Surga Yang Dikejar

Surga Yang Dikejar
Aku Ingin Egois


__ADS_3

Yusuf dan Zulfa memasuki rumah mereka, setelah lima hari berada di rumah sakit sekarang keadaan Zulfa telah sembuh total. Mereka bersyukur saat Zulfa kecelakaan tidak ada yang patah satu pun. Selama lima hari dirumah sakit, Yusuf menemani istrinya sampai sembuh dan menunda pekerjaannya.


"Fa duduk dulu jangan kebanyakan gerak".


"Mas, dokter bilang Zulfa sudah sehat kok. Jadi mas Yusuf jangan khawatir kaya gitu".


Yusuf mencubit hidung Zulfa gemas "Jangan membatah kata suami"


"Iya mas, Zulfa minta maaf hehe".


"Kamu mau apa, biar aku ambilkan".


Gelengan Zulfa membuat Yusuf kembali bertanya dan istrinya itu tidak membutuhkan apa-apa. Dia menepuk sofa disampingnya agar suaminya itu duduk "Mas aku mau dengar penjelasan kamu".


"Fa kamu habis sembuh lo".


"Mas kumohon" pinta Zulfa dengan wajah memelas yang membuat Yusuf tidak dapat menolak permintaan istrinya itu.


Yusuf menghela nafas lalu duduk di samping istrinya sambil menghadap sang pemilik mata coklat indah itu "Kamu mau aku jelaskan yang mana?".


"Semuanya".


"Hah.. tapi janji kamu jangan sakit hati".


Zulfa mengangguk beberapa kali lalu mengangkat jari kelingkingnya.


"Namanya Salsa, umurnya lebih muda 2 tahun dariku. Dia lahir dari keluarga yang kaya, ayah Salsa dan abiku adalah sahabat baik, mereka dulu berjanji akan menjodohkan anak mereka kelak".


Yusuf ragu dan takut melanjutkan ceritanya saat Zulfa hanya diam tanpa menunjukkan ekspresi "Saat aku memilih kamu sebagai istriku mereka berdua membatalkan janji mereka tetapi saat kedua orang tua Salsa meninggal akibat kecelakaan pesawat aku mau tak mau harus menepati janji yang dibuat abiku".


"Kapan kalian menikah?, apakah dua minggu mas Yusuf sibuk itu mempersiapkan pernikahan".


Yusuf mengangguk takut sedangkan Zulfa dia tertawa menahan air matanya yang jatuh " Kenapa nggak cerita sama Zulfa?"


"Aku takut kamu akan pergi meninggalkan aku".


Zulfa menggeleng "Saat wisuda mas Yusuf kemana, kenapa nggak datang?".


"Kalau itu, sebenarnya aku mau datang tetapi dicegah kedua orang tuamu. Mereka telah mengetahui tentang pernikahan siriku dan memintaku untuk menceraikan mu, aku nggak terima saat itu. Aku bersi keras untuk mempertahankan kamu walaupun ditampar dan dihajar oleh bundamu berkali-kali".


Istrinya itu menangis dan membuat Yusuf merasa bersalah. "Maaf mas, aku kira aku akan kuat mendengar kenyataan ini tetapi aku salah. Aku malah nangis kaya anak kecil".


"Enggak Fa, jangan nangis ya ini semua kesalahanku" ucapnya lalu menghapus air mata Zulfa.


"Mas, kamu sudah menyentuh dia?".

__ADS_1


"Belum, aku akan menunggu izin dari kamu untuk menyentuhnya".


"Jangan sentuh dia" pinta Zulfa dan membuat Yusuf mengangguk.


"Aku ingin sedikit egois mas untuk sementara waktu ini, aku ingin menguatkan diriku dulu menerima kenyataan yang membuat diriku syok".


"Aku paham, sedikit egois nggak apa-apa".


Zulfa mengusap air matanya lalu tersenyum memandang suaminya "Terus dia gimana?".


"Dia sekarang tinggal dirumah abi sama umi, aku sudah izin sama Salsa bakal disini beberapa minggu".


"Mas kamu harus adil terhadap semua istrimu".


"Iya aku bakal adil, tapi.." katanya terhenti lalu memeluk Zulfa manja, menyandarkan kepalanya di pundak istrinya. "Tapi wanita yang paling aku cintai adalah kamu Fa, sampai kapanpun".


"Aku harap begitu mas" harap Zulfa lalu membalas pelukan suaminya.


"Fa"


"Iya mas".


"Katanya kamu sudah sehat kan, jadi boleh nggak kita lakuin itu. Aku kangen".


"Lakuin itu apa mas, maksud mas Yusuf apa?"


Aku ingin memiliki kamu sendiri mas, tetapi Allah tidak mengizinkan keegoisanku, batin Zulfa.


°°°


"Kamu main game mas, apa nggak capek udah malam juga" ucap Zulfa keluar dari kamar mandi.


"Enggak, aku main game itu supaya hilangin stres dan menyalurkan hobi".


"Aku nggak sangka kamu ternyata suka main game kaya gini" kata Zulfa mendekat kearah suaminya.


Dia melihat Yusuf yang menutupi tubuhnya dengan selimut, terlihat jika dia kedinginan setelah mandi. Zulfa yang diabaikan suaminya itu mendekat kearah Yusuf lalu berusaha masuk kedalam dekapan sang suami.


Zulfa tersenyum saat dirinya telah dipeluk oleh Yusuf sedangkan suaminya itu masih saja fokus dengan televisi atau lebih tepatnya gamenya.


"Mas, aku cemburu nih".


"Cemburu sama siapa?".


"Game kamulah masak sama bunda".

__ADS_1


Yusuf menghela nafas lalu menaruh dagunya di atas rambut Zulfa yang masih basah"Sama game aja cemburu".


"Iyalah, lihat kamu sekarang lagi tatap-tatapan sama televisi, terus kalau dia hidup uhh.. pasti udah kedip-kedip genit".


"Yaahh kalah" teriak Yusuf yang membuat Zulfa kaget.


"Astagfirullah mas, kamu buat aku kaget".


Yusuf mencium pipi Zulfa gemas dia lalu memeluk kembali istrinya dan melanjutkan kembali bermain game. Zulfa diam kembali dengan wajah kesal dia menatap sengit kearah televisi mengisyaratkan jika dia akan membunuh tv itu.


Jika tv itu hidup dia pasti sedang bingung dan berpikir, salah dia apa. Pasangan lucu yang membuat setiap orang merasa iri, mereka selalu menunjukkan tawa dan senyuman yang membuat orang-orang berfikir jika rumah tangga mereka adalah paling sempurna tetapi kenyataannya, semua itu hanya berdasar pada katanya bukan nyatanya.


"Mas dulu kamu nakal ya?".


"Kok tahu sih sayang, kalau aku dulu nakal?".


"Iya dari sikap kamu main game, kamu tadi mau ngucapin kata-kata terlarang lo, aku nggak mau ya anak aku nakalnya nurun dari kamu".


"Hahaha.. malah aku suka jika anak aku nakal saat muda daripada tua nanti, berarti dia lagi asik-asiknya mencari jadi dirinya".


Zulfa mencubit tangan Yusuf pelan "Jangan bilang kamu dulu hobi banget berantem, setelah nikah sama kamu aku lihat bekas luka di beberapa bagian tubuhmu".


"Dengar Fa, aku bukan pria baik seperti baginda Rasulullah. Pasti aku mempunyai sifat jelek yang jarang diketahui kebanyakan orang tetapi aku berusaha bersikap baik untuk memuliakan istri ku dan menjaga dia. Jujur dulu aku hobi banget tawuran apalagi aku dulu masuk smk uhh.. jiwa silatku terpanggil saat itu".


Entah Zulfa bangga atau malu dia bingung saat ini, suaminya itu bercerita dengan bangganya dirinya dulu saat masa-masa tawuran waktu smk.


"Aku mau anak kita nanti masuk smk"


"Tidak!" jawab Zulfa tidak terima.


"Haduh kaget aku, kenapa sih tiba-tiba teriak"


"Masa mas tega sih masukan anak kita kesana, terus kalau dia perempuan gimana?. Aku nggak mau anak aku nanti tomboy ya".


"Kalau perempuan ya masukkan ke pondok lah, kalau laki-laki baru ke smk".


Hah.. Zulfa menghela nafas lelah dia sangat lelah berdebat dengan suaminya. Dia kemudian merebut selimut yang digunakan untuk menutupi tubuh suaminya lalu berbaring disamping Yusuf.


"Sayang aku kedinginan"


"Aku mau tidur mas, ngantuk".


Yusuf hanya memaklumi tingkah istrinya itu, dia sadar bahwa Zulfa masih muda dan masih mempunyai sifat kekanak-kanakan. Yusuf kemudian mengambil bantal yang berada di lemari lalu menumpuk menjadi satu untuk dia bersandar kemudian memasukkan tubuhnya kedalam selimut untuk menghilangkan hawa dingin.


Zulfa memeluk suaminya dari samping dan menaruh kakinya diatas kaki Yusuf yang masih saja bermain dengan gamenya.

__ADS_1


Berani-beraninya kamu merebut perhatian suamiku, lihat saja nanti kamu televisi dan play station, batin Zulfa mengancam.


__ADS_2