System God Book

System God Book
Chapter. 39 - Kecurigaan.


__ADS_3

Beberapa waktu yang lalu.


"Kakak Mei Mei! Bagaimana dengan tekniknya? Apakah teknik itu memang benar-benar teknik Tingkat Bumi?! Apakah teknik itu sangat bagus!? Ayolah, Kakak Mei! Kasih tahu aku!" Hong Yue berkata dengan sangat bersemangat dan juga dia sangat antusias, ketika menunggu jawaban dari Guo Mei, tentang mengenai teknik Tingkat Bumi pemberian Yun Xiao


Seperti yang diketahui bahwa teknik Tingkat Bumi adalah teknik yang sangat langka, hanya sebagian besar mayoritas Sekte Kecil, Keluarga Besar, Bangsawan, dan Kerajaan, kecuali Sekte Besar.


Teknik paling umum pada dasarnya hanya Tingkat Biasa dan Luar Biasa, namun untuk untuk teknik Tingkat Bumi seperti pemberian Yun Xiao, itu hanya bisa mereka dapatkan dari warisan seseorang atau buatan seorang Ahli yang sangat kuat.


Namun terdapat satu teknik lagi yang lebih langka dari teknik Tingkat Bumi yaitu, teknik Tingkat Langit!


Di Benua Cang Lan ini, teknik Tingkat Langit hanya keberadaan mitos atau legenda, karena begitu sulitnya untuk seorang mendapatkan teknik Tingkat Langit di warisan seseorang.


Setelah membaca buku teknik tingkat bumi, Guo Mei langsung menutup buku teknik itu sambil memasang wajah serius menatap buku teknik tingkat bumi di tangannya, dia berkata. "Ini benar-benar teknik Tingkat Bumi..., mungkin?"


"....." Hong Yue terdiam, ketika saat mendengar pernyataan bingung Guo Mei, karena dia tidak mengetahui apakah Guo Mei sedang bercanda atau memang dia yang tidak bisa mengetahui, bahwa teknik ini adalah teknik Tingkat Bumi, dia berkata dengan nada kecewa. "Kakak Mei Mei! Jika kau memang tidak mengetahuinya, maka jangan berpura-pura seperti itu..."


Guo Mei terkekeh ketika saat melihat reaksi lucu dari Hong Yue, dia langsung menepuk kepala Hong Yue dengan lembut, karena Guo Mei dapat melihat bahwa Hong Yue sedang cemberut, yang mana reaksi ini sangat imut untuk bisa di lihat, dia berkata. "Maaf, maaf, Yue'er."


Setelah menepuk-nepuk kepala Hong Yue, dan melihat bahwa reaksinya telah kembali seperti biasa, Guo Mei yang memegang teknik Tingkat Bumi langsung memberikan teknik itu kepada Hong Yue, dia berkata. "Sebagai permintaan maaf dari saya, saya akan memberikan teknik ini kepadamu, Yue'er."


"...." Hong Yue sekali lagi terdiam, ketika saat dia mendengar perkataan Guo Mei, dia bahkan mengedipkan matanya beberapa kali dan memandangi wajah Guo Mei dengan ketidakpercayaan, dia berkata. "Aku... Apa memang benar teknik ini untukku, Kakak Mei Mei?!"


Guo Mei hanya memberikan anggukan kecil untuk jawabannya, dia berkata. "Ini memang benar untukmu, lagi pula teknik ini adalah teknik pedang, jadi aku tidak membutuhkannya."


Hong Yue yang melihat buku teknik didepannya, tidak dapat menahan senyumnya sebelum dia akhirnya mengambil buku teknik tersebut dan melompat-lompat karena kegirangan, dia berkata. "Hore! Hore! Hore! Terima kasih, Kakak Mei Mei!"

__ADS_1


Guo Mei yang melihat reaksi yang sangat berlebihan dari Hong Yue, hanya menatap dengan senyum lembut dan menggeleng kepalanya, namun tiba-tiba wajahnya berubah menjadi serius, dia bergumam. "Darimana Adik Xiao mendapatkan teknik ini? Sejak kecil aku juga tidak pernah ingat, kalau sifat Adik Xiao seperti itu selama ini, yang mana dia bisa memberikan buku teknik begitu saja. Apakah hal ini ada hubungannya dengan Gurunya yang dirumorkan itu atau Adik Xiao saja yang tiba-tiba berubah seperti orang lain..."


Guo Mei dan Hong Yue yang tertinggal di belakang, berjalan mengikuti jalan yang ada, karena Makam Peninggalan ini hanya memiliki satu jalan, membuat Guo Mei berpikir bahwa tidak apa-apa, jika dia dan Hong Yue tertinggal, namun Guo Mei dan Hong Yue yang selama masuk kedalam Makam Peninggalan telah mengabaikan kemungkinan bahwa Makam Peninggalan ini terdapat sebuah jebakan!


Tiba-tiba saja terdengar suara mekanisme jebakan yang berhasil di aktifkan, Guo Mei yang secara tidak sengaja mendengar suara itu, langsung melihat kearah Hong Yue, karena dia tahu bahwa Hong Yue yang menjadi penyebab aktifnya mekanisme jebakan itu, sebab dapat dilihat bahwa Hong Yue secara tidak sengaja telah menginjak sebuah jebakan.


"Ahhhhh!!!!!" Teriakan Guo Mei dan Hong Yue.


Hanya meninggalkan suara teriakan mereka saja, yang menunjukkan bahwa mereka terkena jebakan, yang mana sebuah lubang tepat dibawah kaki mereka terbentuk, ketika mereka telah masuk kedalam jebakan itu, lubang dari bekas jebakan itu kembali tertutup seperti sedia kala, yang hal itu bisa dikatakan bahwa lubang itu sebenarnya adalah sebuah gerbang otomatis.


ーーーーー


Sekarang.


"Kakak Mei! Disini sangat gelap!" Hong Yue berkata dengan ketakutan kepada Guo Mei sambil memeluk lengan Guo Mei cukup erat.


Walaupun sebenarnya Guo Mei sama takutnya seperti Hong Yue, dia tidak bisa menunjukkan sisi ketakutan tersebut, karena disini hanyalah dia yang paling tua, karena itulah sebagai yang paling tua dan seorang Kakak bagi Hong Yue, Guo Mei merasa bahwa dia tidak boleh menjadi ketakutan, jika dia ketakutan maka hal itu hanya akan membawa mereka ke jalan buntu.


"....." Guo Mei melihat-lihat sekitarnya, yang mana tempat ini sangat gelap, sunyi dan menyeramkan, meskipun telah tempat ini diterangkan oleh cahaya api yang minim, namun tempat ini masih saja terlihat sama!


Cahaya api itu sebenarnya adalah teknik milik Hong Yue, pada awalnya Hong Yue tidak ingin menggunakan teknik ini, karena dia tidak ingin kehabisan energi Qi-nya didalam tempat yang gelap dan sunyi ini, namun dibawah bujukan kecil Guo Mei, Hong Yue akhirnya jatuh dan menerima permintaan itu, tetapi sebagai gantinya Hong Yue akan terus memeluk lengan Guo Mei sepanjang waktu dan dia juga tidak akan meninggalkannya sendirian didalam tempat yang gelap, sunyi, dan menyeramkan.


Mereka berdua terus berjalan sepanjang lorong perjalanan gelap mereka dengan cahaya yang minim, tidak tahu sudah berapa lama mereka berjalan di jalan gelap ini, tidak tahu sudah sepanjang berapa mereka berjalan di jalan gelap.


Lalu, tidak jauh dari tempat mereka berdua berjalan, Guo Mei dan Hong Yue melihat sebuah cahaya kecil yang terang didepan mereka, Hong Yue yang melihat ini menjadi senang, dia memandangi Guo Mei dengan senyum dan berkata. "Kakak Mei Mei! Aku melihat sebuah cahaya didepan sana!"

__ADS_1


Guo Mei yang melihat juga kearah depannya, hanya mengangguk kecil, lalu dia memandangi Hong Yue dan tersenyum, dia berkata. "En! Saya juga melihatnya."


Guo Mei melihat kembali ketempat cahaya terang itu, lalu tiba-tiba saja tangan kanannya ditarik oleh Hong Yue sambil mengajaknya berlari, Hong Yue yang menarik tangan Guo Mei berkata. "Ayo! Kita harus cepat-cepat ke cahaya itu!"


"Baik, baik. Pelan-pelan saja." Kata Guo Mei yang tersenyum pahit.


Hong Yue yang masih menarik tangan Guo Mei dan mengajaknya berlari, menggelengkan kepalanya dan berkata. "T-tidak mungkin! Aku tidak ingin berlama-lama di tempat ini!"


Hong Yue terus berlari sambil menarik tangan Guo Mei menuju kearah cahaya terang yang mereka lihat sebelumnya, beberapa waktu kemudian, mereka berdua akhirnya sampai diujung tempat ini atau di tempat cahaya itu berada.


Hong Yue dan Guo Mei yang sampai di tempat itu terdiam diri di tempatnya, karena apa yang mereka lihat adalah sebuah bangunan kuno yang menyerupai Istana Kerajaan.


"Ini sangat indah!" Kata Hong Yue dengan terkagum.


"En! Ini memang sangat indah!" Kata Guo Mei yang terkagum juga.


Mereka berdua yang telah mengagumi tempat ini, dan memutuskan untuk berjalan mendekati Istana Kerajaan itu, namun mereka berdua tiba-tiba saja di kejutkan oleh sebuah suara Orang Tua terdengar di sekitar tempat ini, hal ini juga membuat mereka berdua menjadi lebih ketakutan, atau lebih tepatnya hanya Hong Yue.


"Hahahaha! Setelah menunggu selama 30 tahun! Aku akhirnya memiliki 5 Calon Pewaris yang akan mewariskan semua peninggalan milikku!"


"......" Hong Yue yang mendengar suara orang tua ini menjadi sangat ketakutan, karena dia tidak bisa menemukan dan melihat siapa saja disini, kecuali Guo Mei, lalu pelukannya pada lengan Guo Mei menjadi lebih erat.


"....." Guo Mei yang tidak peduli dengan suara itu hanya dapat menahan rasa sakit dari lengannya, dia juga bahkan memukul-mukul kecil dan memanggil namanya, namun sayangnya dia tidak mendapatkan respon, malahan pelukan tersebut semakin erat.


Lalu tiba-tiba saja sebuah Roh terbentuk dari kekosongan, dan seorang Laki-laki Tua yang memakai jubah mewah muncul didepan Guo Mei dan Hong Yue, Orang Tua itu memandangi Guo Mei dan Hong Yue dengan wajah tidak percaya dan berkata. "Mengapa hanya 2 orang yang akan menjadi Pewarisku, kemana 3 orang lagi!?"

__ADS_1


Orang Tua itu langsung melihat seluruh tempat Makam Peninggalan itu dengan indera spiritual, lalu mendapat bahwa ketiga orang yang tersisa tersebut masih dalam perjalanan menuju ketempat ini, dia tiba-tiba menghela nafas ringan dan berkata. "Ternyata 3 orang yang tersisa masih dalam perjalanan..."


__ADS_2