Tabu

Tabu
Episode 37


__ADS_3

Brian terus meneguk Alkohol sambil menghisap Rokok nya, Wajah nya terlihat sangat kacau.


"Calon penganten..jangan kebanyakan Minum..Pamali atuh??" ejek Frans.


"Lo kenapa Men?? Harus nya Lo tu nyiapin acara pertunangan Lo?? kurang 3 hari lagi.." sahut Pitter menyembur kan asap rokok nya


"Nggak penting! yang mau tunangan kan Sinta.." jawab Brian sepele, Lalu meneguk minuman nya lagi.


"Ya Lo berdua lah!! Kenapa??? Lo masih mau ngelak?? Jangan bilang karena Ruby!" Frans mulai serius, menghancurkan sisa rokok nya di atas asbak.


"Nggak tahu Gue! Gue udah mutusin hubungan sama dia..." jelas Brian kesal.


"Serius???" tanya Piter


"Pantesan Lo kusut gini. " sela Frans.


"Gimana Gue nggak kusut! Nyokap Nyuruh Gue ngundang Ruby! padahal Lo tau sendiri kan..Gue udah mutusin Dia, jadi berakhir dong segala macam bentuk Hubungan Gue sama Dia???"


"Hahah bilang aja! Lo nggak tega takut Rubisakit hati! atau jangan jangan..Lo sendiri yang takut skait hati! kayak di Film film itu..Harus bertunangan sama perempuan yang nggak Lo cintai..sedangkan Wanita yang Lo cintai harus datang ngeliat pertunangan Lo! Ribet banget Njing!!!" ejek Pitter.


"Anjhing Lho Pit!" umpat Brian


"Hidup Lo ribet!! Inti nya Lo udah mulai nyaman sama tuh anak!" Lanjut Frans menghakimi Brian.


Kehidupan terus berjalan, Ruby memang sakit hati atas perlakuan dan keputusan sepihak yang di ambil oleh Brian, tanpa memikir kan perasaan nya sedikit pun.


Tapi kembali lagi, Ruby tidak berhak untuk marah meski ia sangat kecewa. Gadis ini mulai menyibukan kan diri agar tidak terlarut dalam kepedihan atas cerita kelam nya bersama Pria yang sempat membuat nya berlindung dan mendapat kan rasa kenyamanan.


Seperti hilang pegangan. Harus kemana lagi ia bersandar.. Kepada Om Restu?? tidak mungkin sebab istri dan anak nya sangat membenci Rubi,


Terpaksa ia harus hidup sendiri, Ruby gadis yang sangat cerdas..Bahkan dosen di kelas nya sangat menyukai Gadis ini.


Selalu dimudah kan dalam hal apa pun,termasuk Bu Harini Dosen pembimbing nya. Meski Masa Observasi nya belum selesai tepat pada waktu nya, Rubi dapat mengambil Skripsi nya lebih awal .Karena keputusan Brian cukup membantu nya.

__ADS_1


"Ruby!"


"Krisna!"


"Hai..apa kabar?" sapa Krisna


"Baik!" Ruby menjawab nya dengan datar.


"Bimbingan sama Bu Harini juga??"


"Hmmm"


"Kamu hebat ya! lulus observasi lebih awal?" puji Krisna.


"Terimakasih.."


Sebanar nya Krisna masih ingin ngobrol, tapi Bu Harini keburu datang.


"Nggak nyangka ya By? kita bisa bareng gini??" kata Krisna setelah kepergian bu Harini.


"Iya.."


"Kapan kita nyari buku nya??"


"Aku mau langsung nyari hari ini aja.."


"Kalau bareng aku aja gimana?? kita kan satu bimbingan.. sekalian aku mau belajar sama kamu.."


"Gimana ya??? tapi-"


"Nggak usah tapi tapian! ayo kita nyari buku nya sekarang!" Krisna langsung menggelandang tangan Ruby untuk mengajak nya pergi


Di sisi lain ,ada mata yang memperhatikan mereka.

__ADS_1


Ruby melihat arah jalanan dari balik kaca ,


"Kenapa By?? kok diem aja? nggak nyaman ya.." Tanya Krisna memutar Stir mobil nya


"Nggak kok!"


"Syukur lah.. Boleh nggak aku nanya sesuatu sama kamu.."


"Apa Kris??"


"Antara kamu sama Feby?" tanya Krisna merasa tidak enak.


"Nggak ada apa apa, emang nya kenapa??"


"Enggak! oh ya..ntar habis nyari buku? kita makan ya???"


"Makan????"


"Iya! Gue yang traktir.."


"Tapi-"


"Mau ngehindar lagi dari Gue????" canda Krisna.


Ruby hanya tersenyum simpul.


"Mau ya! suah banget sih By ngajak Lo padahal cuma makan doang! Mau ya???"


"Aku nggak mau nanti nya ada yang salah faham Kris!"


"Nggak ada! Gue jamin nggak ada! mau ya!"


Ruby mengangguk sebagai tanda setuju.

__ADS_1


__ADS_2