System God Book

System God Book
Chapter. 45 - Ujian Percobaan Part.06


__ADS_3

"Berapa lama Pencerahan ini akan berlangsung, Kakek Roh?" Hong Yue berkata kepada Roh Orang Tua itu dengan wajah bosan.


"....."


"Benar, Apakah Adik Xiao akan baik-baik saja?" Guo Mei berkata kepada Roh Orang Tua itu dengan wajah khawatir.


"....."


Roh Orang Tua itu yang memiliki banyak sekali kedutan pada pelipisnya lantas melepaskan semua kekesalan yang dia tahan selama ini, Roh Orang Tua itu juga langsung berteriak kepada Guo Mei dan Hong Yue. "Kalian berdua telah bertanya dengan pertanyaan yang sama lebih dari 30x setiap 30 detik! Tidak bisakah kalian untuk diam untuk 1 menit saja!!!"


"...." Guo Mei dan Hong Yue menjadi terdiam akibat dimarahi oleh Roh Orang Tua itu.


Ketika saat mereka berdua melihat Roh Orang Tua itu kesal, Guo Mei hanya diam saja sambil melihat kearah Yun Xiao dan tidak terlalu peduli dengan bentakan Roh Orang Tua itu.


Namun berbeda dengan Hong Yue yang ingin bertanya lagi dengan pertanyaan yang sama, tetapi Hong Yue mengurungkan niatnya dan tidak berani untuk membuka mulutnya karena dia telah mendapatkan sebuah tatapan tajam dan serius dari Roh Orang Tua tersebut.


Chen Yinping lalu berjalan mendekati Hong Yue dari belakang dan memegangi pundaknya, dia berkata. "Yue'er, kamu seharusnya sedikit bersabar, aku tahu kalau kam- kita semua sangat penasaran dengan apa yang akan terjadi terhadap Pencerahan Yun Xiao."


"Namun kamu juga harus tahu dan berpikir, bahwa tindakan yang kamu lakukan itu sudah membuat orang lain menjadi kesal."


Hong Yue hanya mengangguk kecil, ketika saat dia mendengar ceramah Chen Yinping, lalu dia juga mengalihkan pandangannya lagi kearah Yun Xiao yang masih terbungkus oleh cahaya putih-biru langit.


"Ahem!" Suara batuk palsu dari Roh Orang Tua itu mengalihkan semua pandangan kelompok Hong Yue termasuk Hong Yue sendiri, lalu setelah melihat semua orang mengalihkan pandangan kearahnya, Roh Orang Tua itu berkata. "Kalian semua lebih baik pulang kerumah terlebih dahulu dan untuk urusan Anak Nakal ini, biarkan Pak Tua ini yang menjaganya disini."


"Saya-" Guo Mei sangat ingin mengatakan sesuatu, namun sayangnya dia didahului oleh seseorang yaitu Hong Yue yang berkata. "Itu benar, dengan apa yang dikatakan Kakek Roh, sebaiknya kita semua pulang dulu dan kita juga dengan tetap di sini tidak ada hubungannya, karena yang memenangkan Ujian Percobaan Pertama adalah Yun Xiao.

__ADS_1


"...." Guo Mei menggenggam erat kipas besinya yang berada di tangan kanannya hingga dapat terdengar sedikit suara retakan pada kipas besi tersebut.


"Baiklah, kalau begitu aku akan mengirim kalian semua keluar dari sini." Kata Roh Orang Tua itu kepada semua orang, dia melanjutkan. "Bersiap-siaplah kalian semua."


Lalu kedua tangan milik Roh Orang Tua itu membentuk segel tangan dengan beberapa simbol tangan yang sedikit rumit, hingga dia akhirnya selesai dengan simbol tangan terakhir dan menciptakan sebuah cahaya transparan yang sama seperti sebelumnya, menyelimuti semua orang seperti sebelumnya juga, dan lalu cahaya transparan tersebut menghilang sambil membawa semua orang keluar dari Makam Peninggalan ini.


"Huff―" Roh Orang Tua itu menghela nafas panjang, lalu tubuhnya juga mulai menjadi lebih transparan dari sebelumnya, yang mana hal itu menandakan bahwa masa waktu dia tinggal Dunia ini akan hampir habis, dia berkata. "Sepertinya aku tidak dapat lagi menahan paksaan ini untuk waktu yang lebih lama."


ーーーーー


Di pintu keluar Makam Peninggalan.


Empat cahaya transparan tiba-tiba muncul, dan lalu cahaya transparan itu menyinari tempat tersebut, tidak hanya sampai situ saja muncul sebuah bayangan yang terlihat seperti manusia dari balik cahaya transparan itu, dari cahaya transparan itu juga memunculkan empat sosok manusia yang terdiri dari tiga perempuan dan satu laki-laki.


"Turnamen Bela Diri Generasi Muda Kota Jia juga sebentar lagi akan diadakan, bukan?"


"Iya, Turnamen Bela Diri Generasi Muda akan diadakan sebentar lagi." Shang Liang berkata dengan perasaan semangat berapi.


Chen Yinping dan Shang Liang berjalan bersama menuju ke Kota Jia untuk kembali pulang, hanya Hong Yue yang masih berdiri ditempatnya sambil melihat kearah Guo Mei yang memandangi pintu masuk Makam Peninggalan di depannya dengan tatapan khawatir, Hong Yue berjalan mendekati Guo Mei dari belakang dan memegangi pundaknya, dia berkata. "Ayo, kita kembali, Kakak Mei Mei."


Guo Mei yang melirik kearah Hong Yue yang memegangi pundaknya, hanya memberikan jawaban anggukan kecil sebagai tanggapan, dia berkata. "Ayo."


Hong Yue berjalan bersama dengan Guo Mei dalam tempo yang sedikit pelan dari normal, baru beberapa langkah Guo Mei melirik kearah belakangnya dan melihat kearah pintu masuk Makam Peninggalan itu untuk terakhir kali, sebelum mereka meningkat tempo berjalan mereka kembali secara normal.


ーーーーー

__ADS_1


30 menit telah berlalu, di dalam Makam Peninggalan.


Cahaya putih-biru langit yang menyelimuti tubuh Yun Xiao perlahan-lahan menghilang, dan cahaya keemasan pada tato ditubuhnya juga ikut menghilang secara perlahan-lahan, lalu sosok Yun Xiao yang sebelumnya telah terbungkus oleh cahaya putih-biru langit telah menampilkan kembali sosok tampannya yang terbalut oleh jubah putih dengan sedikit warna ungu cerah.


'Sudah berapa lama, aku masuk dalam keadaan Pencerahan.' Yun Xiao berkata dalam benaknya kepada sistem.



'Begitu...' Lalu Yun Xiao melihat sekeliling, namun dia tidak melihat siapapun, dia berkata kembali di benaknya. 'Sistem, apa saja yang terjadi disini pada saat aku sedang dalam kondisi Pencerahan?'



'Begitu, terima kasih.' Yun Xiao lalu berdiri dan sekaligus membersihkan jubahnya, walaupun tidak kotor Yun Xiao tetap melakukannya, sebab dia telah terbiasa, lalu dia melihat sekeliling sebentar, sebelum dia menarik nafasnya dalam-dalam dan berteriak sekeras mungkin. "Pak Tua, Dimana kau!?!?!?!?!"


Lalu suara teriak yang keras dilakukan oleh Yun Xiao bergema di seluruh Makam Peninggalan, hingga beberapa saat kemudian muncul sosok Roh yang lebih transparan, tetapi Roh itu mirip seperti pemilik dari Makam Peninggalan ini.


"Anak Nakal, mengapa kau berteriak seperti itu?? Tidak bisakah kau memanggilku secara biasa saja!!!" Roh Orang Tua itu berteriak kepada Yun Xiao dalam keadaan kesal dan marah.


Yun Xiao hanya melambaikan tangannya dan berkata dengan santai. "Sudahlah, sudahlah. Tenang dulu, Pak Tua. Sekarang ini lebih baik kita tinggalkan dulu basa-basi, karena sekarang aku ingin segera mengikuti Ujian Percobaan Kedua."


"Aku ini orangnya cukup sibuk, jadi aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi disini."


Roh Orang Tua itu menjadi lebih kesal dan marah setiap saat ketika dia berbicara dengan Yun Xiao, sebab apa saja yang dikeluarkan dari mulut Yun Xiao memiliki dampak yang sangat berbahaya untuk ketenangan seseorang, Roh Orang Tua itu merasa semakin lama Yun Xiao berada disini, semakin banyak juga kemarahan dan kekesalan yang menumpuk didalam dirinya, karena itulah dia hanya bisa menahan emosinya untuk sekarang dan berkata. "Baiklah, kalau begitu kita akan memasuki Ujian Percobaan Kedua atau yang Terakhir."


"Begini lebih baik!" Yun Xiao menjawab dengan mengangguk kecil, pada saat bersamaan juga Roh Orang Tua itu kembali berkedut di matanya ketika mendengar perkataan Yun Xiao, dia berpikir. 'Sabar, sebentar lagi aku tidak akan melihat wajah Anak Nakal ini!"

__ADS_1


__ADS_2