
"Kak..." sapa Ruby berdiri di depan meja kerja Brian , Cowok itu masih sibuk dengan tumpukan kertas di depan nya.
"Duduk.. tunggu sebentar biar Gue selesaikan dulu"
Ruby duduk dengan setia menunggu Brian menyelesiak kan pekerjaan nya.
"Sreeeeeeetttttttt" Brian menyeret kursi yang di duduki Rubi agar lebih dekat dengan nya.
Rubi terlihat gugup, "Kakak mau ngapain??"
"Ada kotoran di rambut Lo! Nih uang buat beli baju ,underwere sama lingery! beli pakaian yang seksi! Gue nggak mau ngeliat Lo pake baju lusuh!"
"Baik Pak.."
"Besok lo bisa ikut Gue , Apartemen nya hampir jadi..Lo Bisa pilih warna kesukaan Lo, untuk warna ruangan nya nanti"
"Baik Pak".
**
"Lo nggak beli makan??" tanya Brian mengendur kan dasi ,di meja hanya ada susu dan roti tawar
"Nggak sempet kak..takut pulang kemaleman.."
"Harus Nya Lo beli makan malam buat Lo makan... Gimana tadi kata dokter nya"
Ruby memberikan Surat hasil pemeriksaan kepada Brian.
"Bagus! terus kontrasepsi nya gimana??"
"Udah kak.."
"Coba Lo pakai lengery nya..Gue mau ngeliat"
Ruby sebenar nya malu saat dirinya melihat dari pantulan cermin,
Dengan membungkuk Ruby mendekati Brian,
"Jangan membungkuk..minggirin tangan Lo!" karena Rubi menyilang kan kedua tangan nya untuk menutupi dada.
__ADS_1
Dengan malu malu, Ruby memperlihat kan tubuh mungil nya mengenakan Lingeri.
SiBoy langsung meronta dan berdiri tegak.
"Kenapa Kak?? nggak pantes ya??" Ruby tidak percaya diri.
"Lho mau kalau si Boy bangun terus minta jatah!!"
"SiBoy??? siapa kak??"
"Nanti Lo juga bakalan tahu!"
Ganti baju lagi sana!" perintah Brian, ia takut jika tidak bisa membendung hasrat nya. Karena gadis ini berhasil membuat nya tergoda.
"Kak Brian.." Rubi memberanikan diri untuk membangun kan Brian yang tidur di sebelah nya.
Pria itu sudah berjanji tidak akan melakukan apa pun pada Ruby, sebelum Appartement pemberian nya selesai di renovasi dan balik nama. Karena di Appartement yang mereka tinggali sekarang hanya ada satu kamar.
"Hmmmm.." Brian memiring kan tubuh nya.
"Aku laper kak...ayo kita cari makan??" rengek Rubi, sebenar nya takut tapi mau gimana lagi perut nya keroncongan dan terus berbunyi.
"Maka nya lain kali Lo beli makanan sebelum pulang ke Appartemen!"
"Ya udah! tunggu bentar gue siap siap dulu!" membuat Brian tidak tega melihat nya memelas.
Brian tak menyangka jika ternyata Rubi semanis ini, padahal hanya memakai celana trining panjang dan kaos rumahan saja. Dengan rambut nya di kucir kuda sehingga nampak leher putih nya, dihiasi kacamata yang melekat di wajah manis nya.
"Jelek ya aku pake baju ini???, padahal ini juga baju baru..." sambil memegangi kaos yang melekat di tubuh nya,
Brian langsung mendekap dan menciumi tengkuk gadis polos itu.
"Aaaawww Geli kak!" Rubi menggeliat,
"Nanti Lo akan terbiasa!"
"Lo mau makan apa??" tanya Brian mengamati jalanan dari dalam mobil.
"Beli Bakmi aja Kak..pasti enak banget!"
__ADS_1
"Bakmi???? di Restoran mana???"
"Tuh!!" menunjuk Penjual di pinggir jalan.
"Maksud Lo?? makan di pinggir jalan??"
"Iya.."
"Nggak! bisa turun derajat nih Gue! makan ditempat begituan.."
"Ayo lah kak???" Rubi menyentuh lengan Brian dengan memelas.
"Oke! oke!" dengan terpaksa Brian mengabul kan permintaan Ruby.
Cowok ganteng tidak pernah makan di pinggir jalan, sekalipun hanya untuk kongko saja.
Dia heran melihat Rubi makan selahap itu, .
"Pak tambah cabe nya!" pinta Rubi
Benar benar membuat Brian melongo
"Udah!! Lo nggak takut sakit perut??" cegah Brian
"Aku udah terbiasa kak..Kakak mau?? Nih cobain???" Rubi mengulur kan sendok ke mulut Brian.
"Nggak! Gue nggak pernah makan begituan!"
"Takut pedas ya??" Goda Rubi
"Enggak!!!"
"Ya udah ayo cobain?? enak lho"
Rubi terus memaksa agar Brian mau mencoba Bakmi makanan kesukaan nya.
"Gimana enak kan? ayo makan lagi..Aaaaa" Rubi menyuruh Brian untuk membuka Mulut nya lagi
"udah! udah.. Gue nggak tahan sama pedes nya" Wajah cowok ganteng itu berubah menjadi merah padam..keringat nya bercucuran .
__ADS_1
"Kepedesan Ya! minum dulu!" Rubi memberikan Esteh nya
melihat Brian kepedesan sampai seperti itu, Rubi mempercepat laju makan nya.