
"Selamat datang kembali!" Kata Roh Orang Tua, ketika saat dia menyambut kembali kedatangan mereka berlima yang muncul dari balik lima cahaya putih didepannya, dia melanjutkan sambil tersenyum. "Bagaimana apa kalian berlima bersenang-senang?"
Setelah mereka berlima muncul, Chen Yinping yang maju dengan tombaknya yang mengarah kearah Roh Orang Tua itu dengan wajah serius dan tajam, dia berkata. "Mengapa... Mengapa kau memanggilku kembali kesini! Padahal aku sedang bersenan- maksudku bertarung dengan Monster yang kuat!?"
Chen Yinping sangat kesal dan marah ketika saat dia di bawa kembali kesini, sebab disana dia sangat bersenang-senang, karena dapat melawan banyak Monster yang kuat dengan bantuan tombak naga yang dia pegang.
Tombak dengan ukiran naga yang Chen Yinping pegang, merupakan senjata tingkat Bumi kelas Rendah, dan senjata ini juga merupakan milik Ibunya Chen Yinping, ketika saat Ibu Chen Yinping masih muda.
Roh Orang Tua itu terkekeh melihat Chen Yinping yang terlihat bersenang-senang, dia berkata "Sepertinya Gadis Kecil ini terlihat sangat bersenang-senang disana, ya..."
Lalu Roh Orang Tua itu melihat kearah mereka berempat, dia melanjutkan "Bagaimana dengan kalian berempat, apakah kalian berempat juga bersenang-senang?"
"Lumayan!" Shang Liang berkata kepada Roh Orang Tua itu, dia juga sangat bersemangat dan bersenang-senang, karena dia dapat melawan banyak Monster, meski dia hampir kehilangan nyawanya.
Pada saat Shang Liang hampir kehilangan nyawanya, Shang Liang pada waktu itu dia sedang terkepung oleh beberapa Monster yang berada setingkat dan dibawah tingkat tahap kultivasinya, namun nasib baiknya dia di selamatkan oleh Guo Mei dan Hong Yue.
"Benar yang dikatakan oleh Shang Liang, namun hanya saja para monster-monster tersebut sangat sulit untuk dicari." Hong Yue berkata dengan sedikit kesal dan tertekan, karena ketika disana, dia sangat kesulitan untuk mencari para monster tersebut.
"Tidak seperti ketiga penggila bertarung disana." Guo Mei berkata sambil menunjuk ketempat Shang Liang, Hong Yue dan Chen Yinping, lalu perkataan dari Guo Mei dibalas oleh teriakan mereka betiga. "Oi! Kami bertiga bukan penggila bertarung!!!"
Lalu Guo Mei mengabaikan perkataan mereka bertiga dengan mengibas kipas yang berada ditangannya dan menutupi setengah wajahnya, dia melanjutkan. "Saya bukanlah seorang penggila bertarung, jadi saya tidak paham dengan konsep kesenangan tersebut."
"Begitu..." Lalu Roh Orang Tua itu melihat kearah Yun Xiao dan berkata. "Bagaimana denganmu, nak?"
"Aku?" Lalu Yun Xiao menunjuk dirinya sendiri, dan semua orang melihat kearahnya dan lalu menunggu untuk mendengarkan pendapat Yun Xiao.
Yun Xiao melanjutkan. "Daripada kalian semua mendengarkan pendapatku, bukankah lebih baik kita semua langsung ke pokok masalah, mengapa kau membawa kami semua kesini kembali?"
"Setuju!" Jawaban semua orang ketika mendengar perkataan Yun Xiao.
"Apakah Ujian Percobaan Pertama telah selesai?" Yun Xiao bertanya kepada Roh Orang Tua itu.
__ADS_1
Setelah mendengar perkataan Yun Xiao, semua orang mengalihkan pandangannya kearah Roh Orang Tua itu, lalu mereka semua menunggu jawaban langsung dari mulut Roh Orang Tua tersebut.
"Kalian ini...." Roh Orang Tua itu menghela nafas, lalu dia berkata. "Benar sekali! Ujian Percobaan Pertama telah selesai, lalu ujian selanjutnya juga akan segera dilakukan!"
Roh Orang Tua itu melanjutkan dengan serius dan tenang. "Untuk Ujian Kedua atau Ujian Terakhir, hanya bisa dilakukan oleh pemenang saja, sedangkan untuk mereka yang kalah akan dikeluarkan dari Makam Peninggalan ini."
"....." Semua orang menjadi terkejut dan kaget, ketika saat mereka berlima mendengarkan perkataan Roh Orang Tua itu, yang mana untuk ujian selanjutnya hanya bisa diikuti oleh satu orang saja.
Sebenarnya Ujian Percobaan Pertama ini akan memakan waktu cukup lama, karena Ujian Percobaan Pertama ini adalah ujian untuk bertahan hidup sambil Roh Orang Tua itu melihat seberapa jauh perkembangan bakat dari Calon Pewarisnya, apalagi perkembangan bakat Yun Xiao, yang mana hal itu sangat menarik perhatiannya, tetapi dia tidak bisa melakukan hal egois tersebut, karena Roh Orang Tua itu memiliki alasan untuk tidak biarkan dirinya menjadi egois, hanya untuk kesenangan sesaat.
Dan pada ujian selanjutnya juga merupakan bagian terpenting dari kebenaran inti, mengapa Makam Peninggalan ini dibuat oleh Roh Orang Tua ini.
Flick!
Setelah suara jentikan jari yang dilakukan oleh Roh Orang Tua itu, muncul sebuah kertas kulit transparan didepan Roh Orang Tua itu, semua orang yang melihat kemunculan kertas kulit itu, tahu bahwa kertas kulit transparan yang berada ditangan Roh Orang Tua tersebut adalah hasil penilaian mereka semua.
"Baiklah, karena ujian selanjutnya hanya bisa diikuti oleh satu orang saja, karena itulah saya akan segera mengumumkan pemenang dari Ujian Percobaan Pertama." Lalu Roh Orang Tua itu melihat ke kertas kulit di tangannya sambil tersenyum kecil, dia berkata. "Pemenang dari Ujian Percobaan Pertama adalah....."
"...."Tidak hanya Chen Yinping saja yang sangat gugup menunggu hasil penilaian dari Ujian Percobaan Pertama. Shang Liang, Hong Yue, dan Guo Mei juga sama gugupnya dengan Chen Yinping.
Hanya Yun Xiao yang satu-satunya, tidak mengalami apa yang dirasakan oleh mereka berempat, alasannya adalah karena dia sudah terlalu biasa mengikuti Ujian Pewaris seperti ini, dan untuk alasan lainnya dia tidak terlalu peduli dengan harta warisan manusia fana, karena dia kesini dan mengikuti ujian ini hanya semata-mata untuk mencari poin.
Yun Xiao yang melirik suasana sekitar mereka berempat yang tengah kacau, mendongak dan melihat kearah Roh Orang Tua itu dan berkata. "Buruan cepat Orang Tua! Jika kau seperti ini, malah membuat mereka berempat menjadi lebih gugup!"
"Apakah kau tidak gugup seperti yang lain?" Kata Roh Orang Tua itu yang bertanya kepada Yun Xiao, yang terlihat tenang dan santai.
"Tidak, biasa saja." Yun Xiao menjawab singkat pertanyaan Roh Orang Tua itu.
Yang mana jawaban dari Yun Xiao membuat Roh Orang Tua itu sedang mengalami kedutan pada pelipisnya, lalu Roh Orang Tua itu melihat kearah keempat calon pewarisnya yang sedang gugup dan lalu melihat lagi kearah Yun Xiao sebentar, sebelum dia menghela nafas ringan dan berkata. "Baiklah, untuk Pemenang Ujian Percobaan Pertama ini adalah Yun Xiao!"
"Oh?!" Jawab Yun Xiao.
__ADS_1
Roh Orang Tua itu yang melihat wajah santai dan tenang Yun Xiao menjadi lebih kesal, pada saat dia mendengar jawaban singkat dari Yun Xiao, Roh Orang Tua itu tidak bisa menahan perasaan kesalnya dan berakhir dia langsung melepaskan semua, dia berteriak. "Apa maksudmu dengan "Oh?!" itu!!!! Tidakkah kau sedikit lebih mengekspresikan dirimu untuk sedikit lebih senang ketika saat mendengar pengumuman ini!!!!"
"Wah! Aku menang!" Yun Xiao berkata dengan datarnya kepada Roh Orang Tua itu sambil dia menepuk-nepuk kedua tangannya.
"Lakukanlah dengan serius!!!" Bahkan keempat calon pewaris lainnya juga tidak bisa menahan kekesalannya dan meneriaki Yun Xiao, karena mereka semua dapat melihat seberapa datar ekspresi wajah Yun Xiao ketika mengetahui bahwa dia yang menjadi pemenang.
Yun Xiao yang mendapatkan teriakan semua orang hanya bisa merasakan sedikit kedutan pada matanya, lalu dia berpikir. 'Memangnya harus ya, aku merasa senang ketika mendapat warisan makhluk fana?'
'Begitu ya... Memahami Pemikiran Manusia Fana... sama pentingnya dengan Memahami arti Kultivasi.'
Tiba-tiba Yun Xiao mendapatkan pencerahan setelah mendengarkan perkataan sistem dan dia juga melayang di udara dengan tubuhnya yang bercahaya putih biru langit, lalu tato garis-garis kuno yang berada di setengah tubuhnya juga ikut bercahaya dengan warna keemasan.
"Bagaimana ini bisa terjadi..." Roh Orang Tua itu menjadi kaget dan terkejut ketika melihat Yun Xiao yang mendapatkan sebuah pencerahan, dia berkata. "Ini adalah pencerahan! Anak Nakal ini mendapatkan sebuah pencerahan!"
Keempat calon pewarisnya dari Roh Orang Tua itu menjadi kebingungan ketika melihat kondisi Yun Xiao yang mendapatkan pencerahan.
Shang Liang dan Chen Yinping sedikit menjauh dan bersiaga untuk keadaan yang akan menjadi sedikit buruk, lalu untuk Guo Mei hanya melihat Yun Xiao dengan tatapan khawatir.
Namun sedangkan untuk Hong Yue, dia bertanya kepada Roh Orang Tua itu. "Kakek Roh, Pencerahan itu apa?"
"Pencerahan adalah suatu kondisi dimana seseorang memahami suatu makna baik yang ada di Alam Semesta yang Luas ini, yang mana hal tersebut akan berdampak ke suatu yang positif untuk memperbaiki Jalan Ajaran (Tao) bagi seorang kultivator dalam mengenai hal kultivasi."
"Dengan kata lain, Pencerahan adalah suatu keadaan atau kondisi untuk mereka yang ingin memperbaiki diri sendiri ke jalan kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya."
Keempat calon pewaris tersebut mengangguk paham, lalu mereka melihat kearah Yun Xiao dengan tatapan senang dan sekaligus iri hati kepada Yun Xiao, mereka senang karena teman mereka dapat melangkah ke Jalan Ajaran (Tao) yang lebih baik, namun mereka juga iri, karena mereka tidak bisa mendapatkan apa yang disebut sebagai pencerahan.
__ADS_1
'Aku sangat senang ketika melihat Pewarisku mendapatkan sebuah pencerahan, namun hanya saja aku sedikit bingung, mengapa tiba-tiba dia mendapatkan pencerahan?' Roh Orang Tua itu berpikir sambil melihat Yun Xiao yang masih dalam kondisi pencerahan, namun sesaat kemudian dia tiba-tiba menggelengkan kepalanya, karena apa yang dia pikirkan sangat tidaklah mungkin untuk bisa dia pahami, lalu dia berkata dalam benaknya. ' Hal itu tidak mungkin, bukan? Jika memang ada seseorang yang mencoba membantunya untuk bisa mendapatkan sebuah pencerahan, maka orang yang membantunya itu sangatlah mengerikan.'