Surga Yang Dikejar

Surga Yang Dikejar
Ancaman Dani


__ADS_3

"Maafkan aku Fa".


Zulfa menjauhkan tangannya dari tangan suaminya, buket yang dia bawa untuk ditunjukkan kepada Yusuf jatuh kelantai. Zulfa mundur beberapa langkah dari suaminya kemudian dia tersenyum.


Senyum yang dibuat seolah-olah dia bahagia, dia mengusap air matanya yang kembali jatuh dengan kedua tangannya sedangkan keluarga Yusuf hanya diam melihat begitupula dengan wanita itu.


°°°


Zulfa sudah tidak kuat lagi menahan rasa sakit di dadanya, dia keluar dari rumah mertuanya tanpa mempedulikan hujan yang semakin deras mengguyur bumi. Langit semakin gelap disertai petir membuat orang takut untuk keluar rumah.


Tanpa Zulfa sadari, Yusuf mengejar dirinya dari belakang. Teriakan Yusuf memanggil nama istrinya tidak terdengar sampai ke telinga Zulfa, Zulfa terus berlari sambil memegang dadanya yang sakit. Air matanya terus saja jatuh bercampur dengan dinginnya air hujan, tanpa sadar Zulfa berlari kearah jalan raya mengikuti langkah kakinya.


"Zulfa awas mobil!"


Brak!!


Teriakan itu terdengar bersamaan dengan Zulfa terjatuh diatas aspal, kepalanya terbentur mengeluarkan darah dan begitupun dengan perutnya, entah apa yang terjadi dia hanya pasrah kepada Allah. Pasrah dengan takdir yang telah Tuhan-Nya tuliskan.


"Hah.. hah" nafas Zulfa begitu lemah, dia berfikir apa yang sedang terjadi. Banyak orang-orang yang keluar dari mobil untuk menolong Zulfa. Suara panik dan minta tolong terdengar disekitarnya.


Apa aku akan mati? pikirnya. Lalu dia menatap laki-laki yang teriak minta tolong, "Mas Yusuf" gumam Zulfa pelan. Dia menatap langit dengan tatapan sedih, hujan begitu lebat dan dingin kemudian mata Zulfa terpejam akibat pingsan.


°°°


Semua orang berlari melewati lorong rumah sakit membuat pasang mata menatap mereka. Setelah mendapat kabar jika Zulfa masuk kerumah sakit, Ali, Fara dan Salsa bergegas menuju kerumah sakit untuk melihat Zulfa.


"Suf.. apakah Zulfa baik-baik saja?" tanya Fara uminya panik.


"Yusuf enggak tahu umi, dokter belum keluar dari tadi".


"Astagfirullah" ucap Ali frustasi.


Langkah kaki yang begitu ramai membuat semua orang yang berada disana menatap kearah sumber suara. Terlihat disana kedua orang tua Zulfa dan kedua sahabatnya berjalan dengan langkah cemas.


Aulia dengan air mata mengalir menghampiri Yusuf lalu menamparnya, tidak cukup hanya itu dia memukul dada Yusuf berkali-kali sedangkan Yusuf dia hanya diam menunduk.

__ADS_1


Fara umi Yusuf hanya diam sambil menangis di pelukan Ali suaminya. Dia tidak tega mendengar setiap perkataan Aulia yang menjelek-jelekkan anaknya.


"Tenangkan dirimu" kata Faqih lalu memeluk istrinya.


Hendra dan Desi hanya diam mereka merasa sedih atas peristiwa yang telah terjadi kepada sahabatnya. Semua orang menatap kearah pintu yang terbuka, memperlihatkan dokter yang keluar dari ruangan itu.


Dokter itu bingung saat dihampiri begitu banyak orang lalu membuang nafas lelah "Disini siapa keluarga pasien?"


"Saya suaminya dok" jawab Yusuf.


Dokter itu menatap Yusuf dengan raut sedih "Kami akan melakukan operasi untuk mengangkat bayi dalam perut istri anda karena mengalami keguguran tetapi sebelum itu dari pihak rumah sakit harus mendapatkan persetujuan dari pihak keluarga".


Yusuf yang mendengar itu kaget bukan main "Bayi?, Keguguran" tanyanya tidak percaya.


"Iya, apakah bapak tidak mengetahui jika istri anda sedang hamil?".


Semua orang kaget mendengar apa yang diucapkan dokter, begitupun dengan Yusuf sampai dia tidak bisa menahan tubuhnya sehingga Salsa memegang tangan suaminya supaya tidak terjatuh.


"Lakukan yang terbaik dok, yang terpenting nyawa putri saya selamat" ucap Faqih yakin.


Dokter itu mengangguk lalu mengarahkan Faqih untuk mengurus administrasi. Setelah kepergian dokter semua orang sibuk dengan pemikirannya masing-masing, Aulia yang berdiri di samping pintu kemudian pergi menyusul suaminya.


Hendra dan Desi bersandar di tembok yang berada didepan Yusuf, mereka menatap suami Zulfa lalu bergantian dengan istri keduanya. "Dasar perusak hubungan orang" guman Desi benci.


Hendra membuang nafas lelah, dia mengalihkan pandangannya dan tidak sengaja melihat Dani yang berjalan mengepalkan tangannya.


"Dani?" ucap Hendra tidak percaya. Desi yang mendengar Hendra mengucapkan nama Dani memandang kearah yang Hendra lihat. Alangkah terkejutnya saat Dani yang tiba-tiba menarik Yusuf lalu memukul dia secara bertubi-tubi.


"Sudah gue bilang jangan sakiti Zulfa" kata Dani masih memukul wajah Yusuf. Yusuf tidak diam, dia juga membalas setiap pukulan yang diberikan oleh Dani. Tubuh yang sama tinggi membuat mereka mudah untuk bertarung, Hendra yang baru sadar cepat-cepat memisahkan mereka sebelum keributan ini terdengar dari pihak rumah sakit dan berakhir dengan mereka diusir.


"Kamu gila ya Dan" ucap Hendra menahan tubuh Dani. Sedangkan Yusuf dia dibantu oleh istrinya Salsa.


"Lepasin gue"


"Ini rumah sakit Dan, tenangkan dirimu".

__ADS_1


"Gimana gue bisa tenang jika dia nyakitin Zulfa sampai kaya gini".


"Dengerin aku Dan, kamu pernah bilang bakalan bawa Zulfa saat suaminya nyakitin dia dan ini kesempatan kamu. Bujuk Zulfa lalu bawa dia ke London" ucap Desi menenangkan Dani.


Yusuf yang mendengar itu mendekat Dani dengan wajah tidak suka "Aku nggak akan biarin istriku diambil oleh mu".


"Kita lihat saja nanti" ucap Dani tenang lalu menghampiri kedua orang tua Zulfa. Dani masih berfikir dengan waras, jika dia membuat keributan didepan orang tua Zulfa mereka tidak akan segan-segan mengusir dirinya walaupun Dani tahu seberapa dekatnya dia dengan kedua orang tua Zulfa.


Desi menghampiri Yusuf "Lepaskan Zulfa lalu bahagialah dengan istri barumu, tenang saja Dani pria baik yang tulus mencintai Zulfa".


"Aku tidak akan melepaskan Zulfa sampai kapanpun".


Desi mengangkat bahunya acuh lalu menghampiri kedua orang tua Zulfa. Yusuf yang melihat Hendra menghampiri dirinya tersenyum mengejek. "Kamu akan menghina diriku juga?"


Hendra menggeleng "Aku kenal Zulfa, dia tidak akan melepaskan cintanya walaupun semua orang menolak terhadap hubungannya. Jadi jangan sakiti dia untuk kedua kalinya" kata Hendra menepuk bahu Yusuf lalu menghampiri calon istrinya.


Yusuf terdiam lalu tersenyum, dia kemudian melangkahkan kakinya menuju mushola untuk melakukan solat isak. Salsa menatap tidak suka kepada keluarga dan teman-teman Zulfa, sebelum Salsa bertemu dengan Zulfa dia sudah membenci wanita itu karena membuat suaminya terluka.


Seberapa hebat kamu Zulfa, sampai dikelilingi oleh orang-orang yang menyayangi mu? batinnya lalu mengikuti langkah suaminya menuju mushola.


"Hatinya penuh dengan perasaan iri" ucap Desi kepada Hendra.


"Bagaimana kamu tahu".


Desi kemudian menyikut perut Hendra "Karena aku pernah dalam posisi seperti wanita itu".


Hendra hanya tersenyum sambil mengelus pucuk kepala Desi, "Habis operasi minta maaf sama Zulfa ya".


"Hehe.. iya iya suamiku yang baik hati".


"Calon".


"Hah.. bisa nggak sih lo berdua hentikan ke'uwuan kalian, hormatilah yang belum menikah" ucap Dani tidak suka.


Sedangkan Hendra dan Desi hanya tertawa lalu diikuti oleh Dani. Benang persahabatan yang mereka buat kembali menyatu membuat kisah kembali. Disisi lain doa yang Zulfa panjatkan terkabul bersamaan dengan musibah yang sedang dia alami.

__ADS_1


°°°


Author : Kasih satu kaya Dani Ya Rabb, gapapa nakal yang penting ganteng :v


__ADS_2