System God Book

System God Book
Chapter. 56 - Pembunuh Part.04


__ADS_3

Mansion Keluarga Ouyang, Ruang Rahasia Keluarga Ouyang.


"Bagaimana dengan kondisi basis kultivasi milikmu, Lei'er?"


Seorang pria paruh baya mengenakan jubah hitam dengan syal yang terbuat dari kulit harimau putih.


Pria paruh baya ini adalah Patriark Keluarga Ouyang, Ouyang Qianfan.


Ouyang Qianfan sedang duduk di kursinya dengan pandangan tenang menatap seorang laki-laki muda yang berada di bawahnya.


"Sangat baik." Laki-laki muda di depan Ouyang Qianfan tersenyum dan berkata. "Baru kemarin basis kultivasi saya telah meningkat dari Laut Roh Lapisan Pertengahan ke lapisan berikutnya yaitu Laut Roh Lapisan Terlambat/Akhir."


Pada saat mendengarkan perkataan laki-laki muda itu mata Ouyang Qianfan langsung memancarkan sinar cahaya.


"Sangat bagus, sangat bagus!" Ouyang Qianfan tertawa bahagia. "Saya harus mengakui bahwa kamu sebagai putraku sangat luar biasa! Hanya saja baru-baru ini saya mendapat sebuah kabar bahwa salah satu generasi muda keluarga Yun akan menyusahkan kamu di turnamen ini."


Laki-laki muda itu ketika mendengar kata-kata ini dari Ouyang Qianfan, sedikit mengernyitkan dahi dengan tidak senang: "....."


"Siapa namanya itu..." Ouyang Qianfan terlihat seperti sedang berpikir. "Jika tidak salah..."


Lalu laki-laki muda itu memotong langsung perkataan Ouyang Qianfan: "Yun Xun."


"Oh, benar-benar. Itu dia namanya." Ouyang Qianfan mengangguk paham dan berkata. "Sangat susah untuk mengingat nama seseorang dari keluarga sampah itu!"


"Hahahaha!" Kemudian laki-laki muda itu pergi berjalan dan duduk di kursi samping Ouyang Qianfan dan berkata: "Ayah, saya tidak selalu berpikir itu adalah informasi yang berguna untuk saya."


"Tidak peduli, siapapun yang akan menjadi lawan saya, baik itu Yun Xun ataupun orang lain. Mereka semua adalah sampah yang sangat tidak penting di mata saya!"


"Karena di turnamen generasi muda pada tahun ini yang akan menjadi pemenang adalah saya, Ouyang Lei!"


Ouyang Qianfan yang berada di samping Ouyang Lei hanya menatap tenang wajah angkuh Ouyang Lei dan dia juga memberi sebuah senyuman misterius dan berkata.


"Jika memang kamu sebegitu percaya dirinya terhadap kekuatan yang kamu miliki, maka saya sebagai Ayah hanya bisa percaya kepada kata anaknya."


Ouyang Qianfan tidak bisa mengatakan apapun lagi untuk putranya, karena ketika dia melihat seberapa besar makna kepercayaan diri didalam mata Ouyang Lei.

__ADS_1


Ouyang Qianfan tiba-tiba memikirkan sesuatu dan berkata: "Saya mendengar bahwa kamu bertaruh dengan Yun Xiao?"


Setelah mendengar perkataan ini, Ouyang Lei menyeringai dengan jijik, dan tidak mengatakan sepatah kata pun.


Jelas bagi Ouyang Lei bahwa Yun Xiao ini tidak cukup memenuhi syarat untuk dia berkomentar.


Yun Xiao, yang sebelumnya dikenal sebagai jenius pertama Kota Jia, adalah musuh hati Ouyang Lei, namun sekarang di mata Ouyang Lei, Yun Xiao hanya semut, sampah, dan limbah.


Ouyang Qianfan hanya bisa menggelengkan kepalanya, seolah menyalahkan dirinya sendiri karena menyebut-nyebut Yun Xiao, segera dia bertanya: "Lei'er, apakah kamu punya berita tentang adikmu?"


Ouyang Lei menggelengkan kepalanya dan tidak berbicara, karena Adiknya sangat tidak memenuhi syarat untuk membiarkannya berbicara.


Ouyang Qianfan hanya mendengus dengan tidak puas: "Ouyang Jun ini benar-benar menjadi gila."


"Oke, mari kita lupakan dulu, segeralah kembali dan beristirahat dengan sangat cukup, sebab turnamen besok kamu akan menjadi tombak kemenangan untuk keluarga ini."


"Baik, Ayah!"


Lalu beberapa waktu kemudian, didalam ruang rahasia ini hanya menyisakan Ouyang Qianfan sedang duduk sambil meminum teh terbaiknya.


"Baik!"


Lalu orang itu pergi dengan cepat setelah meninggalkan satu kata itu, dan tidak butuh waktu lama Tertua Ketiga datang untuk memenuhi panggilan Ouyang Qianfan.


"Patriark! Saya datang atas panggil anda!"


Lalu segera orang yang di maksud oleh Ouyang Qianfan untuk datang kesini, sedang memberi sebuah penghormatan kepada Ouyang Qianfan.


Ouyang Qianfan yang sedang minum tehnya lagi, hanya meminum seteguk tehnya dan kemudian dia meletakkan kembali cangkir tehnya ke meja yang berada di sampingnya.


Ouyang Qianfan menatap tajam kepada Tertua Ketiga dan berkata: "Bagaimana apakah sudah ada perkembangan berita tentang hilangnya Ouyang Jun?"


Tertua Ketiga hanya bisa menggelengkan kepalanya, tapi didalam hatinya dia sangat gugup dan sedikit takut dengan Ouyang Qianfan.


Sebab hilangnya Ouyang Jun terjadi akibat kelalaiannya sendiri yang memberikan izin kepada Ouyang Jun untuk memasuki Makam Peninggalan, hanya dengan di temani oleh orang-orang suruhannya.

__ADS_1


"Begitu!" Ouyang Qianfan mencubit jembatan alisnya dan lalu dia menatap dingin kepada Tertua Ketiga dan berkata. "Saya tidak peduli apapun kondisinya, Ouyang Jun harus segera ditemukan dalam kondisi hidup-hidup! Jikalau putraku mati, kamu akan menerima kemarahan saya, apakah kamu paham?"


Tertua Ketiga berkeringat dingin mendengar perkataan ini dan segera dia menjawab: "Baik! Saya akan pastikan bahwa Tuan Muda Ouyang Jun akan ditemukan dalam keadaan kondisi hidup-hidup!"


"Baiklah, kamu boleh pergi!"


Setelah mengusir Tertua Ketiga untuk pergi dari sana, Ouyang Qianfan lalu menatap tajam ke suatu arah, dan lalu disana juga muncul Qi hitam yang mengambil bentuk sebuah bayangan hitam dengan mata merah.


Ouyang Qianfan yang melihat bayangan hitam tersebut, langsung segera berlutut satu kaki dan berkata: "Selamat datang, Yang Mulia!"


"....." Bayangan hitam itu tidak membalas salam dari Ouyang Qianfan dan hanya mengabaikan saja.


Lalu dia juga memeriksa seluruh ruangan untuk memastikan bahwa tidak ada seseorang yang akan menguping pembicaraannya.


"Ouyang Qianfan, rencana utama milik Raja ini akan di percepatkan proses pelaksanaannya, karena itulah Raja ini ingin kamu membantu Raja ini untuk memastikan bahwa seseorang dari Sekte Bintang Jatuh tidak mengganggu rencana dari Raja ini."


"Raja ini tidak peduli dengan cara apa kamu lakukan untuk mengalihkan pandangan orang dari Sekte Bintang Jatuh!"


"Kalau kamu masih sangat ingin untuk melihat kejatuhan seluruh keluarga besar di Kota Jia ini! Pastikan orang dari Sekte Bintang Jatuh tidak mengganggu rencana dari Raja ini!"


Setelah mendengar perkataan dari bayangan hitam itu, Ouyang Qianfan hanya mengangguk paham dan tidak banyak berpikir, sebab Ouyang Qianfan hanya ingin melihat seluruh keluarga besar jatuh dan hancur, dan lalu pada akhirnya keluarga Ouyang akan menjadi pemimpin baru di Kota Jia ini.


"Baiklah, Yang Mulia. Yang rendah ini akan memastikan bahwa apapun yang akan terjadi yang rendah ini tidak akan membiarkan siapa saja mengganggu rencana Yang Mulia!"


Bayangan hitam itu tampak tersenyum senang ketika mendengar perkataan Ouyang Qianfan, tapi sayangnya senyuman itu akan dapat di salah pahami oleh orang lain sebagai sebuah senyuman kejam.


Bahkan Ouyang Qianfan yang sedikit melirik bayangan hitam itu, menjadi sangat ketakutan ketika dia melihat senyuman itu: "....."


Lalu beberapa saat kemudian, bayangan hitam itu langsung pergi dan menghilang dari sana dengan dia meninggalkan Qi hitam disana.


Ouyang Qianfan yang melihat bahwa bayangan hitam itu sudah pergi dari sana, hanya bisa menghelakan nafas dan berkata.


"Sungguh penampilan sosok yang sangat menyeramkan!"


Lalu Ouyang Qianfan melupakan hal tersebut dan segera sebuah senyuman terbentuk di mulutnya dan berkata.

__ADS_1


"Segera! Tidak lama lagi keluarga Ouyang akan menjadi penguasa di kota ini!!!"


__ADS_2