
Setelah semua kejadian pembunuhan yang menargetkan Yun Xiao diketahui oleh semua anggota Keluarga Yun.
Patriark Keluarga Yun yaitu Yun Tian dengan sigap langsung menekan kecepatan berita ini untuk tidak sampai diketahui oleh orang luar, dan Yun Tian juga langsung mengadakan rapat penting yang akan di hadiri oleh para Tertua dan Yun Xiao sendiri.
Di dalam Aula Keluarga Yun, sudah di hadiri oleh semua Tertua Keluarga Yun yang telah mengambil tempat duduk di kursi mereka masing-masing.
Dan Patriark juga sudah mengambil tempat duduknya sendiri yaitu di kursi khusus Patriark sambil menatap Yun Xiao yang sedang berdiri di bawahnya.
"....."
Tatapan tajam dan tenang Yun Tian menatap langsung kearah Yun Xiao, dan juga ada banyak tatapan yang sama sedang menatapi Yun Xiao secara langsung.
"....."
Dengan suasana yang tenang dengan sedikit menekan sebuah suara serak basah Yun Tian terdengar sekitar yang berkata.
"Yun Xiao, ceritakan apa yang sebenarnya terjadi di Aula Leluhur tanpa meninggalkan satupun detailnya?"
"Iya, Patriark...."
Pada saat Yun Xiao yang mendengar perkataan Yun Tian, dia langsung menceritakan semua yang terjadi dan meninggalkan beberapa detail penting untuk dirinya sendiri, karena dia tidak ingin kalau mangsanya di ambil oleh orang lain.
Yun Xiao yang menceritakan kejadian tersebut kepada Patriark, tidak terlalu memperdulikan ataupun memikirkan seperti apa pemikiran semua orang disini, karena pemikiran dari seseorang sangatlah tidak berharga untuknya.
Setelah Yun Xiao menceritakan semua kejadian itu, dia langsung di suruh oleh Patriark untuk kembali ke kamarnya.
"Begitu, saya mengerti. Kamu boleh pergi sekarang, Yun Xiao."
"Baiklah, kalau begitu aku mohon undur diri dulu, Patriark."
Setelah Yun Xiao pergi dan meninggalkan Aula Keluarga Yun, dia lalu menatap langsung Aula Keluarga Yun dari luar, yang mana sekarang dia dapat melihat banyaknya Qi yang ganas dan berat sedang menyelimuti seluruh bangunan Aula Keluarga Yun didepannya.
"Hahaha." Yun Xiao tertawa kejam dan lalu dia berbalik dengan memunggungi Aula Keluarga Yun sambil tersenyum dingin dan berkata.
"Karena orang-orang bodoh itu sangat berani untuk menargetkan Tuan Muda ini, aku akan bermain sedikit dengan kalian selama masa tinggalku di Dunia Fana ini. Jadi, aku harap mereka dapat menghibur Tuan Muda ini!"
Lalu kembali lagi ke dalam Aula Keluarga Yun, dan disana semua orang telah mengalami kerusuhan akibat kasus yang terjadi ini.
"Sialan! Siapa yang memiliki begitu banyak keberanian untuk menargetkan salah satu anggota Keluarga Yun!?"
"Dan lagi orang yang mereka targetkan juga adalah salah satu Tuan Muda dari Keluarga Yun! Apakah mereka tidak takut dengan kemarahan Keluarga Yun!?"
Lalu Tertua Pertama menghancurkan pinggiran kursinya secara kasar, karena dia tidak bisa menahan kemarahannya dan diikuti juga Qi yang ganas keluar dari tubuhnya.
"Jangan sampai aku mengetahui orang yang menargetkan anggota Keluarga Yun-ku. Jika tidak, aku akan membunuh orang ini dengan kedua tangan ini!!!"
"....."
Para Tertua yang melihat kemarahan Tertua Pertama hanya dapat menggelengkan kepala dengan lelah sambil menghelakan nafas didalam hati mereka, karena dia mengetahui bahwa nasib orang yang melakukan tindakan keji ini akan berakhir buruk di tangan Tertua Pertama.
__ADS_1
Para Tertua juga sangat paham dan tahu seperti apa sifat sebenarnya dari Tertua Pertama yang memainkan peran orang tua yang ramah dan baik hati.
Lalu salah satu Tertua berdiri dari kursinya dan dia pun sedikit melirik kearah Tertua Pertama yang masih sangat berapi-apinya, dengan dia memberikan senyuman masamnya, sebelum dia juga mengalihkan pandangannya kembali melihat kearah Patriark dan berkata.
"Ngomong-ngomong, Patriark, untuk cerita yang kita dengarkan dari Tuan Muda Yun Xiao sepertinya terdapat sebuah kecurigaan kecil didalam cerita tersebut."
"Oh? Coba jelaskan, Tertua Kelima!"
Patriark mendengar ini sangat tertarik untuk mendengarkan pendapat dari Tertua Kelima, sebab Tertua Kelima sangat terkenal di Kota Jia sebagai Orang Tua Bijak.
Dan Tertua Kelima atau lebih dikenal sebagai Yun Hao adalah seorang yang sangat pintar dan sangat mudah memahami semua aspek-aspek, kecuali seni beladiri.
Yun Hao sama seperti cucunya yaitu Yun Quan, yang mana sama-sama mereka kekurangan bakat dalam hal beladiri, namun meskipun Yun Hao kurang dalam hal bakat beladiri.
Selagi dia masih memiliki kepintaran yang tidak dimiliki oleh Tertua lainnya, Yun Hao masih dapat membawa gelarnya sebagai Tertua di Keluarga Yun, tanpa harus merasakan perasaan malu dan tidak percaya diri.
Tertua yang lainnya juga ikut tertarik untuk mendengarkan pendapat dari Tertua Kelima, bahkan Tertua Pertama yang sebelumnya masih berapi-api, juga ikut mendengarkan pendapat dari Tertua Kelima.
Tertua Kelima mengalihkan pandangannya untuk melihat kearah semua orang yang hadir disini sebelum dia mengatur nafasnya untuk tenang dan berkata.
"Jika saya ambil contoh dimana Tuan Muda Yun Xiao mengatakan, bahwa orang yang ingin membunuhnya mengatakan kata-kata terakhir sebelum dia meledak, yaitu Tuan Muda Yun Xiao pernah menyinggung seseorang yang tidak seharusnya dia singgung."
"Namun dari seluruh informasi yang saya dapatkan tentang Tuan Muda Yun Xiao sampai sekarang, dia hanya pernah menyinggung Tuan Muda dari Keluarga Ouyang saja, dan tidak mungkin bagi Keluarga Ouyang untuk bisa membalas dendam kepada Tuan Muda Yun Xiao secara terang-terangan di Kota Jia atau lebih tepatnya didalam Mansion Keluarga Yun seperti ini."
"Bahkan para pembunuh itu juga memiliki keyakinan yang sangat besar untuk bisa memasuki Aula Leluhur tanpa di sadari oleh semua Keluarga Yun, yang mana seharusnya tempat tersebut sangatlah dijaga ketat oleh semua para penjaga."
Lalu tiba-tiba saja sebuah suara memotong perkataan Yun Hao dan perkataan itu adalah gumam dari salah satu Tertua, yang gumam tersebut cukup besar untuk didengar oleh telinga orang lain.
"Pengkhianat."
Pada saat kata itu terdengar oleh semua orang, mereka langsung memandangi Tertua Kelima dengan tatapan tidak percaya dan terkejut atas kesimpulan yang dia dapatkan, lalu satu orang yang tiba-tiba saja berteriak dengan nada tidak percaya.
"Hal seperti itu tidaklah mungkin! Kesimpulan Adik Kelima sangatlah tidak mungkin untuk terjadi!"
Orang itu langsung memukul pinggiran kursinya sambil menatap tajam dan kesal terhadap Yun Hao, dia berkata.
"Itu benar-benar tidak mungkin! Jika didalam Keluarga ini ada seorang pengkhianat! Coba pikirkan sekali lagi, jika memang ada seorang pengkhianat untuk apa alasan apa orang itu mencoba membunuh Tuan Muda Yun Xiao?!"
"Untuk balas dendam? Hal itu sangat tidaklah mungkin! Jika hanya untuk balas dendam saja!"
Semua orang langsung menatap kearah Tertua Pertama yang mana sekarang kata-kata sangat masuk akal, dan Tertua Pertama juga sangat tidak terima dengan pernyataan itu.
Sebab Tertua Pertama sangat yakin terhadap semua Keluarga Yun, bahwa tidak ada satupun pengkhianat dalam keluarga ini.
Tertua Kelima juga memahami perkataan Tertua Pertama, bahwa tidak mungkin ada seorang pengkhianat didalam keluarga ini, Tertua Kelima menyusut dengan lemah dan berkata dengan nada bersalah.
"Maafkan saya, karena dapat memberikan sebuah kesimpulan yang tidak masuk akal seperti itu."
"Ahem!" Tertua Kedua batuk palsu dan membuat semua orang melihat kearahnya termasuk Patriark, lalu dia berkata.
__ADS_1
"Aku juga sependapat dengan Tertua Pertama, meskipun aku sedikit tidak percaya dengan apa yang aku katakan, aku sangat percaya bahwa tidak ada seseorang pengkhianat didalam keluarga ini."
Lalu semua orang menatap Tertua Kedua dengan tatapan tidak percaya dan terkejut dengan apa yang dikatakan olehnya.
Bahkan Tertua Pertama juga sangat syok setelah mendengar perkataan Tertua Kedua, yang mana hal itu membuat Tertua Kedua berkedut pada pelipisnya dan berteriak.
"Apa yang kau lihat, Hah?!"
"Hahahaha!" Patriark tertawa terbahak-bahak dengan apa yang dia lihat di hadapannya, lalu setelah dia berhenti tertawa dia berkata.
"Sudah lama kita bersaudara tidak rukun seperti ini!"
Lalu suasana Patriark berubah menjadi serius sambil melihat ke semua orang dan berkata.
"Baiklah, saya perintahkan kepada kalian untuk segera selidiki kasus ini cepat mungkin yang kalian bisa dan jangan biarkan tersangka dari kasus ini lolos tanpa diketahui!"
"Baik, Patriark!"
Setelah semua orang menjawab dan menerima perintah yang diberikan oleh Patriark, mereka segera pergi dari sana dan didalam Aula Leluhur hanya tertinggal Patriark saja.
Patriark yang masih duduk di kursinya hanya bisa bersandar dengan perasaan lelah dan lalu dia berkata.
"Saya harap tidak ada seorang pengkhianat didalam Keluarga ini."
ーーーー
Lalu didalam salah satu Kediaman Keluarga Yun.
Seseorang laki-laki tua sedang sangat marah terhadap suatu hal, dia menghancurkan banyak barang-barang didalam kediaman tersebut untuk melampiaskan emosinya.
"Sial! Sial! Sial! Mengapa orang-orang itu sangat susah untuk di jebakan satu sama lain, padahal tinggal sedikit lagi jebakan yang aku tempati melalui Yun Hao akan meledak."
Lalu tiba-tiba dia merasakan sebuah kehadiran dibelakangnya, dia melirik dan melihat sosok bayangan hitam dengan mata merah menatap laki-laki tua itu.
"Bagaimana dengan rencananya?!"
Laki-laki tua itu langsung memberikan orang dengan berlutut satu kaki dan berkata.
"Maafkan saya, Yang Mulia. Rencana yang saya lakukan itu gagal akibat kesalahan kecil."
Bayangan hitam itu terdiam sebentar dan terlihat seperti seorang sedang merenungkan sesuatu, lalu tiba-tiba dia berkata.
"Baiklah, lupakan saja. Lebih baik kamu lakukan sesuatu untuk membantu rencana milik Raja ini, lalu untuk kali ini pastikan jangan sampai gagal! Jika tidak Raja ini akan membunuhmu!"
"Baiklah, Yang Mulia!"
Tiba-tiba bayangan hitam itu menghilang dari sana dan laki-laki tua itu berdiri tegap dengan menatap serius sejenak ketempat bayangan hitam itu menghilang, sebelum dia berbalik untuk melakukan rencana yang di maksud bayangan hitam itu.
"Baiklah, kali ini aku pasti tidak ada kesalahan apapun!"
__ADS_1