System God Book

System God Book
Chapter. 54 - Pembunuh Part. 02


__ADS_3

Yun Xiao yang telah lama bermeditasi tiba-tiba membuka kedua matanya dengan lembut, lalu hembusan nafasnya yang berhembus secara halus.


Yun Xiao melirik tajam dan dingin kearah atas samping kirinya dan berkata.


"Beraninya seekor serangga mengganggu waktu tenang Tuan Muda ini!"


Lalu Yun Xiao pun lambaian tangan secara halus, Qi Bintang yang berasal dari dantian tubuhnya mengalirkan keluar ke jari-jarinya dengan mengambil beberapa bentuk yang sangat tipis, tajam dan juga sedikit panjang terlihat seperti sebuah jarum.


Jarum-jarum yang terbuat dari Qi Bintang itu melesat langsung menuju kearah kegelapan, lalu dari kegelapan itu juga muncul dua orang asing dengan pakaian hitam yang terbalut di tubuh mereka serta sebuah penutup muka warna hitam yang menyembunyikan wajah mereka.


"Sial! Ini tidak sesuai dengan misi yang diajukan!"


"Apanya yang hanya seseorang Koneksi Mendalam saja! Ini sudah melebihi tingkat basis kultivasi kami!"


"Kita mungkin akan benar-benar meminta bayaran tambahan untuk misi kali ini!"


"Iya, kamu benar!"


Yun Xiao yang masih duduk dengan tenang di lantai kayu yang cukup dingin, menatap dingin dan tajam kearah kedua orang hitam tersebut, dia juga tidak terlalu mempedulikan beberapa hal kata-kata mereka yang tidak penting.


"Katakan padaku darimana kalian berdua berasal? Jika memungkinkan aku ingin mengambil jalan damai dan tidak ingin mengambil jalan pertikaian yang tidak diperlukan."


Setelah kata-kata dingin itu di lontarkan kepada kedua orang hitam tersebut, Yun Xiao hanya bisa mengerutkan alisnya ketika pada saat dia melihat kedua orang hitam itu menyerangnya.


"Tidak mungkin, kami akan memberitahu kepada seseorang yang akan mati!"


Sebuah belati perak yang di pegang oleh kedua orang hitam tersebut dengan cepat mencoba untuk mengincar leher dan jantung Yun Xiao.


"Begitu ya, sayang sekali. Meski aku sangat suka memprovokasi seseorang dan menghina seseorang...."


Yun Xiao hanya bisa menghela nafas dan menggeleng kepalanya dengan tidak berdaya melihat kedua orang hitam itu, lebih memilih jalan pertikaian daripada jalan damai.


Sebenarnya Yun Xiao juga lebih suka kedua orang hitam ini memilih jalan damai daripada pertikaian, dengan begitu dia bisa memutuskan untuk langsung mencabut akar rumput secara cepat tanpa harus mengambil jalan memutar.


Tetapi sayangnya kedua orang hitam ini lebih suka memilih membuat Yun Xiao mengambil jalan memutar, yang mana jalan ini sangatlah tidak disukai Yun Xiao.


Yun Xiao langsung melesat dan menghilangkan secara misterius dengan menggunakan Teknik Pertempuran: Tujuh Langkah Astral.


Dan lalu dia muncul secara tiba-tiba di belakang salah satu orang hitam itu sambil menusuk dadanya dengan pedang panjang yang dia ambil dari invetorynya.


Menusuk!


Yun Xiao juga melanjutkan kata-katanya lebih dingin dengan yang terhenti sebelumnya.

__ADS_1


"Tetapi aku tidak bisa membiarkan orang lain memprovokasi dan menghina diriku."


Setelah menusuk salah satu orang hitam itu, Yun Xiao lalu menarik kembali pedang panjang di tangannya dan membuat tubuh tanpa nyawa tersebut jatuh.


Terjatuh!


Lalu bersamaan dengan itu juga Yun Xiao dapat mendengar sebuah suara laki-laki yang berasal dari balik pintu Aula Leluhur.


"Tuan Muda! Nona Muda Yun Lan, membawakan anda makanan."


"....."


Yun Xiao yang mendengar asal suara itu hanya bisa mengabaikannya saja, dan lebih berfokus dengan musuhnya yang sedang bersembunyi didalam kegelapan.


"Sungguh seekor serangga yang sangat menjengkelkan!"


Lalu Qi Bintang yang berasal dari dantian Yun Xiao sekali lagi mengalir ke jari-jarinya, dan Yun Xiao juga mengambil dan melepaskan kembali kembali beberapa jarum yang terbuat dari Qi Bintang.


Jarum-jarum Qi Bintang tersebut melesat dengan cepat menuju kearah kegelapan yang berasal dari belakangnya, namun jarum Qi Bintang tersebut malahan tidak mengenai musuhnya, yang mana jarum tersebut menancap ke dinding.


Yun Xiao lalu menatap pintu luar yang sekarang sedang di buka dan mendapatkan seseorang yang menjaga Aula Leluhur sedang berdiri dengan kaget.


"Apa yang kau lakukan dengan berdiri di situ!? Cepatlah pergi dari sini dan panggil penjaga yang lainnya!!!"


Namun pada saat penjaga itu sedang berlari, Yun Xiao dapat melihat bahwa sosok bayang hitam melesat dari samping dan mencoba untuk menyerang penjaga tersebut.


Yun Xiao yang melihat itu tidak tinggal diam, dia juga pun langsung melesat menggunakan Teknik Pertempuran: Tujuh Langkah Astral.


Dentang!


Dan segera Yun Xiao muncul di depan bayangan hitam itu sambil menangkis serangan yang di lontar oleh orang itu.


"Jangan coba-coba untuk menyentuh orang-orang dari Keluarga Yun!"


Yun Xiao lantas menghempaskan pedangnya dan membuat orang hitam itu terlempar ke belakang dengan gerakan salto.


"Ini sedikit merepotkan untuk bisa menangkap tanpa harus membunuhmu, disaat kau juga memiliki teknik kaki yang sama, meskipun teknik milikmu tidak sebagus milikku!"


Setelah meninggalkan kata-kata merendahkan untuk mencoba memprovokasi orang hitam itu, Yun Xiao lagi-lagi menggunakan teknik yang sama yaitu: Teknik Pertempuran: Tujuh Langkah Astral.


Dan dia pun segera muncul di belakang orang hitam tersebut, namun orang hitam itu segera menghindari serangan milik Yun Xiao yang mengincar titik buta orang hitam tersebut.


"Oh? kau dapat menghindari seranganku, yang mana serangan itu dapat membunuh temanmu dalam sekejap saja."

__ADS_1


'Sialan monster seperti apa yang sedang aku lawan sekarang Ini! Sangat berbahaya untuk terus melawan monster ini lebih lama lagi! Lebih baik aku pergi dari sini daripada harus kehilangan nyawa!'


Pikir orang hitam itu dengan mengerutkan alisnya sambil menatap Yun Xiao dalam tatapan ketakutan dan ketidakpercayaan.


Yun Xiao tidak tahu apa yang di pikirkan oleh orang hitam itu, tetapi satu hal yang pasti dia tidak akan membiarkan orang hitam itu pergi dari sini sebelum dia mendapatkan informasi yang dia perlukan.


Yun Xiao yang menatap tenang dan dingin kearah orang hitam itu, dan orang itu juga membalas tatapannya dengan tatapan tajamnya.


Yun Xiao tersenyum tipis dan lalu tiba-tiba saja dia menghilang dan segera muncul di depan orang itu sambil dia menebas pedangnya secara vertikal.


Memotong!


Orang hitam itu awalnya kaget ketika melihat sosok Yun Xiao yang tiba-tiba menghilang dan segera muncul di depannya.


Namun segera rasa kaget dan terkejut berubah menjadi rasa takut, ketidakpercayaan, dan juga putus asa didalam hati orang hitam itu, ketika pada saat dia melihat serangan pedang Yun Xiao yang secara vertikal memutuskan salah satu tangannya sampai ke lengannya.


Terjatuh!


""Arghhhhhh―!!!"


Sebuah benda jatuh terdengar di sekitar, dan lalu diikuti juga suara teriakan kesakitan dari orang hitam itu ketika salah satu tangannya terpotong dengan sangat rapi, dan juga tangan yang terpotong oleh pedang Yun Xiao adalah tangan yang biasa digunakan oleh orang hitam itu untuk memegang senjatanya.


Yun Xiao hanya menatap tenang kearah orang hitam itu, dan lalu dia menebas angin hingga membuat darah yang menebas di pedangnya jatuh, dia juga berkata.


"Seharusnya kau memilih untuk lebih baik mendengarkan perkataanku. Dengan begitu, mungkin saja aku akan melepaskanmu, setelah aku mempertimbangkan dengan mendengar alasanmu untuk membunuhku."


"Tetapi mungkin saja aku akan memilih... uhm... Apa kau mengatakan sesuatu? Aku tidak bisa mendengar suaramu?"


Yun Xiao lalu mendekati orang hitam itu dan mencoba untuk mendengarkan apa yang ingin dia katakan.


"A-aku.. akan membawa... kegelapan... yang sama bersamaku... dalam gelapnya kematian... yang sama untuk sosok... Yang Mulia Agung... Raja Kematian!"


Yun Xiao yang telah mendengarkan semua lantunan kata-kata aneh orang itu, langsung berlari menjauh dari sana.


Bahkan Yun Xiao juga sampai harus keluar dari Aula Leluhur, dengan dia menggunakan Teknik Pertempuran: Tujuh Langkah Astral, untuk bisa menjaga jarak aman.


Sebab hal yang di lakukan oleh orang hitam itu adalah meledak dirinya, dan hal ini juga yang di rasakan oleh Yun Xiao di saat-saat orang hitam itu selesai melantunkan kata-kata aneh itu.


Dan disaat yang sama juga, Yun Xiao melihat beberapa orang penjaga bersamaan dengan Patriark dan beberapa Tertua sedang menuju kearah Aula Leluhur.


"Kalian semua jangan kesini dan juga segeralah mengambil jarak mundur beberapa puluhan meter lagi, sebab sebuah ledakan akan terjadi!!!"


Setelah meninggalkan kata-kata itu kepada semua orang, sebuah ledakan yang di maksud oleh Yun Xiao benar-benar terjadi hingga saat ledakan itu terjadi Aula Leluhur menjadi hancur tanpa tersisa.

__ADS_1


Ledakan!


__ADS_2