga disaksikan sendiri oleh tuan Jonathan.

__ADS_1


Dirga tidak akan bisa lagi mendapatkan maaf dari Dara karena pasti tuan Dirga tidak akan tinggal diam setelah kejadian ini. Dirga berfikir keras bagaimana caranya agar ia bisa membujuk kembali Dara agar mau maafkan kesalahannya.


Malam ini ia harus kembali ke rumah Dara, dan ia harus segera meninggalkan Ayu dan juga anaknya agar ia bisa mendapatkan kembali Dara dan juga Bara kembali.


__ADS_2