
Yun Xiao melayang-layang disebuah tempat putih yang tidak diketahui, Yun Xiao hanya menatap kearah langit dengan tatapan kosong dan terlihat seperti sebuah boneka.
"Dimana ini? Siapa aku?" Yun Xiao sangat kebingungan dengan dirinya sendiri, dia sepertinya telah melupakan dirinya sendiri, untuk beberapa alasan.
"Oh!? Inikah generasi selanjutnya yang menerima Takdir #&*¢£€."
ーーーー
Setelah Yun Xiao mendengar perkataan orang itu, tempat putih yang kosong seharusnya telah berubah menjadi sebuah kamar yang mewah dengan tampilan merah mawar dan beberapa bunga yang bertaburan didalam kamar tersebut, Yun Xiao yang tersadar bahwa tempatnya sekarang bukan lagi Hutan Pegunungan Guan, dia melirik-lirik disekitar dan melihat kalau didekat jendela terlihat sepasang kekasih sedang bermesraan disana.
"Itu..."
Setelah Yun Xiao melihat arah itu, dia ingin mengatakan sesuatu, tetapi dia didahului oleh seseorang di belakangnya dengan kata-kata yang sama yang ingin dia katakan.
"Bukankah Pria itu terlihat mirip seperti dirimu?"
Yun Xiao yang mendengar perkataan orang yang berada dibelakangnya langsung berbalik dan melihat bahwa disana ada seseorang yang memiliki penampilan yang sama dengannya, tetapi yang membedakan dia dan orang itu adalah orang itu memiliki penampilannya yang telah dewasa.
"Siapa kau?" Yun Xiao berkata dengan waspada.
"Siapa aku? Kamu bisa memanggilku sebagai Kaisar untuk saat ini."
"Kaisar?" Yun Xiao menjadi bingung ketika mendengarkan perkataannya, lalu ketika dia ingin mengatakan bahwa bukan itu maksudnya, namun Kaisar terlebih dahulu memotong perkataan Yun Xiao yang belum sempat dikatakan.
"Lihat itu disana!" Kaisar menunjuk kesebuah arah.
Yun Xiao melirik sebentar kearah Kaisar sebelum dia mengikuti arah tempat yang di tunjukkan oleh Kaisar, namun dia tidak sadar kalau tempat sebelumnya telah berubah.
Yun Xiao yang melihat tempat itu sedikit mengernyitkan dahi karena disana, Yun Xiao dapat melihat sosok Wanita Muda dengan Kecantikan Surgawi Yang Tak Tertandingi sedang tertusuk dengan sebuah pedang pada perutnya oleh seseorang dengan wajahnya yang tidak dapat dilihat, saat itu Yun Xiao sadar bahwa tempatnya telah berubah lagi.
"Reruntuhan?" Yun Xiao sedikit kebingungan dan penasaran tempat ini, namun dia tidak mengubah pandangannya dan fokus kearah Wanita Muda yang telah mati dan dipeluk oleh Pria yang mirip dengannya.
__ADS_1
Yun Xiao yang melihat ini entah bagaimana dapat merasakan perasaan milik Pria itu, rasa frustasi, kesal, marah, putus asa, dan ada banyak lagi perasaan negatif ketika melihat adegan tersebut.
"Wanita itu adalah "Istrinya". Karena akan "Kelemahan" dari Pria itu memaksa "Istrinya" untuk mengambil jalan kematian." Kaisar berkata dengan nada mencibir, menghina dan marah.
"Bukankah itu Pria itu adalah kau sendiri?" Yun Xiao berkata dengan kebingungan kepada Kaisar, Yun Xiao sangat tidak mengerti mengapa Kaisar menghina dirinya, dan dia juga tidak merasa bahwa Pria itu adalah dirinya.
Namun orang yang mirip dengan Yun Xiao yang menyebutkan dirinya sebagai Kaisar hanya mendengus dingin karena perkataan Yun Xiao sangat sensitif untuknya, lalu dia memberikan lambaian tangan dan dalam sekejap saja tempat yang sebelumnya telah berubah lagi, yang awalnya Yun Xiao berada di kamar mewah dengan sepasang kekasih, Reruntuhan tempat kematian seorang Wanita yang tidak dia kenal, sekarang telah berubah menjadi tempat yang terlihat seperti sebuah Aula Kerajaan.
"Ini..." Yun Xiao sangat terkejut bahwa tempat-tempat sebelumnya telah berubah menjadi sebuah Aula Kerajaan dengan seorang yang sangat mirip dengan Yun Xiao terlihat seperti seorang "Kaisar" tengah duduk di singgasana yang mewah dan megah, terdapat juga banyak orang-orang yang sangat kuat berada dibawahnya sedang berlutut dengan memberikan kehormatan tertinggi kepada sosok yang mirip Yun Xiao.
Lalu Kaisar berjalan sedikit ke depan dan berbalik melihat kearah Yun Xiao, dia berkata. "Orang itu adalah Pria yang sangat lemah sebelumnya, dia telah berubah seperti seekor ikan emas yang melompat gerbang naga dan berubah menjadi seekor Naga"
"Sosok yang awalnya sangat lemah telah berubah menjadi sosok yang sangat kuat hingga dihormati oleh semua makhluk kuat lainnya, namun yang dia rasakan hanyalah sebuah perasaan kesepian hingga membuat dia memutuskan untuk bunuh diri."
Kaisar melambaikan tangannya lagi dan tempat itu kembali lagi berubah menjadi Medan Perang, disana Yun Xiao melihat seorang Pria yang sama dengan dirinya sedang bertarung dengan sosok yang sangat mirip dengan Wanita Muda yang dia lihat sebelumnya.
"Itu... Mengapa Wanita dan Pria, yang sama sebelumnya kembali muncul lagi? Bukankah Wanita itu seharusnya sudah mati? Dan Pria itu bunuh diri?" Yun Xiao bertanya kepada Kaisar yang sekarang berada di sampingnya.
"Ini adalah takdir yang diberikan kepada "kami" oleh "seseorang", bahwa pada saat Zaman akan berubah, "kami" akan selalu terlahir kembali." kata Kaisar dengan nada mencibir.
Mengapa mereka berdua kembali terlahir lagi?
Takdir apa yang mereka dapatkan tersebut?
Lalu Yun Xiao juga melihat lagi Medan Perang tersebut, yang mana sekarang Wanita Muda yang sama dengan sebelumnya telah terbunuh lagi oleh seorang yang wajahnya tidak bisa dilihat. dan pertanyaan terakhir muncul lagi ketika melihat Wanita Muda itu kembali dibunuh.
Siapa sebenarnya orang yang membunuh Wanita Muda itu?
Yun Xiao terus-menerus melihat perubahan Zaman dari Penciptaan, Dewa, Asal, Sumber, dll, terus sampai Zaman sebelumnya yaitu Zaman Kegelapan, namun pada akhirnya semua yang dia lihat akan kembali memperlihatkan hal yang sama yaitu Wanita Muda yang sama akan dibunuh kembali oleh sosok yang sama.
Yun Xiao yang melihat-lihat semua yang berulang-ulang menjadi kesal dan marah, sebab pada setiap perubahan zaman, Pria yang sama selalu tidak bisa melindungi Wanita Muda itu.
__ADS_1
"Benar-benar tidak berguna!" Yun Xiao berkata dengan nada mencibir.
"Aku setuju dengan apa yang kau katakan!"
Yun Xiao yang mendengar perkataan Kaisar yang setuju dengannya menjadi sedikit gugup dan khawatir bahwa Kaisar akan marah, namun yang mengejutkan bahwa dia sebenarnya tidak marah melainkan hanya memberikan sebuah senyuman kepada Yun Xiao, itu bukan sebuah senyuman yang membuat Yun Xiao merasa aneh, karena senyuman itu hanya sebuah senyuman hina terhadap dirinya sendiri.
Kaisar melihat kearah Yun Xiao, Yun Xiao juga melihat kearah Kaisar, mereka berdua saling berhadapan satu sama lain.
Ketika mereka berdua berhadapan, Kaisar langsung menunjuk jari telunjuknya kearah Yun Xiao dengan tangannya yang gagah dan berkata. "Sekarang adalah giliranmu!"
"Di zaman kini, saya akan melihat bersama dengan yang lainnya, apakah kamu benar-benar dapat menghentikan siklus yang sangat panjang dan menjijikkan ini hingga membuat masa kini akan dikenal sebagai Zaman Pahlawan!"
"Ataukah masa kini hanya akan terulang kembali lagi hingga membuat siklus panjang ini kembali lagi muncul di zaman baru."
Yun Xiao yang mendengar perkataan dari Kaisar membuat dia mengernyitkan dahi karena kesal, sebab dia merasa bahwa Kaisar didepannya tidak terlalu memegang banyak kepercayaan kepada dia, Yun Xiao juga memikirkan kondisi, dimana kalau Kaisar didepannya sudah terlalu lama meninggalkan harapan yang tidak berguna untuk generasi-generasi baru.
Yun Xiao menghelakan nafas ringan dan melihat kearah Kaisar dengan tatapan serius, dia berkata. "Yakinlah! Atas namaku Yun Xiao, aku bersumpah kepada surga! Bahwa dizaman ini akan dikenal sebagai Zaman Pahlawan!"
Kaisar yang melihat Yun Xiao yang memasang wajah menyakinkan dan mendengar sumpah yang sangat mendominasi telah diucapkan oleh dia, membuat Kaisar tersenyum tipis untuk beberapa saat sebelum wajahnya kembali tenang, Kaisar benar-benar sangat tidak percaya bahwa sosok kecil didepannya akan terlihat sangat berbeda dengan semua sosok yang selama ini dia temui.
Kaisar telah banyak menemui sosok yang memegang Takdir ini, namun semua sosok yang dia temui tidak ada satupun yang seperti Yun Xiao, lalu dia menatap Yun Xiao dalam-dalam dan berkata. "Begitu! Jika memang kamu sangat yakin dengan hal itu, maka aku akan melihat apakah sumpah yang kamu lakukan itu benar-benar akan terjadi."
Lalu Kaisar itu muncul didepan Yun Xiao tanpa perlawanan yang dilakukan oleh Yun Xiao, Kaisar itu langsung menekan jari telunjuknya kearah dahi Yun Xiao dan berkata untuk terakhirnya di saat-saat Yun Xiao yang mencoba melawan rasa kantuknya.
"Aku telah menyegel kembali semua ingatanmu mengenai hal-hal yang sekarang dan aku juga telah memberikan apa yang seharusnya aku berikan."
"Kamu tidak perlu khawatir dengan segel tersebut, karena segel tersebut hanya akan terbuka ketika dua syarat telah terpenuhi."
"Pertama adalah basis kultivasimu memiliki tingkat tertentu."
"Dan kedua, kamu akan mengetahuinya sendiri."
__ADS_1
""""Ayo! Perlihatkan kepada kami semua bahwa kamu adalah harapan kami untuk menghancurkan Takdir #&*¢£€!!!""" xN
Yun Xiao yang sangat mengantuk melihat kearah Kaisar dan semua sosok yang memegang Takdir ini, lalu dia mengatakan kata-kata terakhir. "Akan aku perlihatkan kepada kalian semua bagaimana cara aku menghancurkan sebuah takdir-"