Surga Yang Dikejar

Surga Yang Dikejar
Salsa


__ADS_3

Tidak terasa dua minggu telah berlalu, hari-hari indah mereka lewati bersama. Tawa canda memenuhi kehangatan rumah ini, hari ini adalah giliran Yusuf untuk tinggal dengan istri barunya. Benar kata Zulfa dia harus bersikap adil terhadap semua istrinya walaupun Yusuf tahu dia tidak mencintai Salsa.


"Mas Yusuf mau kerumah abi sekarang?".


"Iya, kamu berani kan tinggal di rumah sendirian".


Zulfa mengangguk lalu mencium tangan Yusuf "Hati-hati".


"Iya, lagian dekat kok".


"Mobil mas Yusuf ditinggal disini, berarti kesana naik motor?".


"Iya Fa, mobil sengaja aku tinggal supaya kamu bisa pergi. Tapi kalau mau keluar izin aku dulu".


"Iya suamiku, terima kasih" ucap Zulfa kemudian dia mengantar suaminya sampai pintu gerbang "Eh mas tunggu dulu".


"Ada apa?"


"Aku boleh kerja nggak, bosen dirumah terus".


Yusuf menatap Zulfa dengan wajah tidak suka "Enggak boleh biar aku saja yang kerja kamu dirumah saja berbakti sama suami".


"Huh ngomongnya kaya cuma punya istri satu aja" cibir Zulfa.


"Kamu bilang apa Fa?".


"Hehe.. enggak kok mas, hati-hati ya".


"Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikumsalam"jawab Zulfa kemudian memasuki rumahnya.


°°°


Sesampainya di rumah abinya, Yusuf memprakirakan motornya di garasi milik sang ayah. Aroma masakan kesukaannya tercium dari luar membuat Yusuf menjadi lapar, dia memasuki rumah itu setelah mengucapkan salam.

__ADS_1


"Mas Yusuf sudah datang, sini mas makan dulu aku sudah buatkan makanan kesukaan kamu" ucap Salsa menghampiri Yusuf setelah menaruh lauk itu di atas meja.


"Abi sama umi kemana?".


"Katanya mereka keluar kota".


"Kamu sendirian disini?" tanya Yusuf lalu mendapat anggukan dari Salsa.


Yusuf menghampiri meja makan kemudian mengambil makanan yang dimasak oleh Salsa, sebelum memakan makanannya dia membaca basmalah terlebih dahulu.


"Mas, istri kamu dirumah sendirian?" tanya Salsa tiba-tiba.


"Iya memangnya kenapa?".


"Dia belum izinkan aku tinggal disana?".


Yusuf hanya menggeleng dia malas membahas pembicaraan ini dan membuat selera makannya hilang.


"Mas aku akan bilang sama dia langsung kalau gitu".


Salsa diam menahan kekesalannya, lagi-lagi Yusuf lebih memihak kepada istri pertamanya padahal dimana-mana istri kedualah yang paling disayang. Dia sebenarnya malu tinggal serumah dengan orang tua Yusuf karena merepotkan mereka. Apakah anak kecil itu tidak bisa menurunkan sedikit egonya untuk menolongku, batin Salsa kesal.


Setelah makan selesai Yusuf membawa piring kotor itu menuju wastafel, Salsa yang melihat suaminya itu kaget "Mas biar aku saja yang cuci piring".


"Nggak apa-apa Sal, lagian aku sudah biasa cuci piring kaya gini. Biasanya habis makan aku sama Zulfa langsung ke dapur buat cuci piring".


"Aku naik dulu ya" ucap Yusuf setelah mencuci piringnya, dia kemudian mengusap kepala Salsa lalu meninggalkan wanita itu sendirian di dapur.


"Zulfa.. Zulfa.. Zulfa terus, kenapa sih dia selalu bahas Zulfa padahal disini ada aku sekali-kali perhatikan aku juga bukan istrimu itu terus".


Salsa meninggalkan dapur setelah selesai mencuci semua piring kotor itu. Dia kemudian naik keatas menyusul Yusuf alangkah kagetnya Salsa saat melihat Yusuf hanya mengenakan handuk yang menutupi pinggangnya.


"Ah kamu disini Sal, sebenarnya aku mau ambil pakaian tapi karena gerah aku numpang mandi sekalian. Maaf ya, aku bakal keluar sekarang".


"Nggak usah mas, mas Yusuf ganti baju sekalian aja disini lagian aku juga mau mandi".

__ADS_1


Salsa kemudian berlari kearah kamar mandi lalu menutup pintunya, dia menetralkan detak jantungnya. Kakinya gemetar sehingga dia terduduk di depan pintu kamar mandi yang telah dia kunci "Gila-gila itu tadi tubuh suami gue, gila banget, banyak banget rotinya. Gue kira Yusuf cowok yang nggak jaga tubuhnya ternyata pemikiran gue salah".


"Pasti hebat banget gue kalau bisa nyentuh semua perut dia, apalagi tadi otot tangannya. Mantan gue aja kalah, beruntung banget lo Fa, gue jadi iri sama lo".


Salsa kemudian bergegas untuk mandi dan mendinginkan otaknya. Entah mengapa setiap dia mandi selalu saja teringat masa lalunya. Jika kalian berfikir Salsa adalah wanita baik-baik pemikiran kalian salah besar. Salsa adalah seorang wanita yang terlahir dari keluarga kaya, masa mudanya dia habiskan dengan berfoya-foya.


Ayahnya yang begitu memanjakan putrinya membuat Salsa semakin berani menghamburkan uang dan mentraktir teman-temannya apalagi dengan kedua orang tuanya yang sibuk membuatnya bebas melakukan apa saja yang dia mau.


Tetapi kesenangannya itu berakhir saat kecelakaan terjadi, tanpa sengaja Salsa menabrak sepeda motor dan membuat korban meninggal dunia. Ayah Salsa geram dengan kelakuan putrinya itu lalu dia memasukkan Salsa ke pondok pesantren milik sahabatnya.


Dan saat itulah dia bertemu dengan Yusuf, setiap hari dan waktu Salsa selalu memandang wajah Yusuf dan mencari tahu apa yang dia sedang lakukan. Cinta pada pandangan pertama, cinta yang belum pernah Salsa rasakan selama hidupnya.


Salsa tersenyum dibawah guyuran air shower, dia mengingat kenangan saat pertama kali bertemu dengan Yusuf. "Ucapanku ternyata benar saat pertama kali datang kesini, aku akan memiliki kamu dan sekarang apa kamu sudah jadi milikku" tawa Salsa malu.


"Ah sial, aku lupa bawa handuk" katanya setelah selesai mandi.


"Mas Yusuf" panggil Salsa setengah membuka pintunya.


"Mas Yusuf tolong ambilkan handuk, aku lupa bawa nih".


Yusuf yang sedang asik membaca buku menatap kearah kamar mandi lalu membawa handuk, dia terdiam sejenak saat melihat pundak Salsa yang putih dan mulus.


"Mas mana handuknya" ucap Salsa yang membuat Yusuf tersadar.


"Ini, lain kali jangan lupa bawa handuk kalau mau mandi".


"Hehe iya makasih".


Yusuf mengusap wajahnya kasar setelah pintu kamar mandi tertutup dia kemudian dikejutkan kembali oleh Salsa yang hanya menggunakan handuk untuk menutupi tubuh indahnya.


Kulit putih, mulus, halus itulah yang dilihat Yusuf saat ini. Tubuh Salsa berbanding terbalik dengan Zulfa, Salsa yang memiliki tubuh bak model membuat siapa saja khilaf jika melihatnya hal itu berbanding terbalik dengan Zulfa, Zulfa hanya memiliki tubuh yang kecil tetapi hal itu membuat Yusuf mencintai istirnya.


Yusuf kemudian mengucapkan istighfar lalu keluar meninggalkan kamar itu, walaupun dalam agama sah jika dia istrinya dan Yusuf berhak terhadapnya. Tetapi hal itu membuat dia teringat perasaan Zulfa, dia tidak ingin menyakiti hati Zulfa lagi dan lagi.


°°°

__ADS_1


Author :  Senangnya dalam hati.. beristri 2, :v


__ADS_2