System God Book

System God Book
Chapter. 32 - Yun Quan dan Yun Xun.


__ADS_3

Beberapa waktu yang lalu.


Setelah Tertua Pertama mendengarkan sebuah informasi tentang keadaan Yun Xiao, Tertua Pertama langsung pergi begitu saja dan meninggalkan Pelayan Yu di kediamannya.


Pelayan Yu yang di tinggalkan oleh Tertua Pertama hanya berdiam diri sebentar dengan linglung sebelum dia berjalan keluar dari kediaman milik Tertua Pertama.


Pada saat Pelayan Yu keluar dan menutup pintu kediaman Tertua Pertama, lalu memutuskan untuk kembali berkerja, namun terdengar sebuah suara seseorang. "Pelayan Yu!"


Pelayan Yu di buat kaget oleh sebuah suara serak basah yang berasal dari belakangnya, dia ingin marah kepada orang itu, karena hampir saja membuat dia terkena serangan jantung, namun di saat Pelayan Yu berbalik dan melihat siapa orang yang mengagetkannya.


Pelayan Yu terkejut ketika dia melihat bahwa orang yang mengagetkannya adalah cucu dari Tertua Kelima.


"Tu-Tuan Muda Yun Quan! Jangan mengangetkan Pelayan Tua ini seperti itu, hampir saja Pelayan Tua ini terkena serangan jantung..." Pelayan Yu berkata dengan sangat sopan terhadap Yun Quan, namun di dalam hatinya terdapat sedikit perasaan gelisah dan ketakutan ketika melihat sosok Yun Quan yang tersenyum lembut... Tapi dia tidak terlalu memperdulikan kedua perasaan tersebut.


"Hahaha... Maaf... Hanya saja tadi aku secara tidak sengaja mendengar percakapan Tertua Pertama dan Pelayan Yu, bahwa Adik Yun Xiao selamat dari tragedi Pegunungan Guan, apa itu benar?" Kata Yun Quan bertanya kepada Pelayan Yu sambil mempertahankan senyum lembutnya.


Yun Quan memiliki wajah putih yang tampan dan lemah lembut, sosoknya yang kurus dan lemah tidak cocok untuk berlatih bela diri, berbalutkan jubah sederhana berwarna krem.


Yun Quan, merupakan cucu dari Tertua Kelima, sosok Yun Quan di kenal sebagai seseorang kutu buku, yang sangat baik hati dan bijaksana di Keluarga Yun ataupun kota Jia. namun dia memiliki dua kekurangan, satu adalah bakatnya dan dua adalah...


Tidak seperti Tuan Muda Keluarga Yun yang lainnya yang berbakat termasuk Yun Xiao yang telah mendapatkan kembali bakatnya, bakat Yun Quan sangatlah buruk dalam hal kultivasi karena dia memiliki meridian yang terblokir di dalam tubuhnya.


Ketika Pelayan Yu mendengar pertanyaan Yun Quan, dia tidak menjawab hanya melirik Yun Quan dari sudut matanya, dia berpikir. 'Tertua Pertama, seharusnya tidak meminta saya untuk merahasiakan berita ini, kan?'


Setelah memikirkan untuk beberapa saat, Pelayan Yu hanya mengangkat bahu lalu menghela nafas ringan, karena dia telah memutuskan untuk memberitahu kabar berita ini, dia berkata. "Iya, itu benar. Kalau Tuan Muda Yun Xiao selamat dari tragedi Pegunungan Guan."

__ADS_1


Pada saat Yun Quan mendengar jawaban dari Pelayan Yu, Yun Quan hanya bisa mengangguk kecil dan tersenyum lega untuk sesaat, dia berkata. "Begitu... aku senang mendengar berita ini... Kalau begitu aku akan pergi dulu untuk bertemu dengan Sepupu Yun Lan untuk menyampaikan berita ini..."


"Iya, Tuan Muda Yun Quan." Kata Pelayan Yu dengan sangat sopan, lalu ketika Pelayan Yu melihat Yun Quan yang sebelumnya hendak pergi, baru mengambil beberapa langkah Yun Quan berbalik melihat kearah Pelayan Yu dengan tatapan dingin dan tegas, dia berkata. "Omong-omong... Pelayan Yu jangan sampai orang luar selain Keluarga Yun mendengar berita ini, kalau Adik Yun Xiao selamat dari tragedi tersebut, jika tidak, aku tidak dapat menjamin bahwa kehidupan aman Keluarga Kecilmu dapat menahan amarahku..."


Pelayan Yu yang mendengar ancaman dari Yun Quan langsung bergidik dan ketakutan ketika melihat pandangan dingin dan senyum lembut milik Yun Quan...


"I-Iya, Tuan Muda Yun Quan..."


Ini adalah kekurangan kedua dari Yun Quan, dia menyembunyikan sifat kejam dan bengis dari dunia luar dengan tampilan lemah lembut dan sopan santun... Hanya beberapa orang saja yang pernah melihat sosok asli dari Yun Quan, namun dari semua orang yang melihat sosok aslinya langsung di bungkam dan ada juga yang terbunuh... hingga saat ini tidak ada satu pun orang yang berani untuk memberitahu tentang dia yang sebenarnya.


"Syukurlah... Dengan begitu aku tidak perlu untuk melakukan sesuatu yang tidak penting, kan..." Yun Quan meninggalkan kata-kata itu untuk Pelayan Yu dengan sebuah senyuman lembutnya dan pergi untuk menemui Yun Lan untuk memberikan kabar berita yang di dengar.


"Fuuu... Mengapa di dalam keturunan Keluarga Yun terdapat Monster gelap dan kejam seperti itu..." Pelayan Yu berkata dengan ketakutan, lalu terdapat juga tetesan keringat pada wajah dan punggung Pelayan Yu, hingga membasahi dia.


Setelah berpisah dengan Pelayan Yu, Yun Quan berjalan menuju kediaman Yun Lan yang memiliki jarak cukup jauh dari kediaman Tertua Pertama, namun cukup dekat dengan kediaman milik Yun Xiao.


Sepanjang perjalanan Yun Quan menunju kearah kediaman Yun Lan, dia selalu membalas sapaan dari beberapa Pelayan Keluarga Yun dengan senyuman lembutnya.


Ketika di dalam perjalanannya, Yun Quan melihat seorang laki-laki muda yang terlihat seumurannya sedang berjalan berhadapan dengannya di jalan yang sama, lalu saat Yun Quan dan laki-laki muda itu berhadapan satu sama lain, Yun Quan tersenyum lembut dan berkata. "Halo, Sepupu Yun Xun."


Ketika melihat sosok Yun Quan yang berada di depannya sedang menyapanya, Yun Xun hanya menatap jijik dan berkata. "Jangan menyapaku, Dasar Sampah!"


"Haha..." Yun Quan hanya tertawa pahit, ketika mendengar hinaan dari Yun Xun, dan dia juga tidak peduli dengan hinaan dari Yun Xun, sebagai seorang aktor yang sangat baik, Yun Quan harus menahan semua hinaan atau caci maki orang lain, sebelum dia dapat membalas dendamnya...


"Apa yang kau tertawa, Sampah!?" Yun Xun berkata dengan kesal sambil menarik kerah baju Yun Quran.

__ADS_1


Yun Xun memiliki wajah putih yang tampan dan bajingan yang kasar, sosoknya tinggi dan kurus berbalut jubah mewah berwarna merah tua.


Yun Xun, merupakan cucu dari Tertua Kedua, sosoknya di kenal sebagai orang berbakat di generasi muda, walaupun dia memiliki reputasi yang baik dan terkenal sebagai orang berbakat, Yun Xun tetap memiliki reputasi yang buruk, di karenakan kepribadiannya yang sangat buruk dan kasar. Dengan dukungan dari Tertua Kedua, sosok Yun Xun menjadi di takuti semua orang kalangan rendah di kota Jia, karena semua orang itu takut dan tidak ingin melawan Keluarga Yun.


Ketika kerah bajunya di tarik, Yun Quan hanya menunduk kepalanya dan berkata lemah. "Maafkan aku, Sepupu Yun Xun..."


Yun Xun yang melihat sosok Yun Quan yang lemah dan penakut hanya mendengus kesal dan melempar jatuh sosok Yun Quan ke tanah, dia berkata. "Aku tidak memiliki seorang Sepupu Sampah seperti kau ataupun Limbah Keluarga Yun (Yun Xiao)."


Yun Quan hanya menundukkan kepalanya dan melirik kepergian Yun Xun, tapi di tangannya dia sedang mengepal dengan sangat erat sampai berdarah, yang bisa di lakukan oleh Yun Quan hanya menahan semua amarahnya, saat dia di gertak oleh Yun Xun, karena Yun Quan tidak dapat menjadi lawan dari seorang kultivator, jika hanya mengandalkan kebijaksanaannya... Jadi dengan menggunakan kebijaksanaannya dia akan melakukan berbagai skema untuk membalas dendam.


Yun Quan berdiri kembali setelah sosok Yun Xun sudah tidak terlihat lagi, lalu dia merapikan jubahnya dan pergi untuk menemui Sepupunya Yun Lan.


ーーーー


Di sisi lain, Tertua Pertama yang telah sampai di sungai dekat kota Jia, melihat dari atas langit untuk menemukan keberadaan Yun Xiao di sungai, namun dia tidak dapat menemukan keberadaan Yun Xiao.


"Dimana Bocah itu?"


Lalu karena Tertua Pertama yang tidak dapat melihat dan menemukan keberadaan Yun Xiao, dia langsung melepaskan indera spiritual untuk mencari keberadaan Yun Xiao, butuh beberapa saat kemudian...


Keberadaan Yun Xiao telah di temukan oleh Tertua Pertama dan dia juga menemukan banyak keberadaan orang lain di dekat Yun Xiao, dia tersenyum tipis dan berkata. "Akhirnya aku menemukanmu, Bocah Kurang Ajar..."


"Bukannya kembali pulang terlebih dahulu untuk mengabari anggota Keluarga yang sedang khawatir, dia malah pergi keluyuran ke Makam Peninggalan."


Tertua Pertama langsung pergi menuju ke tempat Makam Peninggalan itu berada, lalu dia juga menunggu kedatangan Yun Xiao di sana, karena di saat Yun Xiao sampai di tempat Makam Peninggalan berada, Tertua Pertama akan menyambut Yun Xiao dengan sebuah pukulan untuk menghukum Yun Xiao.

__ADS_1


__ADS_2