Tabu

Tabu
Tabu 1


__ADS_3

Semua ini berawal saat Rubi harus Magang di sebuah perusahaan Besar Rekomendasi dari Kampus. Sebagai Mahasiwa akhir, Rubi harus menyelesaikan tugas tahap Akhir nya dengan baik agar ia dapat segera Lulus.


Rubi adalah perampuan sederhana bertubuh kecil,Penampilan nya tidak sekeren ataupun seSetaylish seperti Perempuan pada umum nya.


Itu Semua dikarenakan keterbatasan Ekonomi yang ia miliki. Saat Pagi ia harus ke Kampus untuk menimba ilmu. Dan saat Sore atau malam Hari,Gadis cantik itu harus bekerja sebagai Pramusaji di sebuah Restoran kenamaan di Kota ini.


Ia terpaksa harus bekerja keras membanting tulang untuk membantu membiayai Kuliah nya sendiri.


Rubi sudah tidak punya orang tua semenjak kelas 2SMP. Akibat kecelakaan yang di alami nya dan tragis nys lagi, Jenazah kedua orang tua nya tidak pernah di ketemukan sampai detik ini. Ia terpaksa harus ikut Om Restu adik dari Mandiang Ibu nya.


Tapi sayang perlakuan tante Risma tidak sebaik om Restu. Ia menganggap jika Rubi hanyalah Beban, jadi mau tidak Mau Rubi harus membiayai diri nya sendiri.


"Pyaaaaarrrrrrr!!!" Rubi tidak sengaja memecah kan Vas bunga saat membuka Pintu. Rubi benar benar tidak percaya dengan apa yang telah di Lihat nya.


Bagaimana ia tidak kaget, apa mungkin dia salah masuk Ruangan. Mata nya harus di suguh kan dengan perbuatan yang tidak senonoh oleh seorang Pria yang bernama Bryan Sandjaya.


"Terus sayang!!! lebih cepat lagi" dengan menekan kepala perempuan yang sedang berjongkok dibawah nya.


membuat Rubi mual dan menunduk seketika,


Brian kaget dibuat nya


"Tutup pintu nya!" teriak nya segera merapikan celana.


Sedangkan perempuan itu, buru buru masuk ke dalam ruangan kecil di Ruang kerja pria ini.


"Apa kau tidak punya sopan santun!" kata nya mendekati Rubi sambil memasukan ikat pinggang pada Lubang celana nya.


"Maaf.. saya sudah mengetuk pintu berkali kali.." jawab Rubi menunduk ketakutan.


"Jangan menunduk!" kata Pria itu sambil mengamati Rubi.

__ADS_1


" Siapa Kau!" tanya nya dengan judes.


"Sa..saya Rubi.." masih menunduk.


"Apa kau Karyawan baru??"


"Sa.. sa saya Mahasiswa yang akan magang di Perusahaan ini Pak..."


pria itu menghela nafas dengan kasar,Ia tidak menyangka jika perbuatannya akan diLihat Mahasiswa yang akan magang di Perusahaan nya, Dengan seksama Bryan terus mengamati Rubi


"Apa?? ternyata dijaman modern begini masih ada perempuan berpenampilan seperti ini??? atau mungkin hanya kamuflase nya saja!" Gumam Bryan.


"Duduk lah!" Bryan kembali duduk di kursi nya


Sedangkan Rubi masih berdiri mematung disana, perasaan nya melayang kemana mana, ia takut jika Bryan akan melakukan Hal yang sama pada diri nya.


"Kenapa masih berdiri di situ!! sini tunjukan surat magang mu!"


Membuat Bryan semakin penasaran.


" Jadi kau harus magang enam bulan bulan disini??"


"Iya Pak.."


"Sayaaang..aku pulang dulu yaaaa" pamit perempuan tadi , Lalu mengecup Bibir Bryan.


Benar benar membuat Rubi muak.


"Biasa saja! tidak usah sok kalem gitu!" kata Bryan setelah kepergian perempuan nya. Cowok ganteng itu masih kesal karena harat nya tidak terselesaikan..


Rubi hanya bisa menunduk.

__ADS_1


"Saya Lihat dari tadi, kerjaan mu hanya menunduk saja! apa kau tidak ingin bertanya apa pun padaku.."


"Tidak Pak..."


"Kenapa?? apa kau takut pada ku???" Bryan tersenyum licik.


Rubi hanya diam menunduk.


"Baik lah! jika kau tidak ingin bertanya pada ku.. Biasa kan dirimu untuk melihat hal hal baru saja kau Lihat tadi!"


Membuat Rubi mengangkat wajah nya, ia tidak percaya dengan apa yang di dengar nya.


Bagaiman ia harus terbiasa dengan hal hal yang menjijikan seperti ini, batin nya.


Hati nya berdebar dengan kencang,


"Kenapa menatap ku seperti itu! Jangan naif..langsung saja to the point! Aku Bryan SandjayaPemilik perusaahan ini!"


"Gleeekk!" Rubi menelan saliva nya dengan kasar. Bagaimana bisa seorang pemimpin mempunyai kelakuan seperti ini..membuat Rubi semakin ketakutan saja.


"Jaman semakin maju..Tekhnologi semakin canggih! Freesekkks sudah menjadi hal biasa.."


"Maaf Pak..Bagaimana kalau kita membicarakan hal yang lain saja.." jawab Rubi dengan ragu sangat merasa Risih.


"Kenapa?? bukan nya Mahsiswi jaman sekarang sudah biasa dengan hal tersebut?"


"Tidak semua Pak.."


"Apa maksud mu kau masih Virgin???" Bryan memajukan wajah nya.


"Jadi?? Dimana saya harus bekerja Pak.." Rubi mengalih kan pembicaraan. memundur kan wajah nya.

__ADS_1


"Nanti Jeha sekretaris ku yang akan memberitahu mu"


__ADS_2