System God Book

System God Book
Chapter. 33 - Tugas Seorang Kakak dan Perasaan Lega Yun Lan.


__ADS_3

Setelah Yun Quan berpisah dengan Yun Xun, Yun Quan berjalan menuju kearah kediaman Yun Lan, pada saat dia sampai disana, dia melihat Yun Lan yang berada di paviliunnya sedang duduk diam sambil melamun melihat ke langit yang cerah, sosoknya yang cantik bagaikan seorang Peri, dapat memikat hati siapa saja yang melihatnya.


"Sungguh... Kalian berdua memang sangat merepotkan..." Yun Quan berkata dengan menggelengkan kepalanya, lalu menghelakan nafas ringan, ketika memandangi Yun Lan yang sedang depresi dari kejauhan.


Pada awalnya Yun Quan masih berada di kota lain, untuk belajar sebagai Sarjana. Namun di saat Yun Quan masih masa belajar untuk menjadi sarjana, dia mendengarkan sebuah kabar buruk tentang Yun Xiao, dia langsung bergegas untuk kembali pulang, setelah dia meminta beberapa hari untuk cuti kepada gurunya dalam studi sarjananya.


Sejak hari Yun Quan datang ke Kota Jia, dia tanpa banyak pikir langsung mengerahkan semua bawahannya untuk mencari Sepupu Kecilnya yaitu, Yun Xiao, di Pegunungan Guan, dan sekarang sudah lebih dari 3 hari sejak Yun Quan tinggal di Kota Jia dan sejak hari-hari itu juga Yun Quan telah menunggu kabar dari para bawahannya.


Namun selama lebih dari 3 hari ini juga Yun Quan tidak mendapatkan satu kabar berita tentang keberadaan Yun Xiao dari semua bawahannya, sampai pada hari ini, dia akhirnya mendengarkan kabar berita tentang Yun Xiao dari percakapan Tertua Pertama dan Pelayan Yu, dia sangat senang dan bahagia, bahwa Yun Xiao telah kembali dalam keadaan baik-baik saja.


Setelah beberapa saat Yun Quan berdiam diri sambil melihat Yun Lan dari kejauhan, dia berjalan mendekati tempat Yun Lan, ketika sampai dia langsung menyapa Yun Lan.

__ADS_1


"Adik Sepupu Yun Lan." Ketika saat Yun Quan menyapanya, dia hanya mendapatkan sebuah jawaban mengabaikan dari Yun Lan.


Bahkan, Yun Lan saja tidak memperhatikan kehadiran dia, yang berdiri tidak jauh dari tempat Yun Lan duduk, walaupun Yun Quan tidak mendapatkan respon, dia tidak terlalu memperdulikan hal itu, lalu dia berjalan dan mengambil posisi duduk di kursi yang berlawanan dengan Yun Lan, dia berkata. "Adik Sepupu Yun Lan, jangan abaikan Kakak Sepupumu ini..."


Namun tetap saja Yun Lan tidak memberikan sedikit pun responnya, yang mana hal ini membuat hatinya sedikit tersakiti sebagai seorang Kakak ketika melihat Adiknya mengabaikan dirinya, dia hanya menghelakan nafas ringan, dan berpikir bahwa baik itu Yun Lan atau Yun Xiao sama-sama merepotkannya, walaupun mereka merepotkan tetap saja Yun Quan akan membantu kedua orang itu, karena baginya senyuman polos dan manis dari kedua Adiknya adalah yang terbaik!


Sejak dulu, Yun Quan yang di kenal lemah dan penakut selalu di tindas oleh orang lain, baik itu orang-orang Keluarga Yun ataupun Keluarga lain, dia selalu menyendiri dan mengasingkan diri dari anggota Keluarga Yun yang lainnya, tapi suatu ketika Yun Xiao dan Yun Lan mulai mendekatinya, hari-hari dia menjadi berwarna dan sejak hari itu juga Yun Quan menganggap mereka berdua sebagai Adik-adiknya, bahkan dia juga masih ingat dengan janji kecil yang di buat oleh Yun Xiao kecil.


"Kakak Sepupu Yun Quan, tidak usah khawatir. Suatu hari nanti, ketika aku sudah besar dan sangat kuat, aku akan berkeliling dunia dan mencari cara untuk bisa mengobati tubuh Kakak Sepupu." Walaupun itu hanya kata-kata naif dari anak kecil, Yun Quan sangat bahagia ketika mendengar itu.


Ketika saat dia di abaikan oleh Yun Lan, Yun Quan menatap Yun Lan dengan senyum pahit saat dia tidak mendapatkan respon lagi, meski di abaikan, Yun Quan akan tetap memberikan kabar berita yang dia dengar baru-baru ini, dan juga dia akan memastikan bahwa Yun Lan akan mendengarkan apa yang akan dia sampaikan ini, karena tugas Yun Quan sebagai seorang Kakak adalah untuk mendukung Adik-adiknya untuk tersenyum lagi.

__ADS_1


"Adik Sepupu Yun Lan, aku baru-baru ini mendapat sebuah kabar baik..." Yun Quan melirik Yun Lan untuk melihat reaksinya, namun tidak ada reaksi, dia hanya menghela nafas di dalam benaknya, di melanjutkan. "...Dan kabar baik itu adalah Adik Sepupu Yun Xiao telah kembali dalam keadaan baik-baik sa-Arhhh...."


Saat Yun Quan memberikan kabar gembira tentang Yun Xiao, Yun Lan yang sejak awal mengabaikan perkataan dan kehadiran Yun Quan, telah merespon dengan langsung menarik kerah jubah Yun Quan, lalu dia mengangkatnya setinggi mungkin sambil menatap Yun Quan dengan pandangan, melankolis, lega dan senang, dia berkata. "Apa yang Kakak Sepupu katakan itu benar?"


"Arrhhh... A-adik Sepupu... L-lepaskan kerah jubahku." Yun Quan sangat menderita ketika sosok Yun Lan mengangkat tubuhnya, dan juga Yun Quan yang tidak memiliki kekuatan mendapatkan dampak 2x lebih menderita karena dia harus mengalami kehabisan udara, bahkan wajahnya pun sudah mulai membiru, karena darah yang mengalir ke otak juga terblokir oleh ujung kerah jubahnya.


Saat itu juga Yun Lan langsung melepaskan kerah jubah Yun Quan dan membiarkan dia jatuh ke tanah untuk mengambil udara dan membuat dia dapat bernafas kembali, Yun Lan hanya bisa menunggu Yun Quan sambil menatap dia dalam diam, walaupun hatinya sangat tergesa-gesa.


Yun Quan juga yang telah di jatuhkan oleh Yun Lan, langsung mengambil udara yang cukup banyak untuk bisa menenangkan kembali nafasnya dan dia juga berpikir. 'Hampir saja aku terbunuh... dan aku juga tidak menyangka kalau Adik Sepupu akan sekuat ini sekarang."


Setelah nafasnya kembali teratur, Yun Quan lantas mendongak dan melihat Yun Lan yang sedang menunggu kebenaran tentang Yun Xiao dari mulut Yun Quan, dan dia juga langsung berdiri dan membenarkan jubahnya untuk sesaat sebelum dia berkata. "Iya, apa yang aku katakan semuanya benar. Adik Sepupu Yun Xiao telah kembali dalam keadaan baik-baik saja, tapi aku tidak tahu di mana lokasi dia sekarang, karena hanya Tertua Pertama yang mengetahui lokasinya, dan juga berita ini aku dapatkan dari Tertua Pertama."

__ADS_1


Setelah mendengarkan semua perkataan Yun Quan, Yun Lan langsung tersungkur ke tanah dan menangis sekencang-kencangnya melepaskan semua perasaan lega dan bahagia, karena dia tidak menyangka bahwa Adik Laki-lakinya yang dia kira sudah meninggal ternyata masih ada. hidup.


"Huaa... Syukurlah... Ternyata kamu masih hidup... Huaaa.... Saya pikir... Saya tidak dapat melihatmu lagi..."


__ADS_2