Surga Yang Dikejar

Surga Yang Dikejar
Zulfa Dan Salsa


__ADS_3

"Mas Yusuf..!!" suara teriakan bersamaan dengan petir yang terdengar sangat keras membuat orang dengan refleks menutup telinga mereka.


Zulfa meraba-raba sekeliling untuk mencari handphone tetapi dia tidak menemukannya, keringat telah membasahi keningnya, dia meraba dinding untuk membantunya berjalan supaya tidak menabrak barang-barang.


Rumahnya gelap, tidak ada satu pun lampu yang menyala. Semua lampu mati bersaman dengan petir yang menggelegar tadi. Dia cepat-cepat membuka korden jendela kamarnya untuk mendapatkan cahaya walaupun remang-remang. Zulfa menatap keluar rumah yang begitu gelap, lampu-lampu jalan mati ditambah hujan mengguyur malam ini membuat panik.


Dia tersadar kemudian mencari handphonenya menghubungi suaminya untuk datang kemari, jujur Zulfa sekarang benar-benar takut apalagi tidak ada satupun pencahayaan disini dan dia dirumah sendiri.


Di satu sisi, Yusuf memakai jas hujannya dengan tergesa-gesa dia menghawatirkan Zulfa yang sendirian dirumah. Salsa yang melihat Yusuf keluar rumah menghampirinya dengan membawa senter "Mau kemana mas malam-malam kaya gini?".


"Kerumah, Zulfa sendirian disana".


"Aku juga sendirian mas, apalagi listrik sedang mati. Aku juga takut bukan Zulfa saja".


"Ahh" Yusuf berteriak frustasi "Kamu kunci pintu lalu ikut aku" perintahnya yang mendapat anggukan dari Salsa.


Yusuf menyalakan motornya lalu menunggu Salsa keluar dari rumah. Setelah rumah telah dikunci semua, Salsa berlari kearah motor yang telah terpakai didepan rumah. Dia menerobos hujan untuk menghampiri Yusuf lalu mengenakan jas hujan.


"Pegang perutku Sal"


Salsa mengangguk lalu memeluk Yusuf dari belakang, dia mendekap tubuh suaminya erat berharap waktu sekejap berhenti. Dia ingin menghabiskan waktu berdua seperti ini tanpa harus berbagai lagi.


°°°


Zulfa menatap keluar rumah dengan penuh harap, dia belum beranjak dari kamarnya karena takut, dia hanya pasrah dan menunggu suaminya datang. Hanya senter hp yang sedikit membuat Zulfa merasa tenang. Lalu beberapa detik kemudian dia tersenyum senang saat motor yang dia kenal berhenti didepan rumahnya.


Tetapi senyum itu memudar saat Yusuf bersama wanita yang Zulfa rasa adalah istri keduanya. Zulfa cepat-cepat bangkit dari duduknya lalu turun kebawah untuk membukakan pintu.


"Mas Yusuf" peluk Zulfa setelah membuka pintu untuk mereka berdua. Yusuf mengusap pundak istrinya lalu mengandeng tangan Zulfa supaya duduk di sofa ruang tamu. Rumah itu tampak gelap tanpa penerangan satupun, Salsa yang diabaikan oleh Yusuf mengepalkan tangannya menahan marah.


Dia merasa cemburu serta iri saat Zulfa diperlakukan manis oleh suaminya sedangkan dia diajak masuk saja tidak apalagi digandeng seperti tadi, jujur Salsa benci sekali dengan wanita itu.


"Kamu nggak apa-apa kan?" tanya Yusuf khawatir.


"Iya mas, Zulfa baik-baik saja".


"Rumah nggak ada lilin?"

__ADS_1


"Kayaknya enggak" jawab Zulfa jujur lalu melirik Salsa sekilas. Terlihat disana raut wajah tidak suka darinya, Zulfa berfikir apakah dia marah saat waktu berdua dengan suaminya dia ganggu. Ah mungkin nanti aku harus minta maaf dengannya, pikir Zulfa.


"Kalau gitu aku pergi beli lilin dulu, sekalian makanan kayaknya kamu lapar".


"Nggak usah mas diluar hujan" cegah Zulfa.


"Nggak apa-apa Fa, kamu disini aja".


"Mas aku ikut" ucap Salsa yang ikut berdiri.


"Kamu dirumah aja temenin Zulfa, kasihan dia sendirian dirumah saat gelap kaya gini".


"Zulfa bukan anak kecil mas, dia pasti bisa jaga dirinya sendiri".


"Sal kumohon" pinta Yusuf dan Salsa menyerah mengiyakan permintaan suaminya. Yusuf kemudian pamit untuk membeli lilin dan meninggalkan para istrinya itu.


Sepi tanpa obrolan, mereka sama-sama bungkam dalam kegelapan membuat suasana semakin mencekam hanya lampu handphone yang membuat sekitar sedikit membaik. Zulfa berfikir dalam diam, dia menyusun kata-kata untuk berkenalan dengan Salsa istri kedua suaminya. Zulfa juga berfikir sebaiknya dia memanggil Salsa dengan sebutan kak atau tidak karena usianya lebih tua darinya walaupun dia adalah istri kedua Yusuf.


"Lo bahagiakan lihat gue nggak deket sama suami lo itu".


"Ha?" jawab Zulfa kaget.


"Ah soal itu, maaf kak aku nggak tahu kalau hari ini mati lampu".


Salsa memijat keningnya lalu menatap Zulfa "Gue pusing, gue kaya perusak hubungan orang tapi gue nggak munafik. Kalau gue boleh jujur gue juga suka Yusuf sejak pertama kali bertemu jadi kalau lo berduaan sama gue tunjukkin aja sifat asli lo".


Hati Zulfa seketika sakit mendengar pengakuan dari Salsa, dia tidak menyangka jika Salsa juga menyukai suaminya. Ternyata rasa tidak ikhlas membagi suami itu seperti ini, menyakitkan.. batin Zulfa. Zulfa hanya memainkan gamisnya untuk menahan rasa sakit yang dia alami.


"Fa" panggil Salsa yang membuat Zulfa menatap wanita itu.


"Gue minta tolong sama lo, izinkan gue tinggal di sini. Gue nggak enak banget sama mertua gue, repotin banget kalau gue numpang terus disana".


Zulfa mengangguk lalu tersenyum "Iya kak, Zulfa izinkan kok kak Salsa tinggal disini lagian ini rumah kak Salsa juga".


Hentikan Fa, hentikan senyum bodohmu itu. Bilang kalau kamu nggak setuju jika Salsa tinggal disini, pikiran Zulfa yang bertentangan dengan hatinya.


"Baguslah kalau lo paham posisi lo" ucap Salsa lalu memainkan hpnya, dibalik itu dia tersenyum bahagia karena bisa lebih dekat lagi dengan Yusuf. Dan setelah itu tidak ada percakapan diantara mereka, Zulfa dan Salsa sama-sama diam dan sibuk dengan hp mereka masing-masing sampai tidak menyadari kedatangan Yusuf disana.

__ADS_1


"Kalian nggak berantem kan?" ucap Yusuf tiba-tiba yang membuat Zulfa dan Salsa kaget.


"Mas Yusuf buat aku kaget aja, astagfirullah jantungku".


"Lagian kalian berdua pada diam aja, kukira kalian lagi marahan".


"Enggak kok mas, aku sama Zulfa nggak marahan apalagi jambak-jambakan.. ya kan Fa" kata Salsa kepada Zulfa dan dijawab anggukan oleh Zulfa.


Mereka bertiga menghabiskan malam dengan bercerita dan saling mengenalkan diri, terkadang Salsa membuat lelucon untuk menghangatkan suasana selain itu mereka juga lomba menghabiskan makanan dan berakhir dengan Yusuf keluar sebagai juaranya.


Jam dinding menunjukkan pukul 12 malam, tak terasa malam begitu larut dan listrik belum juga menyala. Yusuf melirik kesebelah kanannya saat kepala Salsa bersandar dipundaknya, istirnya itu tertidur entah mengantuk atau kekenyangan.


"Jangan cemburu" kata Yusuf menggenggam tangan Zulfa lalu mencium tangan itu lembut untuk menenangkan istrinya itu.


"Bahagia ya punya istri dua".


"Iya" jawab Yusuf asal dan mendapat tatapan tidak percaya dari Zulfa.


"Aku cuma bercanda Fa, jujur aku tersiksa saat kamu pura-pura bahagia di depanku. Lebih baik kamu menangis daripada menunjukkan senyum yang sok kuat itu, itu lebih membuatku sakit hati daripada tangisanmu".


"Mas.." kata Zulfa yang ikut bersandar di pundak Yusuf. "Semua ini sudah takdir Allah, aku sebagai hambanya hanya pasrah dan sabar menerima setiap takdir yang dituliskannya".


"Kamu terlalu baik Fa, aku bersyukur mempunyai istri kaya kamu".


"Makasih" ucap Zulfa lalu bangkit, dia menatap Salsa lalu menyuruh Yusuf untuk mengendongnya memindahkan dia ke kamar ruang tamu.


"Mas aku naik dulu, kamu tidur sama Salsa. Hari ini kan jatah kamu habiskan waktu sama dia".


Yusuf menggeleng, dia mengambil selimut yang terdapat di lemari kamar tamu. Lalu memeluk istrinya dari belakang yang membuat Zulfa kaget. Yusuf mendorong tubuh mungil itu menuju ruang tamu.


"Temani aku Fa, sebelum aku terbangun besok dan menerima kenyataan ini".


"Kayaknya aku deh yang harusnya bilang kaya gitu".


Yusuf diam dia menarik istrinya untuk tidur di sofa ruang tamu, sofa panjang dengan ukuran lebar itu dapat memuat tubuh Yusuf dan Zulfa. Mereka berdua berpelukan, saling berbagi cerita tentang kisah mereka, saling mendekap seakan mereka akan terpisah jauh. Malam begitu larut membuat dua insan itu terlelap menemui alam mimpi, lilin yang menyala semakin meleleh karena terbakar. Menjadi saksi bisu kisah pilu mereka berdua.


°°°

__ADS_1


Author : Tidak disarankan untuk para kaum laki-laki melakukan poligami, kalian nggak akan kuat biar Yusuf aja ;)


__ADS_2