
Sepanjang perjalanan Yun Xiao bersama dengan Hong Yue dan anggota timnya menuju ke tempat Makam Peninggalan, sosok dari penggoda Guo Mei selalu saja mendekati Yun Xiao dan mencoba untuk menggoda dan mendekatinya dengan maksud untuk mengambil Yun Xiao dari Yun Lan.
Sedangkan Hong Yue bersama dengan yang lainnya tidak mempedulikan Guo Mei yang mencoba untuk mendekati Yun Xiao, tapi orang-orang lain yang berada disini semuanya merasakan perasaan cemburu ketika melihat Guo Mei dan Yun Xiao lebih dekat!
"Adik Xiao! Adik Xiao! Apa benar rumor tentang basis kultivasi anda telah kembali?" Guo Mei yang bertanya kepada Yun Xiao, karena dia sedikit penasaran dengan rumor itu.
Walaupun Guo Mei sudah mendengarkan rumor itu dari anggota keluarganya, namun dia tidak percaya dengan rumor itu, jika tidak mendengar langsung dari sumbernya.
Pada dasarnya Guo Mei, Yun Lan dan Yun Xiao sangat dekat satu sama lain, karena mereka bertiga adalah teman masa kecil dan alasan lainnya adalah kedua belah pihak keluarga mereka merupakan sekutu.
Awal mula kenapa kedua belah pihak keluarga itu adalah sekutu, karena dahulu Leluhur Yun dan Leluhur Guo adalah saudara sumpah dan sekaligus rival. Pada masanya, mereka berdua dikenal sebagai Duo Naga dan Harimau di Medan Perang, karena ketika mereka masuk kedalam Medan Perang akan selalu ada kehancuran yang tidak diperlukan karena sifat mereka yang tidak ingin kalah satu sama lain.
Yun Xiao berjalan dan melihat kearah Guo Mei yang berada disampingnya, dia berkata. "Iya, basis kultivasiku sudah kembali."
Mendengarkan jawaban Yun Xiao, Guo Mei hanya memberikan anggukan kecil dan tersenyum dan berkata. "Begitu!"
Yun Xiao yang melirik sebentar kearah Guo Mei yang tersenyum kepadanya, dan hanya bisa menghela nafas dalam benaknya sebagai tanggapan dengan tindakan Guo Mei yang sangat ingin menggoda dan mendekatinya.
Yun Xiao sudah mengetahui sejak lama dengan alasan apa tindakan Guo Mei yang mencoba mendekatinya, dan kebenarannya adalah Guo Mei dan Yun Lan adalah rival, lalu Guo Mei juga sekalipun tidak pernah menang melawan Yun Lan, baik itu seni tarian, seni catur, seni lukis, dll. Karena itulah untuk bisa mengalahkan Yun Lan, dia akan mengambil satu-satunya orang yang sangat dekat dengannya yaitu Yun Xiao, yang merupakan Adik Sepupu Kecilnya, untuk bisa mengalahkan Yun Lan.
__ADS_1
Yun Xiao lalu berjalan cepat dan mendekati Hong Yue yang berada di depannya, dan juga Yun Xiao meninggalkan Guo Mei di belakang.
Yun Xiao sangat ingin mengetahui lebih banyak tentang Makam Peninggalan ini karena itulah dia mendekati Hong Yue dan alasan lainnya adalah dia ingin sedikit menjauhi Guo Mei yang terus menggoda dia, lalu ketika Yun Xiao telah mendekati dan berjalan berdampingan dengan Hong Yue, Yun Xiao melihat kearah Hong Yue dan berkata. "Ngomong-Ngomong, Hong Yue. Bisakah kau menjelaskan lebih banyak tentang Makam Peninggalan itu?"
Hong Yue yang melihat Yun Xiao berada di sampingnya tidak terlalu mempedulikan hal kecil seperti itu, lalu ketika saat dia mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Yun Xiao, dia langsung menjawab. "Iya... aku tidak terlalu banyak mengetahui informasi tentang Makam Peninggalan ini, tapi yang pastinya kalau Makam Peninggalan ini adalah makam milik Kultivator kuat yang berada tahap Golden Core, yang selamat dari insiden 30 tahun yang lalu."
"Insiden 30 tahu yang lalu?" Yun Xiao sedikit bingung dengan perkataan Hong Yue, dan di dalam ingatan tubuh "Yun Xiao" dulu, Yun Xiao yang sekarang tidak dapat mengetahui insiden apa yang terjadi 30 tahun yang lalu.
Karena semasa hidup "Yun Xiao" dulu selalu melakukan latihan setiap waktu tanpa mempedulikan apapun selain yang berhubungan dengan latihannya, karena itulah "Yun Xiao" yang dulu, tidak memiliki informasi penting apapun, yang mana hal ini membuat Yun Xiao yang sekarang menjadi bingung karena tidak adanya informasi apapun untuk dimanfaatkan selain latihan.
Bisa di katakan bahwa "Yun Xiao" yang dulu adalah maniak latihan, tapi karena itu juga dia dikenal sebagai Jenius walaupun itu hanya sesaat.
Yun Xiao hanya bisa melihat kearah Hong Yue dengan tatapan bingung sebelum Yun Xiao melanjutkan. "Jadi insiden seperti apa 30 tahun yang lalu?"
Yun Xiao yang mendengar pertanyaan Hong Yue hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban untuk pertanyaannya.
"Begitu..." Hong Yue lalu menjelaskan kepada Yun Xiao tentang insiden 30 tahun yang lalu, Hong Yue berkata. "30 tahun yang lalu, pada saat itu muncul seorang Kultivator sang kuat dan Iblis sangat kuat, yang sama-sama berada di atas Tahap Inti Emas, bertarung satu sama lain di Tanah Kematian."
"Dua sosok itu muncul entah darimana bertarung satu sama lain sampai salah satu mati di Tanah Kematian hingga membuat Tanah Kematian menjadi tidak bernyawa."
__ADS_1
"Lalu pada saat itu juga semua Kultivator Daratan Lan Hua yang kuat bergegas ke Tanah Kematian untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi, namun nahasnya semua Kultivator dari Daratan LanHua berakhir dengan ikut terlibat dalam pertarungan kedua belah pihak tersebut, dengan menjadi bantuan dari Kultivator yang tidak diketahui itu untuk membunuh Iblis."
"Dan ketika pertarungan berakhir, Iblis itu jatuh dan mati, namun banyak korban yang berjatuh dari sisi Kultivator Daratan Lan Hua, sedangkan untuk Kultivator yang tidak diketahui itu tiba-tiba saja menghilang pada saat Iblis itu mati."
"Hanya itu yang aku ketahui." Hong Yue berkata seperti itu untuk mengakhiri cerita dari insiden yang terjadi 30 tahun yang lalu.
Yun Xiao hanya mengangguk kecil sebagai tanggapan dari cerita Hong Yue, lalu dia bertanya kembali. "Apa kau mengetahui dimana Tanah Kematian itu?"
"Jika aku tidak salah itu berada di dekat perbatasan antara Kerajaan Dong dan Kekaisaran Tang."
Yun Xiao yang mendapatkan informasi lokasi Tanah Kematian hanya memberikan anggukan kecil, sebab dia berpikir bahwa terdapat banyak keanehan dalam cerita tersebut, contohnya adalah Kultivator yang tidak diketahui itu, pada dasarnya mungkin bukan dari Benua CangLan, sebab di Benua ini memiliki Qi Langit dan Bumi yang sedikit tipis untuk bisa memiliki Kultivator yang berada di atas Tahap Inti Emas, kecuali mereka yang berasal dari Tanah yang berlimpah Qi Langit dan Bumi.
Karena itulah ketika mendengar cerita itu, Yun Xiao sedikit memiliki keyakinan bahwa Dunia ini memiliki lebih banyak Benua yang berbeda, karena adanya jejak-jejak aneh yang tertinggal untuk memberi tahu bahwa bukan hanya Benua CangLan saja di Dunia ini.
Pada saat Yun Xiao sedang memikirkan banyak hal, tiba-tiba saja suara dingin sistem terdengar kembali.
[ Sepertinya Master telah mengetahui bahwa Dunia ini tidak hanya Benua CangLan saja, tapi ada juga Benua lain di Dunia ini, dan hal ini juga menunjukkan bahwa Master masih memiliki kepintaran diatas rata-rata manusia. ]
"Iya, kau benar. Aku..." Yun Xiao mencoba untuk membenarkan perkataan sistem, namun dia terhenti karena dia tersadarkan bahwa sistem sedang mencoba untuk memberikan sarkasme kepada dia, Yun Xiao sedikit kesal dan berkata. "Apa itu pujian atau hinaan?
__ADS_1
[ Saya sedang memuji anda, Master. Bagaimana bisa anda berpikir bahwa saya sedang menghina anda. Saya sebagai sistem yang membimbing anda untuk menjadi terkuat dan tak terkalahkan, tidak mungkin mencoba untuk menghina Master sendiri. ]
Yun Xiao yang mendengar perkataan sistem hanya bisa mendengus karena kesal, entah bagaimana dia ataupun sistem sangat tidak mungkin untuk akur satu sama lain.