System God Book

System God Book
Chapter. 49 - Pertemuan Keluarga.


__ADS_3

Sebelum hari turnamen,Keluarga Yun, Aula Keluarga Yun.


Patriark Keluarga Yun atau Yun Tian duduk di kursi khusus hanya untuk Patriark, wajahnya yang tua sedang menatap tenang dan tajam.


Orang tidak bisa menebak apa yang dia pikirkan sebenarnya.


Di bawahnya terdapat enam kursi khusus yang hanya bisa di duduki oleh Penatua Agung dan Tertua Keluarga Yun.


Dan lalu di setiap enam kursi itu hanya bisa terlihat empat tertua yang mendudukinya, dua kursi masih terlihat kosong, dan dua kursi yang kosong tersebut adalah milik Penatua Agung dan Tertua Kedua.


"Dimana Penatua Agung dan Adik Kedua!?" Tertua Pertama berkata kepada Tertua yang lainnya.


Tertua Keempat yang menjawabnya. "Kakak Pertama, Penatua Agung melakukan retreat kembali setelah dia mengetahui kalau bencana Pegunungan Guan telah berakhir, dan untuk Kakak Kedua saya tidak melihatnya."


Tertua Pertama yang mendengar itu menjadi kesal, lalu dia menghantam pinggiran kursi secara pelan, dan berkata.


"Dimana orang itu!? Tidakkah dia tahu bahwa hari ini ada pertemuan keluarga!"


Tindakan Tertua Pertama yang sedang kesal itu tidak luput dari pandangan Para Tertua dan Patriark.


Namun yang bisa mereka lakukan hanya diam dan bersabar sebab: Tertua Pertama memiliki sifat yang terlalu disiplin dan ketat, lalu Tertua Kedua memiliki sifat yang suka melakukan apapun.


Pada saat mereka menunggu beberapa waktu, akhirnya Tertua Kedua datang ke Aula Keluarga Yun bersama dengan rombongan Para Peserta turnamen yang terdiri 10 orang, termasuk Yun Xun dan Yun Lan.


Tertua Kedua berjalan tanpa mempedulikan sekitar menuju ke kursinya dan duduk, bahkan dia juga tidak peduli dengan Tertua Pertama yang menatapnya dengan intens.


Tertua Pertama ingin berdiri dan lalu menegur tindakan Tertua Kedua, namun dia di hentikan oleh Tertua Ketiga yang berkata.


"Kakak Pertama, kamu harus bersabar, jangan membuat Patriark turun tangan."


Tertua Pertama menghentikan langkahnya dan melirik Yun Tian yang sedang menatapnya, lalu Tertua Pertama duduk kembali ke kursinya sambil menahan emosinya.


Yun Tian yang melihat Tertua Pertama kembali lagi duduk, hanya menghela nafas lega karena tidak ada bangunan yang akan di hancurkan lagi oleh Tertua Pertama dan Tertua Kedua.

__ADS_1


Setelah semua tertua berkumpul dan hanya menyisakan satu kursi kosong, mereka tidak mempedulikan hal tersebut, karena pertemuan keluarga akhirnya dapat berjalan.


Yun Tian lalu menatap ke 10 orang yang merupakan para peserta turnamen, dan dia menghela nafas ringan ketika dia mengingat cucunya yang saat ini tidak tahu kemana perginya dia, yang mana menyebabkan dia tidak dapat ikut turnamen.


Sejak terakhir kali dia melihat cucunya datang hanya ingin meminta bantuannya untuk bahan herbal, namun pada saat itu Yun Tian menolak permintaan cucunya.


Yun Tian sangatlah keras terhadap orang lain ataupun cucunya sendiri, karena bagi Yun Tian aturan keluarga harus di taati, meski itu pada dirinya dan cucunya.


Dengan sifat ini juga Yun Tian di pilih langsung oleh Patriark sebelumnya, karena sifat Yun Tian sangat menjunjung tinggi aturan keluarga.


Berbeda halnya dengan para saudaranya, yang lebih mengutamakan kepentingan pribadi dan orang di sekitarnya, karena tindakan merekalah.


Patriark sebelumnya lebih menyukai Yun Tian daripada Para Tertua lainnya.


"Jadi, apakah mereka semua yang akan mengikuti turnamen pada tahun kali ini?" Yun Tian berkata sambil melihat ke setiap para peserta.


"Iya, Patriark! mereka semua adalah peserta pada tahun-." Jawab Tertua Kedua sambil melihat anaknya dengan bangga.


"Adik Xiao..." Di sisi lain, saat Yun Lan yang mendengarkan perkataan Tertua Kedua hanya bisa menahan rasa kesalnya, sebab dia tidak bisa melakukan apapun, untuk mengulur waktu bagi Yun Xiao datang kesini.


Namun semua hal itu segera berakhir setelah perkataan Tertua Kedua dipotong oleh Tertua Pertama dan berkata.


"Patriark! Masih ada satu peserta lagi yang belum datang kesini!"


Semua orang lalu menatap langsung kearah Tertua Pertama.


Yun Tian melihat kearah Tertua Pertama yang sedang menatapnya dan berkata. "Dimana peserta tersebut?"


"Itu..." Tapi sayangnya kata-kata Tertua Pertama di mulutnya tidak dapat di keluarkan, karena peserta terakhir yang di maksud adalah Yun Xiao.


Yun Lan tersenyum sebentar, namun dia kembali sedih ketika melihat sosok Tertua Pertama tidak dapat menjawab pertanyaan Patriark.


Sedangkan Yun Xun dia tidak dapat menahan lebih jauh lagi perasaan bahagianya ketika saat melihat Tertua Pertama tidak dapat menolong Yun Xiao.

__ADS_1


Tertua Pertama juga telah menunggu Yun Xiao sejak kemarin, pada saat dia melihat kelompok Hong Yue kembali dari Makam Peninggalan.


Namun pada saat Tertua Pertama bertanya tentang Yun Xiao dari kelompok Hong Yue, dia hanya mengetahui dari Hong Yue bahwa Yun Xiao tidak kembali bersama mereka, karena Yun Xiao masih mengikuti Ujian selanjutnya dari pemilik Makam Peninggalan.


Walaupun dia senang dengan berita itu, tetapi dia sangat gelisah, sebab jika Yun Xiao tidak kunjung datang, dia tidak akan bisa mengikuti turnamen ini, yang mana dia baru-baru ini mendapatkan kabar bahwa seseorang dari Sekte Bintang Jatuh akan datang kesini.


Meski setiap turnamen ini diadakan hanya seseorang dari cabang Sekte Bintang Jatuh saja yang akan datang kesini untuk merekrut.


Namun hanya saja Tertua Pertama tidak tahu, apakah tujuan dari seseorang yang berasal dari Sekte Bintang Jatuh datang kesini.


Apakah tujuannya sama seperti seseorang dari cabang sektenya atau dia memiliki tujuan yang lainnya.


Tertua Kedua yang melihat Tertua Pertama tidak menjawab hanya tersenyum, karena dia tahu apa yang di pikirkan olehnya.


'Bermimpilah! Jika ingin memasuki sampah itu! Walaupun dia adalah cucu dari Patriark, dia juga harus tunduk dengan aturan keluarga!'


Tertua Kedua pada saat itu sangat frustasi dan kesal ketika dia tidak mengetahui bahwa bukan dia yang terpilih untuk menjadi Patriark.


Tetapi dia juga sangat lega ketika tidak menjadi Patriark, sebab dia telah mengetahui lebih jauh bahwa untuk menjadi Patriark, mereka sangat di haruskan untuk menjaga aturan keluarga tetap terlaksanakan.


Yun Tian hanya bisa menatap sebentar kearah Tertua Pertama, yang sekarang sedang terdiam dan tidak melanjutkan kata-katanya.


Dia mengetahui siapa yang dimaksud oleh Tertua Pertama, namun dia tidak bisa untuk mendukung Tertua Pertama, karena dia juga tidak bisa melakukan apapun akibat janjinya dengan Patriark sebelumnya.


"Baiklah, karena tidak ada lagi peserta yang lainnya, maka saya nyatakan bahwa-"


Sebelum perkataan Yun Tian berlanjut, suara yang sangat berisik berasal dari pintu keluar terdengar di sekitar aula keluarga.


Bam!


Pintu yang awalnya tertutup selama pertemuan berakhir terbuka secara kasar oleh seseorang disana.


Orang itu memiliki penampilan yang tampan, dengan rambut berwarna ungu dan mata ungu cerah, dia memiliki sebuah tato hitam bergaris pada setengah wajahnya, dengan jubah putih yang terdapat sedikit warna ungu cerah.

__ADS_1


Dia adalah Yun Xiao.


Yun Xiao berkata dengan suara tanpa emosi. "Kalian para orang tua sialan! Tidakkah kalian telah melupakan Tuan Muda ini!?"


__ADS_2