System God Book

System God Book
Chapter. 26 - Kembali lagi ke Desa Nan dan Mencari Informasi terbaru.


__ADS_3

Yun Xiao berlari dengan sangat cepat menuju ke Desa Nan dengan menggunakan Teknik Pertempuran: Tujuh Langkah Astral, Yun Xiao sangat ingin cepat-cepat kembali untuk melihat kondisi Kakak Sepupunya, sebelumnya Yun Xiao telah diberitahu oleh sistem bahwa dia tidak sadarkan diri selama 26 hari sejak peristiwa itu terjadi, karena itulah Yun Xiao sekarang memiliki satu-satunya tujuan yaitu segera kembali pulang dan nyatakan kepada Kakak Sepupunya bahwa dia masih hidup!


Ketika pada saat Yun Xiao mencapai Desa Nan, dia berhenti dan melihat bahwa di Desa Nan terdapat banyak orang-orang yang menjaga desa tersebut, pada saat dia melihat para Prajurit yang menjaga Desa Nan, semua para Prajurit itu memiliki basis kultivasi tingkat tinggi, beberapa Prajurit ada yang berada di Tahap Laut Roh Lapisan Terlambat dan Puncak, lalu ada juga beberapa Prajurit yang berada di Tahap Bawaan Lapisan Awal, dan terakhir seorang Pria Paruh Baya yang gagah dan sangar terlihat seperti pemimpin mereka berada di Tahap Bawaan Lapisan Terlambat.


Yun Xiao yang melihat ke tempat para Prajurit dari ratusan meter hanya bisa bingung ketika melihat para Prajurit disana. "Mengapa Desa Nan terjaga sangat ketat? Selama lebih dari 3 minggu ini, berita mengenai apa saja yang telah aku lewati?!"


Yun Xiao sangat penasaran mengenai para Prajurit tersebut, karena akibat dari perasaan penasarannya, Yun Xiao menggunakan Teknik Pertempuran: Mantel Penyembunyian Abadi.


Setelah dia menggunakan Teknik Pertempuran: Mantel Penyembunyian Abadi, Yun Xiao berlari dengan sangat cepat menuju ke tempat para Prajurit tersebut dengan menggunakan Teknik Pertempuran: Tujuh Langkah Astral.


Ketika sampai disana Yun Xiao melihat dua Prajurit yang sedang bersantai dan mengobrol satu sama lain, dia melesat dan mendekati tempat dua Prajurit yang sedang asik mengobrol, lalu dia mendengarkan setiap obrolan mereka berdua.


"Aku tidak habis pikir kalau ledakan energi Qi Langit dan Bumi yang terjadi di Pegunungan Guan akan dapat memusnahkan semua para penduduk biasa Desa Nan dalam satu malam." Kata Prajurit 1 dengan sedikit ngeri.


"Benar. Tidak hanya para penduduk biasa saja, ada juga beberapa kultivator yang lemah telah datang ke Desa Nan juga ikut menjadi korban dari ledakan tersebut." Kata Prajurit 2.


"Oh!? Sebab itulah mengapa akhir-akhir ini aku melihat masih ada beberapa keluarga kecil dari berbagai kota dan desa datang kesini hanya untuk mencari keberadaan mayat anggota keluarga mereka yang menjadi korban atas insiden tersebut!" Kata Prajurit 1


Prajurit 2 hanya memberikan anggukan kecil sebagai tanggapan, lalu dia tiba-tiba mengingat sesuatu, dia berkata. "Aku juga mendengar beberapa rumor yang beredar tentang ledakan insiden tersebut, kalau ledakan itu sebenarnya di sebabkan oleh lahirnya Harta Langit dan Bumi, karena rumor itu juga Kaisar Dong memberikan perintahnya kepada Komandan Chu untuk mendatangi Desa Nan dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi."


"Oh!? Tapikan harusnya itu hanyalah sebuah rumor yang tak berdasar, sebab sejak hari pertama kali kita datang kesini, tidak ada satupun orang yang mendengar bahwa Harta Langit dan Bumi itu muncul." Kata Prajurit 1.


"Benar, apa yang kau katakan. Kita disini sudah lebih dari 2 minggu, tapi tidak ada satu pun dari kita yang mendengar tentang Harta tersebut." Kata Prajurit 2 mengangguk paham.

__ADS_1


"Aku tidak tahu, apa yang sebenarnya kita cari disini?" Kata Prajurit 1 dengan kebingungan.


Yun Xiao yang telah mendengarkan semua obrolan dari kedua Prajurit itu sedikit terkejut dengan semua berita yang baru-baru ini terjadi, dan juga dia tidak menyangka kalau prediksi sistem tentang ledakan energi Qi Langit dan Bumi tersebut akan meleset, tidak hanya dia yang terkena dampak dari akibat ledakan energi tersebut, ternyata ledakan energi tersebut juga mencapai Desa Nan, Yun Xiao juga mencoba untuk meninggalkan masalah ledakan energi itu sejauh mungkin, karena sekarang hal utama yang dia lakukan adalah kembali pulang.


Yun Xiao mencoba untuk berbalik dan pergi dari sana, namun dia tiba-tiba berhenti ketika merasakan perasaan niat membunuh dari suatu arah dan tidak hanya itu saja dia juga merasa sebuah serangan Qi sedang mengarah kearah dirinya.


Ledakan!


Ketika serangan Qi itu menciptakan ledakan dan meninggalkan sebuah lubang kecil sebagai bekasnya, semua Prajurit yang mendengarkan ledakan itu langsung memasang wajah serius dan melakukan posisi untuk bersiaga ketika kejadian itu terjadi.


"Keluar! Siapa disana!?" Seorang Pria Paruh Baya yang terlihat gagah dan sangar berkata kearah tempat Yun Xiao yang bersembunyi dibalik semak-semak.


"Komandan Chu! Apa yang terjadi!?" Kata salah bawahan dari Komandan Chu yang muncul disana.


"...." Semua bawahan Komandan Chu yang telah siaga menjadi sedikit kebingungan dengan tindakannya, beberapa saat kemudian mereka semua bubar ketika Komandan Chu memerintahkan mereka semua untuk bubar.


"Apa benar itu memang perasaan aku saja?! Atau... Ah! Lupakan saja!" Kata Komandan Chu.


Yun Xiao yang telah berpindah tempat dari ledakan tersebut dengan menggunakan Teknik Pertempuran: Tujuh Langkah Astral merasa lega, sebab Yun Xiao tidak menyangka bahwa Pria Paruh Baya itu akan menemukan tempat dia bersembunyi ketika dia sedang menggunakan Teknik Pertempuran: Mantel Penyembunyian Abadi.


Dengan Yun Xiao yang telah menghindari serangan milik Komandan Chu hanya bisa menghelakan nafas lega, sebab dia tidak menyangka kalau Komandan Chu akan dapat merasakan kehadirannya meski dia telah menutupi dengan menggunakan teknik pertempuran.


Yun Xiao bersandar dengan satu tangan memegang pohon dan berkata dengan nada lega. "Syukurlah Surga! Bahwa aku masih dapat selamat dari serangan mematikan tersebut!"

__ADS_1


"Jika bukan karena aku sekarang sedang tidak terburu-buru, mungkin aku akan membunuhmu semut itu!" Yun Xiao berkata dengan nada kesal dan mencibir.


Yun Xiao mencoba untuk menenangkan dirinya dan setelah tenang, dia berkata. "Baiklah, lupakan saja semua masalah yang barusan terjadi, lebih baik aku segera kembali pulang dan memberitahu kepada Kakak Lan dan Chan'er bahwa aku masih hidup."


ーーーー


Setelah Yun Xiao berlari menggunakan Battle Technique: Seven Astral Step akhirnya dia sampai di kota Jia, Yun Xiao berjalan sepanjang kota Jia dengan santai tanpa menghiraukan keberadaan orang lain, tapi Yun Xiao entah mengapa merasakan bahwa sejak dia masuk ke kota Jia, dia sudah menjadi tontonan orang lain.


"Ada apa ini sebenarnya? Mengapa aku merasa bahwa aku menjadi sebuah tontonan!?" Kata Yun Xiao yang melihat-lihat sekitar, namun ketika mata dia bertemu dengan salah satu orang, tiba-tiba orang itu memalingkan wajahnya dengan jijik.


Lalu untuk sekali lagi mata Yun Xiao bertemu dengan orang lain, tapi orang itu juga memiliki kesan yang sama dengan yang pertama, Yun Xiao melirik ke dirinya sendiri, dan memeriksa tubuhnya untuk mencari apa yang salah dan akhirnya dia tahu mengapa orang memandangi dia dengan jijik. "Aiya... Ternyata karena pakaian yang aku pakai sudah rusak."


"Pantas saja, orang-orang melihat aku dengan pandangan jijik seperti itu."


"Baiklah, lupakan saja. Lebih baik untuk sekarang aku pergi ke pinggiran kota yang dekat dengan sungai terlebih dahulu, lalu mengganti pakaianku yang rusak ini dengan yang sudah aku simpan di Inventory."


Yun Xiao berlari tanpa menggunakan Teknik Pertempuran: Tujuh Langkah Astral menuju pinggiran kota yang mana terdapat sebuah sungai, disana juga Yun Xiao ingin membersihkan tubuhnya dan menggantikan pakaiannya.


Ketika pada saat dia pergi, Yun Xiao secara tidak langsung telah di ketahui oleh dua sosok yang berbeda, sosok satu adalah Pelayan dari Keluarga Yun dan sosok lainnya ada Pelayan dari Keluarga Ouyang.


"Bukankah itu Tuan Muda!?" Kata Pelayan Keluarga Yun yang terkejut dan sedikit senang melihat Yun Xiao, dia juga melanjutkan. "Aku harus kembali dan memberitahu Tertua Pertama kalau Tuan Muda selamat dari bencana Pegunungan Guan!"


Di sisi yang berjauhan dengan Pelayan Keluarga Yun, Pelayan Keluarga Ouyang yang melihat Yun Xiao menjadi sangat kaget ketika melihat Yun Xiao. "Itu... Bukankah itu sampah dari Keluarga Yun, mengapa dia masih hidup!? Aku harus pulang dan memberitahu Tuan Muda kalau sampah itu kembali dengan selamat."

__ADS_1


Mereka berdua yang secara bersamaan melihat keberadaan Yun Xiao langsung bergegas untuk memberitahu informasi ini kepada majikan mereka.


__ADS_2