System God Book

System God Book
Chapter. 23 - Lenyapnya Keraguan Yun Lan dan Perubahan Zaman Baru di Masa Depan.


__ADS_3

Di Mansion Keluarga Yun. Kediaman milik Yun Lan.


Sosok Wanita Muda sekitar 18 tahun, memiliki rambut hitam yang halus yang terurai tanpa hiasan apapun, dengan sosoknya yang sangat cantik bagaikan seorang peri, bertubuh montok dan dadanya bergelombang cukup besar ketika dibalut oleh gaun hanfu putih. Dia adalah Yun Lan, yang tengah menikmati pemandangan langit malam yang tampak sunyi dengan memandangi Pegunungan Guan yang sekarang menampilkan cahaya keemasan yang terang.


Yun Lan memasang wajah khawatir dan juga kegelisahan dimatanya terlihat dengan sangat jelas, dia berkata. "Cahaya ini berasal dari Pegunungan Guan. Apa yang terjadi disana?"


Lalu Yun Lan memegangi dadanya tepat di hatinya, dia bergumam. "Perasaan buruk apa yang saya rasakan ini?! Apa yang sebenarnya terjadi di Pegunungan Guan!? Apakah keadaan Adik Xiao disana baik-baik saja, kan?! Namun kenapa perasaan gelisah saya dari tadi tidak sedikit pun menghilang?!"


Lalu tiba-tiba terdengar suara seorang Wanita dari belakang yang berkata kepada Yun Lan. "Tenang saja, Saudari Lan. Saya yakin kalau Tuan Muda akan baik-baik saja! Jadi buang saja semua perasaan buruk itu sejauh-jauh mungkin. Yang bisa kita berdua lakukan disini hanya menunggu dan percaya bahwa Tuan Muda akan baik-baik saja."


Ketika Yun Lan berbalik dan melihat seorang Wanita yang tampak sekitar 20 tahun, dengan rambut coklat kemerahannya yang terurai tanpa hiasan apapun, wajahnya yang tenang dan cantik membawa keanggunan dan kemuliaan yang tidak bisa disembunyikan oleh gaun hanfu putih yang menyembunyikan bentuk tubuh indah dan montoknya. Dia adalah Diao Chan.


Diao Chan berjalan menuju kearah Yun Lan dan berdiri disampingnya, dia berkata. "Saudari Lan, anda harus percaya bahwa Tuan Muda akan baik-baik saja. Tuan Muda itu sangatlah kuat. Jadi saya yakin bahwa Tuan Muda akan kembali pulang kepada kita nantinya."


"Mungkin saja sekarang Tuan Muda sedang bersenang-senang di Pegunungan Guan, karena dari yang saya dengar bahwa di Pegunungan Guan terdapat banyak bahan herbal tingkat tinggi dan beberapa harta peninggalan kultivator yang mati."


"Saya dapat yakin bahwa raut wajah Tuan Muda akan terlihat sangat bahagia seperti anak kecil, ketika dia mendapatkan banyak bahan herbal dan harta."

__ADS_1


Yun Lan yang mendengarkan perkataan Diao Chan, seketika saja semua perasaan buruk didalam hatinya lenyap tanpa meninggalkan bekas sedikit, dia menatap langsung kearah mata Diao Chan yang telah tidak ada keraguan mengenai keadaan Yun Xiao, Yun Lan juga merasa bahwa dia seharusnya lebih percaya dan yakin kepada Yun Xiao lebih dari apapun yang ada didunia ini seperti janji kecil yang mereka berdua buat saat dimasa kecil, dan juga Yun Lan merasakan bahwa seharusnya sekaran, dia tidak boleh kalah dengan Diao Chan untuk percaya dan yakin tentang Yun Xiao lebih dari dia.


"Hahaha!" Yun Lan yang tidak bisa menahan tawa hanya bisa melepaskan sebuah tawa ejekan terhadap dirinya begitu saja karena kebodohannya yang sempat meragukan Yun Xiao sebelumnya, walaupun dia sebelumnya telah kehilangan penampilan anggun dan tenang mengenai tentang Yun Xiao, tapi entah bagaimana saat ini Yun Lan adalah keberadaan pertama (selain Diao Chan) yang sangat percaya dengan Yun Xiao tanpa memiliki keraguan didalam hatinya lagi, meski sekarang seluruh dunia tidak percaya bahwa Yun Xiao tidak kembali, namun Yun Lan (bersama Diao Chan) yang akan menjadi orang pertama percaya bahwa Yun Xiao akan kembali berkumpul lagi bersama.


Setelah Yun Lan tertawa, dia memandangi Diao Chan lalu tersenyum manis dan indah kepada Diao Chan dan berkata. "Iya, kamu memang benar, Saudari Chan. Saya seharusnya lebih percaya dan yakin kepada Adik Xiao bahwa dia akan kembali pulang."


Diao Chan yang melihat bahwa Yun Lan sudah kembali menjadi dirinya hanya memberikan anggukan kecil karena puas bahwa Yun Lan tidak memiliki keraguan lagi di hatinya, dia tiba-tiba memiliki niat untuk mencoba menggoda dan menjahili Yun Lan, dia berkata. "Saudari Lan, katakan pada saya dengan jujur."


"Ada apa, Saudari Chan?" Yun Lan berkata kepada Diao Chan, lalu dia berbalik untuk melihat lagi kearah Qi Langit dan Bumi yang sudah mulai tenang di Pegunungan Guan, tapi tidak seperti sebelumnya ketika dia melihat Pegunungan Guan yang masih memiliki perasaan gelisah, sekarang dia telah mendapatkan kembali perasaan yang lebih baik, akibat dorong dari Diao Chan.


"Saudari Lan, kamu benar-benar sangat menyukai Tuan Muda?" Kata Diao Chan yang memasang wajah tersenyum, dan juga didalam hatinya dia sangat ingin menjahili dan menggoda Yun Lan.


Diao Chan yang mendengar perkataan bohong Yun Lan yang malu-malu, membuat Diao Chan menampilkan wajah tersenyum jahil dan berkata. "Ooh!? Saudari Lan tidak suka dengan Tuan Muda, ya... Kalau begitu, mungkin nanti ketika Tuan Muda kembali, saya akan mengambil Tuan Muda untuk saya sendiri... Lalu mungkin kami berdua akan menikah-"


"Tidak Boleh! Adik Xiao hanya milikku seorang!" Kata Yun Lan yang berteriak kepada Diao Chan yang berada disampingnya dengan marah dan malu-malu secara bersamaan.


Lalu saat Yun Lan sadar dengan kata-katanya, dia langsung mendongak dan melihat kearah Diao Chan yang telah menahan tawa akibat pengakuan yang sangat beraninya barusan, Diao Chan juga yang mendengar pengakuan yang sangat berani dari Yun Lan tidak bisa menahan tawa lagi. "Hahaha!"

__ADS_1


Setelah tertawa dia berkata dengan nada menggoda. "Eee!? Hanya milikku seorang, yah!? Sungguh baru pertama kalinya saya akan mendengar pengakuan yang sangat berani seperti ini!"


Yun Lan yang sudah bertambah menjadi merah muda akibat menahan malu, memaksa dia untuk langsung berbalik dan berlari menjauhi Diao Chan secepat mungkin, dia juga berteriak. "Saudari Chan, saya membencimu!"


"Hahaha!" Diao Chan yang melihat kepergian Yun Lan hanya bisa tertawa dengan bahagia, lalu beberapa saat setelah tertawanya berhenti dia menggelengkan kepalanya lalu menatap ke langit Pegunungan Guan yang telah damai tanpa Qi Langit dan Bumi yang kacau ataupun cahaya keemasan, dia berkata. "Tuan Muda... Apakah anda benar-benar baik-baik saja?..."


ーーーー


Pada waktu bersamaan. Disuatu tempat yang tidak diketahui, didalam sebuah gubuk kecil yang sederhana.


Seorang Pria Tua yang sedang meditasi telah membuka kedua matanya, penampilan Pria Tua itu tanpa sangat sederhana, namun terdapat banyak jejak-jejak tipis aura sakral pada tubuhnya.


Pria Tua itu melihat kesuatu arah dan menatap dengan tajam, didalam tatapan tajam melihat kearah tersebut, tidak diragukan lagi bahwa dia bisa melihat keadaan yang terjadi di Pegunungan Guan.


Setelah selesai melihat kejadian di Pegunungan Guan, dia menghelakan nafas berat dan Pria Tua itu berkata dengan nada serius dan mendalam.


"Disaat Kaisar Naga telah lahir ke Dunia, Permaisuri Phoenix yang telah menunggu untuk waktu lama ingin bertemu dengan Kaisar Naga."

__ADS_1


"Pada saat Kaisar Naga dan Permaisuri Phoenix bertemu satu sama lain, lalu menari diatas Langit Ilahi."


"Akan terjadi sebuah peristiwa besar dengan musnahnya zaman kini dan lahirnya zaman baru bagi generasi selanjutnya."


__ADS_2