
Ketika Yun Xiao telah menekan tombol pembelian dan menkonfirmasi bahwa pembeliannya telah selesai, tiba-tiba saja muncul sebuah cahaya berwarna putih dengan sedikit keemasan yang sangat menyilaukan didepan kedua mata Yun Xiao, dia juga harus sampai menutupi kedua matanya dengan menggunakan satu tangannya.
Cahaya putih keemasan itu perlahan-lahan meredup hingga membuat cahaya putih keemasan yang menyilaukan itu menghilang secara perlahan-lahan secara misterius, lalu dari tempat asal cahaya putih keemasan itu muncul; Seorang Wanita Muda sekitar umuran 20 tahun, dengan rambut coklat kemerahannya ditahan oleh aksesori phoenix yang tampak mulia, Wajahnya yang tenang dan cantik membawa keanggunan dan kemuliaan yang tidak bisa disembunyikan oleh gaun ketat biru sederhana yang menyembunyikan bentuk tubuh indah dan montoknya sambil memegang pedang panjang di tangan kanannya, pedang panjang yang tampak aneh itu memancarkan cahaya berwarna putih, sebuah payung mewah berwarna merah muda dengan gambar bunga pada motifnya, berada di tangan kirinya.
Yun Xiao yang melihat kemunculan Wanita Muda cantik didepannya membuat dia sedikit terpesona hingga membuat dia memerah sesaat, sebelum dia menggeleng kepalanya berkali-kali mencoba untuk tenang dirinya, dia bergumam berkali-kali. "Aku hanya menyukai Kakak Lan!"
Wanita muda yang berdiri didepan Yun Xiao hanya berkedip beberapa kali di kedua mata kecilnya yang indah untuk menilai Yun Xiao, Yun Xiao yang sedang dinilai oleh Wanita Muda cantik itu hanya mengabaikan tatapan Wanita Muda itu, Wanita Muda itu mulai melakukan gerakan hormat dengan sangat anggun dan berkata. "Diao Chan telah bertemu dengan Tuan Muda untuk pertama kalinya!"
Yun Xiao yang mendengarkan suara indah dari Diao Chan akhirnya tersadarkan diri, dia melihat kearah Diao Chan yang masih hormat kepada dirinya, Yun Xiao mencoba untuk menenangkan sosok dirinya terlebih dahulu, lalu ketika dia sudah tenang dia menatap langsung kearah Diao Chan dan berkata dengan tenang dan tegas. "Bangun!"
Yun Xiao melihat kearah Diao Chan, yang mana kalau Diao Chan telah berhenti untuk memberi hormat kepada dirinya, Diao Chan berdiri dalam diam sampai menunggu perintah Yun Xiao yang merupakan Tuannya.
Yun Xiao berpura-pura batuk untuk mencoba menenangkan suasana sebelum dia berkata. "Baiklah, aku adalah Yun Xiao, mulai sekarang kau akan menjadi pelayan pribadiku, formalitas tidak dibutuhkan ketika menjadi Pelayanku, karena aku sudah menganggap kau sebagai teman dan rekanku, jadi mulai sekarang mohon bantuannya, Chan'er."
Diao Chan yang mendengarkan perkataan intim dari Yun Xiao menjadi terkejut, lalu senyum tipis yang indah terlihat dari wajah cantiknya dalam beberapa detik sebelum wajah tenangnya kembali lagi.
"Baik, saya akan berkerja keras karena itu mohon bantuannya juga, Tuan Muda." Diao Chan memberikan sedikit hormatnya kembali kepada Yun Xiao, namun tindakan Diao Chan ini membuat alis Yun Xiao mengerutkan alisnya karena tidak puas, lalu dia hanya menghelakan nafas berat, sebab Yun Xiao berpikir bahwa tidak peduli berapa banyak dia meminta kepada Diao Chan untuk menghentikan formalitasnya akan selalu berakhir diabaikan, karena itu Yun Xiao telah memutuskan untuk menyerah dari awal daripada harus mencari jawaban yang harusnya sudah diketahui, pasalnya Diao Chan sangat mirip dengan pelayan-pelayannya di Domain Dewa yang selalu menggunakan formalitas kepadanya, meski sudah diberitahu untuk tidak melakukan formalitas terhadap dirinya.
Yun Xiao yang telah duduk ditempat tidurnya, hanya melihat kearah Diao Chan yang masih berdiri diam ditempat yang sama ketika dia muncul pertama kalinya tanpa sedikit pun melakukan gerakan satu inci, dia memutuskan untuk membiarkan Diao Chan berdiri dalam diam disana tanpa perintah sampai Yun Xiao melihat dan memahami status milik Diao Chan sampai selesai.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Nama : Diao Chan
Ras : Manusia.
Jenis Kelamin : Perempuan.
Umur : 21 tahun.
Tubuh Istimewa : -
Tingkat Kultivasi : Bawaan Lapisan Awal.
Teknik Kultivasi : { Teknik Kultivasi: Seni Menggoda Menawan Mimpi }
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Yun Xiao yang melihat status milik Diao Chan sedikit mengernyitkan dahi, sebab dia merasa bahwa keberadaan Diao Chan sedikit berbahaya untuk beberapa alasan tertentu, karena dapat dilihat langsung, baik itu teknik kultivasi atau pertempuran semuanya memiliki hubungan dengan seni menggoda dari distrik lampu merah (distrik kesenangan), yang menandakan bahwa metode kultivasi Diao Chan adalah berkultivasi ganda, jadi sudah dipastikan bahwa Diao Chan memiliki pengalaman yang sangat buruk mengenai pertempuran, meski dia memiliki teknik pertempurannya sendiri.
Yun Xiao untuk beberapa saat ketika melihat status ini, merasakan bahwa dia mulai menyesal dan kecewa telah memilih Diao Chan sebagai Pelayan Tempur Pertamanya.
Pada awalnya Yun Xiao berharap bahwa pilihannya ketika memilih Diao Chan sebagai Pelayan Tempur Pertamanya bakalan dapat diandalkan untuk membantunya dalam membunuh binatang ajaib sepanjang ekspedisinya ke pegunungan Guan bagian dalam selama 2 minggu dari mulai hari besok, tapi siapa sangka bahwa keberadaan Diao Chan dapat diandalkan untuk membantunya dalam hal kesenangan.
__ADS_1
Yun Xiao menghelakan nafas berat sebagai tanda kekecewaan kepada Diao Chan dan kepada dirinya sendiri, lalu dia melihat kearah Diao Chan yang sedang memasang ekspresi murung sambil menundukkan kepalanya, Yun Xiao juga mendengar suara sedih yang berasal dari Diao Chan.
"Tuan Muda, apakah anda kecewa dengan keberadaan saya?" Diao Chan tahu kalau Yun Xiao sangat kecewa kepadanya hanya dari ekspresi wajah Yun Xiao, walaupun dia tidak mengetahui alasan spesifiknya mengenai mengapa Yun Xiao sangat kecewa terhadap dirinya. "Jikalau memang Tuan Muda kecewa dengan keberadaan saya, saya siap untuk melakukan bunuh diri, jika Tuan Muda memberikan perintah bunuh diri kepada saya."
Yun Xiao yang mendengarkan ini langsung mengerutkan alisnya karena tidak senang dengan perkataan Diao Chan, namun dia juga merasakan perasaan bersalah karena membuat Diao Chan bisa berpikir dan berbicara seperti itu dengan sangat mudahnya, bahkan tanpa perlawanan atau apapun, Yun Xiao merasa bahwa Diao Chan sepertinya sudah terbiasa untuk diperlakukan seperti sebuah barang yang siap digunakan dan siap juga untuk dibuang kapan saja.
Yun Xiao turun dari tempat tidurnya dan berjalan menuju kearah Diao Chan lalu memberikan usap di kepala Diao Chan dengan memperlakukan secara lembut, setelah mengusap kepala Diao Chan beberapa menit untuk menenangkan dirinya, bahkan Yun Xiao juga sebelumnya dapat melihat kalau kedua mata Diao Chan terpejam, karena dia tahu kalau Diao Chan sangat senang dan suka dengan perlakuan yang diberikan olehnya, meski Diao Chan lebih tua dari Yun Xiao dalam hal umur dunia ini, tapi karena tinggi Yun Xiao sedikit lebih tinggi dari Diao Chan karena itu Yun Xiao dapat memanjakannya seperti anak kecil.
Setelah melakukan hal itu Yun Xiao memegang kedua tangan Diao Chan dengan sangat lembut dan berkata. "Tenang saja, Chan'er. Aku tidak akan memberikanmu perintah bunuh diri atau bahkan aku juga tidak akan membiarkanmu untuk melakukan bunuh diri."
"Aku sebenarnya kecewa kepada diriku sendiri karena aku sangat lemah."
"Pada awalnya aku memanggilmu untuk membantuku menjelajahi pegunungan Guan bagian dalam untuk mencari bahan untuk pil penerobosan, namun ketika aku memanggilmu dan mengetahui bahwa kultivasimu sangat tidak cocok dengan pertempuran, hal itu membuat aku kecewa karena jika aku membawamu untuk pergi bersama ke pegunungan Guan, didalam kondisiku yang lemah, aku tidak akan dapat melindungi dirimu disana, dan kita berdua akan mati bersama disana. Meski Chan'er memiliki basis kultivasi yang tinggi dariku, tapi Chan'er sangat tidak cocok dengan pertempuran, kan?." Yun Xiao berkata dengan tulus kepada Diao Chan, lalu ketika di bagian akhir Yun Xiao bertanya kepada Diao Chan, tapi Diao Chan hanya menjawab dengan anggukan kecil terhadap pertanyaan Yun Xiao.
Dengan anggukan kecil yang dia lakukan, Diao Chan mengetahui bahwa dirinya menjadi beban untuk Tuannya, Diao Chan yang pada awalnya melihat senyum tulus dan semua perkataan tulus Yun Xiao membuat hatinya menjadi hangat, namun ketika dia mengetahui bahwa semua alasan kecewa Yun Xiao adalah karena dirinya tidak memiliki pengalaman dalam pertempuran membuat Diao Chan menjadi sedih dan tiba-tiba menangis, karena penyebab semuanya berasal dari dia yang tidak adanya pengalaman pertempuran nyata hingga membuat dia menjadi beban bagi Yun Xiao, Diao Chan yang mengetahui bahwa basis kultivasi Yun Xiao berada dibawahnya, yang mana sebagai pemilik kultivasi lebih besar harusnya tidak menjadi beban bagi orang yang lebih lemah darinya, tapi sekarang dia telah melakukan hal yang sebaliknya, dia hanya akan menjadi beban jika pergi bersama dengan Yun Xiao.
Yun Xiao yang melihat Diao Chan yang menangis tiba-tiba membuat dia memegang kedua pipi Diao Chan, lalu menghapus air mata Diao Chan yang terus turun hingga beberapa menit sampai air matanya sudah perlahan tidak turun lagi, dia berkata dengan tenang dan lembut. "Baiklah, besok adalah hari terakhirku disini karena aku akan pergi ke pegunungan Guan, karena itu besok dipagi hari aku akan meminta Kakak Lan untuk melatihmu hingga dapat memiliki pengalaman pertempuran nyata. Jadi, sampai Chan'er selesai berlatih dengan Kakak Lan untuk mendapatkan pengalaman, aku akan mencabut pekerjaanmu sebagai pelayan pribadiku mulai hari ini dan seterusnya fokus saja untuk berlatih."
"Jadi jangan kecewakan harapanku, sebab suatu hari nanti aku akan berpergian ke seluruh tempat untuk memenuhi janjiku dengan Kakak Lan dimasa kecil. Jika Chan'er ingin ikut berpergian bersama kami, Chan'er harus banyak-banyak berlatih dengan Kakak Sepupuku." Yun Xiao tersenyum lembut dan mengusap kepala Diao Chan dengan lembut dengan satu tangan dan satu tangan lain dia gunakan untuk menghapus air mata yang tertinggal, Diao Chan juga hanya tertunduk dengan wajah memerah dan bergumam. "Saya berjanji kalau nanti saya akan banyak-banyak berlatih untuk selalu bisa bersama dengan Tuan Muda."
Slam!
__ADS_1
Suara keras seperti sesuatu terbanting terdengar dari dekat pintu dan terlihat Yun Lan sedang menjatuhkan makanan yang dia bawa sambil memasang wajah kaget. "A... Adik Xiao... siapa gadis itu?"
Yun Xiao melihat keberadaan Yun Lan yang kaget menjadi terkejut, lalu dia juga mengubah pandangannya kearah dirinya dan Diao Chan, yang mana tubuh mereka masing-masing sangat dekat satu sama lain, dia tiba-tiba menjadi panik ketika mengetahui bahwa tindakannya yang tadi dapat membuat kesalahpahaman, karena itu Yun Xiao langsung berlari menuju kearah Yun Lan dan berkata. "Kakak Lan dengarkan aku dulu!"