
"Saudari Lan, itu adalah Tertua Kedua, kan?"
Diao Chan berkata kepada Yun Lan dengan tatapan curiga dan serius sambil menunjukkan dengan jarinya yang halus kearah tempat yang akan mereka datangi.
Diao Chan telah mendengar semua kejadian yang terjadi di saat pertemuan keluarga Yun dari Yun Lan.
Pada saat Diao Chan yang mendengar kejadian tersebut, dia sangat marah akan tindakan yang di lakukan oleh Tertua Kedua untuk mencoba ingin membunuh Yun Xiao, dan dia juga ingin membalas tindakan Tertua Kedua yang dia lakukan kepada Yun Xiao.
Namun Diao Chan menahan semua perasaan dan pemikiran tersebut, di karenakan adanya perbedaan kekuatan dan pengalaman antara dia dengan Tertua Kedua.
Yun Lan yang pada saat mendengar perkataan Diao Chan lantas melihat kearah yang dilihat dan di tunjuk oleh Diao Chan dan berkata.
"Iya, itu memang Tertua Kedua, tapi apa yang dia lakukan disana?"
Yun Lan mengerutkan alisnya ketika melihat kearah Tertua Kedua yang sedang berbicara dengan marahnya terhadap para penjaga Aula Leluhur.
'Apa yang di lakukan oleh Tertua Kedua disana? Jangan...'
Yun Lan langsung bergegas menuju ke tempat Aula Leluhur sambil diikuti oleh Diao Chan dari belakangnya.
"Tunggu, Saudari Lan!"
Pada saat hampir menuju ketempat itu, dia dapat mendengar suara Tertua Kedua yang memaksa untuk masuk dari tempat Yun Lan berjalan sekarang
"Minggir kalian! Jangan menghalangi jalanku!"
"Tertua Kedua, anda di larang untuk masuk kedalam."
Yun Lan memberikan sebuah tatapan tidak senang kepada Tertua Kedua yang mencoba untuk memaksa para penjaga membiarkan dia untuk masuk kedalam Aula Leluhur.
"Tertua Kedua, apa yang kamu lakukan itu?"
Suara Yun Lan bergema sekitar dan membuat semua orang melihat kearahnya, ketika Tertua Kedua juga ikut melihat kearah Yun Lan dan Diao Chan yang berada di belakangnya.
Tertua Kedua hanya memberikan tatapan tajam dan tidak senang kepada Yun Lan dan berkata.
"Kamu tidak usah ikut campur urusanku, gadis kecil! Pergilah!"
"Itu tidak mungkin, jika anda melakukan tindakan semena-mena seperti itu, dan memaksa para penjaga itu melanggar perintahnya, saya tidak bisa tinggal diam!"
Pada saat Tertua Kedua mendengar perkataan Yun Lan membuat dia mengerutkan alisnya dalam-dalam dan menatap Yun Lan dengan pandangan kesal, lalu dia mendecakkan lidah dan berkata.
"Gadis kecil, lebih baik kamu perhatikan lagi nada bicaramu ketika saat berbicara dengan seseorang di kemudian hari, sebelum kamu mendapatkan sesuatu hal yang buruk."
Tertua Kedua lalu pergi dari sana dengan meninggalkan kata-kata itu kepada Yun Lan, yang sekarang menatapnya dengan tatapan serius sebab dia merasa bahwa Tertua Kedua sedang mengancam dirinya.
Walaupun Yun Lan mengetahui bahwa dia mendapatkan sebuah ancaman, dia tidak terlalu mempedulikan masalah tersebut.
__ADS_1
Karena Yun Lan sangat yakin bahwa dia dapat menyelesaikan semua masalah yang akan datang kepadanya.
Setelah tidak melihat lagi Tertua Kedua, Yun Lan berbalik dan melihat kearah para penjaga dan berkata.
"Bisakah kami berdua masuk kedalam Aula Leluhur?"
"Maafkan kami, Nona Muda, anda juga tidak di perbolehkan untuk masuk kedalam, karena ini adalah perintah langsung dari Patriark."
Para penjaga sedikit tidak nyaman untuk bisa menolak permintaan Yun Lan, karena mereka telah di tolong oleh Yun Lan, untuk mengusir Tertua Kedua yang mencoba memaksa masuk kedalam Aula Leluhur.
"Begitukah..."
Yun Lan tahu mengapa para penjaga menolak permintaan dia untuk membiarkannya masuk kedalam Aula Leluhur.
"Maafkan kami sekali lagi, Nona Muda, karena tidak bisa membiarkan anda untuk masuk kedalam."
"Ji-Jika memang ada permintaan yang lainnya untuk bisa kami lakukan, kami bersedia untuk menolong anda, Nona Muda."
"....."
Sebagai bagian dari keluarga Yun, Yun Lan ataupun para penjaga tersebut mengetahui bahwa jika mereka berdua menolak perintah dari Patriark Keluarga, maka akhir yang bisa mereka dapatkan hanyalah sebuah hukuman yang sedang menunggu mereka.
Karena itulah hal yang bisa di lakukan oleh para penjaga adalah menolak permintaan Yun Lan daripada harus melanggar perintah Patriark, tetapi para penjaga juga tidak lupa untuk menawarkan bantuan mereka untuk Yun Lan.
Yun Lan yang mendengar perkataan para penjaga, hanya bisa tersenyum manis dan berkata.
Yun Lan lalu mengambil kotak makan yang dipegang oleh Diao Chan, kotak makan itu adalah masakan yang dibuat langsung oleh Yun Lan dan Diao Chan.
"Bisakah kalian untuk memberikan makanan ini kepada Adik Xiao?"
Yun Lan menawarkan kotak makan itu kepada para penjaga untuk diberikan kepada Yun Xiao, lalu salah satu dari para penjaga itu mengambil kotak makan tersebut dan berkata.
"Baiklah, jika permintaan Nona Muda adalah memberikan kotak makanan ini kepada Tuan Muda, kami akan memberikannya."
"Begitu, Terima kasih kalian semua!"
Yun Lan berkata dengan senyuman indah dan manisnya kepada para penjaga dan lalu dia melanjutkan perkataannya sambil melihat kearah Diao Chan.
"Ayo kita pergi, Saudari Chan. Lebih baik besok saja kita bertemu dengan Adik Xiao."
"Iya, kamu benar, Nona Lan. Lebih baik besok saja bertemu dengan Tuan Muda, saya juga tidak ingin memberikan masalah kepada Tuan Muda dengan saya yang akan memaksa untuk masuk."
Yun Lan yang mendengar perkataan Diao Chan mengerutkan alisnya dengan tidak senang dan cemberut, dia berkata.
"Moh... Bukankah saya sudah mengatakan untuk memanggil saya dengan sebutan "Saudari", mengapa anda masih memanggil saya seperti itu!?"
"Maafkan saya, Non- Saudari Lan."
__ADS_1
"Lebih baik seperti ini!"
ーーーー
Setelah Yun Lan dan Diao Chan pergi dari sana, di tempat ini hanya meninggalkan para penjaga yang masih linglung akibat melihat senyuman cantik dari Yun Lan sebelumnya.
"Nona Muda sangat cantik ketika tersenyum!"
"Uhm, uhm. aku paham! Nona Muda memang sangat cantik ketika dia tersenyum!"
"Jadi kapten, apakah anda akan terus berdiam diri disini dan menatap kearah Nona Muda Yun Lan yang sudah menghilang seperti seorang idiot, ataukah anda akan menjalankan permintaan Nona Muda Yun Lan untuk memberikan kotak makanan itu?"
"Ah! Aku hampir lupa!"
Lalu penjaga yang membawa kotak makanan itu segera pergi menuju ke pintu Aula Leluhur, dengan meninggalkan beberapa rekannya yang sedang melanjutkan pembicaraan.
"Sial! Aku sangat iri dengan kehidupan Tuan Muda Yun Xiao! Sudah memiliki wajah yang tampan, dan memiliki seorang Kakak Sepupu yang cantik dan anggun, lalu di tambahkan dengan Pelayan Diao Chan yang cantik selalu setia menunggunya!"
"Sabar senior, saya juga iri kepada kehidupan Tuan Muda Yun Xiao."
"Oh ya, aku baru ingat senior, apakah memang benar kalau bakat Tuan Muda Yun Xiao telah kembali lagi?"
"Entah, aku tidak tahu dan aku juga tidak peduli, mau bakat Tuan Muda Yun Xiao kembali atau tidak, tapi yang pasti sekarang aku sangat iri dengan kehidupan Tuan Muda Yun Xiao!!!"
"Hahaha..."
Salah satu penjaga tersebut hanya bisa tertawa canggung ketika melihat tindakan cemburu dan iri dari seniornya, walaupun dia juga memiliki perasaan yang sama dengan seniornya, yang bisa dia lakukan hanya menghela nafasnya dan merenungkan nasibnya.
Di sisi lain, kapten penjaga yang sedang membawa kotak makanan untuk Yun Xiao atas permintaan Yun Lan, akhirnya sampai di depan pintu Aula Leluhur, kapten penjaga juga lalu mengetuk pintu itu beberapa kali dan berkata.
"Tuan Muda! Nona Muda Yun Lan, membawakan anda makanan."
"......"
Menunggu beberapa saat kemudian, tidak ada suara apapun yang terdengar dari dalam Aula Leluhur, kapten penjaga yang mengetahui ini merasa curiga.
"Mengapa tidak ada suara Tuan Muda didalam Aula Leluhur? Apa terjadi sesuatu didalam?"
Lalu kapten penjaga membuka pintu Aula Leluhur dan mendapatkan bahwa Yun Xiao sedang berdiri dengan memegang pedang panjang yang berlumuran darah segar.
"Tuan muda apakah anda baik-baik saja..."
Dan disana juga kapten penjaga dapat melihat ada seorang manusia yang sudah mati dengan banyak darah berlumuran di tubuhnya yang berbalut pakaian sangat tertutup dan penutup wajah yang memiliki warna yang sama yaitu hitam, satu sama lain.
"Apa yang kau lakukan dengan berdiri di situ!? Cepatlah pergi dari sini dan panggil penjaga yang lainnya!!!"
Kapten yang sedang kaget tersebut langsung terbangun ketika mendengar suara teriakan Yun Xiao dan dia segera berlari meninggalkan Yun Xiao sendirian disana untuk meminta bantuan.
__ADS_1