System God Book

System God Book
Chapter. 50 - Hukuman.


__ADS_3

"Kalian para orang tua sialan! Tidakkah kalian telah melupakan Tuan Muda ini!?"


Yun Lan yang melihat dan menatap kehadiran sosok yang dia nanti-nantikan sedang berdiri didepan pintu keluar, dengan tatapan kerinduan di matanya dan terdapat kebahagiaan besar dibalik tatapan rindunya.


"Adik Xiao..."


Yun Lan ingin berlari menghampirinya dan memeluk tubuh hangat Yun Xiao, namun dia menghentikan langkahnya, karena dia dapat melihat Yun Xiao sedang menatapnya sambil tersenyum dan gerakan mulutnya juga bisa dilihat oleh Yun Lan.


Sedangkan Yun Xun yang melihat kedatangan Yun Xiao hanya dapat menatapnya dengan tatapan ganas dan dia juga menggertakkan giginya, sebab dia sangat kesal sekarang.


'Sial! Mengapa sampah itu kembali lagi!?'


Setelah kata-kata Yun Xiao terdengar di telinga semua orang termasuk Patriark, lalu salah satu Tertua berdiri dari kursinya.


Tertua yang berdiri dari kursinya itu adalah Tertua Kedua, dia sangat marah dan kesal terhadap kata-kata kasar Yun Xiao dan berkata.


"Kurang ajar! Kata-kata apa yang kau gunakan untuk kami?!"


Tertua Kedua berteriak kepada Yun Xiao sambil mencoba menekan Yun Xiao dengan energi Qi miliknya.


Yang sangat marah dan kesal tidak hanya Tertua Kedua saja, namun para Tertua yang lainnya juga termasuk Patriark.


Mereka semua menatap Yun Xiao dengan kesal dan berkedut di pelipisnya, dan mencoba untuk menghukum Yun Xiao bersama-sama, secara bergantian.


Namum mereka tidak bisa menunjukkan sifat kekanak-kanakan seperti itu, yang mana hal tersebut atau tindakan seperti itu, akan membuat reputasi mereka menjadi hancur.


Karena itulah, sebabnya mereka semua hanya membiarkan Tertua Kedua, untuk memarahi dan menghukum Yun Xiao.


Bahkan Patriark juga satu pemikiran dengan para Tertua yang lainnya, yang mana hal ini sangat jarang untuk mereka.


'Ayo Tertua Kedua, Hukum Anak Nakal itu!'


Teriakan hati Para Tertua dan Patriark, yang sangat mendukung Tertua Kedua mencoba untuk menghukum Yun Xiao karena tidak menghormati orang tua.


Yun Xiao yang merasa di tekan oleh suatu energi yang berasal dari Tertua Kedua, hanya bisa menatapnya dengan tatapan merendah dan berkata.


"Apa kau mencoba untuk menekan diriku dengan energi Qi kecilmu, Tertua Kedua?"


Yun Xiao berkata dengan nada mengejek dan juga terdapat sedikit sarkasme kepada Tertua Kedua.


Setelah perkataan Yun Xiao yang mengejek Tertua Kedua terdengar di telinga semua orang, mereka sangat tercengang mendengar hal itu.


Namun hanya dua orang yang mencoba untuk menahan tawa setelah mendengar perkataan Yun Xiao, mereka berdua baru kali ini melihat seorang generasi tua di ejek oleh generasi muda mengenai basis kultivasi.


Sayangnya tindakan kedua orang ini tidak luput dari pandangan Tertua Kedua, dia menjadi lebih marah dan kesal dari sebelumnya.


"Kurang ajar!"


Tertua Kedua mencoba untuk memberikan hukuman kepada Yun Xiao, dan memberitahu kepada Yun Xiao untuk menghormati seorang yang lebih tua darinya


Namun langkahnya terhenti ketika saat dia melihat seseorang mencoba menggantikan dirinya dalam memberikan hukuman kepada Yun Xiao.


"Mati kau dasar sampah!!!" Teriak orang itu sambil mencoba menyerang Yun Xiao.


Tertua Kedua melihat orang itu hanya bisa tersenyum tipis, karena orang yang melakukan hal tersebut adalah cucunya.


Karena itulah dia berpikir tidak perlu untuknya turun tangan dengan memberikan hukuman kepada Yun Xiao.

__ADS_1


'Bagus, Cucuku! Sekalian buat dia lumpuh!'


Tindakan Yun Xun yang ini tidaklah luput dari pandangan Para Tertua yang lainnya dan juga Patriark, tetapi mereka hanya membiarkannya saja.


Karena mereka tahu bahwa ini hanya akan berakhir dengan perkelahian kecil saja, dan juga Patriark juga akan memberikan sebuah hukum kepada kedua orang ini, karena tidak menghormatinya sebagai seorang Patriark.


Sedangkan untuk Para Peserta mereka hanya menatap dengan tatapan kagum terhadap Yun Xun, karena mereka semua melihat bahwa Yun Xun telah menjadi lebih kuat sekali lagi dari mereka semua.


Ada satu orang yang mencoba menghentikan tindakan Yun Xun, namun sayangnya orang itu sedikit terlambat ketika melihat sosok Yun Xun telah sangat dekat dengan Yun Xiao.


"Adik Xiao! Awas!!!"


Di sisi lain, Yun Xiao hanya bisa tersenyum tipis pada saat melihat sosok Yun Xun yang sedang mencoba untuk menyerangnya.


"Masih terlalu dini untukmu dapat menyerang Dewa ini, Semut!"


Dan lalu Yun Xiao mempersiapkan posisinya untuk menyerang dan berkata.


"Sadarilah posisi mu!"


Bump!


Pukulan Yun Xun dan Yun Xiao berbenturan satu sama lain, dan menciptakan hembusan angin yang sangat kencang, lalu tercipta juga sebuah bentrokan energi Qi yang berasal dari mereka berdua hingga menciptakan sebuah ledakan kecil disana.


Boom!


Ledakan kecil dari bentrokan mereka berdua dapat terdengar di sekitar, dan lalu dari ledakan itu juga mengeluarkan sesosok dari sana yang menunjukkan Yun Xun yang telah terlempar mundur.


"Arghh!"


Lalu diikuti juga seteguk darah yang keluar dari mulut Yun Xun, pada saat dia masih berada di udara.


"Xun'er, apa kamu baik-baik saja?"


Tertua Kedua mengecek kondisi tubuh Yun Xun dan dia juga sekali lagi melihat Yun Xun batuk berdarah.


"Cough! Kakek... aku..."


Namun sebelum Yun Xun menyelesaikan kata-katanya, dia keburu pingsan terlebih dahulu.


Tertua Kedua yang melihat cucunya telah pingsan lantas membuat dia menjadi sangat marah.


Lalu dia melepaskan energi Qi miliknya secara ganas dan diikuti oleh niat membunuhnya yang sangat besar.


"Beraninya kamu menyerangku cucuku!!!!"


Tertua Kedua langsung melesat cepat kearah Yun Xiao setelah dia membaringkan tubuh Yun Xun di lantai, dia juga langsung mencoba untuk menyerangnya.


"Matilah kau!!!"


Namun sayangnya sebelum serangan Tertua Kedua mengenai Yun Xiao, didepan Yun Xiao sudah berdiri seorang laki-laki tua yang telah menangkap serangan Tertua Kedua.


Bump!


Benturan keras antara kedua pukulan tersebut dan diikuti juga dengan energi Qi yang kacau dan ganas, lalu terdapat juga hembusan angin yang lebih kuat dan kencang dari bentrokan Yun Xiao dan Yun Xun.


Tertua Kedua kalah dalam bentrokan tersebut dan dia juga sedikit mundur dalam beberapa langkah dan berkata.

__ADS_1


"Apa maksudmu ini, Tertua Pertama!?"


Tertua Kedua bertanya kepada Tertua Pertama yang sedang berdiri didepannya sambil terlihat melindungi Yun Xiao.


"Itu seharusnya adalah pertanyaanku!?"


Tertua Pertama menatap tajam kearah Tertua Kedua dan berkata.


"Apa maksudmu yang mencoba untuk membunuh generasi muda kita?!"


Tertua Kedua yang mendengar pertanyaan dari Tertua Pertama, hanya mendengus dingin dan berkata.


"Dia telah menyerang cucuku! Dan juga dia telah menghina kita Para Tertua."


Dan lalu Tertua Kedua menatap tajam kearah Yun Xiao dan berkata.


"Jadi sudah seharusnya aku sebagai Tertua dari keluarga ini untuk menghukum orang itu atas kesalahannya."


"Hah!?"


Tertua Pertama langsung melepaskan energi besar Qi miliknya dan menekan Tertua Kedua dan berkata.


"Kamu ingin menghukum Yun Xiao hanya murni karena kesalahannya yang tidak menghormati orang tua atau hanya murni karena kau sangat tidak menerima dia menghajar cucumu!


"Kamu juga seharusnya sadar sebagai Tertua, urusan dalam memberikan hukuman adalah tugas seorang Patriark!"


"Kita sebagai Tertua hanya menjalankan perintah hukuman tersebut! Jadi biarkan Patriark yang memutuskan hukumannya!"


Lalu semua orang termasuk Para Peserta turnamen dan juga Yun Lan menatap langsung kearah Patriark.


Dan mereka semuanya termasuk Yun Xiao sendiri menunggu perintah seperti apa yang akan di keluarkan oleh Patriark.


"Ahem!"


Patriark yang di tatap langsung oleh semua orang hanya batuk palsu sekali dan berkata.


"Saya telah memutuskan untuk memberikan hukuman kepada Tuan Muda Yun Xiao yaitu sebuah kurungan selama satu hari didalam Aula Leluhur dan membuat dia untuk merenungkan semua kesalahannya."


Semua orang tercengang dengan hukuman yang didapatkan oleh Yun Xiao dan Tertua Kedua juga ikut tercengang pada saat dia mendengar hukuman tersebut.


Yun Lan merasakan lega ketika mendengar hukuman yang didapatkan oleh Yun Xiao, karena itu bukanlah sesuatu yang serius.


Hanya Tertua Kedua yang ingin protes terhadap hukuman Yun Xiao yang diberikan oleh Patriark, namun sayangnya dia berhenti ketika saat mendengar perkataan lanjutan dari Patriark.


"Siapapun yang berani melakukan protes terhadap hukuman yang saya berikan kepada Tuan Muda Yun Xiao, maka orang itu juga akan saya berikan hukuman yang lebih berat dari Tuan Muda Yun Xiao!"


Tertua Kedua menggertakkan giginya dengan rasa kesalnya ketika saat dia mendengar perkataan Yun Tian, karena dia terlihat mencoba untuk membela cucunya.


Dan dia juga berpikir bahwa Yun Tian telah melupakan aturan keluarga ini, yang mana membuat dia semakin kesal lalu dia masih ingin protes dengan hukuman yang didapat oleh Yun Xiao.


Tetapi dia berhenti ketika melihat tatapan Yun Tian yang mengancamnya, seperti dia memberi tahu bahwa ini sudah keputusan mutlaknya.


Yun Xiao yang melihat semua tindakan Yun Tian hanya tersenyum tipis dan berpikir.


'Apa yang sedang kau rencanakan kali ini, Orang Tua?!"


Yun Xiao masih sangat kesal terhadap Yun Tian karena Yun Tian pernah menolak permintaan dia dan Yun Lan untuk memberikan bahan herbal.

__ADS_1


Pada waktu dimana saat itu Yun Xiao ingin melakukan Alkimia untuk membuat Pil Penerobosan.


'Jika kau melakukan sesuatu terhadap diriku atau Kakak Lan, aku tidak keberatan untuk memutuskan ikatan dengan keluarga ini.'


__ADS_2