
Pada saat Yun Xiao sampai di sungai dekat dengan kota Jia, dia melihat-lihat sekitar untuk memastikan tidak ada orang lain, dengan pepohonan yang rimbun dan suasana yang tenang, Yun Xiao yakin bahwa disini tidak ada orang lain selain dia.
Yun Xiao perlahan-lahan melepaskan pakaiannya, mulai dia jubah luarnya, lalu sabuk yang melilit pada pinggangnya, dan terakhir adalah jubah dalamnya. Semua pakaian yang dipakai oleh Yun Xiao dilepaskan hanya meninggalkan sebuah celana putih yang panjang sedang digunakan oleh dia.
Yun Xiao berjalan mendekati sungai, ketika sudah dekat dia langsung melompat kedalam sungai lalu diikuti dengan dia menyelam, beberapa saat kemudian Yun Xiao telah kembali ke permukaan untuk menghirup nafas kembali.
Bagi kultivator kuat ketika menyelam kedalam sungai, danau, dan laut., mereka tidak akan kesulitan sebab Qi mereka akan melindungi dan memberikan pasokan udara untuk mereka. Tetapi bagi Yun Xiao, dia masih sangat membutuhkan pasokan udara untuknya kembali bernafas.
Penampilan Yun Xiao saat keluar dari dalam sungai, terlihat sangat memukau perhatian bagi para Gadis dan Wanita akan ketampanan Yun Xiao, namun sayangnya sekarang Yun Xiao hanya seorang diri disini dan tidak ada satupun makhluk hidup kecuali dirinya, untuk beberapa puluhan meter.
Yun Xiao membenarkan rambut ungu panjang yang basah, dia berkata dengan perasaan nostalgia. "Sudah lama aku tidak mandi di sungai seperti ini. Terakhir kali aku melakukan ini mungkin itu disaat aku masih manusia fana di kehidupan masa laluku."
Yun Xiao mencoba mengenang masa lalu disaat dia masih berlatih dengan Guru pertamanya, pada saat itu Yun Xiao secara tidak sengaja bertemu dengan seorang laki-laki tua yang mengatakan bahwa dia memiliki keberuntungan yang sangat tinggi dan sangat cocok untuk berlatih menjadi kultivator, pada saat itu Yun Xiao yang tidak memiliki bakat berpikir bahwa laki-laki tua itu hanya seorang idiot, sebab pada saat itu bakat adalah segala bagi para kultivator dan keberuntungan itu hanya sebuah hiasan yang tidak dibutuhkan.
"Hei, Nak! Apa kamu mau menjadi murid?" Laki-laki tua itu bertanya kepada Yun Xiao kecil.
Di sisi lain, Yun Xiao kecil yang sedang kecewa setelah kembali dari ujian sekte di desanya, lalu saat ujian sekte dia di tolak karena bakat yang dia miliki di bawah rata-rata, sejak hari itu juga Yun Xiao telah memutuskan untuk berhenti memikirkan menjadi kultivator dan berfokus kembali untuk menjadi seorang petani.
Tetapi ketika Yun ingin kembali kerumah pada saat itu untuk melanjutkan pekerjaan yang dia miliki sebagai seorang petani, dia tidak menyangka kalau akan bertemu dengan laki-laki tua yang ingin mengangkatnya sebagai murid, karena perasaan kecewanya masih ada didalam hatinya, Yun Xiao hanya memberikan sebuah tatapan merendah dan berpikir bahwa Laki-laki tua itu hanya seorang idiot, yang mencoba untuk menipu seorang anak kecil!
"Pak tua pergi dari sini dan cari orang lain yang ingin kamu angkat sebagai Muridmu, aku hanya memiliki bakat di bawah rata-rata yang tidak cocok untuk berlatih sebagai kultivator." Yun Xiao kecil berkata dengan acuh tak acuh kepada laki-laki tua itu, karena dia tahu kalau laki-laki tua itu hanya seorang penipu, Yun Xiao tidak akan muda terbodohi!
"Ho ho ho. Nak, para makhluk fana itu tidak mengerti apapun, memang benar bakat itu sangat penting, namun ada yang lebih penting dari sebuah bakat, yaitu keberuntungan. Semakin besar keberuntungan seseorang semakin besar juga peluang untuk mereka, didunia ini-" Pada saat laki-laki tua itu mencoba untuk memberikan sebuah ceramah panjang untuk Yun Xiao, dia hanya mengabaikan laki-laki tua itu dan pergi dari sana.
Namun tidak peduli berapa hari, minggu dan bulan Yun Xiao akan selalu mengabaikan, menolak, dan mengusir laki-laki tua itu, lalu dia juga akan selalu muncul didepan Yun Xiao dan menawarkan kembali sebuah penawaran yang sama kepada Yun Xiao.
"Hei. Hei, ayolah Nak! Jadilah Murid saya dan saya akan menjamin bahwa anda akan menjadi seorang kultivator abadi dan memiliki umur panjang." laki-laki tua itu berkata kepada Yun Xiao yang sedang membajak sawah.
__ADS_1
Laki-laki tua itu hanya duduk diam sambil minum teh di bawah pohon dan menikmati menonton Yun Xiao yang sedang melakukan pekerjaan seorang petani.
Yun Xiao yang sedang melakukan pekerjaannya hanya mengabaikan laki-laki tua itu dan berfokus dalam pekerjaannya.
Sampai pada suatu hari.
Yun Xiao yang bangun dari tidur dan selesai membasuh tubuhnya, dia keluar dari rumah dan melihat bahwa laki-laki tua itu sedang berdiri didepannya dengan senyuman aneh.
"Nak, apakah kamu sudah memutuskan untuk menjadi murid saya?"
Yun Xiao yang telah mendengar perkataan berulangkali selama berbulan-bulan, akhirnya memutuskan untuk menerima penawaran dari laki-laki tua itu.
"Baiklah, Pak tua! aku menerima penawaranmu..." Ketika mendengarkan perkataan ini dari mulut Yun Xiao, laki-laki tua itu memasang wajah senyum lembut dan hangat kepada Yun Xiao.
Laki-laki tua itu tidak menyangka bahwa Yun Xiao akan menerima penawarannya.
Di dekat sawah.
Yun Xiao kecil dan laki-laki tua itu berdiri saling menghadapi satu sama lain, sampai Yun Xiao berlutut satu kaki dengan hormat dan berkata. "Yun Xiao bertemu dengan Guru!"
Laki-laki tua itu hanya mengangguk kecil sebagai jawaban, tetapi didalam hatinya dia tidak bisa menahan dirinya karena akan mendapatkan seorang pewaris!
Laki-laki tua itu memegang bahu Yun Xiao dan mengangkat Yun Xiao sambil berkata. "Bangun! Mulai sekarang anda adalah Murid dari Pak Tua Zhuge ini! Saat anda menjadi Murid dari Pak Tua ini, jangan pernah anda berlutut kepada siapapun kecuali Kedua Orang Tua anda dan Guru anda!"
Di sisi lain, setelah Yun Xiao yang mendengar perkataan laki-laki tua itu sedikit mengernyitkan dahi dalam memahami makna perkataan laki-laki tua itu, sebab dari yang dia ketahui bahwa ada tiga keberadaan yang boleh membuat orang berlutut, pertama Kedua Orang Tua, Guru, dan Surga!
Pada saat mengetahui bahwa Surga tidak termasuk, Yun Xiao mendongak dan menatap wajah laki-laki tua itu dengan kebingungan, sebelum Yun Xiao mencoba untuk berbicara, laki-laki tua itu berbalik terlebih dan berjalan sedikit, lalu mulai berbicara hingga membuat Yun Xiao terdahului oleh laki-laki tua itu.
__ADS_1
"Nak, ingatlah satu hal. Bahwa kamu tidak boleh untuk berlutut dihadapan Surga! Kita boleh menghormati Surga seperti seorang teman, namun kita tidak boleh berlutut dihadapannya!" Lalu laki-laki tua itu berbalik dan melihat Yun Xiao dengan tatapan serius, dia melanjutkan. "Ingatlah ini baik-baik didalam pikiran dan hati mu, sebab sebagai Murid dari Pak tua Zhuge ini, kamu tidak boleh untuk berlutut dengan siapapun kecuali dua keberadaan yang sudah aku katakan sebelumnya."
Yun Xiao menyatukan kedua tangan dan memberikan hormat kepada laki-laki tua itu dan berkata. "Murid ini akan mengingatkan ajaran dari Guru, didalam pikiran ataupun didalam hati!"
Walaupun dia tidak tahu mengapa alasan untuk tidak berlutut kepada Surga, Yun Xiao hanya bisa menerima perintah laki-laki tua itu karena dia adalah Gurunya!
Laki-laki tua itu mengangguk puas ketika mendengar perkataan Yun Xiao dan dia juga tidak memberikan alasannya kepada Yun Xiao, untuk masalah ini, karena suatu hari nanti Yun Xiao akan memahaminya sendiri.
Lalu laki-laki tua itu menggunakan cincin penyimpanan dan mengeluarkan sebuah buku, dan memberikan buku itu kepada Yun Xiao sambil berkata. "Nak, ini ada buku teknik kultivasi yang Pak Tua ini bersama dengan teman-teman dari Pak Tua ini buat, teknik ini bernama Teknik Kultivasi: 9 Roda Kehidupan dalam Keberuntungan."
Yun Xiao mengambil buku teknik itu dan sekaligus mendengar penjelasan dari laki-laki tua tersebut.
"Nak, teknik kultivasi ini mungkin yang terlemah dari semua teknik kultivasi yang ada di Alam Semesta yang luas ini, namun percayalah bahwa teknik kultivasi ini sangatlah kuat dalam hal keberuntungan hidup dan juga teknik ini memiliki kecacatan yang sangat besar yaitu teknik ini akan menyatu dengan takdirmu, jadi bisa dikatakan bahwa ketika mati sekalipun dan reinkarnasi hidup, teknik ini akan membantu takdir pengguna dan dalam hal keberuntungan."
Yun Xiao yang masih sangat kecil pada saat itu hanya berpikir bahwa laki-laki tua itu membual dan besar omongan, karena bagi Yun Xiao laki-laki tua itu tetap sama didalam pikiran yaitu sebagai orang idiot.
"Terima kasih Guru!" Kata Yun Xiao.
Yun Xiao selalu berlatih berhari-hari, berminggu-minggu untuk memahami teknik tersebut, lalu sampailah 3 tahun bagi dia untuk memahami teknik tersebut secara penuh, karena bakat yang berada di bawah rata-rata Yun Xiao memiliki waktu yang lebih lama dari seharusnya yang di miliki oleh orang dengan bakat rata-rata.
Namun pada saat dia sudah memahami teknik itu dan ingin memamerkan pada laki-laki tua itu, dia sudah pergi dan meninggalkan sebuah surat untuk Yun Xiao bahwa dia sudah harus kembali.
Yun Xiao memahami kata kembali yang di tuliskan oleh laki-laki tua itu, karena laki-laki tua itu selalu mengatakan bahwa masa hidupnya sudah tidak banyak lagi dan dia harus kembali (maksud dari kembali adalah Nirwana).
"Guru! Tidakkah Guru ingin melihat Murid ini menjadi seorang kultivator abadi!" Yun Xiao berkata dalam tangisannya setelah membaca surat dari laki-laki tua itu.
Sejak hari itu juga Yun Xiao sudah tidak pernah percaya lagi dengan hal keberuntungan, sebab sesuatu yang berhubungan sangat dekat dengan kata keberuntungan akan sangat dia benci karena hal ini adalah yang membawa kematian bagi Gurunya dan perpisahan yang sangat menyakitkan bagi Yun Xiao, setelah merasakan kehilangan Kedua Orang Tua dan Adik Perempuan kecilnya pada saat Yun Xiao berumur 5 tahun, akibat suatu insiden.
__ADS_1